NovelToon NovelToon
Jebakan Saffana Untuk Aksa.

Jebakan Saffana Untuk Aksa.

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Wanita Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:125.3k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Saffana gadis 23 tahun yang sering di gunjing, di hina, di pojokkan, di anggap wanita tidak benar oleh tantenya sendiri bernama Rachel yang memiliki putra bernama Aksa yang taat agama dan sering di bandingkan dengan Saffana.

Malam di hari proses lamaran Aksa putra pertama Rachel dengan wanita pilihan Rachel. Saffana sakit hati dengan perkataan Rachel yang juga mengutuk dirinya dengan kata-kata pedas yang membuat kesabaran Saffana habis. Gadis itu nekat bertindak gegabah dengan menjebak Aksa. Agar-agar orang-orang memberikan makian dan hinaan seperti apa yang dirasakannya yang sering dilontarkan oleh mulut ibu Aksa kepadanya.

Saffana dan Aksa ditemukan di dalam kamar berduaan dengan hasil jebakan Saffana. Yang membuat orang-orang schok. Mungkin apa yang diinginkan Saffana terbalas dengan sakit hati dari Rachel.

Tetapi Saffana berpikir semuanya akan selesai saat itu juga. Ternyata tidak Saffana justru terjebak dalam pernikahan akibat jebakan yang di lakukannya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Jebakan Saffana.

Saffana hanya terdiam dengan tubuhnya yang bergetar dan perasannya yang sakit mendengar kata-kata Rachel yang tidak memikirkan bagaimana perasaannya.

"Untuk wanita seperti kamu tidak akan pernah menikah dengan laki-laki seperti anak saya! Saya sebagai seorang ibu juga tidak akan pernah dan tidak akan mungkin mendapatkan menantu seperti kamu!" kecam Rachel.

Air mata Saffana sampai jatuh dan ini adalah pertahanan terakhirnya yang membuat air matanya jatuh, biasanya dia masih bisa menahannya. Tetapi dia juga manusia biasa.

"Lihat wanita di samping saya. Dia jauh berbeda dengan kamu. Dia yang pantas yang berada di dalam keluarga ini. Lihat dia karena, dia berpenampilan seperti ini yang menutup auratnya dan tidak seperti kamu, sehingga mendapatkan putra saya yang sama dengan dirinya, memiliki akhlak, agama yang baik. Sementara kamu hanya bisa berdampingan dengan laki-laki narapidana di luar sana yang berandalan. Karena kamu memang pantas mendapatkan laki-laki seperti itu!" tegas Rachel.

"Jika ada laki-laki yang menikah dengan kamu. Itu adalah cerminan dari diri kamu sendiri yang sesuai dengan kelakukan kamu!" tegas Rachel yang tepat menunjuk di wajah Saffana dengan air mata Saffana yang terus berlinang dan sementara Sakilah benar-benar merasa begitu puas.

"Apa Tante sudah cukup menghina saya," sahut Saffana yang berusaha untuk kuat dengan suaranya yang bergetar.

"Jika ditanya maka, belum cukup maka belum cukup!" tegas Rachel dengan tersenyum miring.

"Tante saya tahu tante sangat membenci saya. Tapi tante tidak perlu menghina saya seperti ini. Saya punya hak atas diri saya, jika saya ingin melakukan apapun. Tante tidak perlu membandingkan saya dengan anak tante dan juga dengan calon istri anak Tante. Maaf Tante belum tentu anak tante tidak buruk seperti saya," ucap Saffana mencoba untuk membela dirinya.

"Apa maksud kamu. Kamu ingin menjelek-jelekkan anak saya di depan saya. Hey wanita tidak tahu diri. Saya sudah mengatakan kepada kamu berkali-kali Jika kamu tidak akan bisa sama rata dengan anak saya. Jadi kamu jangan mimpi terlalu ketinggian dan kamu hanya wanita rendahan yang tidak pantas berada di keluarga ini!" tegas Rachel menunjuk yang tepat di wajah Saffana.

"Saffana kamu seharusnya tidak perlu melawan dengan apa yang dikatakan tante Rachel. Apa yang dikatakan tante Rachel adalah kebenarannya dan seharusnya kamu memperbaiki diri dan bukan malah membantah. Saffana memperbaiki diri tidak akan membuat kamu rugi. Kamu akan mendapatkan laki-laki yang baik jika kamu memperbaiki diri kamu dan dengan keadaan kamu seperti ini mana mungkin kamu mendapatkan laki-laki yang baik seperti ku. Karena kita berbeda nasib. Aku jauh lebih beruntung daripada kamu dan seperti apa yang di katakan Tante Rachel sebelumnya. Kamu hanya pantas berdampingan dengan berandal. Karena itu adalah cerminan dari diri kamu sendiri," ucap Sakilah yang malah ikut merendahkan Saffana. Saffana hanya menatap Sakilah dengan tatapan tajam.

"Sudahlah Sakilah tidak ada gunanya berbicara dengan wanita seperti ini. Ayo kita masuk, biarkan saja dia sadar dia sendiri dan pulang ke panti asuhan tempatnya seharusnya berada yang tidak pantas di sini," ucap Rachel yang langsung masuk setelah puas membuat hati anak orang sakit.

Rachel bahkan sampai menabrak bahu Saffana yang memang itu jahat kepada gadis malang itu yang selalu di perlakukan tidak baik.

"Kasihan sekali kamu," ucap Sakilah dengan tersenyum miring dan pergi dari hadapan Saffana.

"Jahat sekali kalian kepadaku," ucap Saffana dengan suara seraknya yang hatinya begitu sesak mendapatkan penghinaan dari Rachel.

"Saffana!" Saffana dengan cepat menyeka air matanya ketika yang memanggil namanya sangat dikenalnya.

"Saffana kamu baik-baik saja?" tanya Bunda Shofia menghampiri putrinya itu yang melihat ada yang tidak beres dengan putranya.

"Iya bunda. Maaf Saffana pulangnya lama," ucap Saffana yang tersenyum menutupi kesedihannya.

"Tidak apa-apa. Ya sudah sekarang ayo masuk kamu harus makan," ucap Shofia.

"Tapi kamu benar baik-baik saja?" tanya Shofia yang merasa ada yang di sembunyikan putrinya.

"Iya Bunda. Ya sudah Saffana mau istirahat saja Bunda!" sahut Saffana.

"Ya sudah kalau begitu ayo masuk!" ajak Shofia Saffana menganggukkan kepalanya dengan kembali menutupi kesedihannya.

***********

"Ini dia kamarnya Saffana!" ucap Aliyah yang mengantarkan Saffana ke kamar untuk istirahat.

"Kamu istirahat aja duluan aku masih mau mengobrol dengan yang lainnya. Kamu sih tidak mau di ajak," ucap Aliyah.

"Iya Aliyah aku soalnya capek," jawab Saffana dengan tersenyum tipis.

"Ya sudah kalau begitu aku turun dulu kamu istirahatlah," ucap Aliya yang langsung pergi.

"Dia jauh lebih baik dari ibunya yang memiliki mulut pedas dan sering merendahkan orang lain," batin Saffana.

Saffana menghela nafas yang begitu lelah. Lalu Saffana yang membuka pintu kamar dan memasuki kamar tersebut dengan menutup pintu kembali.

Tetapi Saffana tiba-tiba dikejutkan dengan ada seorang pria yang tertidur di atas ranjang yang tak lain adalah Aksa yang terbaring di pinggir ranjang dengan menggunakan kaos putih dan juga yang di tutupi selimut sampai perutnya dengan satu tangannya yang berada di atas kepalanya. Aksa tampak tertidur dengan lelap.

"Kenapa dia ada di sini?" batin Saffana.

"Apa aku salah kamar?"

Saffana melihat ke arah dekat lemari dan memang ada koper miliknya dan juga koper Aliyah di kamar itu.

"Aku tidak salah kamar dan justru dia yang salah kamar," gumam Saffana.

"Sebaiknya aku tanya Eyang saja," ucap Saffana yang ingin keluar kamar dengan memegang kenopi pintu. Namun tiba-tiba di tahan Saffana.

"Sangat syukur jika kedua anak saya tidak bergaul dengan kamu. Jika tidak pasti kedua anak saya akan mengikuti kelakukan kamu. Kamu itu jauh berbeda dengan kedua anak saya. Kamu dan Aksa bagai bumi dan langit, kamu hanya perempuan rendah yang tidak akan mungkin mendapatkan laki-laki seperti Aksa dan sementara Aksa laki-laki yang memiliki derajat sangat tinggi dan dihormati. Jauh dari noda seperti kamu dan dia tidak akan mungkin istri seperti kamu,"

"Jangan kamu menjelek-jelekkan anak saya di depan saya. Kamu dan dia tidak sama!"

Tiba-tiba Saffana teringat perkataan Rachel yang membuat air matanya jatuh kembali dan hatinya begitu sakit. Saffana tiba-tiba mendengus dengan tersenyum yang tidak jadi membuka pintu dan kembali membalikan tubuhnya melihat ke arah Aksa.

"Tante Rachel, kau mempermalukan di depan orang lain. Baik di depan keluarga ini dan juga teman-temanku. Kau membuat orang tua yang tulus kepadaku sakit hati dengan semua kata-katamu atas penghinaanmu kepadaku. Kau membandingkan ku dengan anakmu. Seakan aku tidak pantas bersanding dengannya. Lalu apa tante pikir aku ingin bersanding dengannya,"

"Kau memuja anakmu seperti dewa, bayi yang tidak punya dosa dan bersih!" sinis Saffana.

"Ini sudah keterlaluan. Aku akan membuktikan kepada mu. Jika penampilan tidak bisa melihat seseorang apakah dia baik atau tidak," batin Saffana.

Saffana melangkahkan kakinya yang berjalan perlahan menuju ranjang dengan keraguan di hatinya. Terlihat gugup. Namun Saffana mencoba tenang dengan berhati-hati yang menaiki ranjang duduk di samping Aksa. Saffana membuka blazer dan menjatuhkannya kelantai.

Lalu Saffana membuka selimut dan berbaring di samping Aksa yang masih masih tertidur dan tidak menyadari jika ada wanita di sampingnya.

"Kita akan lihat bagaimana kau merasakan apa yang di rasakan Bunda," batin Saffana dengan memejamkan matanya.

Bersambung

1
novi a.r
cerita yg bagus
Dyah Oktina
hmmm...rasakan...akibat perbuatanmu sendiri... ngak mau mendengar penjelasan& mecari tahu kebenaran...main tuduh aja pd istrimu sendiri
Dyah Oktina
lagian ngak mau jujur...jd makin banyak kesalah pahaman nnt nya
Dyah Oktina
🤭😁😁😁😁😁 dah ngeluarin yg mau d obrolin susah banget... eh ngak ada yg denger
Dyah Oktina
eh....ke lamaan... kayaknya d tinggal tidur sm saffana.. 🤭😁😂
Dyah Oktina
adam itu bapaknya aska...bayu ...baru bapaknya sakilah
Dyah Oktina
kamu yg merendakan dirimu sendiri...🤭🤪🫣
Dyah Oktina
lah... memang...kamu pengemis & perampok suami orang..
Dyah Oktina
serem bener thor...masa tabung oksigen yg ada d hidung.. beratnya kayak apa?🤭.. selang oksigen kali... 😁😂😂
Dyah Oktina
lah...ngaca ... kamu sendiri katanya pakaian tertutup tp juga pergi bukan sama muhrimnya..tp malah sama mantan
falea sezi
kapok Q suka bgt mending gk balikan laki emosian gini bica ancur hidup
falea sezi
males kalo balik.
falea sezi
talak pada wanita hamil sah woy baca dalil dlu astaga klo. uda lahiran baru cerai secara agama wanita hamil jg berhak ngajuin cerai ke pengadilan
As Thyen
Hadeeeeew katanya tidak suka tapi masih mau bertahan, bikin eneg baca ceritanya 🤮🤮🤮
Safa Almira
bagus
Jeni Safitri
Ini kayaknya permainan arif deh perintah dokter utk bilang aksa mandul jadi seolah" saffana selingkuh dan bayi itu anak arif agar mrk pisah dan arif bisa mengejar cinta saffana
Jeni Safitri
Dokter udah kerjasama dgn sakilah
Jeni Safitri
Safana jgn terlalu keras kepala, keras boleh tapi lihat" juga melawanlah dgn elegan
Si Memeh
Luar biasa
Ririn Nursisminingsih
ayo saffana semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!