NovelToon NovelToon
Last Night

Last Night

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mafia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:150.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Nopita Yuliana

Gadis berusia 21 tahun itu terduduk lemas dengan luka dibeberapa bagian tubuhnya. Namun, bukannya langsung pergi kerumah sakit, ia malah memilih pergi dan menjauh saja.

Mobil mewah yang baru saja mengalami kecelakaan, tepat sepuluh kilometer dari tempatnya terduduk saat ini. Telah hangus terbakar oleh kobaran api, yang bisa saja ikut menelan dirinya, jika ia tak berusaha menyelamatkan dirinya sendiri tadi.

"Kenapa aku di lupakan? " Ujarnya dengan suara lirih, menyeka air mata yang jatuh dengan sendirinya tanpa diminta lagi. Sambil menatap sebuah mobil pengangkut barang, yang tadi pergi membawa Ibu dan juga saudaranya untuk kerumah sakit.

Siapakah, dia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopita Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Persepsi

"Tuan, tungguin saya! " Selena berjalan dengan terseok-seok, sembari mengangkat ujung gaun nya. Karena, ia sendiri tak bisa mengejar langkah kaki Zein.

"Haisss,,, bikin susah saja! " Seru Zein, yang langsung menoleh ke belakang. Untuk melihat Selena, gadis cantik dengan tampilan sangat memukau.

Bahkan, Selena malam ini menjadi sorotan semua orang di pesta. Makanya, Zein buru-buru mengajaknya untuk segera meninggalkan pesta, padahal acaranya belum kelar. Dengan terpaksa, Raihan menggantikan atasannya itu. Karena, Zein sudah tak nyaman lagi berada di sana.

"Tuan, saya begini juga karena tuan sendiri. Bukan kemauan saya" Jawab Selena yang ikut kesal.

Selena tak perduli walaupun Zein memakinya, atau sampai memberikan nya hukuman. Sebab, pria di hadapan nya ini memang benar-benar tidak ada hati nurani sebagai seorang pria. Bukannya, bantuin Selena untuk membawakan tas nya. Zein malah memaki dan menatap tajam padanya.

"Ayo cepat jalan nya!. Jangan malah lelet kayak keong saja" Ujar Zein dengan nada ketusnya.

Hal itu terang saja membuat Selena mendengus kesal. Ia sudah susah payah untuk berpenampilan sesuai harapan Zein. Namun, bukannya mendapatkan pujian. Malah sebaliknya.

Ketika Zein sudah mulai masuk kedalam lift. Selena malah berbalik arah, dan pergi dari hadapan Zein. Dan sontak saja, Zein menghentikan langkah kakinya.

"Hei, mau kemana kau? " Teriak Zein ketika sadar, gadis itu tak mengikuti langkah kakinya.

Selena tak menjawab, ia hanya melirik dengan ekor matanya saja. Dan kembali melangkah dengan langkah lebar, untuk segera meninggalkan Zein di dalam lift sana.

"Dam ittt.... Dasar gadis sinting" Umpat Zein dengan rasa kesalnya.

Ia pun langsung menghentikan pintu lift, yang akan segera tertutup. Beruntung saja, ia masih bisa mencegahnya. Sebelum ia benar-benar terkurung di dalam lift tersebut. Lalu, ingin mengejar langkah Selena. Dimana, gadis itu sudah tak terlihat lagi di lorong hotel mewah tersebut.

"Kemana dia? " Guman Zein mengedarkan pandangannya. Mencari kemana arah Selena pergi tadi.

"Ck,,, bikin susah saja, wanita itu" Zein menggerutu sambil melonggarkan dasinya.

Sementara itu, saat ini Selena tengah berdiri tepat di depan pintu kamar hotel. Dengan deru nafas turun naik, karena matanya sedang melihat adegan yang membuat dirinya bergeming.

Kedua matanya tampak berkaca-kaca akan pemandangan saat ini. Sungguh, ia tak pernah menyangka, jika dalam situasi saat ini. Dimana ia belum pulang kerumah, karena tak ingin bertemu dengan keluarganya sendiri. Namun, orang yang namanya masih tersimpan di dalam hatinya. Malah, sedang bermesraan dengan wanita lain.

"Ayo pergi! " Zein langsung menarik tangan Selena. Ketika, gadis itu ingin mendorong pintu kamar tersebut. Karena, Selena ingin memastikan sendiri, jika itu adalah kekasihnya.

Selena hanya bisa terdiam sambil menahan diri. Ia tampak pasrah, bahkan ia tak menepis tangan Zein yang menyeretnya menjauh dari depan pintu kamar tersebut.

******

"Nih minum dulu! " Zein menyodorkan sebotol air minum untuk Selena.

Saat ini keduanya pun sedang berada di sebuah taman. Yang tak jauh dari hotel tempatnya di adakan pesta tadi.

"Minumlah sedikit saja!. Siapa tahu setelah minum ini kau bisa langsung melupakan kekasih mu itu! " Ujar Zein menyindir Selena.

"Dia bukan kekasih ku" Jawab Selena sambil meraih botol minum dari tangan Zein.

Gadis itu mulai meneguk isinya, hingga hampir setengah botol. Dan itu membuat Zein menarik sudut bibirnya. Karena, walaupun sedang tak baik-baik saja, Namun Selena masih bisa minum dengan nyaman.

"Kalau bukan kekasih mu, lalu siapa dia? " Selidik Zein, yang pura-pura tak tahu apa-apa. Padahal, ia sudah mendapatkan informasi sedetail mungkin tentang Selena.

Ya, Zein tak akan sembarangan mengizinkan seseorang untuk bebas berkeliaran di mensionnya. Tanpa ia ketahui asal muasal orang tersebut. Dan inilah yang saat ini tengah terjadi pada Selena.

"Hanya teman saja" Jawab Selena berusaha menyembunyikan perasaannya sendiri.

"Ck,,, pantasan saja di duakan. Orang dia tidak di akui" Zein tersenyum ketus. Karena, ia melihat dengan jelas wajah Selena yang tampak murung saat ini.

"Kami belum sempat pacaran. Lebih tepatnya... "

"Hanya kau yang mempunyai perasaan padanya, begitukah? " Potong Zein sambil terkekeh pelan.

"Tuan, anda bisa tidak?. Jangan sok tahu begini? " Ketus Selena yang kesal, karena Zein terus menerus meledeknya.

Jujur, hatinya sedang tak baik-baik saja. Tapi, Zein malah menambah beban pikirannya saja. Tapi, apa yang di katakan oleh Zein ada benar nya juga. Sebab, Selena juga selalu menolak perasaan sang pria. Walaupun, sebetulnya ia begitu yakin. Jika pria itu adalah pria yang baik, dan begitu tulus padanya.Namun, pada kenyataannya penilaian nya pun salah.

"Tuan... "

"Hm"

"Maukah tuan berpacaran denganku? "

"What?" Zein melotot sempurna dengan pernyataan Selena barusan. "Jangan gila kamu! " Sambungnya lagi menggelengkan kepalanya.

Zein meraih botol minum yang ada di tangan Selena. Karena tiba-tiba saja ia merasa haus. Karena di tembak oleh seorang gadis secantik Selena.

"Kau bercanda? " Zein bertanya seraya ingin meneguk air di dalam botol tersebut.

"Kalau tuan sulit mengambil keputusan untuk berpacaran denganku, bagaimana kalau kita menikah saja? "

"Uhuk... Uhukkk... Uhukkkk"

Zein langsung terbatuk-batuk. Karena kata-kata Selena yang semakin ngawur. Kini, Zein malah menatap Selena. Dimana gadia itu pun sedang menatap nya dengan seksama.

Tangan Zein terulur untuk memeriksa kening Selena. Namun, apa yang ia takut kan tidak berdasar sama sekali.

"Saya tidak sakit, tuan" Ucap Selena santai. Dan membuat Zein malah jadi salah tingkah sendiri.

Sungguh, Zein sangat tidak bisa melihat tatapan Selena yang begitu menggemaskan begini. Apalagi, tatapan Zein kini sudah teralihkan pada bibir ranum Selena.

"Kita pulang sekarang! " Ujar Zein, ketika ia mulai merasakan sesuatu dari dalam tubuhnya yang tak seharusnya bangkit sekarang ini.

"Kenapa harus pulang?. Disini ada banyak kamar yang pasti kosong" Jawab Selena santai, tanpa berpikir panjang lagi. Jika kata-katanya ini akan jadi boomerang untuk dirinya sendiri nanti.

Zein menarik nafasnya dalam. Lalu, kembali menatap Selena dengan sedikit kesal. Gadis di hadapan nya ini, benar-benar polos atau memang pura-pura saja. Yang mana malah memberikan lampu hijau untuk pria brengsek seperti Zein.

"Kau yakin mau menginap di hotel, malam ini? " Tanya Zein dengan tatapan berbeda.

"Tuan pasti banyak uang. Jadi, apa salahnya kalau kita menginap saja malam ini! " Sahut Selena dengan santai.

Zein mulai mendekat ke arah Selena. Dan menatap gadis itu sambil terus memperhatikan bagian-bagian tubuh yang menonjol.

"Kau tidak takut apa konsekuensi nya?. Hem? " Zein mulai berpikir jauh. Dan pikiran pria itu pasti kearah yang menguntungkan.

"No! " Selena memang tak paham akan sikap Zein saat ini. Ia begitu santai menjawab sesuai dengan yang ada di benaknya.

"Kau yakin? " Tanya Zein lagi.

"Kita kan bisa pesan dua kamar! "

Zein pun langsung mendelik. Akan jawaban Selena saat ini, "Kalau begitu, lebih baik kita pulang saja!. Dan kau harus di beri jamu! " Ujar Zein sangat kesal.

"Jamu...? " Ulang Selena yang sudah mulai lupa akan masalah nya sendiri.

"Hem"

"Jamu apa? " Tanya Selena lagi.

"Jamu enak! "

"Hah? "

1
Ramlah Monggo
up lgi donk tor
Putri Winda Sari
kok gk up lg thor
Komalasari Hidayat Prasodjo
malah lupa bun, maaf ya saking ketindih tindih yg up 🙏🙏, untung ga lupa ceritanya 😁 lanjutt
Aditya HP/bunda lia
mf nih aku skip2 lupa alur dah lumayan lama soalnya baru up lagi yah 🙏
Sri Hendrayani
aduh akhirnya up juga sampai ngulang bcnya karna lupa sm alur ceritanya thor
Yatun sri
lanjut ka seru masa gantung ga kan😁😁
Susi Susiyati
😁😁😁😁😀😀😀😀
Kurota Ainun
semangat ka nophi ,semoga buku nya lanjut sampai tamat🥰
Kurota Ainun
sedih banget si jadi lucas
Nophi_Yhulia27
Aduh maaf ya, bakal terus lanjut ini sampa tamat, cuma agak slow ya up nya, tau sendiri di sebelah OTHOR masih nulis jga😫😫
Hany: siap thoor gak papa yg penting tetep up💪💪
total 1 replies
Hany
akhirnya bang Zein up juga,kangen banget dengan tingkah laku bang Zein dan Selena,sehat selalu thoor semoga makin sukses dan makin lancar reziknya amin, tetep semangat 💪🥰😘
shin
aku hampir lupa jln cerita nya thoor/Sob//Sob//Sob/
shin: aku nunggu thor ..
kok ga apdet lg skrng😭😭😭😭
total 2 replies
yelmi
lama banget kami di tinggalin tor... kasihan zein di lupakan... sampai kita hampir melupakan zein jg
hartati tati
☝☝aku masih setia thorr😅
Matuz
sampai lupa Thor saking lmax harus BCA ulang
Nophi_Yhulia27: Cama othor pun lupa pulang 😫😫😥
total 1 replies
mawar
kok lama bgt kk
Nophi_Yhulia27: Sabar cinta, othor nulis d sebelah jg soalnya 🙏🙏
total 1 replies
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
walaupun Selena menyebalkan tapi Zein tetap cinta tu hehehe
Yani Fitriani
disini cerita keturunan bagaskara
Yani Fitriani
kayanya nyambung ke pesicofat jatuh cinta deh,tapi disana zello certanya anak nya udh bujang,dan istrinya udah meninggal,anak nya zello nikah sama cucu nya anton
Yani Fitriani
ampun dah si selenna,ternyata makin pensaran ajh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!