NovelToon NovelToon
Jodoh Pasti Bertemu

Jodoh Pasti Bertemu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:77.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Sastrawan

Anggun berusaha tegar dalam kehidupannya. Dia memiliki seorang ibu pemabuk dan bekerja di malam hari. Sementara Ayahnya telah pergi sejak kecil. Di sekolah, Anggun mengenal Roman. Seorang pengamen jalanan, namun memiliki mimpi-mimpi yang luar biasa. Mereka saling jatuh cinta, akan tetapi tak pernah bisa diungkapkan.
Pada suatu ketika terjadi tawuran antar sekolah, Roman dan Anggun terjebak pada situasi itu. Roman diserang oleh para pelajar yang bersenjata. Roman harus kehilangan nyawa untuk melindungi Anggun.
Anggun juga harus kehilangan ibunya. Peristiwa itu terjadi ketika Anggun akan diperkosa oleh lelaki yang berkunjung ke rumah. Ibu Anggun berusaha menyelamatkan, namun keselamatan mesti ditukar dengan nyawa.
Anggun sebatang Kara, hingga akhirnya dia memutuskan untuk belajar di Pondok Pesantren. Dari sinilah kisah hidupnya dimulai kembali, akankah dia bahagia di akhirnya hidupnya dengan menemukan pasangan yang sejati? atau sebaliknya? Semoga kisah ini bermanfaat, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Sastrawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 - Dalam Hati Ada Puisi

“Bagaimana dengan tawaran gue?” tanya Roman.

Aku menggelengkan kepala. Dan Roman langsung memalingkan wajahnya, menatap jauh ke langit, sore ini.

“Oke, kalau begitu lo nyanyi di sini!”

“Di sini?”

“Iya.”

Aku menatap orang-orang di halte, mereka menengok ke satu arah. Menunggu bis kota untuk membawa ke rumah masing-masing. Sore ini, Roman menahanku untuk tidak pulang di halte ini. Dia masih memainkan jari-jari di senar gitar.

“Aku nggak bisa nyanyi.”

“Gue nggak butuh bisa atau tidak, tapi gue pengen denger suara lo, itu aja!”

Laki-laki yang memaksa, tapi aku suka dipaksa seperti ini. Bagiku Roman sebebnarnya bukannya memaksa, tapi tegas. Hm, walaupun berbeda karakter, namun aku yakin Roman memiliki arah hidup yang sama. Aku belum pernah melihat dia merokok, atau mabuk. Dia hanya bergaul, justru aku yang kaku menghadapinya, aku terlalu penyendiri, sehingga tidak bisa mengikuti gaya bahasanya, tapi, aku sadar, Roman tak pernah memintaku untuk mengikuti gaya bahasa. Mungkin, dia suka dengan wanita kaku, sebab tidak semua wanita di sekolah seperti aku.

Bukan ingin menyombongkan diri, namun aku sadar, bahwa kata unik, sangat diminati oleh kebanyakan laki-laki dewasa ini. Roman, haruskah aku mengatakan jatuh cinta kepadamu, atau aku menunggu luluh hatimu, untuk mengatakan bahwa kamu ingin melindungiku?

“Aku…”

Dan terdiam. Tak bisa kuteruskan kata-kata ini.

“Memang tak mudah melawan sesuatu yang kita tidak inginkan.”

“Maksudmu?”

“Hhh… lo teguh dalam memegang prinsip, jarang ada wanita seperti itu.”

Mendadak hidungku kembang-kempis. Seperti akan terbang ke angkasa, dimana langit sedang mendung, pasti akan turun hujan.

“Tapi, jangan ge-er ya.”

“Biasa aja kok!” ketusku.

“Hahahaha…”

Roman malah tertawa ngakak. Memangnya ada yang lucu? Aku merasa dipojokkan oleh prasangkanya, aku menyukai itu. Aku sangat suka dengan ke hati-hatian dia membuka diri untukku, seolah dia juga berusaha mengenaliku, berusaha untuk tidak membuatku tersinggung. Lelaki yang seperti ini, adalah orang yang baik hati.

Hanya saja, Roman dibentuk oleh lingkungan yang keras. Bukan hanya dia, aku juga terbentuk dengan lingkungan yang sama, walaupun ibu selalu membatasiku untuk masuk ke dunia itu, seolah dia tidak ingin aku menjadi seperti dirinya, dia sangat menjagaku dari hal-hal negatif. Dengan segala kelakuan ibu, dia memberi contoh bahwa lingkungan di kota besar ini bukan tempat yang cocok untukku.

“Kamu menertawaiku?” aku memasang wajah galak.

“Nggak… nggak… aku hanya senang melihat lo bersikap ketus. Habis, biasanya murung…”

Biasanya? berarti dia memerhatikanku selama ini. Ya ampun, bunga-bunga cinta semakin bermekaran.

“Loh kok bengong? Ayo nyanyi!”

“Ih… aku nggak bisa nyanyi.”

“Nggak baik membohongi diri sendiri.”

Kali ini, Roman sangat tampan dengan tatapan yang tajam. Aku semakin terpesona, seorang laki-laki yang membuat jantungku berdegup lebih kencang. Apakah aku bisa menguasai diri ini di depannya?

Tiba-tiba, Roman memainkan gitar. Petikan-petikan jemarinya membuat bulu kuduk merinding, sangat halus. Hujan mulai turun rintik-rintik, angin berhembus perlahan, dan aku merasakan orang-orang di sekitar diam, mendengarkan petikan gitar itu. Sesekali, Roman melantunkan suaranya, mungkin untuk memancingku bernyanyi mengikuti iramanya. Lagu yang tak asing bagi diriku, Roman memang pandai membuat aku terbuai.

Gelombang demi gelombang suara gitar itu mengalun, mendayu-dayu, meruntuhkan kepedihan yang aku rasakan saat ini. Kemurunganku menjadi sebuah jalan cahaya, memancarkan warna terang dalam pandangan. Apakah aku memang sudah jatuh hati kepada Roman? Atau, aku hanya terhipnotis dengan suara merdu gitarnya?

Sesekali kulirik wajah Roman, dengan sembunyi-sembunyi. Aku malu untuk menatapnya lama-lama, aku takut dia tak suka dengan pandanganku. Namun, Roman malah balik menatapku, seolah memaksa untuk bernyanyi bersamanya.

Dalam hati, ada suara yang mengatakan kamu adalah rembulan

Dalam jiwa, ada suara yang mengatakan cinta adalah sunyi

Dalam dirimu, ada rembulan di tengah kesunyian

Roman berpuisi. Ya Tuhan—aku tak pernah menyangka jika berandalan ini dapat melantunkan puisi begitu dalam, begitu sunyi, dan tatapannya sangat romantis. Aku terhanyut, mulutku perlahan bergumam, menyanyi. Roman semakin memetik gitar dengan sangat merdu, tanpa disadari, aku bernyanyi diiringi gitar. Dan hujan turun membasahi bumi, membasahi hati kita yang tengah terbuai asmara.

Dalam hati ada puisi

Untaian kata hanya untukmu, wahai rembulan

Seperti seorang gadis yang duduk di tepi jendela

Memandang langit, memandang hidupnya

Roman berpuisi kembali. Aku mendengarkan dentingan gitarnya, kemudian bernyanyi, semakin lepas. Orang-orang melihat kami, dua remaja yang duduk di sudut halte, memainkan gitar, berpuisi dan bernyanyi. Mereka pasti terhanyut, mereka larut dalam untaian-untaian kata dan suara dari kami. Dan, kami tak pernah menganggap mereka ada.

Tak!

Senar gitar putus. Kami saling pandang—emosi masih memuncak dalam hati, napas kami turun-naik.

“Suara lo lebih bagus dari yang gue dengar!”

“Puisimu juga.”

Dan kami tersenyum. Suara hujan yang menggantikan musik dan puisi, seolah hujan itu sendiri adalah musik dan puisi.

“Aku…”

Tak kulanjutkan lagi ucapanku, hati ini sesak. Berdosakah seorang wanita berjilbab mengenal cinta? Pemikiran ini yang membuatku tidak stabil jika berdekatan dengan Roman, aku tak tahu, cinta itu berdosa atau membuat doa. Yang aku rasakan, cinta membuat diriku lebih hidup, cinta membuat aku mengerti orang lain.

“Ada apa?”

“Tidak ada apa-apa.”

“Sebaiknya kita segera pulang, sebelum terjadi banjir!”

Roman bangkit dari tempat duduknya, aku juga ikut bangkit, bis kota berhenti di depan halte, aku dan Roman segera masuk, berebut dengan yang lain, berdesak-desakkan, seperti orang yang kelaparan mendapatkan sebungkus nasi. Hari ini, ada puisi dalam hatiku. Tentang Roman dan hujan yang turun, serta tatapan mata yang memancarkan harapan.

1
Anonim
setdah Sub
Jahra
the novel's story is very good and cool. This novel tells of a girl who goes through her life with many obstacles and also problems that she goes through in her life. but from the various kinds of problems he went through that got happiness in the end.
Nama Jahra Amelia XIIMP2
single lillah
tragis amat hidup anggun
Muawanah
mulai baca Thor 😉
Priska Anita
Like dari Rona Cinta sudah mendarat disini 💜
Dao_Sea: Izin Promosi Thor 🙏

Hai kak, jangan lupa mampir kelapakku yah.

Buat baca cerita Cinta Untuk Tuan.

makasih
total 3 replies
tanpa nama
Hai Kak Boomlike buat Kak, jangan lupa feedback nya ya Kak
Dewi Anggraeni
mampir ya thor...
Nhisa Thunisa Aiyuena
semangat Thor. jangan lupa juga ya like dan komen di lapak ku. semoga sukses
@Purple_Love999
hai kak aku mampir nih bawa like,rate,dan komentar nya jangan lupa feedback nya ya 🙏☺️💜
Aninda Putri
kasihan.
harus hidup bersama ibu yang pemabuk seperti itu😟
Seiba.
semangatt
IF
Yusuf sosok yang hangat dan dewasa... Aku suka...
Nana Sastrawan: terimakasih ... bantu share ya...
total 1 replies
Uni (ig : @Uni_Feisya
aku dah mampir ka. feed back ya
Khanza
semngat....
IF
Mimpi ular, itu pertanda apa?
Pemuda itu siapa?
IF
imam idaman🤭
Gabriella
aku udah mampir ya Kaka.
udah like, dan +favorit.

red balik cerita aku ya. jangan lupa like komen dan vote terus favorit ya.

terima kasih.
Nana Sastrawan: terimakasih yaaa.... siiiaap
total 1 replies
Seiba.
mampir
Nana Sastrawan: terimakasih yaaa...
total 1 replies
Khanza
udah mampir ya thor

mampir juga ya ke novel ku🙏
IF
'Ang' bahasa panggilan di Cirebon. Inikan bersetting di Cirebon ya Thor...
Lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!