"Aku akan membunuhnya.."
"Vito dia bukan pria sembarangan," ucap Emma.
"Aku tidak peduli, dia membuat wanita cantik ku tersiksa."
Vito pria tampan dan kaya yang tertarik dengan istri orang lain, awalnya dirinya tidak tau jika wanita yang ia sukai sudah menikah. Tetapi setelah tau Vito semakin tertarik untuk mengambil wanita itu dari suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akan jadi janda.
Pagi hari nya, Emma keluar dari dalam kamar dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Ia ingin berbicara dengan Vito, Emma yakin pasti Vito menginap di apartemen ini juga.
Dan benar saja, saat keluar dari dalam kamar, ia melihat Vito sedang berbaring di atas sofa. Ia jadi tidak enak dengan Vito, pemilik apartemen ini malah tidur di sofa yang tidak nyaman.
"Vito.." Emma membangunkan Vito, ia ingin Vito pindah ke dalam kamar karena Vito terlihat kurang nyaman tidur di sofa seperti ini.
"Hmmm iya.." Vito yang tidur tidak begitu nyenyak langsung bangun saat Emma membangunkan nya.
"Kamu tidur di kamar saja, ini kan wekend, kamu kan tidak kuliah," ucap Emma..
"Kamu sudah lebih baik," tanya Vito.
"Sudah, terimakasih sudah membantu ku. Mam itu aku tidak tau siapa lagi yang bisa menolong ku selain kamu," jawab Emma.
"Sekarang jelaskan pada ku, kenapa bisa sampai seperti ini?"
"Dia memang kasar, dia tidak mencintai ku," ucap Emma..
Vito membuang nafasnya dengan kasar, ia emosi sekali mendengar apa yang Emma katakan.
"Bagus lah. Kalian cerai saja," ucap Vito.
"Aku sudah berpikir seperti itu, dia sudah memberikan ku talak pertama," kata Emma.
"Aku sangat senang mendengar nya, kamu pisah saja dari dia. Kamu jangan khawatir, aku akan membantu proses perceraian kalian," ucap Vito.
"Aku terikat perjanjian pada nya, jika aku cerai dari nya, semua yang aku punya sekarang jatuh ke tangan nya," kata Emma.
"Pertanyaan nya kamu sudah mempunyai anak dengan dia," tanya Vito.
"Tidak, kami baru menikah 2 bulan. Kami menikah dengan paksaan, kami di jodohkan oleh kedua orang tua kami. Kalau aku pisah dengan nya, aku tidak akan bisa pulang ke rumah, orang tua ku tidak akan mengizinkan ku pulang, itu juga membuat ku pusing," jawab Emma.
"Santai jangan pusing ada aku di sini, sudah mana kamu ceritakan lagi, nanti lagi," ucap Vito, ia tidak mau membuat Emma terlalu memikirkan semuanya.
"Emma, aku bertanya serius. Kamu mau pisah atau tidak dengan nya, resiko yang kamu hadapi akan akun tanggung. Aku tidak bisa melihat wanita hidup menderita seperti ini," kata Vito.
Emma menganggukkan kepala nya, ia sudah sangat trauma menjalin rumah tangga dengan suaminya sekarang. Luka di tubuh nya menjadi saksi betapa kejamnya sang suami.
"Emma aku akan membantu mu, kamu bisa tinggal di sini untuk sementara waktu. Nanti kita ambil barang barang mu di rumah mu, tetapi saat suami mu tidak ada di rumah," ucap Vito.
"Terima kasih Vito, setelah ini aku akan mencari rumah untuk aku tinggal."
"Tidak tidak, jangan kamu pikirkan. Apartemen ini kosong kok, kamu bisa tinggal disini," ucap Vito.
Emma tidak tau mengapa Vito begitu baik pada nya, cara Vito menatap nya juga begitu dalam sekali. Andai tatapan sang suami seperti ini pada nya, pasti ia sangat senang sekali.
"Dia akan menjadi janda, kenapa aku jadi ragu ya," batin Vito, ia tidak ragu membantu Emma. Ia hanya ragu pada sesuatu hal yang sempat ia pikirkan malam tadi.
Setelah berbicara dengan Emma, Vito memutuskan untuk pulang. Ia ingin mengambil beberapa pakaian adiknya di rumah, untuk makanan Emma Vito sudah memesannya secara online.
"Berjuang sedikit tidak masalah," ucap Vito dalam hati.