NovelToon NovelToon
Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Terjerat Diantara Gairah Suami Dan Anak Tiri

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:247.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Megawaty Butar-butar

Indah, terlahir dari keluarga miskin.

Indah sangat sombong dan selalu mengatakan kalau ia adalah anak orang kaya. Barang mewah yang dimilikinya semua di dapatkan karena orang tuanya berhutang dan Indah terkadang menjual dirinya untuk mendapatkan uang untuk mentraktir teman-temannya dan membeli barang mewah.

Suatu ketika Indah harus membayar hutang dengan menikah kepada lelaki tua yang sudah selayaknya jadi ayahnya.

Karena Indah ingin mendapatkan sensasi dari pria yang lebih muda, Indah menggoda anak tirinya yang ternyata pernah menjadi pelanggan Indah ketika menjual dirinya untuk mendapatkan uang. Akhirnya Indah dan anak tirinya menjalin hubungan terlarang itu.

Suami Indah mengetahui hubungan cinta terlarang itu, dan curiga atas kehamilan Indah bukan dari benihnya. Akhirnya suami Indah membalas perbuatan Indah dengan selingkuh secara terang-terangan.

Mampukah Indah keluar dari dua cinta terlarang itu?, Kendala atau konflik apakah yang akan dihadapi Indah?.

Yuk ikuti dan baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Megawaty Butar-butar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7. Tedja mengetahui hubungan Indah dan Pangestu

Begitu mobil Tedja keluar rumah, Indah langsung mengunci pagar dan langsung balik badan bermaksud ingin masuk ke rumah. Di depan pintu Pangestu berdiri menunggu kedatangan Indah.

"Akhirnya nya, ayah berangkat juga ke luar kota. Aku kangen sekali dengan mu sayang. Kita satu atap tetapi tidak bisa saling berkomunikasi dan bercinta. Itu terasa sangat menyiksa bagiku. Hari-hari kulalui sangat tidak bersemangat dan sepi. Aku sangat merindukan mu sayang", peluk Pangestu melingkar kan tangannya di pinggang Indah.

"Hati-hati dong, nanti Bi Inah lihat", Indah risih berusaha melepaskan lingkaran tangan Pangestu.

"Biarin deh bi Inah lihat, aku tidak peduli. Aku sangat kangen banget dan tidak bersabar ingin segera memeluk mu", Pangestu tidak peduli. Tetapi indah lebih takut kalau bi Inah lihat. Indahpun langsung meninggalkan Pangestu dan langsung naik ke kamarnya yang berada di lantai 2.

Pangestu tidak langsung mengikuti indah dari belakang. Pangestu berusaha mengetahui dulu keberadaan Bi Inah sedang dimana. Kebetulan bi Inah sedang menjemur pakaian di halaman belakang. Akhirnya Pangestu naik ke lantai 2 menuju kamar Indah.

Pangestu langsung masuk tanpa mengetuk dan kebetulan Indahpun tidak mengunci kamar nya.

Indah sambil rebahan di tempat tidurnya menggunakan daster yang transparan.

Pangestu tidak sabar dan segera naik ke ranjang sambil mengecup bibir Indah secara membabi-buta maklum hasratnya begitu tertahan selama ini. Tidak sabar langsung membuka seluruh pakaian Indah.

Pangestu memandangi seluruh tubuh Indah. Perut nya sudah sedikit membuncit. Indah langsung mencium perut Indah yang membuncit. Lalu berpindah ke area gunung kembarnya, terus mengecum, memainkannya seperti ala membuat adonan tepung meremas hingga Kalis.

Terkadang tangan dan bibirnya juga berpindah secara bergantian ke bagian sensitif pada bagian bawah.

Begitu nakal, gemas, dan sangat bernafsu. Begitu juga Indah melakukan hal yang sama pada Pangestu. Seolah tidak ingin menyudahinya mereka terus bercumbu dan saling memuaskan pasangan masing-masing.

Akhirnya mereka pun sampai pada klimaksnya, karena perut indah sudah hampir membesar. Pangestu melakukannya dengan posisi berdiri.

Mereka pun rebah. Hingga sore Pangestu masih saja di dalam kamar Indah.

"Kamu tidak kembali ke kamar mu?", tanya Indah ingin tahu.

"Untuk apa, aku akan menginap di sini saja. Kan ayah tidak akan pulang malam ini", Pangestu memberitahu.

"Ya sudah, terserah kamu saja",. Indah langsung ke kamar mandi bermaksud untuk mandi.

Pangestu hanya melihat Indah masuk ke kamar mandi dengan badan hanya dibungkus sehelai handuk. Kali ini Pangestu tidak bersemangat untuk bercinta lagi dirinya masih lemah akibat bercinta tadi sangat bernafsu dan menggebu-gebu.

"Sudahlah tidak usah bercinta lagi, nanti juga bakal ada kesempatan lagi. Karena ayah diluar kota akan lama", gumam Pangestu meneruskan tidurnya yang masih terasa mengantuk.

Indah juga merasa hal yang sama, Keadaannya yang sedang hamil. Ternyata membuat dirinya tidak seagresif dan seliar waktu sebelum hamil. Indah harus melakukannya dengan pelan-pelan tidak boleh gegabah, agar perutnya tidak terlalu terguncang.

Tiga hari sudah Tedja berada di luar kota. Selama tiga hari itu pula Pangestu berada di kamar Indah. Melakukan hubungan suami-istri minimal 2 kali sehari. Mereka seperti pasangan pengantin baru saja.

Maklum sudah hampir 3 bulan juga mereka tidak kontak fisik, karena Tedja begitu protektif melindungi dan harus selalu tahu kondisi istrinya yang hamil muda yang nota Bene masih rentan.

Tedja pulang tanpa memberitahu kepada Indah. Karena sudah merupakan kebiasaan Tedja seperti itu. Tedja berdalih kalau itu adalah maksudnya untuk membuat surprise kepada Indah.

Tedja naik ke lantai 2, bermaksud ingin mengetuk dan memberi kejutan kepada Indah.

Sebelum mengetuk, tiba-tiba Tedja mendengar suara Indah berbicara dengan seseorang. Tedja terus menguping fokus mendengarkan suara siapakah teman bicara Indah.

Suara itu terkadang terdengar tertawa manja dan begitu bahagia. Tedja merasa penasaran ingin mengintip wajah teman pria Indah. Ternyata, alangkah terkejutnya Tedja kalau teman pria Indah adalah anak kandungnya sendiri, Pangestu.

Tedja begitu marah, lemas dan tidak bertenaga. Dadanya terasa sesak dan sedikit susah bernafas. Tedja berusaha mengendalikan emosi dan pikirannya. Menahan amarahnya, mencoba berpikir jernih dan tidak gegabah.

Entah mengapa rasanya Tedja tidak ingin menangkap basah Indah. Tedja mundur dan langsung masuk ke ruang kerjanya. Ruang kerja Tedja berada dekat tangga sebelum melewati kamar Indah.

Tedja masih terlihat kesal dan tidak bertenaga. Tidak menyangka Indah selingkuh dibelakangnya. Tidak sampai disitu saja, anak yang begitu dibanggakan nya yang masih menjadi tanggungjawabnya atas segala kebutuhannya. Tega telah menyakiti nya dan melukai perasaannya.

"Padahal Pangestu tahu dengan jelas, kalau aku sangat mencintai Indah", gumamnya sakit hati.

"Apa yang harus kulakukan", tedja tidak habis pikir. Sungguh sangat sakit perasaannya saat ini, apalagi bila mengingat tawa canda, dan mendengar obrolan mereka yang begitu mesra.

"Apakah aku harus menceraikan Indah?, Apakah aku akan memenjarakan Pangestu atas kasus telah merebut istri orang?,

"Tidak mungkin bila ini sampai kasus, bisa-bisa aku akan sangat malu di kompleks ini. Kehidupan rumah tangga ku akhirnya akan menjadi gosip dan pergunjingan orang lain", Tedja tidak mau hal itu sampai terjadi.

"Apakah aku harus mengusir Indah dan Pangestu?. "Tidak mungkin, aku sangat mencintai Indah. Indah mampu membuatku bergairah dan bersemangat. Pangestu, sejak ditinggal ibunya. Tedja sudah berjanji dalam dirinya untuk tetap memberikan kasih sayang sebagai ayah dan sekaligus kasih sayang sebagai ibu.

Tedja selalu menyempatkan bermain dan perhatian kepada Pangestu sebagaimana ibunya memberikan kasih sayang kepadanya. Tidak tega rasanya mengusir Pangestu dari rumah", pikiran Tedja sangat berkecamuk bimbang bercampur penuh emosi dan amarah.

"Apakah aku harus merelakan Indah dan Pangestu bersatu?, "Tidak mungkin, aku tidak sanggup berpisah dengan Indah. Karena setelah lama menduda dan menutup diri terhadap perempuan lain.

Entah mengapa Indah membuat aku sangat bergairah, bersemangat dalam menjalani hidup. Selama ini, aku seperti mayat hidup, hidup tetapi hati merasa sunyi dan sepi", gumam Tedja begitu putus asa.

Tedja mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya. Mencoba menghirupnya lagi terus membuangnya. Melakukannya berulang-ulang. Tedja berusaha rileks dan berkompromi dengan pikirannya. Agar bisa mendapatkan solusi terbaik.

"Baiklah aku sementara waktu berpura-pura tidak tahu saja", Tedja mengambil keputusan.

Tedja akhirnya turun ke bawah mencoba memesan secangkir kopi pada Bi Inah.

"Bi, tolong bawakan aku secangkir kopi. Antarkan ke halaman belakang. Aku ingin duduk santai di sana. Sambil menghirup udara segar, dan suara air kolam yang membuat aku merasa tenang dan nyaman", perintah tedja kepada Bi Inah. Dan langsung berjalan ke halaman belakang.

"Baik pak", balas Inah dan segera berlari ke dapur untuk menyiapkan secangkir kopi.

Tolong berikan like dan komentar nya kakak. Kiranya bisa memberi saya ide dan inspirasi dalam penyelesaian novel ini.☝️🙏😍

1
Mamaht Nada
betul klu udah kena peyakit tuh baru kerasa sukurin...
Maryam Lyam
il fil aku sama tedja
Maryam Lyam
tedja padahal sebelum menikah sama indah pria yang setia kok sekarang suka selingkuh
Mamaht Nada
ari wong lanang keakean selingkuh bakalan bangkrut usaha e
Maryam Lyam
kenapa tedja harus ambil hati
Maryam Lyam
kasian pak tedja
Maryam Lyam
ya lebih baik menikah dari pada menyusahkan bapak nya
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Makasih banyak kak ❤️❤️❤️
Lily Megawaty Butar-butar: sama-sama kak🙏❤️
total 1 replies
ratih haerunnisa
sedikit aneh yaa

kok bisa alex temen kuliah indah. kan indah umurnya msh muda.

trs alex mau kok sama mitha yg dah nenek²?

mitha dah nenek² tp msh ngarep bisa punya anak umur udh 53 dah mau manopouse ✌️

kayaknya ga singkron aja gitu umur tokoh sama jalan ceritanya.
Lily Megawaty Butar-butar: oh iya kak. Teman kuliah itu, tidak harus sebaya. bapak2, kakek2 bisa kuliah karena tidak ada batasan umur. Jadi terserah kakak Alex bisa juga seumuran indah, bisa juga sudah umur 53 THN. Tidak jadi masalah juga kan laki umur 26 THN suka cewek umur 53 THN, apalagi klo cantik dan smart ☺️
total 2 replies
Arie
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Lily Megawaty Butar-butar: makasih kak yg sudah setia membaca☺️🙏
total 1 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Next Kaka 👍👍❤️❤️
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Cinta ditolak dukun Sinta bertindak 🙈🙈
Mantra pelet dari Mbah dukun mulai bekerja 😜

Guna2 akan kalah dgn imanmu Indah☺️☺️
ibadah yg tekun n selalu meminta hanya pada yg Maha Kuasa👍👍
Ajak Febri dalam beribadah ,biar guna2 kembali lagi pada Sinta👍👍
Lily Megawaty Butar-butar: makasih banyak kak ❤️👍🏻🙏🏻
total 3 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Lagi n lagi 🤪🤪
Febri dgn bodohnya mengajak Sinta tinggal dirumahnya😱
Harusnya Indah merekam pembicaraan dia dgn Sinta kalau perlu pasang kamera cctv👍
Indah harus main cantik👍
Buat Indah menjadi karakter yg kuat
gak gampang ditindas, jika memang udah gak berjodoh dgn Febri gpp🤔
Banyak kok contoh di dunia 😁nyata..wonder woman kayak Indah 👍👍👍
Lily Megawaty Butar-butar: ok siip kak 👍🏻
total 5 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Jangan ada pelakor yg Kaka othor😲😲
Sinta hempasan saja ke laut 👍👍sebelum dia merusak rumah tangga Febri n Indah 👍👍
Kasian Indah,dia sekarang sudah insyaf ,sudah banyak sekali penderitaannya 👍👍
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 2 replies
Calista
lanjut
Lily Megawaty Butar-butar: siip kakak 👍🏻
total 1 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Buat Adek baby yg banyak ya 🤭🤭
Lily Megawaty Butar-butar: he..he...he..sipp kakak 👍🏻
total 1 replies
Rere Niae Cie'kecee
🔥🔥🔥❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Lily Megawaty Butar-butar: makasih banyak kakak 👍🏻❤️🙏🏻
total 1 replies
Rere Niae Cie'kecee
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥😘
Lily Megawaty Butar-butar: ❤️❤️❤️❤️🙏
total 1 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Arkan anak yg baik 👍👍👍☺️☺️☺️
Good boy🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾: ya betul sekali 👍👍❤️❤️
total 2 replies
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Pinter Arkan n Indah jangan mau sama Pangestu 😁😁
huwek ....🤭🤭👍👍
Lily Megawaty Butar-butar: Yoi kak. makasih atas komen dan selalu setia baca kak
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!