NovelToon NovelToon
Second Love

Second Love

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:333.8k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Cinta pertama Ellea An Noor adalah ayahnya. Surga satunya yang dia miliki di dunia ini. Dia yang pernah berjanji tidak akan membuka hati kepada lelaki manapun harus dikejutkan atas permintaan sang ayah yang di luar prediksi.

Menikah karena ingin berbakti itulah yang dilakukan oleh Ellea dan Ahlam, putra dari kerabat ayah Ellea. Tanpa adanya pendekatan dan hanya bermodalkan kesepakatan mereka memutusakan untuk maju ke jenjang pernikahan. Merelakan kebahagiaan mereka direnggut agar bisa membuat orang tua mereka merasakan kebahagiaan.

Akankah pernikahan tanpa cinta yang mereka lakukan akan menghasilkan kebahagiaan? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Tak Ingin Menyakiti Lagi

Ahlam mengerutkan dahi ketika dia yang baru saja keluar kantor melihat seseorang yang berdiri menunggunya.

"Kita perlu bicara." Lelaki tampan itu berkata dengan begitu tegas. Wajahnya pun begitu serius.

Ahlam mengikuti ke mana mobil di depannya melaju. Dia ingin tahu apa yang ingin lelaki itu bicarakan. Mereka sudah duduk di kedai kopi tak jauh dari kantor Wiguna Grup Cabang.

"Di sini gua hanya akan mendengarkan." Ahlam sudah membuka suaranya.

"Kenapa lu mau dijodohin sama Ellea? Apa lu udah punya rencana nyakitin dia?"

Pertanyaan Zeyn membuat Ahlam menggelengkan kepala. Pemikiran lelaki di depannya itu begitu dangkal.

"Novel apa sih yang udah lu baca? Enggak selamanya pasangan yang dijodohkan akan saling menyakiti di awal," papar Ahlam kesal.

"Gua sama Ellea udah sepakat untuk menerima perjodohan ini tanpa adanya perdebatan. Itu artinya kalau gua dan Ellea sudah memulai hubungan dengan baik. PAHAM?"

"Gua tahu lu hanya pura-pura care sama Ellea. Lu melakukan itu untuk menarik hati Om Rindra dan Kak Restu doang kan." Zeyn terus menyerang Ahlam.

Gamail Ahlam Wiguna menghela napas begitu berat ketika mendengar serangan dari Zeyn. Dia mulai menegakkan tubuhnya. Menatap Zeyn dengan begitu tajam.

"Gua gak sepicik itu!"

.

Ahlam duduk sendiri di taman kota. Dia menatap lurus ke depan dengan dasi yang sudah tak beraturan.

"Gua emang pernah salah. Tapi, sekarang gua udah berubah," gumamnya.

Kejadian sembilan tahun yang lalu mulai berputar di kepalanya. Kebodohannya karena cinta yang berlebihan membuat saudaranya sendiri terluka. Bahkan, kebodohannya itu membuat dia diasingkan selama hampir delapan tahun.

Banyak pelajaran yang dia dapat selama masa pengasingan. Sikap buruknya perlahan berubah. Sikap aktifnya sedikit demi sedikit hilang.

"Satu titik hitam di kertas putih akan selalu menjadi titik pusat pandang," gumamnya lagi.

Dia masih betah duduk di sana sendirian. Menatap langit malam yang begitu terang.

"Maafkan Iam, Ayah. Maafkan Iam, Bunda. Iam janji, Iam tidak akan pernah menyakiti siapapun lagi."

Kalimat penuh penyesalan terlontar. Dia menghela napas begitu kasar. Hingga ada tangan yang menyodorkan minuman beralkohol ke arahnya. Ahlam menoleh dan ternyata Agha yang ada di sana.

"Mas!"

Agha tersenyum ke arah Ahlam. Dia duduk tepat di samping adik sepupunya.

"Gua yakin lu udah berubah."

Kalimat itu membuat Ahlam menatap Agha dengan begitu dalam. Sudah begitu lama dia tak duduk berdua seperti ini lagi dengan lelaki yang sangat dia idolakan. Kakak sepupunya yang selalu dia ikuti sewaktu dia kecil.

"Iam gak mau nyakitin orang lain lagi."

Agha tersenyum. Dia mengusap lembut ujung rambut Ahlam. Dia memperlakukan Ahlam seperti anak-anak.

"Termasuk Ellea?"

Ahlam mengangguk dengan begitu cepat. Agha tak melihat ada kebohongan di sana. Betapa seriusnya sorot mata Ahlam berbicara.

"Iam bukan tokoh di cerita fiksi. Tidak semua cerita pernikahan yang dijodohkan itu sama. Iam dari awal tak menolak, begitu juga dengan Ellea. Kami sudah sepakat karena kami memiliki kesamaan niat, yakni Menikah karena ingin berbakti kepada orang tua."

Agha pun tersenyum. Dia menepuk pundak Ahlam dengan cukup keras.

"Ternyata lu udah sangat dewasa. Pantes Uncle ingin lu cepet nikah." Ahlam pun tertawa.

Mereka berdua menikmati malam di taman dengan ditemani minuman alkohol kalengan. Bernostalgia sewaktu mereka masih kecil. Sama sekali tak membahas perihal kisah kelam percintaan mereka berdua yang membuat hubungan persaudaraan mereka hampir putus.

Jam sudah berputar ke arah angka sebelas. Setengah jam yang lalu Agha sudah pulang karena sang putra terbangun dan mencarinya. Ahlam mulai beranjak dari sana. Hatinya sedikit merasa tenang karena sudah bisa bercerita kepada orang yang tepat. Orang yang sangat dia rindukan.

Ahlam memicingkan mata ketika dia melihat ada seseorang yang mengenakan Hoodie berwarna navy dan masker di depan pagar pintu rumah orang tuanya. Ahlam menghentikan mobilnya dan turun menghampiri orang tersebut. Tubuhnya menegang ketika orang itu membuka masker.

"Kenapa kamu di sini, El?"

Ahlam segera membuka jas-nya dan memakaikannya pada Ellea. Meskipun sudah memakai hoodie, Ahlam sangat yakin jika Ellea masih kedinginan. Setelah itu, Ahlam membawa Ellea masuk ke dalam rumah.

Ellea sudah duduk di kursi yang ada di dapur. Ahlam sedang membuatkan susu panas untuk Ellea.

"Minumlah," titah Ahlam.

Dia sudah duduk di samping Ellea. Memandangi Ellea yang tengah meminum susu buatannya dengan hati-hati.

"Kamu belum jawab pertanyaan aku."

Ellea mulai menatap Ahlam. Sorot mata Ahlam menginginkan sebuah penjelasan.

"Tadi Tante hubungi aku. Dia nanyain kamu karena belum pulang. Tante berpikir kalau kamu lagi sama aku." Ellea menjeda ucapannya.

"Jam sepuluh aku hubungi Tante, aku nanyain kamu. Tante bilang kamu masih belum pulang juga. Ayah nyuruh aku buat cari di kantor, pas ke sana security bilang kamu gak ada. Terus, aku mutusin buat nunggu kamu di depan."

Tangan Ahlam sudah berada di ujung kepala Ellea. Usapan lembut dia berikan.

"Kamu cemas?" Ellea mengangguk.

"Security bilang kalau kamu sudah ditunggu sama seorang laki-laki yang aku kenali. Aku--"

"I'm okay," potong Ahlam sambil mengusap lembut pipi Ellea.

"Kamu gak perlu khawatir lagi, ya."

Ellea mengangguk pelan bagai anak kecil. Ahlam begitu gemas melihat Ellea seperti itu. Selesai menghabiskan segelas susu, Ahlam berkata lagi.

"Mau nginep apa pulang?"

"Pulang aja. Aku gak tenang ninggalin Ayah sendirian."

Dedikasi Ellea terhadap ayahnya begitu tinggi. Itulah yang dapat Ahlam rasakan.

.

Pagi datang, Ellea dikejutkan dengan kehadiran Zeyn di rumahnya. Lelaki itu seakan belum mau menerima kenyataan yang ada.

"Aku perlu bicara."

Ellea tak enak jika menolak. Dia mengiyakan saja hingga Zeyn mulai bicara ketika mereka berada di halaman samping.

"Rekam jejak Ahlam tidak baik, El," ujarnya.

Ellea sedikit terkejut. Namun, dia masih mendengarkan kalimat lanjutan dari Zeyn.

"Dia pernah diasingkan oleh pamannya sendiri karena dia telah menyakiti hati anak pamannya. Tidak main-main, dia diasingkan selama delapan tahun. Sudah pasti kan dia melakukan kesalahan yang fatal."

Ellea terlihat berpikir. Mulutnya masih tertutup begitu rapat ketika mendengar penjelasan dari Zeyn tentang Ahlam.

"Dia bisa begitu tega kepada saudaranya sendiri. Dia bisa lebih tega kepada kamu setelah kalian menikah. Sekarang, dia bersikap manis karena untuk mencari simpati dari Om Rindra dan Kak Restu."

Ellea mulai menatap Zeyn. Mereka saling pandang untuk beberapa detik. Zeyn meyakini El akan goyah. Suara seseorang membuat mereka berdua menoleh. Ahlam memberikan sebuah paper bag kepada Ellea.

"Titipan dari Bunda," ucapnya tanpa sebuah senyum. Ellea meyakini jika Ahlam mendengar semuanya.

Ellea mulai berdiri. Dia berjalan menghampiri Ahlam dan menatap lelaki tinggi itu dengan begitu dalam. Tatapan yang tak pernah Ahlam terima sebelumnya.

"Setiap orang pasti memiliki masa kelam. Tapi, aku percaya ada pelajaran yang berharga yang didapatkan dan akan mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Ellea masih menatap Ahlam.

"Aku bukan manusia sempurna. Aku tidak berhak menuntut kesempurnaan dari lelaki yang nantinya akan menjadi imamku."

...***To Be Continue***...

Komen lagi dong ...

1
Maya Lara Faderik
cerita mu menarik Thor..semua keluarga dady aska dan askara dari asmara org tua agha dan Ahlam sudah ku baca , termasuk Rasit,eca , Alessya berkembar Gea,Reksa,Restu keluarga Rayyan orang tua Elia semua keturunan Ayunda dan rion 👍👍👍 memang terbaik Thor begitu juga kisah anak agha si tuan ,Pangeran dan adik si tuan ,..semangat ya Thor,..
sangat menjiwai karektor, inspirasi cerita yang paling baik untuk dijadikan pedoman dalam hidup,..
Maya Lara Faderik: anak anak memang nakal keras kepala ,apa yang benar bagi mereka membuat mereka tanpa sedar telah membuat kesalahan yang mengecewakan namun anak anak harus diberikan peluang untuk kesempatan untuk berubah , jangan biarkan anak anak terjerumus ke dalam jurang dalam dan tersesat .
total 1 replies
Maya Lara Faderik
yah'!!!..nangis lagi airmata tak bekerjasama,..sabar ya Ellea kamu wanita baik bahkan aku sendiri ikut menangis..semoga persalinan kamu lancar .. setiap wanita akan merasa takut disaat akan melahirkan tak kira operation atau normal sakitnya sama cuma beza rasa nya saja , kuat dan semangat Ellea tuhan berserta mu🙏
Maya Lara Faderik
😄😄🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄
setelah banyak mengeluarkan air mata seperti hujan akhirnya mentari muncul selepas badai ketawa ngakak habis ...bagai org gila pula ketawa tak henti henti 🤣🤣🤣🤣🤣...ada ada saja Thor ..tapi menarik dan lucu Thor menjiwai , seperti realiti.. mantap Thor inspirasi selalu Thor 👍👍👍👍
Maya Lara Faderik
aduh..hidung dah penuh dengan hingus'!..mata pun dah pedih air mata tak henti,.. henti keluar.. kepada dah pusing NIE .. tersentuh thoor ...
Maya Lara Faderik
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/.. nangis lagi ni air mata tak sporting langsung..nyesek....thorr..
Maya Lara Faderik
ya ampun ..hari ini full menangis terisak2 dari kisah ibunya elyna sampai ke anaknya Ellea air mata tak henti henti ..sampai bilakah aku berhenti menangis menjadi tangguh dengan novel mu Thor inspirasi cerita yang menarik..
Maya Lara Faderik
vest juga si Ahlam nie ...
Maya Lara Faderik
waduh 🤣🤣,..apalah ..tulis wasiat manjat kelapa pun si apang pon ..
mungkin ini yang dikatakan setelah banyak mengeluarkan air mata disuggahi kelakuan absdul mereka nie ada-ada saja..
Maya Lara Faderik
air mata tak Sporting langsung bab ini membuatkan aku. sesak keluarga diaorang nie semua dalam favirot ku terutama si kulkas
Maya Lara Faderik
yang tak berpendidikan itu cuma orang yang suka merendahkan orang lain..rugi sekolah tinggi namun IQrendah
Siti Nurjanah
awal nangis ko sekarang jd ngakak ampe sakit perut/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurjanah
baru jg bab k 2 udah berderai/Sweat//Sweat//Sweat//Sweat/
Ocanya gava
Luar biasa
Ucie
ada aja ya kosakatanya😅😅😅
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️
Naomi Willem Tuasela
♥️♥️♥️
Setiawati
cerita yang menyentuh hati.... air matapun tak terasa mengalir dgn sendirinya /Cry//Cry/
falea sezi
orang kaya gampang lo cari ginjal
Yus Nita
syukuriniiin...
kena azab tuh sijalang
Yus Nita
apakah ayah zeyn pelaku ny..
nyari mampos melawan 2 klrga raksasa./Sneer//Sneer//Sneer/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!