NovelToon NovelToon
The Forgotten

The Forgotten

Status: tamat
Genre:Horor / Action / Thriller / TKP / Iblis / Balas Dendam / Misteri / Tamat
Popularitas:73.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Sebelum membaca cerita ini Baca dulu room 14

*

Ternyata cerita itu belum usai disana, dia masih ada, dia belum benar-benar musnah, dia masih merajalela. Dia masih mencari, terus mencari, hingga kekuatan itu kembali ada. Sekali lagi tempat yang menyimpan rahasia kelam itu belum sepenuhnya hilang, masih banyak rahasia disana yang belum terungkap.

Menyelidiki lebih dalam konspirasi apa yang ada dibalik rahasia gelap lab buana membuat Diana tersesat semakin jauh. Apa yang selama ini ia ketahui hanya potongan kecil dari sebuah rahasia yang lebih besar. Apa yang terjadi dan disembunyikan di buana membuatnya lebih menyadari betapa menakutkan makhluk yang bernama manusia.

Diana berusaha melakukan penelitian tentang Oublierserum demi menciptakan serum lain yang dapat menetralisir Oublierserum. Diam-diam dia juga mengumpulkan bukti untuk menjebloskan wali kota kedalam jeruji besi.

.

ikuti juga ig aku ya : aca_0325

selamat membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Dylan, Abi dan seorang perempuan berusia awal dua puluh lima tahun duduk di meja berbentuk bundar disebuah kafe. Sudah duduk selama satu jam lebih menunggu seorang sahabat lagi, Adnan.

"Adnan kemana sih? masa dia lupa kalau setiap tanggal 23 April kita memperingati hari persahabatan kita. " Gerutu sang wanita, namanya Alea. Namanya sependek tubuhnya, sudah hampir berusia dua puluh lima tahun tetapi masih memiliki tinggi 152 cm, rambut aslinya bewarna hitam namun setiap bulan ia akan mengganti warna rambut. Seperti sekarang rambutnya bewarna merah terang, nampak kontras dengan kulit putihnya.

"Tau tuh, chat di grup juga ngga dibaca, " ujar Abi,

"Sabar. barangkali dia masih ada pekerjaan yang lebih penting, " Dylan menenangkan keduanya seraya menyesap americano caffe.

"Huft.. padahal kita semua juga punya kesibukan. Aku aja sampai batal berangkat keluar kota demi perayaan ini, " ucap Alea cemberut. wajahnya ditekuk diatas meja.

"Bukannya kamu baru pulang dari luar kota ya? " Tanya Abi,

"iyaa, seharusnya belum pulang. Demi kalian bertiga nih aku disini sekarang, "

Tiba-tiba ponsel Dylan berdering, ia memperlihatkan layar ponselnya pada Abi dan Alea. Nama Adnan tertera di layar ponsel,

"Yaudah, angkat, loudspeaker aja. Tapi, aku males ngomong sama dia. Aku lagi kesal, " Alea melipat kedua tangan didepan dada. Sebagai satu-satunya perempuan di persahabatan mereka, Alea memang cerewet dan agak manja. Namun, jangan berpikir untuk menindasnya karena gadis itu jika sudah marah akan sangat garang dan menakutkan. karena itu ketiga pria itu akan selalu berusaha menjaga mood Alea, akan sangat merepotkan kalau dia badmood.

"Hallo... " Sapa Dylan

"Rem mobil ku blong, aku akan kirim lokasinya. Kamu harus datang kesini untuk menolong kami, "

Ketiganya saling berpandangan kemudian mencibir. Adnan terlalu sering mengerjai mereka, jadi tidak akan tertipu lagi dengan akal-akalan pria itu. Bahkan pernah sekali Adnan menipu mereka mengatakan kalau dia terkunci dirumahnya dengan sebuah bom yang akan meledak dalam sepuluh menit. Yang membuat ketiga sahabatnya sampai membawa polisi ke rumahnya, ternyata tak lain itu hanya prank ingin mengerjai mereka. Sejak saat itu mereka tidak mau terlalu mempercayai perkataan tak masuk akal seorang Adnan.

"Hei, apa itu caramu meminta tolong? " Akhirnya Dylan hanya mengatakan itu.

"Aku sedang serius lan, "

Dylan hendak mengatakan sesuatu sampai suara teriakan seorang perempuan terdengar.

"NAN!AWAS!! "

BRAKKK....

Setelah itu terdengar suara benturan sangat keras, sambungan telepon terputus seketika.

"ADNAN! " Pekik Alea kaget dengan suara sangat keras yang terdengar, wajahnya seketika langsung panik.

"Apa yang terjadi pada Adnan? " Tanya Abi,

"Cepat lacak posisi terakhir Adnan! " Kata Alea panik. Diantara mereka berempat Alea adalah sahabat paling perhatian dan tidak ingin terjadi sesuatu dengan orang-orang terdekatnya. Saat sambungan telepon Adnan terputus begitu saja Alea langsung cemas, takut terjadi sesuatu yang membahayakan pada salah satu orang paling penting dalam hidupnya.

"Ke apartemenku aja, komputerku ada disana! "

Mereka bergegas pergi ke apartemen Dylan menggunakan mobil Abi. Beberapa kali umpatan terdengar dari pengendara lain karena Abi membawa mobil dengan kecepatan tinggi.

*

Dengan kemampuan Dylan tidak sulit untuk melacak poisisi Adnan. Segera setelah mendapatkannya mereke bertugas pergi ke Asrama Buana.

"Ini ngga salah kan lokasi kan? " Tanya Alea sembari menatap jalanan dari kaca mobil.

"Kamu meragukan kemampuanku? " Dylan balik bertanya,

"Bukan gitu, lan. Aneh aja, untuk apa Adnan kesana. Tempat itu bahkan terletak jauh di pinggiran kota, bahkan dekat dengan Lab buana. Kalian tahu kan kalau tempat itu sekarang menjadi area terlarang? " Kata Alea panjang lebar. Gadis itu jelas kurang percaya karena lokasi yang didapatkan Dylan jauh dipinggiran kota, hampir didekat hutan dan lab buana. Tempat yang sudah menjadi area terlarang sejak enam bulan lalu. Bocornya tentang kegiatan sesat disana menggemparkan seisi kota, lalu walikota dengan tegas mengeluarkan perintah untuk menjadikan tempat itu sebagai area terlarang. siapapun yang datang kesana akan di anggap sebagai anggota aliran sesat dan akan segera di tangkap.

"Ngga aneh sih. Toh, sepupu Adnan pernah hampir menjadi korban. Barangkali dia pergi bersama sepupunya. " Kata Abi,

" Kemaren bahkan Adnan menghubungi kami berdua untuk meminta tolong. Tapi, sepertinya sepupunya tidak setuju jadi Adnan tidak membahas lebih lanjut. Mungkin dia pergi kesana ada hubungannya itu, "Kata Dylan.

Semakin mendekati daerah pinggiran jalanan semakin lengang, hanya sedikit kendaraan yang lewat. Hujan bahkan sudah mulai turun, mungkin juga sudah hujan sejak tadi melihat jalanan sudah sepenuhnya basah.

Abi menghentikan mobil karena tidak bisa lagi lewat, ada batang pohon yang melintang ditengah jalan setapak menuju Buana. Diantara derasnya air hujan, Abi melihat sebuah bangkai mobil tergeletak diseberang sana. Cepat-cepat dia mengajak Dylan untuk turun sementara Alea menunggu di mobil. Tempat ini agak aneh, seperti tak ada kehidupan disini. Bahkan suara air hujan seolah tak mampu memecah kesunyian.

"Adnan? Diana? " Dylan berjalan mendekat kearah dua orang yang tergelatak tidak begitu jauh dari rongsokan mobil. Abi mengikutinya dari belakang.

"Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?" Tanya Abi,

"Sekarang bukan waktunya bertanya. Kita harus secepatnya membawa mereka kerumah sakit. Denyut nadi mereka sangat lemah, mereka juga kehilangan banyak darah, " Kata Dylan. Lantas Dylan membopong tubuh Adnan karena ia memiliki tubuh lebih atletis dan tinggi daripada Abi.

Abi dengan sigap juga membopong tubuh Diana. Mereka membawa masuk kedalam mobil.

"Astaga! Adnan! Apa yang terjadi sama dia? " Kaget Alea. Gadis cerewet itu langsung memeriksa denyut jadi Adnan. Ia menghembuskan nafas yang sempat tertahan setelah yakin kalau pria itu masih bernafas.

"Dia siapa? " Alea mengalihkan atensinya dari Adnan pada Diana yang digendong oleh Abi.

"Diana, sepupu Adnan, " Jawab Abi. Saat meletakkan Diana di kursi paling belakang tidak sengaja ekor matanya menangkap sesuatu diantara pepohonan di tepi jalan. Jarak mobil dengan pohon itu agak jauh memang tapi Abi yakin tidak salah lihat. Samar-samar dia melihat seorang perempuan bergaun hitam tengah berdiri disana, menatapnya tajam, karena hari hujan kabut menyelimuti tempat itu.

Abi menanjamkan penglihatannya, perempuan itu masih menatapnya tapi kali ini tangannya mengacungkan sesuatu. Dylan mulai melajukan mobil dengan kecepatan tinggi sehingga Abi tidak bisa melihat dengan jelas benda apa yang dipegang oleh perempuan itu.

Aneh. Wanita gila mana yang berdiri ditengah hujan begini, apalagi didekat hutan. pikir Abi yang masih termangu. Ia masih menatap kearah wanita itu meskipun mobil semakin menjauh dari tempat itu dan wanita itu sudah tak kelihatan lagi. Abi menghela nafas kemudian memperhatikan Diana yang pucat dan kotor. Ia sedikit membersihkan tanah yang menempel di wajah Diana. Dapat dilihat ada beberapa goresan di pipinya, Abi masih bertanya-tanya apa yang terjadi pada Adnan dan Diana. Mungkinkah wanita tadi ada hubungannya dengan kecelakaan yang terjadi? Lantas Siapakah wanita itu? apa yang dia lakukan disana?

***

1
Libra ♎
aaa kok tamat sih 😭😭... syuka ceritanya. knp gak bikin part 2
Libra ♎: Robert kmn
total 1 replies
Reksa Nanta
lalu mayat Ibunya Sarah ada di mana ? atau sudah berhasil dihidupkan kembali ?
Reksa Nanta
bukankah Sarah bergabung dengan lab Buana atas saran ayah Elise ? dan juga Sarah dibiarkan membuat gubug di tengah hutan karena dia berpura pura menjadi anggota La Reine ?
Reksa Nanta
darimana Safira mendapatkan alat itu ?
Reksa Nanta
jasad ibunya masih utuh ? disimpan atau atau bagaimana ?
Reksa Nanta
mayatnya tergantung di langit2 koridor lantai empat, bukan lantai tiga.
Reksa Nanta
dan apakah Diana tidak mendengar teriakan Alea sama sekali ?
Reksa Nanta
kalau ada renovasi, kemungkinan mayat2 korban kebakaran sudah dibersihkan.

lagipula walau hanya memperbaiki kaca, apa iya proyek renovasinya tidak diketahui siapapun padahal gedung ini letaknya di tengah kota ?
Reksa Nanta
satu yang pasti. ada orang besar dibalik semua ini. renovasi dan segala keperluan di gedung pasti butuh dana yang sangat banyak.
Reksa Nanta
bukan bagi kita, tapi bagi manusia. berarti benar kalau Diana sekarang bukanlah manusia lagi.
Reksa Nanta
Robert pingsan bersamaan dengan pingsannya Diana. jadi kemungkinan besar kondisi Diana sama dengan Robert. Mutan ?
Reksa Nanta
linggisnya bisa digunakan untuk membuka pintu utama. atau untuk senjata melawan orang berjubah hitam.
Reksa Nanta
mungkin dia adalah mutan. apakah ada hubungannya dengan projek Age V ?
Reksa Nanta
apakah obat obatannya masih layak ?
Reksa Nanta
Sarah menoleh pada Sarah ? 🤔
Reksa Nanta
senternya kan terjatuh di dekat tangga lantai satu dan Sarah menggunakan senter dari ponsel sebagai penerangan saat berada di celah tembok.
Reksa Nanta
di novel Room 14 diceritakan bahwa Sarah adalah wanita yang usianya hampir menginjak kepala empat. kenapa di sini usianya baru 30 tahun ?
Reksa Nanta
apakah laboratorium penelitian ilegal lainnya ? siapa yang mengelola dan mendanainya ?
Reksa Nanta
apakah pintu utamanya juga terbuka. sepertinya ada sebuah sistem yang mengendalikan buka tutup pintu secara otomatis, jadi percuma saja mencari kunci.
Reksa Nanta
sepertinya author sengaja membuat alurnya berbelit belit khas sinetron. 😅😅

padahal dari awal mereka mendapatkan email misterius, Dylan bisa melacaknya lalu melapor ke polisi. apalagi Sarah dekat dengan Jendral Besar dan walikota yang baru.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!