Berawal dari Kasihan...
Berlanjut dengan Cinta...
Berakhir pada Kesedihan...
Setelah 15 tahun lamanya, impian Sang Gadis terwujud dan dimulailah Perubahan untuk segalanya, namun perubahan itu mengubah segalanya begitu juga dengan keasliannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2.2 Kecemburuan
Siang harinya, Mei terbangun setelah Bara kembali menyetubuhinya dari tadi pagi,
"Bara," Mei
"Hm?" Bara
"Aku lapar," cicit Mei
Bara terbangun lalu menatap Mei,
"Kamu mau makan apa??" Bara
"Hmm, sate ayam pedas manis sama nasi," Mei
"Baiklah," Bara
Saat Bara akan pergi,
"Oh ya jangan lupa jus mangganya yaa Bulkrish-eh maksudku Bara," Mei
Bara memicingkan matanya,
"Jangan mengganti namaku apalagi diganti dengan nama lain Asa itu," Bara
"Baiklah," lesu Mei
Bara pergi,
"Bara jadi aneh," Mei.
.
.
.
Setelah makanan datang, mereka makan bersama, Mei yang memakai baju tidur yang cukup sexy dan menggoda Bara,
"Mei, kamu menyukai pria seperti apa??" Bara
"Hmmm, aku suka pria yang kaya raya, tampan, tinggi, sexy, pintar, dan pokoknya perfect deh, hmm contohnya ya kayak si Bulkrish bodoh itu, aku dengan dalam 6 bulan dia debut dia sudah berhasil jadi most handsome dan membuat Putri Presiden bertekuk lutut," Mei
"Jadi kamu mulai menyukai Asa??" Bara
"Ngak, aku membencinya, dia udah bertindak semaunya, itu menyebalkan tau," Mei
"Jika dia sudah selesai dan memohon untuk kamu kembali, apa kamu akan kembali ke pelukannya??" Bara
"Yaa bagaimana pun Bulkrish satu satunya yang kupunya selain Papaku," Mei
"Aku masih ada untukmu," Bara
"Lahhh kau kan sudah punya Kak Reya, waktu itu kau marah karena aku tak membela hubungan gelapmu dan Kak Reya, sekarang malah menyangkalnya, kau menyebalkan sekali," Mei
"Mei-" Bara
Tiba tiba seorang pelayan,
"Maaf Tuan, tapi ini ada undangan untuk anda," Pelayan
Bara mengambil undangan itu, pelayan itu pergi,
"Surat apa itu??" Mei
Saat Mei akan mengambil surat itu,
"Tanganmu kotor," Bara
Mei cemberut dan melanjutkan makannya, Bara membuka surat itu,
"Ini- surat undangan makan malam," Bara
"Dari??" Mei
"Keluarga Presiden, makan malam Pemerintahan dan pesta lajang sebelum pernikahan," Bara
"Kapan??" Mei
"Besok malam, saat malam natal," Bara
"Bara apa kita akan kesana??" Mei
"Jika itu Dewa pasti akan datang, tapi jika aku itu terserahmu," Bara
"Kalau gitu ayo kita pergi," Mei
"Baiklah," Bara
Mereka melanjutkan makan bersama, setelah makan, Mei kembali ke kamar, Mei masuk ke kamar mandi lalu berendam di bath up,
"Hmmm enaknya berendam air hangat, ahhh aku jadi ingat saat study tour sekolah SMA Bulkrish," Mei
Bara masuk,
"Mei cepatlah mandi, kita pergi ke butik," Bara
"Baiklah," Mei
Bara keluar,
"Ngapain ya ke butik?? Mungkin buat acara besok, tapi tinggal pakai dress biasa aja kan, huh," Mei.
.
.
.
Saat mereka sampai butik, Mei melihat beragam dress yang cantik dan pastinya mahal dan berkualitas terbaik,
"Pilihlah yang mana kamu suka," Bara
"Baiklah," Mei
Mei pun mulai memilah milah dress, namun saat Mei sedang menelusuri lorong bersama pelayan, Mei tak sengaja menabrak seseorang,
"Ah maafkan aku," Mei
"Eh bukankah kau yang kemarin, kenapa dunia itu begitu sempit sih," Raeya
"Raeya jangan bicara seperti itu," Bulkrish
Bulkrish menatap Mei,
"Tidak apa apa kok, jangan perlu khawatir. Kamu sedang mencari dress??" Bulkrish
"Hm iya, aku diundang ke makan malam dan pesta lajang kalian berdua," Mei
"Cih, memang kau dari keluarga mana sampai bisa dapat undangan," Raeya
"Dia dari Keluarga Maha dan dia adalah istriku,"
Mereka terkejut melihat Bara yang langsung merangkul Mei dan membuat Bulkrish reflek naik darah dengan mengepalkan tangannya diam diam,
"Ada masalah apa Putri?? Istriku hanya menabrak tunangan, kau tak mau membuat Y2G murka karena masalah sepele, Mei adalah Ratu Yin Yang Group, ingat itu," Bara
"Katanya namanya Rasti?? Kenapa jadi Mei??" Raeya
"Mei Rastiti, nama aslinya, kenapa memangnya. Sudahlah, Mei sayang, ayo pilih gaun lagi," Bara
Bara membawa Mei pergi saat melewati Bulkrish, Mei menyentuh tangan Bulkrish sebagai tanda supaya tenang, Bulkrish menatap Mei yang digandeng pergi Bara,
"Bara, beraninya kau nenyentuh milikku, kau memang tak sayang nyawa," bathin Bulkrish
Mereka pun melanjutkan memilih gaun untuk besok malam, tetapi saat Mei masuk ke ruang ganti, tiba tiba seseorang masuk kedalam juga,
"Bulkrish," Mei
"Ssttt," Bulkrish
Bulkrish dengan cepat memeluk lalu mencium bibir Mei, Mei terpaksa menahan desahannya agar tidak ketahuan,
"Bulkrish apa yang kau lakukan??" bisik Mei
"Aku cemburu," Bulkrish
"Kecemburuan bukan hal yang baik Bulkrish, lakukan misimu atau aku benar benar membencimu," Mei
"Baiklah, tunggu saja tanggal mainnya Mei, setelah itu kita akan bersama," Bulkrish
Bulkrish menyetubuhi Mei karena dirinya diselimuti rasa cemburu, walau sebentar, Bulkrish merasa puas begitupun dengan Mei, dengan perintah Mei, pelayan yang datang di suruh keluar supaya Bulkrish bisa keluar dengan aman.
Mereka berdua pun kembali seperti mana biasanya, namun hal itu tak luput dari pandangan Bara yang selalu mengawasi Mei.
.
.
.
Malamnya, Bara mendiami Mei karena merasa kesal sekaligus cemburu, hal itu membuat Mei bingung karena dirinya tak tau kalau Bara memergoki Mei dan Bulkrish.
Saat makan malam, Bara tak datang ke meja makan, Mei pun tak perduli, Mei pergi ke kamar setelah makan, namun sampai kamar, Mei terkesiap melihat Bara di ranjangnya,
"Bara, kenapa kau tak makan malam?" Mei
"Aku ingin memakanmu," Bara
"Aku tak mau, aku lelah," Mei
Bara berdecak sebal lalu pergi,
"Kenapa dengan Bara??" Mei.
.
.
.
Besok malamnya, Mei merasa bosan di pesta, akhirnya Mei memutuskan duduk di pojokan, namun tiba tiba dirinya melihat orang gila yang selama ini dia hindari yaitu Gede,
"Ya Tuhan, kukira dia udah di Amerika bersama Aji, kenapa si bangs*t itu ada disini??" Mei
Mei melihat Bulkrish sedang sendirian dipojokan, Mei pun diam diam menemui Bulkrish,
"Bulkrish," Mei
"Mei, kenapa??" Bulkrish
"Lihat ada si dia," Mei
Bulkrish melihat pria gembrot itu,
"Tenang saja, kamu tak akan di apa apakan karena kamu adalah tamu yang kuundang, kamu tau Mei, dia adalah kaki tangan boss mafia yang mendukung Presiden saat ini dan yang terdahulu, tapi aku adalah calon menantu Presiden, jadi dia tak akan menyentuhku, kamu lihat saja aktingku nanti, yang pasti aku tak akan membiarkanmu terluka. Sebaiknya cari Bara, dia seharusnya di sisimu untuk melindungimu," Bulkrish
"Dia ada entah dimana, aku bosan," Mei
"Aku juga bosan disana, makanya aku disini. Kamu kalau bosan, tetaplah disini bersamaku, aku merindukanmu Mei," Bulkrish
Mei tersenyum tipis,
"Aku juga, maaf ya aku telah menamparmu, aku benci saat kau pergi mengerjakan misi tanpa memeberitauku tepat saat kau telah meniduriku, kau seperti pria tak bertanggung jawab," Mei
"Maafkan aku," Bulkrish
"Sebaiknya kau cepatlah selesaikan misimu, dan jadi dirimu yang sebenarnya Bulkrish," Mei
"Keinginanmu adalah perintah untukku Mei," Bulkrish
Mereka berdua saling tersenyum.
selamat siang👍
semangat terus ya💖
mampir juga di novel terbaruku "Suami dadakan" ya💖
salam dari kisah danau hijau buatan kakek
aku tunggu nih😁