NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:561
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 Kontrak Pertama

Distrik Da'an, Taipe

''Ana wŏ yào dàbiàn* ," panggil pasien yang di jaga Ana, saat Ana baru saja akan menidurkan kepala nya.

''Hăo,"* jawab Ana. yang dengan segera memeriksa bokong sang pasien.

Dan benar saya bokong nya sudah penuh dengan kotoran, Ana dengan cekatan

Membersihkan dengan tisu basah sebelum ia mendudukkan sang pasien di kursi bab

Untuk di bawanya ke kamar mandi.

Begitulah hari-hari Ana sekarang di sibukkan dengan kotoran. Ia mendapat kan pasien lumpuh total, karena terjatuh dari lantai 5, 10tahun yang lalu. Mengakibatkan tulang belakangnya patah dan onderdil belakang si pasien doll alias rusak, yang berakibat pasiennya itu sering bab dan tidak bisa menahan Bab.

Awal nya Ana sempat jijik, tapi kembali ia mengingat ini sudah pilihannya dan tanggung jawabnya. Banyak di luaran sana para pekerja yang mendapat kan pasien lebih parah dari nya.

Pekerjaan nya sendiri sebenar nya tidak berat, hanya menyiapkan makanan untuk

sang nenek dan bersih-bersih apartemen berukuran kecil tempat nya tinggal. Tapi ya itu tadi onderdil belakang nenek yang terkadang membuat lelah karena tidak mengerti waktu dan tempat.

''kamu ..'' nenek menunjuk Ana sembari meletakan 2 tangan di samping kepala yang di artikan pertanyaan '' kamu tidak tidur" .

Ana menjawab dengan gerakan tangan melambai seperti ucapan sampai jumpa, kemudian menunjuk diri nya sediri dan berlanjut menunjuk luar kamar, atau ruang tamu, sederhana nya '' tidak saya ingin di luar, di ruang tamu''

( Ahh sulit sekali menggambarkan dialog dengan isyarat tubuh. '' penulis nangis'')

Ana berdiri di balik jendela kaca menatap jauh taman di bawahnya, taiwan sedang musim gugur saat ini, cuaca yang pas untuk sekedar berjalan-jalan atau duduk santai di taman.

Angin sejuk menyapa Ana saat ia membuka sedikit jendela kaca, pandangan nya tertuju pada beberapa orang tua yang nampak sedang memperhatikan anak-anaknya bermain di taman. Ada satu yang mencuri perhatian Ana, seorang anak kecil yang sedang belajar naik sepeda.

Pikiran nya langsung teringat pada Aidar, si kecil yang masih berusia 1 tahun saat ia pergi. ''Sudah pinter apa Aidar saat ini,'' batin Ana sembari terus memperhatikan pemandangan dibawah.

Tanpa terasa air mata menetes di ujung mata, Ana tersenyum pilu. ia rindu tapi tak cukup kuat untuk membuka ponsel. Bukan hanya takut tak tega saat melihat wajah Aidar, tapi juga tidak siapnya dia menghadapi rentetan pesan yang di kirim suaminya, Roy.

Dia sudah mematikan ponsel nya lebih dari satu minggu, sudah bisa di pastikan pesan-pesan bak teror itu berjubel di whatsApp nya.

Ana masih menimbang-nimbang pikiran nya antara membuka ponsel atau kembali menahan, sampai ia siap. Saat tiba-tiba pintu apartemen nya terbuka.

Majikan nya yang tinggal di lantai bawah datang mengantarkan beberapa sayuran untuk Ana dan nenek .

Ana memang hanya tinggal berdua dengan pasien di apartemen itu, membuatnya nyaman dan bebas, ada yang bilang juga tempat kerja seperti itu impian para tenaga kerja wanita (TKW) sejauh ini Ana setuju.

Majikan nya hanya datang saat malam hari, melihat keadaan ibu nya sebentar lalu kembali ke apartemen nya sendiri yang ada di lantai 4, hanya sabtu atau minggu majikan nya itu datang sore hari bersam istri nya untuk mengantarkan sayuran dan beberapa lauk pauk.

Ana tersenyum sopan saat mengetahui kedatangan majikan nya, kemudian

Membantu majikan nya menyusun beberapa sayuran kedalam kulkas.

''Nenek hari ini oke,'' tanya sang majikan dengan bahasa isyarat, menunjuk nenek yang sedang tidur kemudian menautkan ibu jari dan jari telunjuk nya membentuk lingkaran tanda oke.

Ana menjawab dengan kode yang sama, sembari menunduk sopan. Hanya obrolan singkat dengan kode yang Ana bisa saat ini, atau jika ada yang ingin di sampaikan lebih detail mereka menggunakan google translate.

Malam hari setelah menyelesaikan tugas nya Ana memutuskan membuka ponsel nya.

Rasa rindu yang membuncah pada si kecil Aidar membuat nya memberanikan diri

Menghidupkan benda pipih itu.

Benar saja, puluhan pesan dari Roy langsung menyerbu, pun beberapa pesan dari teman-teman nya. Fokus Ana pada kontak bertulis mbk Asih, kakak perempuan nya.

Senyum Ana seketika mengembang saat melihat beberapa vidio yang di kirim mbk Asih, menunjukkan si kecil Aidar yang sedang belajar berdiri pun beberap vidio saat Aidar berenang juga vidio Danu dan Raka yang sedang turut makan bersama.

Ana sengaja mengabaikan semua pesan dari Roy memilih memencet tombol bergambar kamera di kontak mbak Asih. yang seketika menampilkan wajah lucu Aidar begitu layar terbuka.

( Panggilan vidio on )

^^^ (Ana) ^^^

*Assalamualaikum* .......

^^^ Anak pinter ibu lagi apa ?sapa Ana dengan ^^^

^^^ tangis yang tertahan^^^

^^^ ^^^

(mbak Asih)

'' Lagi mainan , wakil mbak asih sembari memainkan tangan Aidar

seolah sedang berdada-dada pada Ana .

'' kamu sehat nduk ?'' tanya mbak Asih kemudian

^^^ Alhamdulillah sehat mbak, anak -anak gimana mbak,^^^

^^^ Sehat semua?" ^^^

"Sehat, ini kamu liat sendiri udah pinter pencalitan dia,

Kamera vidio menunjukkan bagaimana Aidar yang tidak bisa

Diam saat di pangkuan mbak Asih.

"Roy ada ngubungin kamu nggak nduk?"

^^^ "Ada mbak, tapi belum aku lihat . ^^^

''Kemarin dia kesini jenguk Aidar, tapi ya jenguk-jenguk

Tok nggak bawa apapun, 'motor mu juga kaya nya udah nggak

Sama dia. Entah di jual apa di gadaikan."

^^^ Ana mengerutkan alis nya mendengar cerita mbak ^^^

^^^ Asih, ada gurat kecewa di wajah nya ^^^

"Kalau dia telfon di bilangin nduk suruh kerja, jangan

Nongkrong aja, nggak bisa bantu beli susu Aidar nggak

Apa-apa, cuma jangan sampai nyusahin kamu.

^^^ " Iya mbak, nanti kalau kami telfonan aku ^^^

^^^ Bilangin ke dia . ^^^

"Mbak ngomong kaya gini bukan karena apa An,

Kamu kan tau sendiri gimana suami kamu.

''apalagi sekarang kamu sudah kerja,

Jangan sampe hasil kamu habis di manfaatin sama dia,

Pikir kan anak-anak mu.

Mbak Asih nampak serius memberi wejangan

Pada Ana .

^^^ "Iya mbak Ana paham. ^^^

"Pokok nya kamu fokus kerja An, nggak usah mikir

Anak-anak, apalagi suami mu itu.

"Fokus kerja kumpulin uang nya biar bisa cepet

Kumpul sama keluarga lagi.

(Ana hanya mengangguk kecil, menanggapi nasehat dari mbak Asih)

"Yaa sudah, kamu istirahat. Mbak juga mau bikinin susu

Aidar, ngantuk ini kaya nya rewel aja, pungkas mbak Asih sembari

Menunjukkan Aidar yang mulai rewel .

^^^ "Iya mbak , nitip anak-anak yaa mbak, maaf Ana ^^^

^^^ Selalu ngrepotin mbak Asih sama mas dwi .^^^

"Nggak usah di pikir An, penting kamu sehat .

Kerja yang bener, buat masa depan anak.

(Ana mengangguk seraya memutus kan panggilan setelah sebelum nya mengucapkan salam dan satu isyarat kecupan pada Aidar )

Panggilan vidio off.

Jari Ana kemudian mengscroll pesan-pesan lain nya yang belum terbaca. Baru saja ia ingin membuka pesan dari Roy, laki-laki itu sudah melakukan panggilan vidio.

Namun Ana menolak nya dan dengan cepat membalas nya dengan sebuah pesan .

^^^ (Ana message ) ^^^

^^^ "Maaf mas belum bisa telfonan . ^^^

(Roy message)

Kenapa !

Kamu sengaja menghindari saya !

Kamu sudah berani macam-macam

Mentang-mentang udah kerja!

^^^ "Tidak mas, ini nenek barusan saja tidur, takut ^^^

^^^ Nya nanti kebrisikan terus kebangun.^^^

Alasan !!!!

Bilang saja kamu mengindari saya!!! .

Ana menyerah, memilih menerima panggilan vidio dari sang suami .

Menerima segala umpatan dan ocehan yang sudah satu minggu lebih Roy pendam.

Ujung dari semua nya sudah tau kan? Uang. Selalu itu .

Ana menutup malam dengan kepedihan, sisa sesak oleh ucapan-ucapan Roy yang nyaris membuat nya gila, pun tuduhan-tuduhan tanpa dasar. Sejujur nya Ana sudah tidak tahan tapi mengapa dia bertahan? jawaban nya: Ana masih bodoh".

_____Bersambung.

Sulit sekali menggambarkan ekspresi saat panggilan vidio

Semoga teman-teman faham yaa , atau kalau ada yang punya

Saran boleh tulis di kolom komentar...

Thnkyuuuu dan jangan lupa vote.

*Wŏ yào dàbiàn : saya mau BAB

* Hăo : Baik

_IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!