Bagaimana tiba tiba nama mereka tidak terdaftar di asrama ?
Sebuah kampus memiliki asrama . Setiap Maba . Sebagai anak Rantau wajib tinggal Asrama
Tetapi harus mendaftar lebih dulu . Karena setiap kamar sudah di perhitungkan
" Atas nama Zero Alfa Pratama "
" Saya atas nama Soraya Arawinda "
Keduanya saling tatapan satu sama lain ketika nama yang di sebutkan tidak ada di daftar tempat tinggal asrama
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Nikahi
Setelah cukup lama di nasihat bahkan mereka juga bilang . Orang tua kedua anak ini pasti khawatir
Karena Soraya jujur kepada pemilik apartemen . Soraya bilang dengan orang tuanya tinggal di asrama
Tambah membuat pemilik apartemen marah lagi . Bahkan bapak pemilik apartemen memanggil ustad
" Kalian saya nikahkan saja hari ini . Supaya tidak membuat dosa "
Deg
Soraya melotot menatap Zero . Zero pun sama terkejutnya. Soraya menolak untuk menikah dengan Zero
Bagaimana bisa mereka menikah mendadak begini . Apalagi tidak ada orang tua di sampingnya . Apakah sah pernikahan mereka ?
Bapak dan ibu berniat membawa mereka ke kantor polisi kalo memang tidak segera di nikahkan . Mereka sebagai anak umur 18 tahun sangat takut yang namanya kantor polisi
Kedatangan ustad itu membuat Soraya tambah deg deg an lagi . Ini beneran mau di nikahin hari ini juga ?
Bapak pemilik apartemen menjelaskan kepada sang ustad kenalan nya . Ustad pun sangat terkejut dengan kejelasan yang bapak pemilik apartemen ucapkan
Nasihat dari ketiga orang itu membuat Soraya dan Zero merasa sangat bersalah
" Saya nikahkan engkau ..."
Di hadapan orang asing ketiga orang tua itu . Hari ini mereka menikah di atas kertas
Soraya Arawinda telah sah menjadi istri Zero Alfa Pratama. Tak ada kesedihan yang Soraya alami . Karena Soraya bener bener bingung dengan semua ini
Terasa mimpi
Kepergian pemilik apartemen dan ustad . Keduanya terdiam di atas sofa . Mereka melamun nasib nya saat ini
" Kita beneran sudah menikah ? " Tanya Zero
Soraya menghela nafas . Entah lah . Ia juga bingung. Pernikahan dibuat main main an mungkin
" Artinya kita sudah menikah bukan ? Tadi aku kasih mahar satu juta ke kamu . Kita sudah sah " ucap Zero lagi
Soraya beranjak bangun. Ia berikan uang itu kepada Zero
" Yaudah cerai aja . Gampang bukan "
Zero yang mendengar itu langsung terkejut . Ia menatap Soraya di depan kamarnya
" Gak ada kata cerai ! Kita jalanin Pernikahan ini " protes Zero
Soraya tambah kesel . Ia bener bener bingung dengan semua ini
" Pernikahan apa yang tidak ada orang tua kita ? Pernikahan apa yang hanya kita dan pemilik apartemen yang tahu ? Kita cuma di permainkan sama mereka . Kita di hipnotis " protes Soraya kesel
" Mau di permainkan atau tidak . Kamu tetep istri ku ! "
Soraya tertawa mendengar jawaban itu
" Dasar orang gila ! " ketus Soraya
Ia menyangka semua ini permainan mereka tadi . Yang gila sebenernya mereka. Dan kata kata ijab qabul tadi hanya maianan
Mereka berdua di hipnotis sama mereka bertiga . Makanya nurut nurut aja !
Soraya bersiap siap untuk berangkat ke Coffeshop . Ia segera keluar ternyata di depan kamar ada Zero yang menunggunya
" Nanti malam aku beli cincin buat kita berdua . Pernikahan ini harus kita jalankan"
" Sadar ... heiiiii.... kita di hipnotis " protes Soraya
" Terserah mau itu hipnotis atau tidak . Aku ada video nya kita menikah. Dan di rekaman ini semuanya jelas " untuk Zero pada ponselnya
Tadi sebelum Zero ijab kabul . Zero memberikan ponselnya kepada Ibu pemilik apartemen untuk dokumentasi
" Asal mas tahu ya ! Aku gak suka sama mas . Jadi jangan maksa . Yang suka sama mas itu temen ku . Gak mungkin kita ada hubungan "
" Temen yang mana ? " Tanya Zero
" kinan ! "
Zero terdiam . Kinan ? Kinan yang tadi siang mereka kenalan itu ?
Zero menangkap tangan Soraya . Supaya tidak pergi keluar unitnya
" Kita bisa menumbuhkan rasa suka itu . Dan kita sama sama belajar buat saling mencintai "
Soraya tertawa mendengar jawaban itu . Belajar saling mencintai ? Hahaha . Sangat lucu sekali permainan ini
" Terserah lah . Gak mau ambil pusing . Dah ya . Mau berangkat kerja dulu . Nanti kita bahas lagi "
" Jangan pulang malam malam ! Atau aku jemput kesana " ucap Alva
" Jangan coba coba jemput . Karena aku gak mau kebongkar semuanya " ucap Soraya
Soraya menutup kembali pintu itu. Mendadak pusing dengan pernikahan yang dibuat main main
Di tempat kerjaan . Soraya melupakan kejadian tadi sementara. Ia menyukai pekerjaan ini . Dan untungnya Soraya bekerja lebih banyak pria karena seru pertemanan pria
Mereka bikin soraya terus tertawa dengan tingkah ke anehan . Beruntung juga pengunjung sore ini sedikit
Biasanya di malam hari sangat ramai . Apalagi Kinan . Melihat wajah teman nya itu lagi bahagia
Mood nya sangat baik karena siang tadi baru berkenalan dengan Zero
" Ray ... Besok gue mau mulai pdkt ah sama Zero "
" Ya . Bagus ! Gue dukung lo . Semangat " ucap Soraya
Ucapan itu membuat Kinan tambah semangat lagi mengejar Zero . Tidak mau perpanjang memikirkan yang tadi . Soraya mengahlikan pikiran nya dengan cara membersihkan meja meja yang basah akibat hujan deras tadi
Beruntung hujan karena cuacanya sangat adem sekali . Tapi pengunjung nya jarang ada yang mampir
Di malam hari . Seperti kemarin Soraya di antara Gio di sampai apartemen . Tapi kali ini pulang tepat jam 1 malam
Lagi lagi . Pintu tidak di kunci . Dan Soraya melihat Zero sedang serius di depan laptop
" Baru pulang ? " Tanya Zero
" Ya " jawab nya
Zero berdiri. Ia mengulurkan tangan nya supaya Soraya mencium tangan nya seperti layaknya suami dan istri beneran . Tapi tangan itu Soraya pukul
" Apaansi ! "
" Salim . Kan sama suami " kata Zero
Soraya menghela nafas
" Udah ya, lagi capek nih . Akhiri permainan ini mas . Kita itu cuma di mainin sama mereka "
Zero memberikan kotak cincin . Di dalam nya sudah ada dua cincin . Ia mengambil cincin itu lalu ia pasangkan ke jari manis Soraya
Sedangkan giliran Zero . Soraya menolak nya
" Jangan gila . Kenapa sih ! Udah malam ! Plis lah . Capek nih " kata Soraya
" Gak gila . Aku waras. Ayo lah . Terima kenyataan kalo kita sudah menikah . Mahar tadi udah . Sekarang ini cincin nya . Pasangin ke jari aku "
Soraya mengambil cincin itu. Ia pasangkan di jari manis Zero . Kemudian setelah itu ia masuk ke dalam kamar
" Jangan pernah coba coba untuk lepas cincin itu " ucap Zero