NovelToon NovelToon
Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Catatan Perjalanan Kaisar Tertinggi

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Harem / Misteri / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

ARC 1 - Reruntuhan Kuno Dimensi ~ END

Sekte Qingyun adalah salah satu dari sekte-sekte besar di benua itu. Murid-muridnya berbakat, dengan kekuatan mereka masing-masing mereka berlomba-lomba untuk menjadi lebih kuat mencapai puncak di sekte itu.

Namun, ada seseorang yang tak bisa melakukan semua itu... Yun Zhi namanya, dia memiliki tubuh yang begitu lemah, membuatnya tak bisa berkultivasi seperti yang lain. Sampai pada akhirnya ia ditemukan dengan wanita cantik yang akan membuatnya lebih kuat.

Ini akan menjadi perjalanan panjangnya, yang terlemah menjadi yang terkuat.

BUAT YG MAU NANYA "KAPAN MC-NYA OP?" MCNYA OP DI BAB 20AN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Merebut Harta

Dua sosok melayang di udara, dikelilingi oleh langit kelabu yang mendadak dipenuhi riuh gelombang energi. Mereka tak berbicara—hanya sorot mata yang menyalakan api pertempuran. Begitu mereka mulai bergerak, benturan demi benturan mengguncang udara, menghancurkan keheningan dengan dentuman yang menggema hingga ke cakrawala.

BOOM—!

Gelombang Qi meledak ke segala arah, seperti badai liar yang dilepaskan dari kandangnya. Tanah retak, pepohonan bergetar, dan angin yang tadinya tenang berubah menjadi pusaran ribut. Salah satu dari dua pejuang itu adalah Sheng Jin, Tuan Muda dari Sekte Naga Hitam, terkenal akan kekejamannya. Lawannya, seorang kultivator bebas, bukan nama besar—namun tak gentar menghadapi siapa pun.

Yang mereka perebutkan adalah harta kultivasi, artefak kuno yang mengandung kekuatan mistis. Ada yang bisa memperkuat tubuh, ada yang menyimpan teknik langka, dan sebagian lainnya—konon—bisa merobek ruang antar ranah. Harta seperti itu bukan sekadar benda; ia adalah simbol kekuatan, takhta yang akan diraih dengan darah.

Pertempuran makin sengit. Tanah di bawah mereka telah berubah menjadi ladang kehancuran. Cahaya-cahaya teknik bercampur debu dan kilat menciptakan lukisan kacau di langit.

Namun di kejauhan, di balik bukit sunyi yang diselimuti kabut pagi, Yun Zhi dan Tianqiong mengintai, tak tergoyahkan oleh kekacauan di depan mereka.

"Kelihatannya sudah dipastikan siapa yang akan menang," ucap Tianqiong, matanya jeli menatap pertarungan, seolah tiap gerakan bisa ia tafsirkan.

"Ya. Keduanya sangat kuat, tapi salah satunya memiliki kekurangan."

'Saat ini aku sudah menyerap api dan petir, tidak tahu apakah bisa untuk melawan salah satu dari mereka," batin Yun Zhi.

Sementara itu, Sheng Jin dan si kultivator bebas terus beradu kekuatan. Setiap pukulan bukan sekadar serangan fisik, namun adalah tabrakan tekad dan kehendak. Suara dentuman mengguncang langit, dan pusaran energi menggulung ke segala arah. Daratan di bawah mereka menciptakan retakan besar seolah tak mampu lagi menopang intensitas pertarungan.

Lalu tiba saatnya, Sheng Jin melesat tinggi, tangan kanannya terangkat ke angkasa, menyerap Qi dari udara sekitar.

"Tangan Pemecah Surga!" serunya.

Sebuah lingkaran besar muncul di atas kepalanya, memutar seperti roda takdir. Dari dalamnya, tangan raksasa terbentuk—sebuah manifestasi kehancuran yang menyerap langit dan bumi.

Tangan itu menekan lawannya perlahan, namun sangat pasti. Kultivator bebas itu mencoba bertahan, menciptakan pelindung Qi tebal seperti kubah cahaya. Tapi lapisan demi lapisan perlindungan hancur, dan tubuhnya mulai remuk di balik tekanan. Jeritannya tertelan oleh dentuman energi, hingga akhirnya tubuhnya remuk dalam diam, dan jiwanya lenyap tanpa suara.

"Ha... Hahahaha! Siapa pun yang melawanku, maka akan mati!" seru Sheng Jin, matanya dipenuhi kesombongan, seolah seluruh langit tunduk padanya.

Namun ia tak menyadari, dari balik bayangan, langkah senyap mendekat—Yun Zhi, mata tajamnya menatap punggung musuh.

"Matilah, Tinju Bunga Gelap!"

"Apa—"

Sebuah bayangan hitam melesat bagaikan angin malam yang menebas senyap. Tinju Yun Zhi menghantam tepat di punggung Sheng Jin, melepaskan gelombang energi gelap berbentuk kelopak bunga yang mekar dan pecah dalam ledakan Qi.

Tubuh Sheng Jin terpental jauh, membelah udara, membentur tanah hingga membentuk kawah. Namun, ia tak mati.

Dengan nafas terengah dan wajah menghitam karena debu serta darah, Sheng Jin memperbaiki fondasi spiritualnya, berdiri kembali, kali ini dengan amarah yang membara.

"Sialan! Kau ini siapa!? Berani sekali menyerangku dari belakang!"

"Bertanya aku siapa? Kau tidak perlu tahu soal itu!"

Yun Zhi tak menunggu. Sayap petir terbentang dari punggungnya—Sayap Petir Biru—membelah udara dengan kecepatan kilat. Cahaya biru keunguan menyambar seperti guruh yang jatuh ke bumi.

Sheng Jin pun melesat maju, kekuatan penuh mengalir ke setiap ototnya. Mereka bertemu di udara—dua kekuatan yang bertolak belakang namun sama kuatnya. Pukulan pertama meledak seperti guntur. Tubuh mereka terpental, menciptakan pusaran energi yang menyapu pepohonan dan menghancurkan batu-batu besar di bawah.

Yun Zhi tersedak darah, namun tetap berdiri. Matanya menyala.

"Cari mati!" Sheng Jin kembali mengangkat tangan ke angkasa. "Tangan Pemecah Surga!"

Energi besar kembali menyatu, langit berguncang. Tapi kali ini, Yun Zhi telah siap.

Ia menyeka darah dari sudut bibirnya dan menatap ke atas. "Teknik itu lagi. Maka akan kuterima! Tatapan Langit Mendung!"

Tangan kirinya bergerak pelan, membentuk lingkaran rumit di udara. Rangkaian simbol-simbol petir dan awan mendadak muncul, berputar di sekelilingnya, lalu dari lingkaran itu terpancar cahaya biru gelap yang menusuk.

Tangan raksasa milik Sheng Jin meluncur turun. Namun sebelum menyentuh Yun Zhi, dari lingkaran miliknya, seberkas petir hitam menembak lurus—menerjang langit dengan kemarahan petir yang tertahan.

Ledakan menggelegar. Tanah runtuh. Langit tersibak. Kabut debu menyelimuti seluruh lembah hingga tak terlihat mata.

Yun Zhi mengepakkan sayapnya, menyapu debu seperti dewa petir yang tak bisa disentuh. Dari balik kabut, terlihat bayangan seseorang yang terbang—Sheng Jin berusaha melarikan diri.

"Ingin lari? Sudah terlambat!"

Dengan satu gerakan, Yun Zhi melesat. Ia muncul di belakang Sheng Jin seperti kilat tak bertuan.

"Tinju Bunga Gelap!"

Tinju kali ini menghantam lebih dalam, lebih berat. Tubuh Sheng Jin terpukul ke bawah seperti meteor hitam, menghantam tanah dan menimbulkan retakan besar yang menjalar seperti luka bumi.

"Ughh!"

Darah menyembur dari mulut Sheng Jin, tubuhnya menggeliat menahan nyeri. Ia tak bisa lagi berdiri. Yun Zhi turun perlahan, langkahnya seperti tak membawa beban, namun penuh tekanan yang menusuk.

"Kau! Kalau kau membunuhku, maka Sekte Naga Hitam tidak akan mengampunimu!"

Yun Zhi mengangkat tangannya, ringan seperti awan yang malas bergerak.

"Siapa peduli."

Dari cincin penyimpanannya, ia mengeluarkan sebuah pedang. Pedang itu bukan pedang biasa—berwarna hitam kelam, dengan alur merah menyala yang berdenyut seperti nadi, seakan hidup.

Dengan satu ayunan pelan, ia menghujamkan pedang itu ke tubuh Sheng Jin.

"Aaghh!" Jeritan terakhir Sheng Jin menggema bersama semburan energi yang melonjak ke angkasa, menciptakan pusaran spiritual raksasa.

Di tengah energi itu, terbentuk tulisan merah menyala—'Bunuh'—seolah langit menandai apa yang baru saja terjadi.

Yun Zhi menatap tanda itu dalam diam. Namun Tianqiong segera muncul di sisinya, wajahnya tetap tenang, namun nadanya sedikit mendesak.

"Cepat ambil semua harta yang bisa didapatkan, kemudian kita pergi dari sini."

"Kenapa?"

"Tanda 'Bunuh' di atas itu menandakan bahwa seseorang pasti telah dipanggil kemari. Tadi dia bilang jika kau membunuhnya, maka Sekte Naga Hitam tidak akan mengampunimu. Kemungkinan tanda di atas adalah panggilan untuk Sekte Naga Hitam." Tianqiong menyapu rambutnya ke telinga, gerakan anggun namun penuh kehati-hatian. "Aku tidak ingin berurusan dengan orang yang merepotkan, jadi lebih baik pergi dari sini."

Yun Zhi tak banyak bertanya. Ia mengangguk, dan segera mengumpulkan semua harta yang tersisa dari Sheng Jin dan kultivator bebas yang telah gugur. Setelah itu, keduanya menghilang dari tempat itu seperti bayangan malam—meninggalkan medan perang dan mayat yang dingin, serta langit yang belum berhenti bergemuruh.

1
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
👌
🍒⃞⃟✨Zhao Xia
bagus nih
Fiinnn
aku suka!
Fiinnn
lanjut thor
visa
bagian awal lumayan
avesy
oke aja
Yun'er
tidak mengecewakan
Nanik S
Bagus juga
Nanik S
Siapa wanita yang muncul
🌸⃝𝙒𝙤𝙤𝙣𝙖​᭄ও࿐
tak baik lah cakap macam tuh
Fairuz
semangat kak jangan lupa mampir yaa
qianyu
luar biasa!
𝐈𝐜𝐡𝐢𝐧𝐨𝐬𝐞
hao.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!