Bayu mulai bisa menguasai kemampuan yang dimiliki. Bayu ingin membantu orang orang yang di ganggu makhluk tak kasat mata. Di jamin seru langsung baca saja buat yang suka cerita horor. Untuk anak di bawah umur harap hati hati dalam membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhayu Lhangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerjaan sampingan.
"Maksud lu apa pake gebrak2 meja hah? Sekarang gelasnya pecah lu harus ganti rugi."
"Apa nggak terima lu?"
"Yu sabar yu. Ini di kampus bisa di panggil lu nanti."
Bayu menghembuskan nafas bukan untuk menenangkan diri tapi memberi cowok itu pelajaran dengan sedikit sentilan tenaga dalam Bruk tiba2 cowok itu jatuh seperti di dorong.
Cowok itu kebingungan berdiri lalu pergi begitu saja.
"Mi masih panas?" tanya bagas ke mia.
"Udah enggak kok makasih ya es batunya."
"Sama2 tapi kayaknya lama deh nunggu kering celanamu."
"Kita aja ya ni habis ini udah nggak mod ke kelas."
"aku masuk aja mi buat absenin kamu."
"Ya udah deh Tapi motor aku bawa ya nanti pulang aku jemput."
"Mending lu gw anter aja mi kalau mau sih." tawar bayu.
"Boleh juga tuh nggak jauh kok kosku."
Nia lanjut ke kelas bagas memilih menemui rahma. Bagas ke SBY? Iya bagas kalau kangen langsung samperin rahma ke kosnya.
"Oh ini kosmu berapa perbulannya mewah gini?" tanya bayu setelah sampai di kos2an model rumah bertingkat.
"Murah kok. Mau mampir nggak panas2 gini." tawar mia.
"Nggak deh besok aja gw ke sini lagi."
"Mau jalan sama nia? Kalian berdua kelihatan cocok sih menurutku. Lagian nia juga pilih2 cowok mana mau dia jalan kalau dia nggak suka sama cowoknya." ucap mia.
"Masa sih. Ya udah gw pulang dulu. Assalamu'alaikum."
"Ye di bilangin kok. Ya waalaikumsalam."
Di kamar sebelum tidur dia memikirkan nia entah kenapa mulai tumbuh rasa rasa penasaran terhadap nia.
Rasa penasaran? Bukan cinta? Bukan bayu cuma penasaran rasanya punya pacar yang punya kembaran. Setelah itu tiba2 dia teringat wajah cantik eva nah ini rasanya beda lagi. Bayu merasa kalau dengan eva bayu merasa nyaman dan cocok aja gitu. Cinta? Mungkin saja kalau erlin sebenarnya bayu memang suka dengannya tapi dari awal kenal bayu takut menyakiti erlin maka dia tahan perasaanya sampai saat ini. Lalu akankah pada akhirnya erlin jodoh bayu? Jangan bicara jodoh dulu perjalanan kisah ini masih panjang masih banyak tokoh yang nantinya hadir jadi bisa aja jodoh bayu belum muncul hehe..
Sabtu pagi bayu otw ke kosnya nia.
"Kamu telat 10 menit." ucap nia dari teras kos.
"Et dah maklum lah macet."
"Mau kemana nih kita." Lanjut bayu.
"Terserah." Nia ngambek tuh. Ternyata nia tipe cewek on time bayu baru tahu.
Bayu coba membujuk si nia dan akhirnya nia minta ke tempat yang sunyi. Bayu mikir tuh tempat yang sunyi tapi aman dari perbuatan maksiat.
Sampailah mereka di pantai yang agak sepi.
"Pinter juga kamu milih pantainya di sini sepi tapi masih ada beberapa pengunjung."
Lanjut ke inti pembicaraan.
"Sebenarnya aku punya permintaan ke kamu yu."
"Kemarin syarat sekarang permintaan. Permintaan apa nia?"
"Kemarin itu syarat supaya aku bisa minta sesuatu ke kamu. Kamu mau gak buat hubungan palsu?"
"Maksudnya?" bayu bingung.
"Aku mau kamu jadi pacar palsuku supaya nggak ada yang gangguin aku."
"Wah gawat ini terus cowok cowok yang naksir lu nyerang gw gitu?"
"Itu sebapnya aku pilih kamu aku berharap kamu mau. Cuma boongan kok aku bayar deh seharinya 100k gimana?"
"Ceritanya gw di jadiin bodyguard nih? Oke deh aku mau tapi kalau aku suka beneran gimana?"
"Kalau kamu bisa numbuhin rasa cinta di hatiku ya kita jadian beneran." jawab nia enteng.
"Bentar2 niat awal cuma minta nomor kok jadi gini sih."
"Ya ini kan syaratnya yu. Kamu udah setuju nggak bisa di batalin."
"Iya2 siapa sih yang nolak jadi pacar cewek secantik dan semanis nia si idola banyak cowok."
"Duh gombal banget ya. Aku nggak sesempurna itu aku cewek biasa kok. Foto berdua yuk beberapa potretan aja nggak usah banyak banyak." Ajak nia.
"Ayuk aja tapi.."
"Udah ayuk keburu gelap."
Bayu di tari ke tengah pasir yang luas.
Foto di ambil dan tepat senja tiba Byur..
Ombak menerpa tubuh mereka berdua.
"Yah jadi basah deh." Ucap nia yang terduduk di atas pasir.
"Tapi Hpmu aman kan sama kameranya?"
"Aman kok."
"Ya udah titipin aja ke penjual es kelapa itu yuk renang bisa kan?"
"Ayuk siapa takut."
Nia dan bayu berlari ke air laut dan berenang bersama. Mereka hanya pura pura pacaran tapi terlihat begitu mesra sampai ada orang yang minta ijin memotret mereka berdua. Saat momen indah ini bayu sadar ada 1 hal yang belum di lakukan bayu bersama nafia yaitu berenang bareng karena nafia nggak bisa berenang.
"Yu udah mulai gelap mataharinya udah terbenam yuk ganti baju."
"Baju siapa nia cantik?" Bayu memberanikan diri memeluk tubuh ramping seksi nia.
"Aku beliin ganteng." Sambil mencolek hidung bayu nia berhasil lepas dari pelukan bayu dan berlari.
"Aku suka gayamu nia semoga kamulah pengganti yang pas. Nafia maafin aku bukan maksud menduakanmu tapi hati ini ingin di isi oleh seseorang." Ucap bayu dalam hati lalu mengejar nia.
Setelah ganti baju mereka makan di resto dekat pantai.
"Yu jangan ada yang tahu tentang hubungan palsu kita ini ya. Cuma kamu,aku dan mia yang tahu."
"Mia tahu rencanamu ini?"
"Belum tapi ide ini dari mia dan sekarang dia juga punya pacar bayaran." Disitu bayu merasa cuma jadi alat saja.
"Ohh kalau gitu ijinin aku buat ngasih tahu 1 orang aja."
"Siapa?"
"Erlin namanya dia udah seperti keluarga bagiku."
"Kamu naksir erlin ya haha..."
"Enggak kita cuma sahabat nggak lebih."
"Kenapa nggak kamu tes aja si erlin itu. Kamu bilang kita jadian gimana reaksinya kalau sia berubah sikap tandanya ya begitu deh."
"Hm boleh juga tuh. Oke2."
"Udah kan makannya yuk pulang udah gelap nih."
"Belum jam 9 ni kan kesep..."
"Udah itu boongan gw bisa tidur di luar kalau pulang lebih dari jam 8."
"Emang aturannya jam 8 kos di tutup?"
"Enggak sih tapi nggak enak aja gangguin yang lain tidur cuma buat bukain pintu bust aku aja."
Mereka otw pulang dan si nia meluk bayu erat banget sama kayak erlin dulu dan mantan2 bayu terdahulu.
"Nggak gw salah gw cuma pacar palsu jangan sampai gw jatuh cinta sama nia. Kalau dia nggak cinta gw bisa jadi gw yang sakit hati sendiri." batin bayu.
Besoknya karena libur bayu ingin main ke rumahnya miko lama tak jumpa.
"Assalamu'alaikum Om mikonya ada?" tanya bayu ke bapaknya miko.
"Waalaikumsalam ada bentar."
"Masih mandi masuk sini."
"Nggak usah om di teras aja."
Beberapa menit kemudian miko keluar.
"Maaf mas lama. Tumben main ke rumahku mas."
"Iya gabut aja gw di rumah jalan2 yuk kemana gitu."
"Jalan2 ya sama cewek mas masa sama aku hehe... Ya udah ikut aku ke kos2an om anton yuk."
Bayu mengikuti miko dan di kos2an miko mengetuk salah 1 kamar.
"Ini mbak yang aku maksud dia bisa lihat hantu."
"Beneran mas? Boleh minta tolong nggak? Ini di kakiku ada apa sih kok berat banget buat jalan."
"Kaki mbak sakit mungkin perlu di cek ke dokter padahal bayu lihat anak kecil memeluk kaki cewek itu."
"Udah beberapa dokter ngecek dan katanya cuma kecapekan padahal menurutku enggak. Coba dong mas terawang atau gimana supaya kaki saya sembuh nanti saya bayar kok."
"Bantuin lah mas kasihan lo."
"Tapi gw nggak mau di anggap dukun dan lu juga jangan ember ya mik atau gk sumpel mulut lu."
"Eits kalem." miko takut tuh.
"Hm ya baiklah di kaki mbak ada anak kecil dia meluk kali mbak."
"Hah serius mas? Kayak apa bentuknya? Serem nggak?"
"Dia berwujud anak kecil biasa umurnya 5|6 tahunan lah dia cewek rambutnya agak kriting wajah bulat kayak mbak."
Tiba2 cewek itu nangis sontak bayu dan miko kaget dong dan bawa si cewek masuk ke kamarnya untuk di tenangin. Di kursi cewek itu memeluk kakinya yang berat sambil berkata. "Dek apa ini kamu? Mbak minta maaf ya udah buat adek nggak tenang. Mbak mohon lepasin kaki mbak. Mbak janji kalau adek lepasin bakal kakak do'ain di makan adek." Walai cewek itu udah berkats demikian anak kecil itu cuma geleng2 kepala dan tambah memeluk erat kaki kakaknya. "Auu duh nut2 mas kaki saya."
"Dek kamu minta apa sih? Biar mas yang ngomong."
"Ikhlasin aku pergi."
"Mbak anak kecilnya minta mbak mengikhlaskan nya pergi. Apa mbak belum ikhlas di tinggal adeknya?"