NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7 Sekilas tentang Neneng

Namanya Keira Neng Larasati biasa dipanggil Neneng atau Keira. Neneng bukanlah orang sembarangan. Ia anak mandiri yang dilahirkan dari orang tua yang bekerja sebagai anggota DPRD Propinsi Banteng. Papanya bernama Aiman Rizki dan mamanya Anggita Lestari. Ia anak kedua dari dua bersaudara, kakaknya bernama Azmi Rahadian seorang dokter di rumah sakit umum Bandung. Sebagai anak bungsu yang sering ditinggal pergi kedua orang tuanya bertugas, ia berinisiatif untuk mengontrak rumah dekat kampus. Ia sendiri ambil jurusan manajemen akuntansi.

Usaha cilok yang dirintisnya hanya sebatas hobi yang terpendam untuk memajukan rumah singgah.

Anak-anak jalanan yang belajar di rumah singgah harus terus diberi stimulus cilok agar semangat belajarnya tetap menjalar di dalam hati.

Rumah besar berlantai dua terasa hampa manakala Neneng hanya sendirian di dalam rumah. Orang tua yang selalu sibuk dengan pekerjaannya begitu juga kakaknya yang jarang pulang ke rumah. Karena kakaknya sudah memiliki rumah sendiri yang lokasinya lebih dekat dengan tempat ia bekerja.

"Keira kamu sedang apa di dapur?"

Mamanya kaget manakala anak perempuannya sedang asik membuat sesuatu yang begitu banyak. Mama dan Papanya baru saja datang dari luar kota dini hari pukul 04.00 wib. Keira tersenyum tanpa menghentikan aktivitasnya membuat adonan cilok.

"Eeeh mama sayang sudah datang. Ini Mam banyak pesanan cilok. Teman - teman kampus pada request cilok buatanku jadi aku bikin deh."

"Tunggu....tunggu....kamu jualan cilok di kampus?" Mamanya memindai pekerjaan Keira yang sedikit berantakan, menatap tidak percaya.

"Iya mamaku sayang...ada peluang usaha mengapa tidak? Itung-itung menyelam sambil minum air."

Mamanya terpaku melihat anaknya dengan cekatan membuat adonan tanpa dibantu siapa pun. Yang lebih mengejutkan lagi anaknya tampil lebih kalem dengan balutan hijab yang menempel di tubuhnya.

"Sejak kapan kamu memakai hijab?" Mama memicingkan matanya merasa heran karena selama ini saat mamanya memberi nasihat pun Keira selalu menolak dengan alasan belum siap.

"Kemarin Mam he...he..."

"Iya tapi kan ini di dalam rumah sayang jadi kamu ga mesti pake hijab."

"Iya mama sayang kalau di rumah ini cuma kita yang ada di dalam. Lah kalau ada kakak Blu, dia kan bukan mahram?"

"Blu di sini? Ngapain?"

"Nginep Mam. Kemarin anterin Keira pulang. Ga taunya kemalaman. Jadi dia bermalam di sini. Mama pasti capek mendingan istirahat dulu sebentar lagi subuh. Tuh ditungguin papa di kamar!" Saran Keira ketika melihat Papanya langsung ke atas tanpa menyapanya.

"Mama bantuin ya?"

"Ga usah Mama. Nanti Mama nyicipin cilok buatan Keira pasti ketagihan. Kak Blu aja mau bawa 10 cup buat dibawa ke kantornya. Nanti mama boleh bawa sampel cilok sebagai promosi di kantor ya Mam!"

"Boleh. Tapi Mama ingin usaha yang kamu rintis ini tidak langsung kamu yang turun tangan. Kamu kan bisa cari karyawan buat bantuin usahamu, sayang."

"Insyaa Allah Mama kalau usaha Keira lancar ya! Kei mohon doanya saja buat bisnis receh ini agar berkah dan laris manis di pasaran."

"Aamiin sayang. Mama ke atas dulu ya."

Mama menghela nafasnya dalam. Tidak seharusnya anaknya bersusah payah berjualan cilok dengan membuatnya sendirian tanpa bantuan orang lain. Setiap dini hari Keira selalu bangun untuk membuat pesanan cilok yang semakin hari semakin banyak peminatnya. Berkah....berkaaah. Babang Kasdun Neneng tambah bersemangat melebarkan sayapnya menjadi pengusaha cilok.

Buat pasangan suami istri yang berprofesi sebagai anggota dewan bisa jadi merasa malu anaknya berjualan di kampus, bagaimana kalau banyak orang yang mengetahui kalau seorang mahasiswa yang berjualan cilok itu adalah anaknya. Namun bagi kedua orang tua Keira hal tersebut bukanlah masalah. Justru orang tuanya bangga memiliki anak yang mandiri tanpa berleha-leha dengan harta yang dimiliki orang tuanya yang melimpah.

Tepat pukul 07.00 WIB Keira sarapan bersama keluarga termasuk Blu di dalamnya. Ia sudah tampil cantik dengan pasmina yang menempel di kepalanya.

"Calon istri idaman sudah cantik pintar masak lagi." Blu mulai dengan gombalannya.

"Makanya kak Blu cepat cari pasangan setidaknya yang miriplah dengan Kei biar engga rugi." Keira tertawa.

"Rugi apanya?"

"Kalau calon istri kakak ga bisa masak kan rugi. Pengeluaran lebih besar karena harus beli terus. Apalagi kalau punya pasangan yang bisanya morotin uang suaminya. Waaah udah deh rugi sagala rupa."

"Eemmmh kalau gitu kamu aja yang jadi istri kakak mau engga?" Tanya Blu berharap Keira bisa menerimanya walaupun dengan candaan tetapi pertanyaan tersebut serius ingin ada jawaban yang pasti.

"Enggak bisa!" Tolak Mama Papa Keira kompak. Blu menatap mereka satu persatu.

"Kenapa sih Om, Tante. Bukankah sepupuan juga bisa menikah?" Blu memicingkan matanya, heran.

"Boleh tapi tidak berlaku untuk kamu dikarenakan kamu sepersusuan dengan Keira. Dulu waktu Keira masih 4 bulan dan adikmu Green 10 bulan saat itu Tante harus dinas ke luar kota selama seminggu. Tante titipkan Keira ke mama kamu. Jadi selama Tante engga ada di rumah ya mama kamu yang memberi ASI. Jadi otomatis kamu dan Keira kakak adik." Jelas mama Keira secara singkat, padat, jelas.

"Oooh begitu." Respon Blu kecewa. Luruh sudah harapan menikahi Keira. Namun setidaknya ia sudah jujur pada orang tua Keira dan mengetahui kebenaran statusnya di keluarga sehingga ia tidak lagi mengharapkan Keira lagi untuk menjadi belahan hatinya.

"Lagi pula Keira ga mau sama kak Blu . Gebetan Keira kan lebih oke. "

"Eh anak Mama sudah punya gebetan?"

"Tahap pendekatan sih Mam. Belum sampe jadian."

"Ga usah jadian. Langsung bawa ke rumah biar Papa yang menilai pantas tidaknya dia mendampingimu."

"Ya elah Om entar belum apa-apa Om tolak lagi, seperti Om nolak saya."

"Ya jelas kamu Om tolak lah. Kayak ga ada laki-laki lain aja . Sudah cepat sarapan dulu keburu dingin nasgornya. Jangan lupa anterin adikmu ke kampus!"

"Siap Om."

"Oiya Om bulan depan Blu mau melamar seorang wanita, ya setidaknya untuk menggantikan Keira yang ada di hatiku." Ujar Blu mantap.

"Ish gombalnya Blu."

"Bercanda Tante. Kalian bisa datang kan?" Blu nyengir. Orang tua Keira saling pandang. Mereka menggeleng.

"Maaf Blu engga bisa. Bulan depan jadwalnya padat, nanti Keira juga sering ditinggal. Salam saja sama mamamu Tante sama Om engga bisa ikut." Jelas Mama Keira. Blu menarik nafasnya pelan, kecewa.

"Ya sudah engga apa-apa Tante. Mohon doa restunya saja."

"Ya....ya..semoga acaranya lancar sampai pernikahan ya Blu!" Ujar papa Keira menghabiskan sisa makanannya.

"Aamiin"

Setidaknya pagi ini banyak kejutan yang diterima Mama Keira. Mulai perubahan drastis anaknya yang sudah berhijab, Blu yang jujur tentang perasaannya terhadap putrinya dan rencana Blu untuk melamar seseorang. Semoga saja wanita yang akan dilamar Blu bukan sebagai pelarian cintanya yang ditolak Keira dan orang tuanya.

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!