Santri Rock'n Roll..
Ricky Sanjaya adalah anak dari seorang pengusaha yang sukses, kehidupan mewah dengan segala fasilitas yang dia miliki membuatnya hidup tanpa aturan.
Ricky selalu membuat ulah dimanapun dia berada, bahkan dia sering berpindah-pindah sekolah karena kenakalannya.
Sang Ayah yang merasa sudah tidak sanggup lagi mengatur perilaku anak semata wayangnya, mencoba menitipkannya ke sebuah pondhok pesantren yang jauh dari rumahnya, dengan harapan Ricky akan mampu hidup mandiri dan bisa lebih menghargai orang lain.
Kehidupan pesantren yang penuh aturan nyatanya juga tidak membuatnya berubah, hingga dia dikeluarkan dari pesantrennya. Namun kehadiran sosok perempuan yang juga merupakan anak dari sang Kiai perlahan-lahan mampu mengubah hidupnya.
Bagaimana petualangan Ricky selanjutnya. Ikutu kisahnya yuk..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Green Aple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Pagi harinya saat Ricky hendak berangkat ke sekolah, tiba-tiba Samsul mendekatinya.
"Eh..bareng sampe warung depan ya?" Pintanya pada Ricky, dia ingin mencoba gimana rasanya dibonceng pake motor gede, karena dia belum pernah naik motor seperti yang Ricky punya.
"Manja amat..biasa juga jalan kaki" jawab Ricky menolak permintaan Samsul.
Semenjak Ricky memiliki motor, Samsul memang gencar banget mendekatinya dan sok akrab dengannya, sementara Ricky hanya cuek saja menghadapinya.
"Elah..pelit amat sih, lagian juga cuma sampe depan doang" rayu Samsul lagi. "Emang Lo nggak mau pahala apa?"
"Pahala karena boncengin lo ke warung?" Tanya Ricky sambil menoleh ke arah Samsul yang langsung ditanggapi dengan anggukan penuh semangat dari temannya itu.
"Makasih..stok pahala gue masih banyak" ucap Ricky yang langsung tancap gas setelah menyalakan motornya.
"Setaaan..gue sumpahin motor lo mogok di jalan ntar" teriak Samsul, meski yang disumpahi belum tentu mendengarnya.
"Heh..jangan nyumpahin orang sembarangan, ntar malah balik sendiri ke kamu, baru tahu rasa kamu" ucap Hasan saat keluar dari kamar. "Jadi ke warung nggak?" Tanya Hasan lagi sambil berjalan menuju ke warung yang kemudian disusul oleh Samsul.
Di pesantren ini memang tidak semuanya bersekolah, sebagian dari mereka memang sudah tamat, ada yang sampai SMP maupun SMA, dan mereka tidak melanjutkan lagi.
Sementara sebagian yang lainnya lagi hanya sampai ke jenjang sekolah dasar dan tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolahnya.
**
Sementara itu Ricky yang tengah memperkenalkan dirinya sebagai siswa baru di sekolah, agak terkejut melihat Intan yang ternyata juga sekelas dengannya.
Dan yang membuat Ricky lebih terkejut lagi adalah sosok gadis berhijab yang duduk di sebelah Intan, gadis itu begitu anggun dengan senyumnya yang terlihat sangat menawan.
"Sempurna" gumam Ricky sambil membayangkan sesuatu, pikirannya kosong entah kemana.
"Sempurna? Bukannya nama kamu itu Ricky, kenapa jadi sempurna?" Tanya gurunya bingung, karena seingat dia pihak sekolah memberi tahukan, bahwa murid barunya itu bernama Ricky, tapi kenapa sekarang jadi sempurna pikirnya.
"Eh iya..emm..
Ricky yang tersadar dari lamunannya, gelagapan mendapati pertanyaan gurunya tersebut, dan sontak saja membuat teman-temannya mentertawainya.
"Sudah-sudah..jangan berisik" tegur sang guru menenangkan murid-muridnya, kemudian menyuruh Ricky untuk duduk yang langsung diiyakan olehnya.
Ricky pun melangkah menuju kursi kosong yang ada di belakang Intan sambil memperhatikan Intan yang tengah tersenyum kepadanya, pandangannya pun tidak luput dari teman sebelahnya yang juga tersenyum ramah padanya.
Ricky pun membalas senyum keduanya. "Kenapa ada bidadari di desa yang kecil seperti ini" pikirnya sambil menatap gadis yang duduk di sebelah Intan.
"Matanya dijaga woey..Bukan muhrim" teriak salah satu siswa saat memergoki Ricky yang terus menatap gadis itu tanpa berkedip.
Dan mereka pun menyambutnya dengan gelak tawa yang membuat Ricky kembali gelagapan, sementara gadis itu hanya tersenyum menahan tawa.
Ricky pun kemudian duduk sambil celingukan mencari siapa orang yang sudah berani mempermalukannya.
Dan saat pandangan mata mereka bertemu, orang itu tampak tersenyum tidak suka padanya. "Awas aja nanti" pikir Ricky.
**
Saat bel istirahat berbunyi, Intan yang sedang merapikan bukunya tiba-tiba dicolek dari belakang oleh Ricky.
"Ntan, tu anak siapa sih?" Tanya Ricky setengah berbisik sambil menunjuk seorang laki-laki yang tengah berbincang dengan temannya.
"Hm? yang mana?" Tanya Intan balik sambil mencari orang yang ditunjuk Ricky, dan saat Intan melihat sosok pria itu, dia mengernyitkan dahi.
"Aldi maksudnya?" Tanya Intan yang masih memandangi orang yang ditunjuk Ricky. "Bukannya dia tadi yang ngeledekin kamu ya?" Tanya Intan lagi sambil menahan senyum mengingat kejadian tadi.
"Gue mesti kasih pelajaran sama tu anak, karena udah berani bikin malu gue tadi" bisik Ricky pada intan.
"Eh..jangan Rick, ntar kamu dapet masalah, dia itu anak salah satu guru di sekolah ini" cegah Intan. "Mungkin dia cemburu sama kamu, karena kamu ngeliatin Syifa terus tadi" sambung Intan setengah berbisik.
"Jadi teman kamu itu namanya Syifa?" Tanya Ricky setengah berbisik pula dengan senyum yang mengembang.
"Terus dia itu siapanya Syifa? pacarnya?" Tanya Ricky tanpa jeda.
"Bukan..dia itu suka sama Syifa, tapi kayaknya Syifa nggak suka sama dia" jawab Intan lirih.
"Bagus deh kalo gitu" jawab Ricky girang, senyumnya kembali mengembang tampak memikirkan sesuatu. "Jangankan anak guru, anak gorila pun bakal gue jabanin.." pikirnya.
"Rick?" panggil Intan saat melihat Ricky tersenyum-senyum sendiri.
Ricky pun tersadar dari lamunannya dan menoleh ke arah Intan. "Eh..iya, kenapa?" Tanya Ricky gelagapan.
"Kamu tu yang kenapa, senyum-senyum sendiri kaya orang stres" gerutu Intan.
Mereka pun menghentikan obrolannya ketika Syifa datang menghampiri mereka.
"Kamu nggak ke kantin Ntan?" Tanya Syifa pada sahabatnya yang entah kenapa suara Syifa terdengar begitu anggun untuk seorang Ricky.
"Iya, ni baru mau" jawab Intan yang tidak lupa mengajak Ricky untuk ikut bergabung dengan mereka, jelas Ricky tidak akan melewatkan kesempatan emas seperti itu.
Saat mereka tengah berjalan menuju kantin, Intan pun tidak lupa mengenalkan Ricky pada Syifa, Syifa pun mengangguk dan tersenyum ramah sebagai tanggapan.
Melihat senyum Syifa, jantung Ricky seperti mau copot, atau bahkan saat ini mungkin sudah berhenti berdetak. "Ya Alloh..sempurna sekali ciptaan_Mu ini" batin Ricky.
Ricky pun kembali tersadar dari lamunannya dan terkejut saat Intan mengenalkan dia sebagai salah satu santri di pesantrennya.
"Jadi kamu santri baru yang datang kemarin ya? selamat bergabung ya, semoga kamu betah" ucap Syifa sambil tersenyum menatap Ricky.
Mendapat tatapan seperti itu membuat semua persendian Ricky mendadak lemas, jangankan untuk menjawab pertanyaan Syifa, untuk menatapnya balik pun rasanya dia tidak sanggup. "Ya Alloh..sihir apalagi yang dia gunakan" batin Ricky.
"Syifa itu anak pak Yusuf, pemilik pesantren yang kamu tempati sekarang" ucap Intan menjelaskan, karena Ricky tampak hanya diam saja dengan menundukkan pandangannya.
"Eh..iya, saya pasti betah kok tinggal di pesantren" jawab Ricky sambil mendongakkan kepalanya.
"Emm..Syif, pulang nanti mau bareng nggak, kebetulan saya bawa motor?" Tanya Ricky memberanikan diri.
"Nggak usah, makasih" tolak Syifa dengan halus yang membuat raut wajah Ricky tampak kecewa, dan hal itu tidak terlepas dari pandangan Intan.
Sesaat suasana menjadi hening, hingga kedatangan seseorang yang mengantarkan pesanan mereka mengalihkan perhatian ketiganya.
Sementara di meja lain tampak seseorang yang tengah memandangi mereka dengan tatapan tidak suka.
"Awas aja nanti kalo sampe berani deketin Syifa" batin Aldi saat melihat Ricky tengah berbincang dengan Syifa.
#**Hai man teman..
mohon bantuan dan do'anya dengan cara vote..like dan komen ya..😉😆
Makasih🙏🙏**
Ya begini ini cerita yg aku suka.
semangat buat authornya.
dah lama banget