NovelToon NovelToon
Kawin Gantung

Kawin Gantung

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Asviana

Leon dan Valeri bertemu saat gadis kecil itu baru terlahir ke dunia. Ibu mereka yang bersahabat sejak remaja, membuat kedua orang tua itu sepakat untuk menjodohkan Leon Orlando dengan Valeri Elmira.

Rentang usia empat tahun, seolah tak jadi soal bagi kedua sahabat itu untuk menjodohkan anak-anak mereka.

Dan, di sinilah Leon dan Valeri berada.

Leon yang kini berusia tujuh tahun, tengah memangku seorang gadi kecil berusia tiga tahun. Mereka tengah duduk di pelaminan dengan memakai baju pengantin.

Ya, kedua anak kecil itu akan segera melangsungkan pernikahan mereka. Kawin gantung. Itulah istilah yang orang-orang gunakan untuk menamai pernikahan kedua anak di bawah umur itu.

Setelah dewasa, akankah kedua anak itu menerima takdir yang sudah digariskan oleh kedua orang tua mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KG07

“Ini tiket buat kalian bertiga. Kalian masuk saja. Gue menyusul,” ucap Leon.

“Loh, Bang Leon gak ikut masuk?” tanya Valerie.

“Gue ada urusan. Nanti gue hubungi lagi.”

Leon berlalu begitu saja. Namun Valerie terus berlari kecil dan merengek-rengek di sampingnya.

“Erie gak mau kalau Bang Leon gak ikutan main di Dufan. Erie maunya sama Bang Leon!” rengek gadis itu sembari berlari kecil. Berharap Leon merubah pikirannya.

Leon begitu kesal dibuatnya. Pria itu pun menghentikan langkah begitu tiba di depan mobilnya.

“Kalau lu gak mau, yasudah. Sekarang juga gue antar kalian bertiga untuk pulang ke desa kalian itu!” ketus Leon saat dirinya sudah bosan mendengar rengekan Valerie.

“Tapi, Bang Leon, perginya gak akan lama kan? Cuma sebentar kan?”

Leon mengembuskan napas kasar dan menatap Valerie dengan tajam.

“Lo gak perlu khawatir. Gue gak mungkin meninggalkan kalian bertiga di sini. Bisa-bisa gue dibunuh Mami kalau menelantarkan kalian. Gue pasti datang lagi, tunggu saja dan bersenang-senanglah dengan teman-teman norak Lo itu!”

“Bang Leon cuma pergi sebentar saja kan?!”

Lagi, lagi dan lagi, ucapan Valerie membuat Leon merasa jengkel. Pria itu mengabaikannya. Dia tak lagi mau meladeni gadis kecil itu. Leon pun bergegas masuk ke mobil dan meninggalkan Valerie.

Apartemen Alexa adalah tujuannya. Leon sudah tak sabar. Walaupun sudah berulang kali mereka bertemu di beberapa kafe ataupun klub malam, Leon tetap tak sabar untuk bertemu kembali dengan Alexa. Terlebih hari ini. Bukan hanya tak sabar, Leon bahkan begitu menggebu-gebu. Pasalnya, hari ini, Alexa mengundangnya untuk datang ke apartemen milik gadis itu.

Leon begitu antusias. Apalagi saat terakhir kali dia bertemu dengan Alexa, gadis itu menciumnya sekilas.

Ciuman pertama Leon.

Leon pun kembali teringat akan malam itu. Saat dirinya baru saja mengantarkan Alexa pulang, sehabis mereka berpesta di sebuah klub malam.

Flashback on.

“Oke, sudah sampai,” ucap Leon, begitu mobil yang dikendarainya tiba di sebuah komplek apartemen. Alexa pun membalasnya dengan tersenyum lebar. Tak seperti biasanya, Alexa tak langsung turun. Gadis itu memutar arah duduknya hingga bisa dengan leluasa menatap Leon.

“Sepuluh hari lagi, kamu sudah kembali ke Sydney, ya Le?” tanyanya. Leon pun menganggukkan kepalanya, “Ya, benar.”

“Visaku kira-kira berapa lama lagi baru bisa keluar ya, Le? Dua bulan lagi acara pemilihan top model di sana loh. Aku harus bisa ikut untuk melebarkan sayapku di dunia permodelan,” rengek wanita itu.

“Kamu jangan khawatir. Paling lama dua Minggu lagi visa kamu pasti sudah selesai,” jawab Leon.

Senyum Alexa bertambah lebar. Gadis itu bahkan mengarahkan kepada Leon agar memarkirkan mobilnya sebentar di pelataran parkir apartemen. Leon pun menurutinya.

Dan ketika mobil Leon sudah terparkir dengan sempurna, Alexa menggeser duduknya hingga lebih mendekat pada Leon. Gadis itu bahkan menyandarkan kepalanya pada pundak Leon.

“Terima kasih ya, Le. Kalau bukan karena bantuan kamu, aku tidak akan bisa mengurus paspor dan visa. Sudah dipastikan aku tidak akan bisa berangkat ke Sydney dan mengikuti ajang pemilihan model itu.”

“I-iya Lex, sama-sama. Aku juga senang karena bisa membantu kamu. Aku akan berusaha melakukan apa saja agar kamu bisa happy,” ujar Leon. Jantung pria itu berdegup kencang karena saat ini, jemari Alexa menari-nari di atas dadanya.

“Nanti ... Aku boleh kan menginap di dorm kamu, saat aku mengikuti kontestasi model di Sydney?”

“Tentu saja boleh! Aku sudah pindah ke apartemen yang cukup bagus. Kamu pasti akan suka tinggal di sana.”

Mendengar jawaban Leon, Alexa menegakkan tubuhnya yang tadi bergelayut pada dada Leon.

CUP!

Bibir sexy Alexa mendarat tepat di di atas bibir Leon. Gadis itu mengecup sekilas, lalu mengerlingkan matanya.

“Kita lanjut di apartemenku, hari Minggu nanti ya, Le,” ucapnya. Tanpa aba-aba, Alexa keluar dari mobil Leon dan meninggalkan pria itu begitu saja di dalam mobil.

Leon hanya bisa terdiam sembari memegang dadanya yang bergemuruh. Walau terkesan bak flamboyan, nyatanya Leon adalah seorang pria yang polos.

Sejak mengenal Alexa dan terpesona oleh kecantikan Alexa, tak pernah ada wanita yang mampu mendekatinya. Dan kecupan Alexa tadi adalah ciuman pertama seorang Leon Orlando.

Flashback off.

“Kita lanjut di apartemenku, hari Minggu nanti ya, Le.”

Ucapan Alexa terus terngiang-ngiang di benak Leon. Pria itu terus menantikannya. Dia ingin sekali menghabiskan waktu seharian bersama Alexa di apartemen gadis itu. Tapi, tentu itu tak mungkin. Sang ibunda pasti akan terus mencari jika dirinya menghilang seharian penuh. Karena setiap hari, sang ibunda pasti akan mengecek ponselnya untuk memantau apakah dia sudah menghubungi Valerie.

Leon sempat kehabisan akal untuk kembali mengelabui ibunya.

Namun akhirnya Leon mendapatkan sebuah gagasan.

Mendapati tanggal merah di hari Senin, Leon mengajak Valerie berlibur di taman bermain dan meminta gadis itu mengajak temannya.

Leon sudah merancangnya. Hari Sabtu siang dia akan menjemput Valerie dan temannya. Keesokan harinya, tepat hari ini, dia akan mengantarkan gadis kecil itu ke sebuah taman hiburan untuk bermain seharian. Lalu mengantarkan gadis itu kembali ke kediamannya pada hari Senin.

Semua rencana itu Leon jalankan agar dia tak dimata-matai oleh sang ibunda dan bisa meninggalkan Valerie bermain bersama teman-temannya, lalu dia berkunjung ke apartemen Alexa.

Alexa pun tau akan hal itu.

Dia tau kalau Leon hanyalah seorang anak mami yang tak berdaya akan perintah sang ibunda. Alexa tak bisa melarang hal itu karena jika Leon membantah perintah ibunya, pria itu tak lagi mendapatkan sokongan dana dari orang tuanya. Alexa tak mau Leon kesusahan.

Leon melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh. Jalanan lenggang di akhir pekan, dimanfaatkan dirinya untuk bisa tiba di apartemen Alexa secepat mungkin.

Leon sudah membayangkan kalau Alexa akan kembali memberikan kecupan hangat di bibirnya.

Aku harus membalas kecupan Alexa, nanti!

Leon menginjak pedal gas agar kendaraannya berjalan lebih laju. Leon pun langsung sumringah ketika sudah melihat tower apartemen Alexa dari kejauhan. Dan pria itu semakin sumringah saat melihat Alexa membukakan pintu untuknya.

“Ayo, masuk Le,” ucap gadis itu. Dengan antusias Leon menganggukkan kepalanya.

“Aku sudah pesan pizza untuk makan siang kita. Langsung dimakan saja, yuk. Soalnya aku sudah lapar,” ucap Alexa seraya menggandeng lengan Leon. Bagi kerbau yang dicucuk hidungnya, Leon pun mengikuti ke mana langkah kaki Alexa.

Dan siang itu, Leon menyantap pizza dengan lahap karena Alexa menyuapinya.

“Kamu bawa kemeja yang aku pesan kan?”

“Bawa kok. Ini,” ucap Leon seraya menyerahkan sebuah kantong plastik kepada Alexa. kantong plastik yang berisikan kemeja lengan panjang berwarna putih milik Leon, sesuai permintaan gadis itu. Walau Leon tak mengerti alasan Alexa memintanya membawa kemeja lengan panjang berwarna putih miliknya.

Alexa mengambil bungkusan yang diberikan Leon dengan tersenyum sumringah.

“Buat apa itu, Lex?”

“Ada deh,” balas Alexa seraya mengedipkan matanya.

Dan ... Beberapa saat kemudian, taulah Leon alasan Alexa meminjam kemeja miliknya.

Gadis itu berjalan perlahan menghampiri Leon yang sedari tadi sibuk menelan ludah.

Bagaimana Leon tidak kesusahan untuk menelan ludah? Alexa hanya menggunakan kemeja berwarna putih miliknya tanpa mengunakan bawahan sama sekali. Bahkan, pakaian dalam gadis itu tercetak dengan sangat jelas.

Jantung Leon menderu.

Dan tabuhan irama jantung Leon itu semakin menderu saat Alexa semakin dekat padanya. Leon pun hampir saja kehabisan napas saat Alexa naik ke pangkuannya.

“Nanti, saat kita tinggal bersama di Sydney, aku hanya akan memakai kemeja milikmu kalau kita hanya berdua di apartemen, seperti ini,” desau Alexa sembari membelai wajah Leon.

“Boleh kan?” bisiknya.

Tubuh Leon bergidik. Hembusan napas Alexa di telinganya. Serta panggul Alexa yang berada tepat di atas miliknya, membuat tubuh pria itu sedikit gemetar dan meremang. Namun, Leon tak mau menampakkan sisi 'cupu'nya pada Alexa. Pria itu berpura-pura bersikap biasa walau jantungnya tengah bertalu-talu, saat ini.

“Boleh gak?” rengek Alexa saat Leon tak kunjung menjawab pertanyaan darinya.

“I-iya, boleh kok. Itu artinya aku harus punya stok kemeja yang banyak, ya?” tanya Leon.

Alexa tersenyum manja dan menganggukkan kepalanya.

“Bagaimana kalau kita lanjutkan yang di mobil kemarin?” tanya Alexa.

“Yang - yang di mobil?” tanya Leon sedikit gugup. Alexa lagi-lagi tersenyum manja sembari menganggukkan kepalanya.

“Bo—”

Belum sempat Leon menjawab, Alexa sudah menyantapnya. Dan adegan itu terus berlanjut hingga Leon lupa akan janjinya pada Valerie.

1
RieNda EvZie
/Good//Good//Good//Good//Good/
Niè
keren si Nico iihhh....drpd leon..
Niè
gedeg yaa....eman2 valerie....
Namika
bacaan bagus..
Namika
perjuangan cinta valerie yg ugal2an ahirnya hepi ending..
Namika
keluarga besarrr
syumkia
lah Mak..
lalu lanjut d mana Mak
Namika
gws mamak
Namika
😂😂😂
Rita Riau
kebaikan tak akan pernah sia sia permata tak akan kalah walaupun ditimbun kaca,,,
Rita Riau
cuekin aja Rei suami rese mu itu biar dia tau rasa 🤔🤭
Rita Riau
nah ini dia yg ku tunggu" si Leon ketangkep basah terus nyebur ke air comberan,,, tinggalin pergi aja Rei
Rita Riau
nah bener kan Leon nemuin si Alexa,,
kasihan bgt Erie yg di bohongi Leon
awas Leon kamu bakalan nyesel 🤔🤭
Rita Riau
apa mgkin Leon pergi nemuin Alexa
awas ntar ada penyesalan 🤔🤭
Rita Riau
kayak nya ada rencana tersembunyi si Leon ,,, 🤔🤭
Rita Riau
yah,,,, kasihan Erie dgn cinta tulus nya,,,, selagi Erie belum capek ngejar Leon,,,ntar kalo Erie udah diem baru Leon sadar 🤔🤭
Rita Riau
sekarang Leon nolak tapi nanti Leon posesif,,, biasa lah di awal cerita 👍🏻🥰🥰
Rita Riau
nunggu waktu lama tuch baru bisa unboxing 🤔🤭😁🥰
@sulha faqih aysha💞
sebelumnya Valerie di nyatakan hamil 12 Minggu kok ini hamil 9 Minggu yang bener yg mana 🤔
Rita Riau
seru,,, persahabatan jadi besan,,,
perjodohan,,, awal ngelak ujung bucin. diri ku mampir Thor 🙏🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!