NovelToon NovelToon
Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Remember Again (Istri Rasa Depkolektor)

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Keluarga & Kasih Sayang / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

➦➣ISTRI RASA DEPKOLEKTOR 2↻
☔︎︎_FAV, LIKE, COMMENT_☔︎︎
🧨NO BOOM LIKE!🗡

Mencintaimu adalah kebahagiaan sederhana, tetapi memilikimu tuk jadi duniaku. ~Reyhan Aditya.

Rasa ini seperti baru bagiku, rindu yang membelenggu tak tau tuk siapa. Dia atau seseorang yang tak mampu ku ingat. ~ Asma.

Kamu hanya milikku, tataplah disisiku hingga akhir napasku. ~ Kendrick Al Zafran.

Antara rindu dan belenggu dalam cinta semu, kisah lalu merajut asa dalam penantian—perjuangan sang suami menyadarkan rembulan malamnya.

Bak kupu-kupu tak menemukan jalan pulang, langkahnya tertatih mengharapkan dekapan hangat sang kekasih halal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IDR 7#Rey bangkit, Pengakuan Bagas

Ketika cinta tak berpihak menyisakan lara hati yang mendalam, maka semua dianggap salah sehingga dipertanyakan. Kenapa begini, bagaimana bisa seperti itu dan lain sebagainya. Manusia selalu mendapatkan alasan untuk menyalahkan keadaan.

Padahal Allah sudah menetapkan takdir kehidupan setiap hamba Nya. Seperti firman Allah Ta'ala yang memiliki arti, “Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan al-qadar (takdir)” (QS al-Qamar: 49).

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Para Imam Ahli Sunnah berargumentasi dengan ayat yang mulia ini atas (wajibnya) menetapkan takdir/ketetapan Allah yang mendahului semua makhluk-Nya, yang berarti (meyakini bahwa) Dia maha mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya, dan Dia telah menuliskannya (dalam al-Lauhul mahfuzh) sebelum Dia menciptakannya”.

Maka sebagai manusia harus meyakini setiap ujian yang datang mengetuk pintu kehidupan kita. Baik permisi atau menjadi guncangan tanpa pemberitahuan. Percayalah semua itu menjadi jembatan kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Alarm kita sebagai manusia adalah ujian yang digariskan dan disebut garis kehidupan. Akan tetapi, ingatlah bahwa setiap jalan yang diambil merupakan pilihan kita sendiri. Jangan lupakan perjuangan karena itu menjadi titik kemajuan tanpa menghadirkan rasa penyesalan.

Rey meletakkan bingkai foto kembali ke atas meja, lalu membuka laptop yang sudah lama dibiarkan. Ruangan dingin tak terasa karena hatinya masih membara. Ingin sekali kembali terbang ke Kashmir melakukan pencarian sendiri tetapi ia tak tega dengan Bagas yang selama sebulan menghandle perusahaan seorang diri.

Hari ini, ia tahu betapa beratnya Bagas mendapatkan tekanan dari banyak pihak karena beberapa proyek harus ditinjau ulang agar tidak mengalami bentrokan waktu. Untung saja masih ada Axel yang dengan senang hati membantu meski bisnis pria itu juga tengah berkembang pesat.

Bahkan semua semakin baik dengan bantuan Fay yang selalu siap mendampingi Bagas sebagai sekretaris sekaligus sandaran hati sang sahabat. Kehidupan di sekelilingnya masih terus berjalan, sedangkan dia? Diam menikmati luka berbalut kerinduan atas kehilangan istri tercinta.

"Butterfly, cepatlah pulang karena aku masih menunggumu disini. Merindukanmu setiap waktu dan berharap kita kembali seperti dulu, lagi." Emosi hati tak menentu tetapi kesadaran masih terjaga, ia hanya lelah tapi tetap berjuang. "Rey, come on! Semangat harus ditegakkan agar istri mu bisa menemukan jalan pulang."

Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian. "Masuk!" titahnya memberikan izin agar si pengetuk pintu masuk ke dalam ruangan.

Fokusnya masih menatap layar laptop berpura-pura mengerjakan sesuatu yang membuat tamu tak diundang tersenyum simpul seraya melepaskan tangan mungil dari genggaman. "Temani Papa Rey, Daddy nanti balik lagi, ok."

"Okay, Daddy." Senyum manja tersungging menghiasi wajahnya menyambut salam perpisahan dari sang ayah yang meninggalkan ia bersama seorang pria dingin di depan sana.

Suara pintu yang tertutup membuat Rey heran. Kenapa tidak ada suara lagi? Tak ingin berspekulasi pria itu memutar kursi kerjanya hingga tatapan mata terpatri pada seorang gadis dengan boneka panda yang menutupi tubuh dari atas sampai bawah.

Pemandangan itu sudah bisa ditebak siapa yang berusaha memberikan warna dalam hidupnya. Tanpa berlama-lama, ia bangun dari tempat duduknya berjalan menghampiri si gadis kecil yang enggan menunjukkan wajah imut nan menggemaskan.

"Jova sayang, apa tidak mau memeluk Papa?" Rey mengambil boneka panda dari gadis itu dan kini membuat keduanya saling pandang. "Apa kabar putriku? Kemari peluk papa."

Perlakuan hangat Rey membuat Jova tersenyum, lalu menghamburkan diri mendekap tubuh kekar yang selama sebulan ini tak mau memperhatikannya. Bagaimana tidak marah ketika berkunjung justru selalu diabaikan. Meski daddy berusaha menjelaskan tapi ia rindu berkumpul bersama.

"Papa yang sabar ya, pasti mama pulang. Jova selalu berdo'a agar kita bisa seperti dulu. Jangan sedih ya, Pa. Selama mama pergi, Jova mau jagain papa." bisik Jovanka menyentuh hati Rey yang merasakan kesedihan anak itu.

Tanpa sadar ia larut pada lukanya sendiri dan menganggap orang disekitarnya baik-baik saja. Bagaimana bisa seegois itu? Pelukan semakin erat membiarkan rasa di hati yang berkecamuk menjadi kehangatan. Kehadiran Jovanka menghantarkan semilir angin segar.

Rey mulai menata hati ditemani Jovanka. Gadis itu terus memberikan semangat mengisi ruang hatinya yang kosong. Rasa syukur tak mampu dibendung, sedangkan di ruangan lain tengah terjadi obrolan serius yang melibatkan tiga orang.

Wajah tegang tetapi tetap berusaha tenang. Apalagi setelah mendengar informasi terbaru yang membuat hati semakin tak karuan. Berita dari Axel yang sebenarnya baru saja kembali dari perjalanan bisnis selama tiga hari berhasil menggagalkan rencana Bagas untuk bepergian.

"Apa kalian bisa melacak dari tempat seramai itu? Kemungkinan besar penerbangan pada hari yang sama ke seluruh negara bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Yakin masih melanjutkan?

"Kenapa tidak melakukan pemeriksaan melalui data pemerintah? Apakah bagi kalian sulit atau terlalu mengikuti aturan negara. Ayolah, apa gunanya uang jika tidak bisa melakukan apapun?

"Gak perlu lihat aku begitu," Fay mulai geram karena para pria di depannya terlalu lama mengambil keputusan. "Kalau kalian tidak mau bertindak, biar aku katakan pada Rey sekarang juga."

Sebenarnya tidak berniat mengancam hanya saja jengah karena baik Bagas maupun Axel masih diam membisu. Padahal dengan jelas Axel mengatakan melihat keberadaan sang kakak di bandara internasional saat sampai di Jakarta semalam.

Berita itu sangat bagus dan penting tetapi apa reaksi selanjutnya, itulah yang membangkitkan jiwa tak terima sebagai seorang saudara. Andai dirinya yang memiliki kekayaan dan kekuasaan. Sudah pasti langsung bertindak karena pengaruh dari orang berada memiliki real action.

"Fay, Rey baru saja mau keluar dari kamarnya dan kembali tersenyum meski palsu. Apa harus kita memberikan kejutan tanpa ada bukti? Aku tahu, kita bisa membayar siapapun untuk mendapatkan informasi karena semua itu sudah kami lakukan.

"Aku sengaja tidak memberitahumu bahwa pihak pemerintah sudah dibayar hanya untuk mempermudah pencarian bahkan Axel meminta bantuan temannya yang seorang kepala pimpinan keamanan negara untuk ikut menemukan Asma. Hasilnya? Nihil dan jejak saja tidak bisa ditemukan.

"Jangankan soal uang, nyawapun siap kupertaruhkan hanya saja ada pertanyaan yang masih mengganggu pikiran. Jika benar Asma sudah di Indonesia. Siapa yang membawanya pulang dan saat ini tinggal dimana? Pertanyaan ini terdengar sederhana tapi tetap tidak menemukan jawaban. Kenapa begitu?" Bagas mengakhiri pengakuannya yang membuat Fay ikut berpikir lebih keras lagi.

Di dunia ini hanya memiliki dua kemungkinan. Satu kehidupan sederhana yang dengan mudah dihancurkan atau kehidupan para bintang yang sulit digoyahkan. Jika seseorang hilang tetapi sulit di temukan pasti berakhir pada dua jawaban. Kematian atau disembunyikan.

"Apa kalian sudah mencoba mencari informasi dari musuh perusahaan atau siapapun yang memiliki wewenang sama sehingga bisa menghapus semua informasi serta jejak yang ada. Aku tidak tahu tentang dunia bisnis dan siapa saja musuh yang bisa menusuk dari belakang." ujar Fay memberikan saran yang masuk akal.

Tidak ada yang salah dari saran kekasihnya. Akan tetapi, saran itu juga sudah dilakukan bahkan ia juga meminta pihak kepolisian untuk menjaga musuh bebuyutan Rey yaitu Elora agar tetap mendekam di penjara tanpa bisa mendapatkan jaminan. Yah, semua jalan sudah dilewati, lalu sekarang harus bagaimana?

Wajah mendongak nenatap gedung pencakar langit yang ada di depan sana seraya melambaikan tangan membiarkan langkah kaki sang pria meninggalkan dirinya seorang di dalam mobil. "Pak, apakah di dekat sini ada cafe? Aku pengen beli secangkir cappucino rasa alpukat."

1
Abdul Fatah
menjelaskan rumitnya pemikiran perempuan , cerita ny bagus cuma terlalu bertele-tele .
Ela Jutek
tau anak mu gak bisa bertahan gimana kamu Non
Ela Jutek
ahh nyesek lah
Ela Jutek
nona mu pingsan tuh, tapi bugus si pengacau udah tertahan sementara
Ela Jutek
tuh si Kia kemana sih kok gak jagain
Ela Jutek: gak deh kek nya kak
total 4 replies
Ela Jutek
istri mu kan emang keras kepala pak bos, sabar sabar saja🙄
Ela Jutek: Aamiin
total 8 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
si Bagas mulutnya enteng banget, ya kali orang tatap²an dikira gay😩
Ela Jutek
wow keren
Ela Jutek
nggak lope you too deh Al, kamu jahat soal nya
Ela Jutek
masa gak percaya sama Bagas sih Fay
Ela Jutek
war biasa kamu Al🙄
Ela Jutek: semuanyahh
total 2 replies
Ela Jutek
eh si mantan toh
Ela Jutek: harus dan kudu
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kira² siapa yg ngikutin Rey sama Bagas ya🤔 apa jgn² Al 😳
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Bagas Lo gila hah, bisa²nya ngajakin Rey ke bar😒
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
sebentar ini rapat macam apa? perasaan biasanya kalau rapat tahunan ya gk ada pesta khusus istri para pengusaha gini🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
jangan bilang itu si Al🙄 please lah Asma udh bener² di kamar ngapain keluar sih 😩
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
please lah Al, yg Lo harapin tuh udh punya suami, jadi mustahil buat balik sama Lo mana dia lagi hamil juga kan🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, kayaknya Bagas masih ragu buat melangkah ke hubungan yg lebih serius☺️
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mulai posesifnya, kayaknya Bagas emang hobi sembunyiin masalah, sesekali harus dikasih pelajaran 🙄
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
mau gk mau harus balik ke Jakarta kan, lagian mau sampai kapan menghindari masalah? apa di rapat tahunan itu nantinya Rey ketemu sama Al🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!