NovelToon NovelToon
Hanya Seorang Figuran

Hanya Seorang Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: XoLyn

Renazia Putri Maharaja, adalah salah satu orang yang beruntung di dunia. Selain pintar dan cantik, wanita yang baru saja menginjak umur 27 tahun itu, juga memiliki keluarga yang sangat sayang padanya, serta teman yang banyak.

Ditambah dengan kesuksesannya di dunia desainer, membuat orang-orang iri padanya.

Namun, semuanya hilang dalam semalam, ketika Rena tiba-tiba terbangun di tempat yang asing dengan tubuh yang berbeda, dengan nasib yang berbeda juga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XoLyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tujuh

Rena menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. Padahal, dia sangat yakin, waktu itu dia masih melihat bangunan yang terbengkalai di bagian paling belakang mansion. Tapi, begitu pagi ini, dia mendapatkan kesempatan untuk ke sana, bangunan itu sudah tidak ada.

Bahkan, jejak bangunan pun tidak ada.

"Nyonya, bikin apa pagi-pagi di sini?" Rena berbalik menatap Riri yang menghampirinya.

"Riri, bangunan yang ada di sini, kamu tau?"

Alis Riri mengernyit. Dia menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Rena lalu, menggelengkan kepalanya. "Nyonya, setau saya di sini tidak ada bangunan apapun."

Rena syok. Dia tidak salah lihat kemarin, bahkan dia sempat menyentuh bagian bangunan itu. Tidak mungkinkan, dia berhalusinasi kemarin?

"Nyonya, ayo masuk. Sarapan sudah siap. Tuan Dante juga sudah ada di meja makan."

Rena masih terdiam di tempatnya. Wanita itu sedang mencerna apa yang sedang terjadi. Riri mendekatinya, dan mencoba menepuk bahunya.

"Nyonya?" Rena tersentak lalu menatap Riri.

"Riri, aku yakin kemarin, aku melihat bangunan di sini."

Riri menghela napas. "Nyonya mungkin salah lihat. Dari pertama kerja, saya tidak melihat bangunan di sini."

Rena menggelengkan kepalanya. Dia sangat yakin, dia sangat yakin, kalo dia melihat bangunan itu kemarin. "Tidak, Riri. Aku melihatnya. Aku sangat yakin!"

"Nyonya? Riri? Kenapa belum masuk?" Via muncul, menghampiri mereka.

Rena segera mendekati Via. "Via! Kemarin di sini, ada bangunannya, kan?!"

Via memasang raut wajah yang kebingungan. Dia melirik Riri yang menggelengkan kepalanya, lalu menatap Rena. "Nyonya, dari dulu, tidak ada bangunan di sini."

Rena mundur selangkah. Dia menatap tidak percaya Via dengan Riri. "Tidak. Aku yakin, aku melihatnya."

Via kembali mendekat, dan memegang lengan Rena. "Nyonya, mungkin Nyonya salah lihat. Ayo, masuk. Nyonya harus sarapan."

Rena hanya diam, ketika Via membawanya masuk kembali ke dalam mansion. Otaknya sedang mencerna, apa yang sedang terjadi. Sedangkan, Riri yang masih berdiri di sana, melirik ke arah tempat yang ditunjuk oleh Rena tadi, sebelum menyusul Rena dan Via.

Di dalam mansion, tepatnya di ruang makan, Dante melirik Rena yang baru masuk bersama dengan Via. Alisnya terangkat sebelah, ketika melihat raut wajah Rena yang terlihat syok. Dia menatap Via, dan Via menganggukkan kepalanya.

Memberikan kode, jika Rena habis dari belakang mansion.

Dante kembali melanjutkan sarapannya, membiarkan Rena duduk, dengan tatapan kosong. Setelah selesai sarapan, pria itu bangkit berdiri dan, meninggalkan ruang makan tanpa, bicara sama sekali sama Rena.

"Nyonya, silakan makan," ucap Via sambil meletakkan piring yang berisikan nasi goreng kesukaan Rena.

Namun, Rena menatap nasi goreng itu dengan tidak ada nafsu makan. Dia masih syok, "Kayaknya, aku tidak sarapan. Kenyang."

Wanita itu hendak bangkit berdiri. Tapi, Via menahannya. "Nyonya harus makan. Nanti asam lambungnya Nyonya naik."

Rena terpaksa kembali duduk, dan mengambil sendok. Dia menyendok nasi goreng itu ke dalam mulutnya. Via menghela napas lega, dan perlahan mundur berdiri di belakang wanita itu.

...

"Kerja bagus, Enzo," puji Dante ketika dia berada di dalam mobil.

Enzo yang berada di balik kemudi, tersenyum senang. Karna, jarang-jarang majikannya memujinya. "Terima kasih, Tuan."

"Bagaimana dengan pria tua itu?" Pria tua yang dimaksud oleh Dante adalah Julian. Dante penasaran, apa yang Julian lakukan pada cek kosong yang dia berikan waktu itu.

"Dari laporan yang saya terima, dia mengambil uang sebesar 5M dan, memesan tiket ke luar negeri. Sekarang dia berada di Dubai."

Dante sudah tidak kaget lagi. Dari dulu, kelakuan Julian memang seperti itu. "Terus pantau dia. Dan, untuk pelayan yang ditempatkan untuk memantau Rena, tarik semua. Biar Via dengan Riri, yang mengawasi wanita itu."

"Baik, Tuan."

...

Setelah sarapan, Rena duduk di gazebo belakang mansion. Wanita itu masih kepikiran dengan bangunan yang dulu dia lihat, kini sudah tidak ada. Padahal, dia sangat yakin, dia melihatnya waktu itu.

Wanita itu berbalik menatap bangunan mansion yang berdiri megah di belakang. Dengan kekayaan yang Dante miliki, Rena menebak, pria itu bisa saja menggunakan kekuasaan yang dia punya untuk menghilang bangunan itu.

Namun, apa isi dari bangunan itu, sehingga Dante tidak ingin Rena melihatnya?

"Nyonya, mau saya tambahkan buahnya?" tawar Via membuat Rena beralih menatapnya. Dia menggelengkan kepalanya.

"Tidak usah, Via. Aku sudah kenyang." Rena bangkit berdiri, dia meregangkan tubuhnya. "Aku ingin kembali ke kamarku."

"Baik, Nyonya."

Ketiga melangkah meninggalkan area gazebo itu. Rena melirik sekitarnya, dia sadar. Sejak dia selesai sarapan, pelayan yang biasanya berada di sekitarnya kemarin, kini sudah tidak ada. Dia mendengus, sepertinya Dante sudah menarik mereka.

Sampai di dalam mansion, seorang pelayan tiba-tiba menghampiri Rena. "Maaf, Nyonya. Di depan, ada seorang perempuan yang bernama Valerie ingin bertemu dengan anda. Katanya, dia adalah teman dekat Nyonya."

Rena terdiam di tempatnya. Tidak hanya satu kali kejutan yang dia dapat hari ini, ternyata masih ada.

"Nyonya?" panggil Via membuat Rena tersadar.

"Bawa dia masuk. Antarkan ke ruang tamu."

"Baik, Nyonya."

Rena juga langsung ke ruang tamu. Dia sampai di sana, bertepatan dengan seorang wanita yang menggenakan kemeja berwarna merah maroon dengan celana jeans, serta rambut yang dicepol.

Begitu melihat Rena, wanita itu tersenyum cerah. "Rena!" Dia berlari menghampiri Rena dan memeluknya.

Rena membeku di tempat. Dia sangat terkejut dengan tindakan Valerie yang secara tiba-tiba itu. Via segera melepaskan pelukan Valerie.

"Maaf, tolong berperilaku sopan," tegur Via.

Valerie segera mundur. "Ah, aku minta maaf. Aku terlalu senang, melihat Rena. Maaf."

"Via, tidak apa-apa," sahut Rena. Dia beralih menatap Valerie. "Silakan duduk."

Valerie menganggukkan kepalanya. Dan, melangkah menuju sofa, dan duduk di sana. Disusul oleh Rena.

"Apa kabar, Rena? Kamu tau, aku sangat merindukanmu. Sejak kamu menikah, aku tidak bisa menemukanmu. Untung aku bisa menemukan alamatmu."

Rena masih diam. Dia memperhatikan Valerie--sang tokoh utama di novel ini. Pantes saja, Dante terpikat dengannya. Wanita itu memancarkan aura positif.

"Kamu tidak kangen aku?"

Pertanyaan Valerie menyentak Rena. Rena mengangkat kedua sudut bibirnya. "Aku juga. Maaf, yah."

"Gak apa-apa. Tapi, kamu bagaimana bisa masuk ke sini?" Mansion Dante ini memiliki keamanan yang cukup ketat, serta lokasinya cukup jauh dari perkotaan. Banyak yang nyasar ketika mencoba mencari letak mansion ini.

Julian kemarin bisa masuk, karna, dia memiliki hubungan keluarga dengan Dante, yaitu mertuanya. Sehingga Julian akses untuk masuk. Sedangkan, Valerie--wanita itu tidak memiliki akses apapun ke sini.

"Aku dapat dari suami kamu."

Alis Rena mengernyit. Seingatnya, pertemuan Dante dengan Valerie masih lama. Tapi, kenapa sekarang mereka sudah bertemu?

"Kalian ketemu di mana?"

"Di tokoku. Begitu, dia masuk ke tokoku, aku langsung meminta alamat barumu. Dan, dia memberikannya."

Rena terdiam. Apakah alur cerita berubah? Tangannya diam-diam meremas rok yang dia kenakan. Jika alur cerita sudah berubah, bisa jadi dia akan mati secepatnya, atau mungkin ... dia tidak akan mati? Rena berharap opsi kedua adalah jawabannya.

...bersambung

1
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
lanjut, thor, makin penasaran/Determined/
tׁׁׅׅhׁׁׅׅ֮֮ɑׁׅᥣׁׅ֪ɑׁׅׅ
wih, banyak rahasia ternyata/Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!