Novel dalam revisi,
mohon maaf atas ketidaknyamanannya dalam membaca, Author sedang proses revisi novel ini, terima kasih
Aku menikahi seorang wanita cantik yang selama ini aku kejar.
aku harus banting tulang demi memenuhi kebiasaan hidup mewah istriku termasuk memaklumi kebiasaan buruknya yang suka menghambur-hamburkan uang , Shopping, nongkrong di cafe atau ke club malam
Mataku sudah terkunci rapat oleh cinta nya.
Sampai suati hari, Aku di paksa istriku menjadi suami sewaan untuk mantan pacarku sendiri.
Permintaan yang sangat gila, bagaimana mungkin aku bisa melakukannya, hanya dia wanita yang aku cintai selamanya.
Entah alasan apa yang membuat istriku terus membujukku untuk menikahi mantan pacar ku.
Hingga...
Keadaan dimana aku tak bisa lagi menolak.
Di lain sisi aku ingin membantu wanita itu, tapi di lain sisi aku tak ingin menyakiti istriku
Dan Akhirnya aku menikahi wanita itu, hingga sesuatu yang tak pernah ku duga terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasrah
"Dengar sayang, mas sangat mencintaimu, sangat.
Mas cuma mohon pengertian mu sedikit saja, sedikit sayang.
kamu harus memilih yang mana prioritas mu, hal yang benar-benar kamu butuhkan.
Kalau mas harus menuruti semua yang kamu mau saat ini, kita bisa mati kelaparan.
Bulan ini mas sudah belikan kamu tas seperti punya kawanmu, darimana lagi mas punya uang???
Apa kamu mu kita mati kelaparan berdua atau kamu berharap mas merampok seseorang untuk memenuhi semua kebutuhanmu???” lirih Satria berharap Widya mengerti.
Satria duduk di tepi ranjang, ia mengusap wajahnya kAsa, sepertinya apa yang ia katakan percuma saja, terlihat tak ada pergerakan disana. Satria menghela nafasnya lalu bangkit, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Widya
”Maafkan aku mas, aku hanya ingin selalu tampil cantik di depanmu, ini semua karena aku takut kamu melirik wanita lain di luaran sana.
Tapi janji ya mas, nanti di belikan awas kalau bohong" ucap Widya kemudian
"Iya mas janji" ucap Satria pasrah
"Makanya mas rajin kerja, cari kerjaan sampingan yang gaji nya gede atau apa kek, pokok nya yang bisa hasilkan uang yang banyak, biar semua yang aku mau mas bisa kasih.
Mas mau kan membahagiakan aku???”ucap Widya enteng tanpa beban
Satria hanya melongo mendengar Widya berceloteh,
selama ini Satria banting tulang kerja di dua tempat, sampai-sampai tak ia rasakan lelah, kantuk, hanya demi menghasilkan uang lebih agar Widya bisa memenuhi kehidupan glamor nya
"Ya tuhan Widya??? apa kamu gak bisa sedikit saja menghargai suami mu ini??? Apakah pernah dalam hatimu sedikit saja kasihan dan merasa bersalah padaku???? Apakah ada sedikit saja cinta untukku???” Satria bergumam dalam hati, perasaannya hampa mendengar ucapan Widya , seakan udara dingin membekukan hatinya, miris
Selama ini Satria lebih banyak diam dan mengalah jika menyangkut uang, karena ia tidak mau mereka bertengkar dan ujung-ujungnya Widya akan mengungkit masalah pernikahan, janji dan bla bla bla
Itu lebih menyakitkan didengar
tiba-tiba kepala Satria terasa berdenyut memikirkan istrinya itu , ia hanya berharap dan berdoa semoga suatu saat Allah memberikan Widya hidayah dan bisa menjadi istri yang sholeha yang tahu tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang istri
Satria menghela nafas, ia menghirup udara sebanyak mungkin agar masuk ke dalam di paru-parunya yang terasa sesak, lalu memandang Widya, membuang rasa kecewanya dan berusaha sabar
"Sayang,
mas kan sudah berusaha. gak baik kalau kamu mengeluh terus tentang rezeki yang kita terima.
kita jadi khufur nikmat sayang.
syukuri semua yang kita dapat, insha Allah akan di tambah rizki yang kita peroleh" ucap Satria lembut
"Iya ,iya udah hapal.
Mas gak usah ceramah sama aku.
Aku cuma minta mas kerja dan menghasilkan banyak uang, bukankah tugas suami adalah mencukupi semua kebutuhan istrinya dan membuat istrinya bahagia??? bukan sengsara” ucap Widya ketus karena kesel merasa di nasihati.
Widya membalikkan badannya dan tidur. ia menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut, persis sekali dengan anak kecil yang sedang ngambek.
Satria mengusap wajahnya kasar, percuma berdebat dengannya, tak akan menang.
Ia menyentuh bahu Widya
"Kata nya mau beli make up ya udah mandi sana. ngambek nya di buang dulu" goda Satria
Tiba-tiba Widya langsung membalikan badannya dan duduk, menatap dengan penuh semangat.
mukanya langsung berubah seperti ibu-ibu lihat dompet di awal bulan, berseri-seri
"Iya mas Empat macam ya mas, jangan cuma tiga, aku butuh semuanya soalnya mas ya??? pleaseeeee" pinta Widya bergelayut manja di bahu Satria
wajahnya memelas membuat Satria tak berdaya
Ia paling tidak bisa menolak permintaan Widya, apalagi memasang muka melas seperti saat ini, terpaksa ia mengorbankan tabungan yang sengaja Satria sembunyikan dari Widya untuk keperluan jika nanti mereka memiliki anak
" Baik lah sayang... cepet sana kamu mandi"
"yeaaaaaaaaayyyyyy asik makasih mas ku sayang" teriak widya girang dan mendekat ke mukanya dan mencium wajah Satria berulang kali
cup cup cup
Widya menghujani wajah Satria dengan kecupan dan berlari kecil menuju kamar mandi.
setelah beberapa menit dia keluar dan langsung berpakaian
Mereka pun pergi menuju sebuah mall besar di bilangan jakarta selatan
Setelah membeli keperluan make up Widya mereka lalu masuk ke dalam spa dan melakukan perawatan sekaligus refleksi.
tak terasa hari sudah malam
Saat keluar dari spa, hari sudah malam.
akhirnya Satria mengajak Widya makan malam di sebuah resto keluarga
Bruughhh
Satria menabrak seseorang di depannya, beruntung ia sigap dan menolong wanita tersebut yang akan terjatuh
"Maaf mba kalo jalan lain kali hati-hati ya” ucap Satria pelan karena ia melihat wanita itu setengah berlari menuju kearahnya
"Eh maaf mas gak sengaja , aku buru-buru, maaf mas" ucap seorang wanita yang menundukkan wajahnya tak berani menatap Satria
"kamu ya masih aja lembut sama Wanita ini, jelas-jelas dia salah, jalan gak pake mata" ucap Widya emosi
"Mba kalo jalan mata tuh di pake, sengaja ya mau nabrak suami saya, dasar gatel" ucap Widya sinis
"Hus sayang kamu kok kasar???? dia kan udah minta maaf.
Mas gak suka ya kamu kasar seperti itu, lagi pula mba nya kan sudah minta maaf, dia gak sengaja" ucap Satria sedikit marah pada Widya
"Terserah..." saut widya cuek dan melenggang masuk ke dalam restoran meninggalkan Satria yang merasa bersalah pada wanita di depannya itu.
Ia sungguh malu dengan kelakuan Widya yang arogan
Wanita tersebut terkejut dan menatap kearah Widya yang berjalan pergi, dan pandangan mata kami bertemu
"Mas satria...? bener kah kamu mas? ”tanya wanita tersebut menyebut namanya
”Anggi?? kamu???” keduanya sama-sama terkejut dan tak mampu melanjutkan kata-katanya
”Ah maafkan atas sikap istriku tadi ya, dia sedang emosi"ucap Satria makin tak enak hati, terlebih wanita yang di maki oleh Widya adalah seseorang dari masa lalunya, masa lalu yang manis dan pahit.
Masa lalu yang membuatnya bangkit dan berdiri kokoh
"Em itu gak apa-apa mas, lagi pula benar kata istrimu aku yang gak hati-hati” ucap Anggi tersenyum manis
Senyum yang tak pernah bisa Satria lupakan walau mereka sudah bertahun-tahun tak bertemu
Satria seperti orang bodoh yang hanya diam, menatap tak percaya dengan sosok wanita cantik di depannya.
Anggi, wanita yang pernah ia sangat cintai, mungkin hingga kini.
Tak terasa memory masa lalu seakan di putar kembali dalam otaknya, ia tak sadar tersenyum mengingat kebersamaan mereka
"Mas,mas Satriaaaa?? kamu baik-baik aja??” tanya Anggi yang melihat Satria hanya diam sejak tadi
tapi dengan Ridwan dan kakek nenek dia ingat.
padahal yg kenal lebih dahulu dengan satria itu kan dengan Anggi.
Mungkin novelku tidak kalah menarik bacalah Pesona Putri Kayla
💪💪💪 thor
Dulu orangtuanya yang disia²kan, sekarang satria yg digituin, emang benar sifat manusia kalo masih ada di sia²kan, kalo sudah meninggal di tangisain dan disesalLin😥😥😥😥😥