Hampir tiga tahun menjalani rumah tangga bersama Lucas Ethan Harrington sang mafia penguasa berbahaya hingga Liora Grace percaya bahwa cintanya akhirnya berlabuh dengan tenang. Namun keyakinan itu runtuh ketika masa lalu Lucas kembali hadir seorang wanita yang pernah mengisi hatinya sebelum Liora.
namun , siapa sangka jika sebenarnya Liora lah orang yang paling berbahaya dan kejam hingga hampir seluruh dunia begitu memburu dan mengharapkan kematiannya.
apa yang sebenarnya terjadi pada Liora ?
bagaimana jika hal yang sebenarnya adalah Liora telah mengulang waktu ? atau adakah seseorang yang sengaja membangkitkan jiwanya?
yukssss baca kelanjutannya 💃🏻🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siska putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pilihan
Ancaman itu datang bukan sebagai serangan langsung.
Tidak ada tembakan.
Tidak ada ledakan.
Justru datang dalam bentuk yang paling berbahaya bagi seorang pemimpin
sebuah pesan.
Lucas sedang duduk di ruang rapat bawah tanah tiba tiba ponsel khusus di sakunya bergetar. Layar hitam menyala, menampilkan sebuah foto.
Liora.
Bukan foto baru.
Namun sudut pengambilannya membuat Lucas seketika membeku.
Diambil dari jauh. Dari balik kendaraan. Dan dari ketinggian tertentu.
Seseorang telah mengamatinya.
Tanpa berpikir, Lucas berdiri. Kursinya terhempas ke belakang.
“Batalkan semuanya,” ucapnya dingin. “Sekarang.” perintah nya mutlak .
Arga yang berdiri di sudut ruangan langsung mengerti. “Apakah ini tentang—” duga arga memahami
“Ya,” potong Lucas. “Dan kali ini, mereka terlalu berani.”
Sementara itu, Liora sedang berada di galeri senyap milik seorang kolektor tua. Tangannya menyentuh bingkai lukisan dengan ringan. Dua pengawal berdiri tak jauh, berpura-pura sebagai pengunjung.
Ia merasakan sesuatu.
Bukan suara.
Bukan gerakan.
Melainkan naluri.
Liora berhenti melangkah.
“Kita pulang,” ucapnya tenang.
Salah satu pengawal menoleh. “Ada apa, Nyonya?” tanyanya heran pasalnya Liora yang tiba tiba minta pulang .
“Sekarang,” ulangnya, nada suaranya tidak meninggi namun tak memberi ruang bantahan.
Saat mereka keluar, sebuah mobil hitam perlahan melintas terlalu dekat bahkan terlalu pelan.
Liora mencatatnya.
Bukan dengan ponsel.
Melainkan dengan ingatan.
Lucas tiba di rumah dengan wajah yang tidak pernah dilihat siapa pun wajah yang benar-benar berbahaya.
“Mulai malam ini,” perintahnya pada Arga, “tidak ada satu langkah pun Liora tanpa pengawalan penuh. Aku tidak peduli jika ia marah.” perintah Lucas lagi .
" baik tuan "
“Dan keluarga Rossi?” tanya Arga.
Lucas menatap lurus. “Hapus.”
Bukan hancurkan.
Bukan beri peringatan.
Hapus.
Arga mengangguk. Ia tentu tahu apa artinya.
Malam itu, Liora duduk di ruang tengah ketika Lucas masuk. Tatapan mereka bertemu. Tidak ada senyum. Tidak ada sapaan.
“Kau mengurungku,” ucap Liora lebih dulu menunjukkan protesannya .
“Aku melindungimu.”
“Dengan cara membuatku target?” balas Liora tak terima .
Oh ayolah ia bahkan belum menikmati semua kehidupan mewah nan menyenangkan tapi Lucas kini telah mengurungnya di mansion besarnya.
Lucas mendekat. “Mereka sudah mengamatimu.” ucap Lucas tak berniat untuk menakuti Liora . Namun jawaban Liora membuat Lucas seketika membeku.
“Aku tahu.”
Jawaban itu membuat Lucas berhenti.
“Sejak kapan?”
“Sejak tiga hari lalu.”
'liora aku salah telah mendiamkan mu selama beberapa bulan ini . Apa yang telah terjadi pada mu hingga membuat mu berubah total seperti ini ?'
Amarah Lucas bukan meledak ia membeku. “Dan kau tidak mengatakan apa pun?” suaranya dingin .
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Liora tajam. “Membakar dunia lebih cepat?”ujar Liora lagi .
Lucas mengepalkan tangan. “Itu tugasku.” balas Lucas .
“Tidak,” potong Liora. “Tugasmu adalah memimpin. Tugasku adalah bertahan.” sanggah Liora .
Menandakan keduanya sama sekali keras kepala dan tak ada yang berniat untuk mengalah .
Keheningan kembali jatuh. Namun kali ini, penuh tekanan.
“Aku tidak akan bersembunyi,” lanjut Liora. “Jika mereka datang karena aku, maka aku harus siap berdiri.” ujar Liora pada akhirnya.
Namun hal itu membuat Lucas kian meradang . ia sampai dititik ini bukanlah tanpa alasan .
“Kau istriku,” ucap Lucas keras untuk pertama kalinya. “Bukan pion.” bantah nya .
“Dan justru karena itu,” balas Liora tanpa gentar, “aku tidak boleh rapuh.” tekan Liora tak ingin mengalah .
'apa yang akan kau lakukan Lucas ? menahan ku untuk selalu berada disisi mu sampai kau kembali pada cinta pertama mu ?' batin Liora membara .
Lucas menatapnya lama. Matanya gelap. Dalam dan Penuh konflik.
“Aku bisa kehilangan segalanya,” ucapnya lirih.
Mendengar Liora menaikkan alisnya 'ya ! Kau takut kehilangan segala nya termasuk takut kau tidak bisa kembali padanya bukan ? Cuihh ! '
Liora mendekat. Mengangkat tangannya, menyentuh dada Lucas tempat jantung itu berdetak keras.
“Dan aku bisa kehilangan diriku sendiri jika terus hidup di balik bayangmu.” tidak ada nada marah maupun hal lain .
Terdengar seperti suara dingin namun tidak bisa membuat Lucas untuk mengatakan hal apapun lagi seolah Kalimat itu menghancurkan benteng terakhir Lucas.
******
Dua malam kemudian,dunia mafia sedang heboh dalam pergerakan masing masing .
Satu gudang Rossi terbakar.
Dua pemimpinnya menghilang.
Tiga nama dihapus dari peta.
Pesannya jelas.
Namun pesan balasan datang lebih cepat.
Sebuah paket dikirim ke rumah.
Tanpa alamat pengirim.
Di dalamnya sarung tangan Liora yang hilang tiga hari lalu.
Lucas menutup kotak itu dengan tangan gemetar bukan main .
Mereka sudah terlalu dekat.
Malam itu, Liora masuk ke ruang senjata pribadi Lucas.
“Kau tidak boleh—” Arga hendak menghentikan aksi Liora namun ucapan Lucas menghentikan nya .
“Biarkan,” ucap Lucas.
Liora mengambil satu pistol kecil. Memeriksanya. Mengisi peluru dengan tenang.
“Aku tidak akan bersembunyi di belakangmu,” katanya. “Dan aku tidak akan menjadi alasan kehancuranmu.” ucap liora .
Seolah setiap ucapan yang keluar dari mulutnya memiliki setiap arti .atau apakah Lucas tidak memikirkan sejauh itu ?
Lucas mendekat. “Jika sesuatu terjadi padamu—”
“Maka itu pilihanku,” balas Liora. “Sama seperti semua darah yang kau tumpahkan adalah pilihanmu.” potong Liora .
Lucas menutup mata sesaat.
Ia telah menghadapi kematian ratusan kali.
Namun tidak pernah sesulit ini.
“Jika aku jatuh,” ucap Liora pelan, “aku ingin kau tahu… aku tidak menyesal memilih hidup di sisimu.” jelas Liora jujur .
Lucas membuka mata. Untuk pertama kalinya, matanya basah.
“Jangan memintaku kehilanganmu,” ucapnya parau.
Liora tersenyum kecil. “Aku tidak meminta. Aku mempercayaimu.”
*****
Di luar, kota tetap berjalan seperti biasanya . Kesibukan orang orang di malam yang di penuhi bintang di langit yang temaram .
Dan di balik bayangan, musuh-musuh mulai menyadari satu kesalahan fatal mereka.
Mereka tidak hanya mengusik pemimpin mafia terkejam.
Mereka menyentuh perempuan yang ia cintai.
Dan Liora
bukan lagi sekadar kelemahan.
Ia kini telah menjadi alasan perang.
rajin update ya thor
ceritanya makin seru