NovelToon NovelToon
My Big Boss

My Big Boss

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: sriyani

Pengusaha muda yang Arogan, angkuh dan dingin namun ketampanannya mampu menyihir semua mata wanita,ia adalah Regan Atmaja.

Regan adalah sosok laki-laki idaman semua wanita, parasnya yang tampan dan karirnya yang cemerlang di usianya yang masih muda membuat semua wanita ingin menjadi istrinya.Namun di belakang itu Regan mempunyai sikap yang begitu angkuh dan dingin, ia tak pernah peduli dengan semua orang yang berada di sekitarnya.

Masa lalu yang menyakitkan membuat hati Regan Atmaja tertutup dan menjadi sedingin es,hanya satu wanita yang mampu merubah hidupnya dan meluluhkan hatinya, ia adalah Bintang Ariana Putri yang tak lain adalah sekertaris barunya ..

Bagaimana bisa Regan mendapatkan hati Bintang dengan sifat Angkuh dan Dinginya itu?
yuk kita ikuti kisah mereka ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

suasana panas

Davit pun bergegas menuju ruangan Tuanya dengan beberapa berkas di tangannya. ia berpapasan dengan Bintang.

" Syukurlah.. kau masih punya tangan Nona, "

ucap Davit dengan senyuman yang tak dapat di artikan.

" Maksud Tuan? "

tanyab Bintang tak mengerti.

"Tuan Regan tak segan untuk mematahkan tangan orang yang berani menyentuhnya, " ucap Davit datar.

" Benarkah? "

jawab Bintang tak percaya.

Untung saja kau masih melekat di tubuhku.aku lebih baik jaga jarak dengannya.

ucap Bintang sambil memandangi kedua tangannya.

Davit yang melihat tingkah Bintang tersenyum tipis.

Tok.. tok.. tok..

"Permisi Tuan, bolehkah saya masuk? "

tanya Davit dari balik pintu.

"Masuklah! "

Jawab Regan datar.

Bintang yang dari tadi mengekori Davit pun ikut masuk.

" Ma'af Tuan, ini kopinya? "

ucap Bintang seramah mungkin.

Regan tak menghiraukan Bintang. ia langsung meraih cangkir itu dan meminumnya.

" Ini terlalu pahit. Bahkan hanya untuk membuat kopi saja kau tak bisa?"

ucap Regan sinis.

"Ma'af Tuan, saya sudah membuatnya sesuai catatan yang ada di buku, saya tak melebihi atau mengurangi takarannya, seharusnya rasanya sudah pas sesuai lidah Tuan, "

ucap Bintang kesal namun ia tetap berusaha menjawab dengan tenang.

"Kau ingin bilang bahwa lidahku ini bermasalah? "

ucap Regan dengan memegang dagu Bintang penuh amarah.

" Tidak Tuan, saya tak seberani itu, "

ucap Bintang tetap berusaha tenang.

Dasar kau raja ibliiiissss.. ku rasa memang lidahmu itu bermasalah.

gerutu Bintang dalam hati.

Davit sedari tadi hanya diam memperhatikan sikap Tuannya, ia juga begitu tegang karena pasti nasibnya juga tidak akan baik.

" Kau sudah membuat ku kehilangan waktu sarapan , kau harus membayar itu! sekarang pergilah ke kedai kopi di seberang jalan pesankan saya kopi! waktumu 5menit dari sekarang! "

ucap Regan seenaknya.

" Ta.. tapi Tuan mana mungkin saya bisa menyelesaikannya hanya dalam waktu 5 menit ? "

tanya Bintang canggung.

" Waktumu tinggal empat menit tiga puluh detik "

Jawab Regan menatap jam tangannya.

Aish...!dasar kau ibliiiissss.. kembalilah ke alam mu...,

gerutu Bintang sambil berlari keluar ruangan.

Tuan kau sengaja mengerjai Nona Bintang,bagaimana denganku?jiwaku juga sedang tidak aman sekarang,

gumam Davit yang sudah tegang dari tadi karena ia tau pasti Tuannya akan memarahinya habis-habisan.

Bintang terus berlari, dan sangat tidak mungkin jika Bintang bisa kembali dalam waktu 5menit karena ruangan Presdir saja sudah berada di lantai paling atas dan Bintang juga harus melewati halaman kantor yang sangat luas bak lapangan sepak bola.semua mata memandang Bintang yang berlarian tapi Bintang tak menghiraukannya. Bintang terus berlari secepat kilat.

"Ini kan sekertaris Presdir? kenapa ia harus berlarian seperti itu? "

ucap salah satu karyawan yang melihat Bintang.

"Mungkin dia sedang melakukan tugas dari Presdir, kau tau sendiri kan Presdir selalu seenaknya? sudahlah ayo kembali kerja jangan sampai kita nanti kena semprot, " ucap karyawan lain menimpali.

Di ruangan Regan menatap asisten Davit penuh amarah.

"Jelasakan! "

ucap Regan dengan tatapan membunuh.

"Ma'af Tuan, saya menerima Nona Bintang karena kecerdasannya, Nilai tesnya mampu mengalahkan semua pendaftar yang sudah berpengalaman di bidangnya, saat interview Nona Bintang juga menjawab semua pertanyaan dengan sempurna. jika Tuan memang tidak suka saya akan segera memecatnya Tuan, " ucap Davit penuh ketakutan.

" Aku yang akan memecatnya nanti,dia lebih dulu harus merasakan panasnya ruangan ini, "

ucap Regan dengan senyuman tipis di Bibirnya.

Davit yang memperhatikan sikap Tuannya bergumam dalam hati.

Suhu di ruangan ini sungguh dingin tapi entah kenapa setiap memasukinya suhu di ruangan ini berubah jadi panas,mungkin karena sikap Tuan yang membuat suasana menjadi panas.semoga anda tidak merencanakan hal buruk terhadap Nona Bintang Tuan.

"Ma'af Tuan ini berkas-berkas yang harus segera Tuan tandatangani"

ucap Davit berusaha mengalihkan pembicaraan.

" Taruhlah di meja! kau harus pastikan gadis itu tidak akan membuat kesalahan lagi atau aku yang akan membuatmu menyesal karena sudah menerimanya, "

ancam Regan dengan tatapan tajamnya.

"ba.. baik Tuan, " jawab Davit terbata.

Di tempat lain Bintang sudah sampai di kedai kopi di seberang jalan tepat depan kantornya bekerja .kedai kopi ini sangat ramai pengunjungnya mungkin karena kedai kopi ini salah satu kedai kopi legendaris. Dengan nafas ngos-ngosan khas orang yang habis berlari Bintang memesan pesanannya,semua mata di kedai itu memandang kearah Bintang.

"Ah!sial!semua orang memandang ku mungkin sekarang mereka menganggap ku wanita tak waras,ku taruh mana wajahku ini".

gerutu Bintang sambil mengatur nafasnya.

Tak butuh waktu lama pesanannya datang, Bintang langsung membayarnya dan kembali berlari ke tempatnya bekerja. saat sudah sampai di depan pintu Bintang menggerutu.

Siiiall.. baru beberapa menit saja kau sudah membuat kakiku rasanya mau copot! nanti apa lagi yang akan kau lakukan wahai raja ibliiiissss..

Tok.. tok.. tok..

" Permisi Tuan, boleh kah saya masuk, "

suara Bintang tak bersemangat.

"Hmmmm.., "

ucap Regan singkat

" Ini kopi yang anda inginkan Tuan, "

ucap Bintang malas. Saat ini kakinya sudah mulai gemetaran rasanya benar-benar ingin lepas dari tubuhnya.

" Kau telat empat menit tujuh belas detik, bawa keluar kopimu itu saya sudah tak berselera, "

ucap Regan seenaknya tanpa menoleh.

Rasanya saat ini juga aku ingin menendang bokongmu itu! seenaknya kau bilang sudah tak berselera ,apa kau tak tau bagaimana aku bisa kembali dengan membawa kopimu ini!kalu saja aku masuk grup lawak mungkin akulah Bintang utamanya karena berhasil membuat semua orang tertawa melihat wajahku,

benak Bintang sambil mengepalkan tangan karena ia beigitu kesal dengan sikap Tuannya yang sengaja mengerjainya.

"Baik Tuan, " ucap Bintang berjalan keluar.

Tuan... di mana hatimu..

benak hati Davit yang dari tadi memperhatikan Bintang.

"Tunggu! kau hutang makan siang padaku, kau harus mengganti waktu sarapan ku yang hilang dengan mentraktir ku makan siang, "

ucap Regan datar masih fokus dengan dokumen di hadapannya.

" Baik Tuan, "

Bintang hanya mengiyakan karena dia pasti juga tidak akan bisa menolaknya.

" Kembalilah ke mejamu! "

ucap Regan memandang Bintang.

Bintang yang di pandang pun hanya menundukan kepala dan bergegas keluar dari ruangan yang sudah seperti neraka bagi Bintang.

Sedangkan Davit masih setia menemani Tuannya menyelesaikan berkas-berkas penting yang harus segera dikirim Davit ke kantor cabang.

Di tempat lain Bintang sedang duduk di lantai menyelonjorkan kakinya,ia duduk tepat di samping mejanya bekerja.

"Dasar bos sialan! kau hampir membuat kaki ku copot dan sekarang kau enak-enakan duduk di kursi empukmu itu, ingin rasanya ku jahit mulut pedasmu itu seenaknya menyuruh orang,dan kenapa ruangan sedingin itu bisa berubah sangat panas seakan aku berada di neraka, "

gerutu Bintang sambil memijat-mijat kakinya.

Tanpa Bintang sadari Davit sudah berada di sampingnya dan memperhatikan tingkah Bintang.

Sikapmu sungguh menggemaskan Nona, semoga Tuan mengurungkan niatnya untuk memecatmu.gumam Davit dengan senyuman tipis di bibirnya.

"Apa perlu saya antar ke rumah sakit Nona? "

goda Davit mengagetkan Bintang.

"Tu.. Tuan Terima kasih atas tawarannya saya hanya sedikit lelah , saya sudah terbiasa lari jadi ini bukan masalah untuk saya, "

ucap Bintang yang seketika beranjak bangun dengan senyum yang di paksakan.

"Baiklah, cepat selesaikan tugas-tugas mu dan jangan buat kesalahan sekecil apapun, "

ucap Davit berjalan meninggalkan Bintang.

"Baik Tuan, " jawab Bintang tak bersemangat melihat berkas-berkas bertumpukan di mejanya.

"Semangat Bintang... semangat.., "

ucap Bintang menyangati dirinya sendiri.

Bintang terus berjibaku dengan pekerjaannya hingga jam makan siang.

1
Rivaldi Slank
ppgy0g9
Rivaldi Slank
9ly
Rivaldi Slank
6y
Rivaldi Slank
y
Rivaldi Slank
g
Anonim
Ya allah author ini buat aq gila..aq di kmr aendirian lgi..ngakak adri kayak udh g waras.ngetik sambil ngakak smp tipo2
Anonim
Wkwlw ya allah part ibi ngakak tok aq
Anonim
Wkwkwk ini pasti ulah ai bintang kan thor.sumpah ngakak terpingkal2 aq😅😅😅😅😅 yg km blg h waras itu bintang davit
Anonim
Wkkwkw bintang2 , tp adh dlm ekpetasiku tor kata2 ini
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Mesri Simarmata
udah sekian bab,kog masih jalan ditempat ya alurnya
Memyr 67
tante nia aja kudet. regan dah nikah kok, masih dituntut. harusnya sebagai wanita bisa merasa, bagaimana kalau suaminya dituntut sama cinta peetamanya, apa rela, suami membantu cinta peryama,? mikir tante nia?
Memyr 67
ini, regan nggak ganti baju? abis basah, nyebur ke kolam, sampai malam mau tidur?
Memyr 67
david? syukuri apa yg ada hidup adalah anugrah. hakhakhak (tertawa jahat)
Memyr 67
ish bala bintang, mirip mirip bala dewa
Memyr 67
regan ada di rumah bintang. apa itu artinya bintang yg mendekati regan? ayo rita, konfirmasi baik baik jangan berburuk sangka
Memyr 67
ibu yg terlalu menjaga agar anaknya tidak menderita dan mendapat perlakuan buruk dari sekitarnya itulah ibu yg merusak anaknya. karena anaknya tidak mengerti tanggungjawab, dan berbuat srkehendak hatinya, karena kalau sesuatu buruk terjadi padanya, ibunya akan membelanya dan membalas orang orang yg berbuat buruk pada anaknya, tidak peduli dan tidak mau dengar kalau kesalahan terbesar adalah pada anaknya, sehingga ia mendapat perlakuan buruk.
Memyr 67
bintang nggak sadar diri. melangkah menuju keclakaannya sendiri. membantah ibu dan calon suami dengan alasan, yg menurut pikirannya sendiri, baik. dan bodo amat dengan alasan orang lain yg juga ingin bintang baik baik saja.
Memyr 67
ternyata bintang juga bodoh. bodigadkan harus melaporkan semua kejadian penyerangan terhadap orang yg disuruh jaga ke tuannya. ngapain kesel? joni ma dadang, lapor ke regan. bener kata stella, bintang itu cewek udik.
Memyr 67
stella bodoh, terlalu sombong untuk mecari tau, wanita seperti apa bintang. jadinya gagal maning gagal maning.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!