NovelToon NovelToon
Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Belenggu Masa Lalu: Menjemput Hatimu Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Genre: Romance, Psychological Thriller, Suspense, Drama

Tag: CEO, Mantan Istri, Posesif, Psikopat, Penyesalan, Second Chance Romance

Sinopsis Resmi:
Dua tahun setelah menceraikan Kirana karena keangkuhannya, CEO Adrian Dirgantara didera penyesalan mendalam. Saat ia berniat merebut kembali hati mantan istrinya, Adrian mendapati Kirana telah menikah lagi dengan Rendy Baskoro.

Di mata publik, Rendy adalah suami sempurna. Namun di balik pintu rumah, Rendy adalah seorang psikopat manipulatif yang menyiksa dan menyekap Kirana dalam teror obsesi yang gila.

Menyadari Kirana dalam bahaya maut, Adrian mempertaruhkan nyawa dan seluruh kekuasaannya untuk menghancurkan Rendy. Akankah Kirana yang penuh trauma bisa kembali luluh dan selamat di pelukan Adrian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai yang Mendekat

Hujan deras membasahi kaca besar apartemen penthouse milik Adrian, menyamarkan pemandangan gemerlap kota Jakarta di luar sana menjadi siluet-siluet abu-abu yang buram. Di dalam ruangan, suasana begitu tenang, seolah dinding-dinding kokoh apartemen ini berhasil menyaring semua kegilaan dunia luar.

Kirana melangkah keluar dari kamar mandi dengan perlahan. Ia telah membersihkan diri dengan air hangat, mencoba meluruhkan sisa-sisa trauma dan rasa sakit fisik yang menempel di tubuhnya. Ia kini mengenakan setelan piyama satin berwarna biru tua berpotongan longgar yang disediakan oleh staf Adrian. Pakaian itu terasa sangat nyaman, tidak seperti gaun-gaun ketat pilihan Rendy yang selalu membuatnya merasa tercekik.

Saat berjalan ke ruang tengah, ia melihat Adrian sedang duduk di sofa dengan laptop menyala di pangkuannya. Pria itu sudah mengganti kemeja kerjanya dengan kaus kasual hitam polos. Rambutnya yang biasa disisir rapi kini sedikit berantakan, jatuh di dahinya, memberikan kesan yang jauh lebih hangat dan manusiawi daripada sosok CEO dingin yang diingat Kirana.

Adrian mendongak mendengar langkah kaki halus Kirana. Ia segera menutup laptopnya dan berdiri.

"Bagaimana perasaanmu? Sudah lebih baik?" tanya Adrian, matanya dengan teliti menyapu wajah Kirana, memastikan tidak ada sisa air mata yang jatuh lagi.

"Sudah jauh lebih baik, Mas. Terima kasih," jawab Kirana dengan senyuman tipis yang kali ini terasa lebih tulus.

"Duduklah. Kamu harus makan, aku sudah memesankan sup ayam hangat untukmu," kata Adrian sambil menunjuk ke arah meja makan kecil di sudut ruangan.

Mereka makan dalam keheningan yang canggung namun tidak lagi menegangkan. Kirana menyadari betapa perhatiannya Adrian sekarang. Dulu, pria ini bahkan jarang tahu apakah Kirana sudah makan atau belum saat mereka masih terikat pernikahan. Penyesalan itu tampaknya benar-benar merubah Adrian.

"Mas..." Kirana membuka suara setelah meletakkan sendoknya. "Bagaimana dengan polisi? Apa yang akan terjadi pada Rendy setelah ini?"

Adrian menghela napas pendek, meletakkan gelas airnya sebelum menjawab. "Rendra sedang mengawal kasus ini di kantor polisi bersama tim hukum Dirgantara Group. Bukti fisik memar di tubuhmu dan sejarah masa lalu dengan Lisa Amelia sudah cukup untuk menahan para pengawalnya. Tapi untuk Rendy... dia sangat licik, Kirana. Pengacaranya langsung mengajukan penangguhan dan membuat alibi bahwa dia sedang berada di rumah sakit saat kejadian."

Wajah Kirana seketika kembali menegang. "Jadi... dia bebas?"

Adrian segera menjangkau tangan Kirana di atas meja, menggenggam jemari wanita itu yang mendadak mendingin. "Untuk sementara, ya. Tapi jangan takut. Dia tidak bisa menyentuh hukum federal jika aku yang turun tangan. Aku sedang menggerakkan seluruh pengaruh bisnisku untuk memutus aliran dana dan kontrak-kontrak logistik milik Baskoro Group. Aku akan melumpuhkannya secara finansial dan sosial terlebih dahulu agar dia tidak punya kekuatan lagi untuk mengejarmu."

Kirana menatap genggaman tangan Adrian. Sentuhan pria ini begitu kokoh dan protektif, sangat berbeda dengan remasan posesif Rendy yang selalu meninggalkan rasa sakit. "Aku hanya takut dia akan nekat, Mas. Rendy... jika dia merasa tersudut, dia bisa melakukan hal-hal yang tidak masuk akal sehat."

"Biarkan dia mencoba," desis Adrian, matanya berkilat tajam. "Aku bukan pria yang sama seperti dua tahun lalu, Kirana. Aku tidak akan membiarkan siapa pun merebutmu lagi dariku. Kali ini, aku akan menjadi perisaimu."

---

Sementara itu, di sebuah sudut remang-remang sebuah bar privat di Jakarta Selatan, Rendy Baskoro duduk dengan segelas wiski di tangannya. Di depannya berdiri seorang pria paruh baya dengan pakaian safari hitam—salah satu mantan aparat yang kini bekerja sebagai kepala keamanan rahasia untuk bisnis kotor Rendy.

"Apakah posisinya sudah ditemukan?" tanya Rendy, suaranya terdengar sangat tenang namun bergetar oleh amarah yang tertahan.

"Sudah, Pak Rendy. Informan kita di internal kepolisian melihat mobil Adrian Dirgantara menuju ke kompleks apartemen eksklusif di kawasan Menteng. Unit *penthouse* teratas atas nama perusahaan cangkang milik Dirgantara Group. Penjagaan di sana sangat ketat, menggunakan sistem biometrik dan penjaga dua puluh empat jam," lapor pria itu.

Rendy menyeringai, sebuah senyuman asimetris yang mengerikan. Ia meneguk wiskinya hingga tandas, lalu menghantamkan gelas itu ke meja kayu hingga retak.

"Sistem sekuat apa pun pasti punya celah jika kita menyerang dari dalam," ujar Rendy dengan nada dingin. "Adrian mengira dia bisa bermain menjadi pahlawan kesiangan. Dia tidak tahu bahwa aku bisa menghancurkan reputasinya hanya dalam semalam."

Rendy mengambil sebuah map dari dalam tasnya dan melemparkannya ke depan pria berpakaian safari itu. "Ini adalah berkas-berkas rahasia mengenai proyek pelabuhan baru Dirgantara Group yang melibatkan Kementerian Perdagangan. Gunakan koneksi kita di media untuk menyebarkan rumor bahwa Adrian melakukan penyuapan besar-besaran untuk memenangkan tender tersebut. Biarkan dia sibuk mengurus kehancuran perusahaannya, dan saat dia lengah..."

Rendy menjeda kalimatnya, matanya berkilat penuh kegilaan psikopat yang mengerikan. "...kita akan mengambil kembali mainanku yang hilang. Kirana harus kembali ke rumahku, apa pun kondisinya."

---

Kembali ke apartemen Menteng, malam semakin larut. Kirana sudah kembali ke kamarnya untuk beristirahat, sementara Adrian masih berjaga di ruang tengah, menatap keluar jendela ke arah rintik hujan yang mulai mereda.

Ponsel Adrian bergetar di atas meja. Nama Rendra tertera di layar. Adrian segera mengangkatnya.

"Ya, Rendra. Ada perkembangan?"

Suara Rendra di seberang telepon terdengar sangat panik dan terengah-engah. "Adrian! Baru saja beredar artikel investigasi palsu di beberapa media portal berita besar. Mereka menuduh Dirgantara Group melakukan suap dalam proyek pelabuhan baru dengan Kementerian Perdagangan! Saham kita di bursa efek langsung merosot lima persen dalam waktu satu jam sebelum pasar ditutup!"

Adrian menyipitkan matanya. Rahangnya mengeras. Ia langsung tahu siapa dalang di balik semua ini. "Rendy Baskoro... dia mulai mengalihkan perhatianku."

"Apa yang harus kita lakukan, Adrian? Pihak direksi meminta kita mengadakan konferensi pers darurat besok pagi!" kata Rendra cemas.

Adrian menoleh perlahan ke arah pintu kamar Kirana yang tertutup rapat. Pria itu tersenyum dingin. Rendy mengira serangan ini akan membuatnya panik dan meninggalkan Kirana tanpa perlindungan. Rendy salah besar.

"Lakukan konferensi pers besok pagi, Rendra," perintah Adrian dengan suara tenang namun mematikan. "Tapi katakan pada media, bukan hanya masalah proyek yang akan aku bahas. Aku sendiri yang akan membongkar seluruh borok, kekerasan, dan catatan kriminal Rendy Baskoro di depan seluruh kamera televisi nasional. Jika dia ingin bermain kotor, aku akan memastikan dia tenggelam di dalam lumpurnya sendiri."

---

Bersambung ke Episode 8

1
Aera_yong
terimakasih ya teman-teman udah support novel aku😍😍
Afri
deg deg an baca nya ..👍👍
Afri
sama sama adu kekuatan 💪💪👍
Afri
seruu
Aera_yong
jangan lupa juga beri dukungan dan support novel ini yah🤭
Aera_yong
jangan lupa baca novel terbaru aku yah tentang The Four Elite
Batriani
gaya mafia......
Batriani
dendam membara
Batriani
seru juga baca nya ditengah derunya drachin dan drakor....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!