NovelToon NovelToon
Jodohku Tetanggaku

Jodohku Tetanggaku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:115.3k
Nilai: 4.6
Nama Author: dewi indra

Apa jadinya jika tetangga samping rumahmu adalah jodoh yang di utus Tuhan untukmu?

Awal pertemuan Tasya dengan Aldo di sebuah gang sempit tempat di mana sebuah kejadian yang menimpa Tasya. Namun untungnya seorang pria yang bernama Aldo datang menolongnya, dan disanalah awal pertemuan dan kisah cinta mereka akan di mulai.

Akan tetapi disaat Tasya sudah menjalani kasih dengan Aldo, disana pihak orang tua dari Tasya malah tidak merestui dan menentang hubungan mereka berdua.

Lalu akankah hubungan mereka berdua berjalan dengan baik? Apakah mereka bisa melewati cobaan dan lika-liku kisah cinta Mereka?

Penuh masalah dan pertentangan, ikuti kisah romantis dari kedua insan ini dalam cerita jodohku tetanggaku!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi indra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

006

"Terimakasih ya kak sudah mengantarku." Ucap Tasya

"Iya dek, kamu cepet sembuh ya kalau perlu apa-apa panggil kakak aja." Ucap Aurora lembut

"Iya kak."

"Ya udah kamu istirahat dulu, jangan keluar-keluar nanti kalau mau makan panggil kakak aja ya biar kakak yang ambilin." Ucap Aurora

"Iya kak terimakasih."

Aurora membantu Tasya untuk merebahkan tubuhnya di kasur.

"Selamat tidur." Ucap Aurora sambil mencium kening Tasya

Tasya perlahan menutup matanya, kakaknya sudah keluar dari kamarnya itu.

Kini Tasya tinggal sendiri berada di dalam kamar, mata Tasya Kembali terbuka saat mengingat Aldo.

"Aku tidak bisa tidur, kenapa bayangan dia selalu muncul." Gumam Tasya

Tasya kembali memejamkan matanya suhu tubuhnya kian memanas padahal di dalam kamarnya ini sudah terpasang AC, keringat dingin bercucuran di dahi Tasya.

Tasya terus bergumam tidak jelas sambil memeluk selimut tebalnya itu.

"Aldo...Aldo kamu jahat." Gumam Tasya

Pintu kamar Tasya di buka oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan kakaknya Aurora.

Aurora mendekat ke arah sang adik, sambil menyentuh dahi adiknya itu.

"Astaga suhu badannya tinggi." Ucap Aurora khawatir.

"Bagiamana ini ibu dan ayah berada di rumah nenek, aku ngak mungkin menghubungi mereka." Gumam Aurora.

Saat Aurora hendak pergi untuk mengambil kompres tiba-tiba Aurora mendengar gumaman sang adik.

"Al...Aldo." Gumam Tasya sambil terisak-isak.

Aurora kembali mendekat ke arah adiknya itu.

"Kamu Kenapa sih, Tasya ayo bangun." Ucap Aurora khawatir

Tetapi Tasya tetep menutup mata karena tadi ia hanya bermimpi, Aurora memutuskan untuk menelpon dokter pribadinya yang beranama Bram.

Aurora cepat-cepat menghubungi nomor Bram. Telpon pun akhirnya tersambung.

"Hallo, Aurora ada apa menelpon ku?" Ucap Bram di seberang sana.

"Bram aku butuh bantuanmu." Ucap Aurora

"Ada apa kenapa suramu bergetar seperti itu."

"Tolong Bram bantu aku, Tasya sakit suhu tubuhnya tinggi." Ucap Aurora

"Oke tenang ya, aku akan ke sana." Ucap Bram

Sambungan telpon pun terputus secara sepihak.

Aurora menaruh hpnya di atas nakas, ia berjalan keluar kamar untuk mengambil kompres.

Aurora yang sudah mengambil air hangat dan kain untuk kompres akhirnya langsung kembali berjalan ke arah kamar sang adik.

Aurora mendekat ke arah Tasya yang sedang mengigil kedinginan, ia mengambil remote AC dan mengecilkan suhu ruangan itu.

Lalu Aurora mengambil kain yang sudah di rendam air hangat itu dan menaruh di atas dahi sang adik.

"Tasya kamu kenapa sih, apa kamu punya Masalah tapi kenapa kamu ngak cerita ke kakak." Ucap Aurora sambil terisak.

******

1 jam kemudian mobil Bram sudah terparkir di halaman rumah Aurora, Bram langsung buru-buru keluar dan berlari membuka pintu utama rumah Aurora.

"Aurora..., Aurora di mana kamu?" Panggil Bram sambil berteriak.

Aurora yang mendengar teriakan Bram buru-buru ia menghapus air matanya dan berjalan keluar menemui Bram.

"Bram aku disini, ayo bantu aku." Ucap Aurora

Bram berlari ke arah Aurora dengan tergesa-gesa.

Setelah mereka berdua sampai di dekat tempat tidur Tasya, Bram langsung dengan cekatan memeriksa kondisi Tasya dan mengecek suhu tubuh Tasya.

"Bagaimana Bram?" Tanya Aurora kepada Bram

"Dia hanya banyak pikiran, sehingga suhu tubuhnya meninggi." Ucap Bram menjelaskan

"Jadi begitu, aku sungguh khawatir dengannya tadi." Ucap Aurora seraya tersenyum

"Sudah jangan khawatir lagi, yang penting aku sudah memberi resep obat dan sudah memeriksa kondisi adikmu." Ucap Bram

"Terimakasih Bram." Ucap Aurora

Yah, Bram adalah dokter pribadi Aurora sekaligus pacar dari Aurora, mereka adalah temen satu sekolah dulu di SMA tapi semakin berjalannya waktu Bram mulai menyukai Aurora, dan mereka mulai menjalin kasih pada saat mereka masuk perguruan tinggi.

"Iya sama-sama Aurora, kau ini kaya sama siapa aja aku kan pacarmu jadi jangan canggung seperti itu." Ucap Bram seraya tersenyum.

"Eh.. iya Bram." Ucap Aurora sambil menggaruk kepalanya.

"Sudahlah, aku pulang dulu ya besok aku jemput kamu saat berangkat kerja." Ucap Bram

"Iya Bram, hati-hati di jalan ya." Ucap Aurora

"Tentu saja sayang."

"Bram, aku anter ya sampe depan." Ucap Aurora seraya tersenyum manis

"Ngak usah lebih baik kamu temenin adik kamu." Ucap Bram

Aurora hanya menganggukan kepalanya.

Bram keluar dari kamar Tasya, kini tinggal Tasya dan Aurora yang berada di dalam kamar itu.

Aurora kembali melihat ke arah sang adik yang tertidur pulas itu.

Ia mengelus kepala sang adik dengan sayang.

"Tasya, sebenarnya kamu ada masalah apa sih kenapa ngak cerita ke kakak." Gumam Aurora

Tidak ada sautan dari sang adik karena Tasya sedang tertidur pulas.

Aurora mengecup dahi adiknya itu, lalu pergi meninggalkan kamar milik Tasya.

Aurora berjalan ke arah ruang tamu, tapi ia tidak melihat ada sang adik Dodo di sana.

Pantas saja Bram bisa masuk ke rumah, jika ada Dodo atau ayah pasti Bram sudah di cegat dan diintrogasi.

"Dodo... Dodo... kamu dimana?" Ucap Aurora berteriak Memanggil adik laki-lakinya itu.

Hening!!!

Tak ada jawaban dari adiknya itu, Aurora memutuskan untuk mencari adiknya di dalam kamar.

Aurora membuka pintu Dodo, dan dilihatnya Dodo yang sudah tidur terlelap sambil memeluk guling.

"Ah rupanya udah tidur, pantes aja di panggil-panggil ngak nyaut-nyaut." Gumam Aurora.

Aurora kembali menutup pintu kamar adiknya, ia berjalan ke arah kamarnya. Karena matanya sudah begitu berat dan mengantuk.

Ia masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size miliknya itu.

"Uuuhhh... nyaman." Ucap Aurora

Ia menarik selimut tebal itu dan menutup seluruh tubuhnya. Matanya pun sudah mulai terpejam.

******

Jam 07.00

Tasya terbangun dari tidurnya dengan kain kompres yang masih tertempel di dahinya.

"Ah... kepala ku berat sekali." Ucap Tasya sambil menaruh kain kompres itu di atas meja.

Tasya turun dari kasurnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan menggosok giginya itu.

Setelah itu ia keluar dari kamar mandi dan berjalan ke arah meja rias, Tasya mendaratkan bokongnya di atas kursi empuk itu.

Lalu Ia menyentuh dahinya karena ingin mengecek suhu tubuhnya.

"Ternyata sudah sembuh, syukurlah." Gumam Tasya

Tasya mengambil bedak dan lipsik untuk memoles kan di wajahnya itu agar tidak terlihat pucat. Rambut panjangnya ia sisir dengan hati-hati, Tasya memberi jepitan di bagian rambutnya.

Setelah selesai berdandan Tasya langsung keluar dari kamarnya, ia hari ini berniat untuk menghirup udara segar di halaman rumahnya itu.

Tasya berjalan keluar rumah dan menuju halaman depan rumah, ia berdiri dan mulai melakukan aktivitasnya yaitu menghirup udara segar di pagi hari.

1
Lucky
siap kak😊
Jepri Sal
ok d tunggu
Arni Said
lanjut....bikin penasaran....
Arni Said
ceritanya menarik...
Susi Ana
jempol hadir, mampir ya
Ellaa🎭
lanjut yaa🥰

salam -Kay and Say-
Elisabeth Ratna Susanti
like👍
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
el Nabil
keren banget 👍
Akira ✨
like 😉
Eda Sally
keren say😍
Hesti Heryanti
MENGINTIP JODOHKU SELALU LIKEEEEEEEE KAK.
maafkan telat"yh. tp, pasti aku mampir kok.


semangat dan sehat selalu kak.
salam kangen dari Amera..
mengintip Jodohku sudah up loh 😍
Caramelatte
semangat upnya thor!
Salam –Belong to Esme–
Hesti Heryanti
maafkan terlambat
salam hangat Mengintip Jodohku kak
selalu like dan support 🥰

yuk mampir lagi kak.
sudah up loh
Atikah Kah
episode 41
Hiatus
lanjut
Lucky: Siap kak🙏
total 1 replies
el Nabil
like tetap semangat

salam hangat dari 🌺 IMPIAN GADIS MANIS
Lucky: siap kak🤗🙏
total 1 replies
Ellaa🎭
next up thor 💪🌹
mampir K&S dah uppppp
Lucky: mksih kak🙏🤗
total 1 replies
Umi Yan
Semangat, ditunggu lagi up terbarunya kak😊💪
Lucky: Siap kak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
suka👍
Lucky: mksih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!