Felicia salah masuk kamar dan berakhir melakukan cinta satu malam bersama pria asing.
Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang membuat Felicia bisa salah masuk kamar hingga melakukan cinta satu malam bersama pria asing? Yuk ikuti cerita pertamaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Suruh Pulang
"Bagaimana mungkin?" tanya Alvaro terkejut
"Itu yang terjadi, semoga gadis itu tidak menggugurkan kandungan mengingat dia belum menikah." Jawab dokter Jimmy.
"Aku harap seperti itu, tapi jika menggugurkannya aku juga tidak bisa menyalahkannya karena akulah yang salah tidak bisa menahan godaannya." jawab Alvaro sendu.
"Berdoa saja gadis itu tidak menggugurkannya dan semoga gadis tersebut segera ditemukan. Aku juga bingung kenapa sulit sekali menemukannya." ucap dokter Jimmy.
"Ya, aku juga bingung." jawab Alvaro
Flasback Off
Alvaro selalu mencari keberadaan gadis tersebut namun sulit ditemukan hal itu membuat Alvaro hanya bisa berdoa semoga dipertemukan kembali.
*******
Negara Yunani
"Felicia, kamu tidak salah makan melulu, lihatlah badanmu tambah gendut?" ejek Feodora.
"Iya, perutmu apakah belum kenyang juga? kami saja habis satu piring tapi liat dirimu hampir lima piring." kata Fransiska sambil menggelengkan kepalanya.
"Namanya laper ya makanlah, aku juga tidak tahu kenapa aku kok hawanya laper terus. Kita pergi ke supermarket ya mau beli cemilan, cemilan tinggal menipis aku mau stock banyak." pinta Felicia.
"Ya iyalah yang sering ngabisin kan kamu." jawab mereka serempak
"Hehehe... " Felicia hanya tersipu malu.
Merekapun bertiga pergi ke supermarket yang tidak jauh dari rumahnya untuk belanja kebutuhan sehari - hari dan belanja cemilan hingga lima keranjang penuh kemudian mereka pun pulang.
Sampai rumah barang - barang dikeluarkan dan dimasukkan ke dapur mereka saling membantu. Felicia yang menaruh barang - barang yang ada di bawah sedangkan Feodora menaruh barang yang di tengah sedangkan Fransiska yang atas karena mereka bertiga Fransiskalah yang paling tinggi.
Satu jam pekerjaan beres Feodora dan Fransiska sudah selesai mereka berdua pergi ke kamar mandi karena merasa gerah sedangkan Felicia sebentar lagi selesai.
Akhirnya selesai pekerjaan Felicia, Felicia berdiri tapi lama kelamaan kepalanya pusing berusaha menahan rasa pusingnya.
bruk
Felicia merasakan tubuhnya tidak bertulang hingga akhirnya Felicia langsung ambruk dan tidak sadarkan diri tanpa diketahui oleh ke dua sahabatnya.
Di mana ke dua sahabat baiknya sudah selesai mandi dan mereka menonton tv di ruangan tamu.
"Fransiska, Felicia kemana ya tadi aku ke kamarnya tidak ada ya?" tanya Feodora penasaran.
"Iya aku juga tidak melihat, ayo coba kita cek di dapur jangan - jangan itu anak lagi ngemil lagi." ucap Fransiska.
"Hahahaha... bisa jadi." jawab Feodora sambil tertawa lepas begitu pula dengan Fransiska.
Mereka berdua menertawakan temannya yang hobby makan. Fransiska mematikan tv kemudian mereka berjalan mengendap - ngendap untuk mengagetkan Felicia.
Sampai di dapur ke dua gadis tersebut sangat kaget melihat Felicia tidur di lantai dapur.
"Felicia, kamu ngapain tidur di lantai, kekenyangan ya?" kata Fransiska sambil menepuk - nepuk pipi Felicia.
"Felicia bangun, lantainya dingin tidur di kamar gih?" Sambung Feodora.
Berkali - kali di panggil Felicia tidak juga bangun merekapun mengangkat Felicia ke tempat tidur. Feodora memberi minyak angin agar Felicia tersadar sedangkan Fransiska mengeluarkan stetoskop mengecek denyut nadi dan perut, Fransiska terkejut dan memandang sahabatnya Feodora
"Kenapa Fransiska? Kok ngeliat aku kayak gitu, emang aku cantik kali dan jangan memandangku seperti itu?" ucap Feodora sambil mengkedipkan ke dua matanya.
"Idih Gr, aku kaget apa aku salah ya? apa jangan - jangan Felicia hamil?" Tanya Fransiska sambil berpikir.
" What???" teriak Feodora.
"Iya aku tadi ngecek perutnya ada detak jantung bersahutan, kita bawa ke rumah sakit tapi tunggu Felicia sadar dulu, kamu siapin dulu mobilnya." pinta Fransiska.
"Ok." jawab Feodora.
Tidak berapa lama Felicia tersadar dan bangun dari pingsannya. Fransiska mengajak Felicia ke rumah sakit untuk di periksa kebetulan Fransiska dokter kandungan.
Awalnya Felicia menolaknya karena dipaksa akhirnya pasrah ikut mereka berdua.
Sampai di rumah sakit mereka bertiga masuk ke ruangan Fransiska. Felicia bingung tapi karena desakan dua sahabatnya akhirnya bisa pasrah dan menuruti.
Felicia berbaring sedangkan Fransiska membuka sebagian baju bawah Felicia kemudian diolesi gel yang dingin. Fransiska mengambil alat usg dan ditempelkan ke perut Felicia.
"Felicia, lihat gambar itu?" ucap Fransiska sambil menunjuk layar yang menampilkan 1 kantong isinya lima bulatan
"Itu ada ada lima bulatan apa ya?" tanya Felicia penasaran.
"Felicia, Kamu hamil dan anakmu kembar lima." jawab Fransiska menjelaskan.
Duar....
"Apa?" jawab Felicia dan Feodora terkejut
"Iya Felicia, kamu hamil." jawab Fransiska.
Felicia hanya terdiam sambil membelai perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Bayinya tidak berdosa, ayahnya juga tidak berdosa tapi yang dosa adalah Moko karena gara - gara dia kamu jadi seperti ini." jawab Feodora.
"Iya benar, banyak wanita yang ingin hamil tapi sulit mendapatkan keturunan, apakah kamu ingin menambah dosa dengan membunuh bayimu." ucap Fransiska sambil memberi nasehat.
"Apa yang dikatakan kalian benar ke lima anak ini tidak bersalah tapi pria yang telah membuatku hancur seperti ini." Ucap Felicia sambil menahan amarahnya terhadap Moko.
"Terima kasih, kalian memang sahabat sejatiku." ucap Felicia.
" Kita memang sahabat dari kita TK sampai lulus kuliah. Semoga persahabatan kita abadi." ucap Feodora.
Merekapun berpelukan saling menguatkan satu dengan lainnya. Persahabatan yang tulus yang tidak mementingkan dirinya sendiri.
Ibarat bila tangan terluka maka mata akan menangis begitu pula bila mata menangis maka tangan akan menghapus air mata. Saling membutuhkan
Merekapun pulang menaiki mobil dan sambil berbincang - bincang waktu TK hingga sekarang. Mereka berdua mengungkit masa lalu agar Felicia terhibur dan tidak sedih lagi dan hasilnya Felicia terhibur. Mereka saling tertawa hingga tidak terasa mereka sampai di rumah.
"Feodora, rencana besok jadi membeli ruko di mall dan membuka usaha perhiasan." tanya Fransiska penasaran setelah mereka masuk dan santai di ruang keluarga.
"Tentu saja jadi, karena aku bosan kalau menganggur." Jawab Feodora.
"Kalau kamu Felicia?" tanya Fransiska.
"Aku besok melamar jadi sekretaris." jawab Felicia.
"Kamukan lagi hamil, nanti kalau pingsan bagaimana?" tanya Fransiska.
"Tapi aku bosan kalau sendirian di rumah." Jawab Felicia menjelaskan.
"Bagaimana kalau kamu kerja di rumah sakit sebagai sekretaris?" Tanya Fransiska.
"Aku ingin bekerja di perusahaan." Jawab Felicia.
"Baiklah tapi jika ada apa-apa kabarin aku." ucap Fransiska.
"Aku juga kabarin." Sambung Feodora.
"Ok." Jawab Felicia.
"Untung aku sudah kerja jadi santai dikit." ucap Fransiska.
"Ya Bu dokter yang cantik." jawab mereka serempak sambil tertawa bersama - sama.
Tiga dara cantik bercanda dan tertawa bersama dan tidak terasa hari sudah siang merekapun saling membantu memasak setelah selesai mereka makan bersama.
Keesokkan harinya Felicia, Fransiska dan Feodora pergi yang menjadi sopirnya Fransiska, mereka suka gantian menyetir mobil. Jarang ada konflik atau bermusuhan mereka berusaha untuk tidak menyakiti perasaan masing - masing.
Felicia pertama turun dari mobil, hari ini Felicia melamar menjadi sekretaris. Felicia masuk ke dalam perusahaan dan menanyakan ke bagian penerima tamu. Penerima tamu memandang rendah Felicia sambil menunjukkan lantai lima belas Felicia berjalan dan masuk ke dalam lift diikuti oleh beberapa orang, mereka memperhatikan dan merendahkan Felicia karena badannya agak gendut.
Ting
Pintu terbuka dan Felicia keluar dari pintu lift dan berjalan menuju keruangan meating, di dalam melihat para wanita hampir semuanya memakai pakaian yang kurang bahan. Banyak wanita yang mencibir Felicia karena penampilannya yang tidak seperti mereka. Felicia hanya diam dan tidak memperdulikannya.
Manager mengatakan ada seratus orang yang melamar kerja sehingga dibagi menjadi 4 kelompok. Felicia kelompok 4. Setiap kelompok terdiri dua puluh lima orang dan diambil 10 orang.
Setelah lama menunggu giliran Felicia dipanggil. Felicia menyelesaikan hanya waktu lima belas menit dari tiga puluh lima menit yang diberikan. Felicia diam hanya memperhatikan orang - orang yang mengerjakannya. Salah seorang manager memperhatikan lalu menghampiri Felicia dan menegurnya
"Nona, kerjakan soal - soalnya nanti waktunya habis ini masih ada waktu dua puluh menit lagi." ucap petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.
"Saya sudah selesai karena itu saya menunggu mereka." jawab Felicia polos.
"Mana kertasnya, silahkan keluar dan tunggu informasinya besok." ucap petugas pengawas seleksi penerimaan karyawan baru.
"Ini kertasnya Pak dan terima kasih." ucap Felicia lalu meninggalkan ruangan tes.
Felicia pulang memesan taksi online. Badannya sangat lelah dan ingin tidur dan tentunya sebelum tidur makan dulu baru bisa tidur hehehe...
Sampai di rumah Felicia membuka kulkas dan memulai masak. Felicia bersyukur di kehamilannya tidak mual ataupun ngidam hanya makannya saja dalam porsi yang besar. Selesai makan, Felicia tidur dengan pulas.
*****
Feodora turun di mall dan bertemu managernya untuk menyewa rukonya. Setelah berbincang agak lama akhirnya mereka berdua menandatangani perjanjian dan syarat - syarat yang harus dipenuhi.
Mereka berdua berjabat tangan kemudian Feodora berjalan untuk memesan taksi. Ketika membuka aplikasi handphonenya berbunyi dan ternyata orang tuanya menghubungi dirinya.
Feodora mengobrol sekitar lima menit setelah itu Feodora ingin memesan taksi namun Feodora tanpa sengaja melihat ada taksi yang baru saja menurunkan penumpang di mall dan Feodora tidak jadi memesan. Feodora melambaikan tangan agar taksinya berhenti kemudian Feodora naik dan pulang menuju rumahnya.
*****
Fransiska memarkirkan mobilnya dan masuk keruangannya
"Selamat pagi dok." sapa perawat
"Pagi" sapa dokter Fransiska ramah.
"Selamat lagi dokter cantik." sapa dokter tampan
"Selamat pagi juga tampan." balas dokter Fransiska.
Dokter Fransiska selalu membalas sapaan mereka sambil tersenyum banyak yang menyukainya karena keramah tamahnya.
Sampai di ruangan dokter Fransiska duduk membaca data - data pasien masih ada waktu tiga puluh menit lagi menerima pasien tapi banyak pasien yang mengantri karena tidak tega meminta perawat untuk memanggil pasiennya. Tidak terasa pasiennya sudah tidak ada dokter Fransiskapun pulang ke rumahnya untuk bertemu sahabatnya.
Sampai di depan rumah Fransiska memarkirkan mobilnya bersamàan handphone Fransiska berbunyi. Fransiska mengangkat handphonenya sambil membawa tasnya.
Ibunya Fransiska menghubungi dirinya untuk pulang ke negara S dan jika ke dua sahabatnya ingin tinggal di negara S orang tuanya tidak mempermasalahkannya.
Setelah selesai mengobrol Fransiska masuk ke dalam rumahnya, hingga di ruang keluarga Fransiska melihat Felicia dan Feodora lagi berpelukan.
"Kalian kenapa?" tanya Fransiska
"Di suruh pulang, makanya nangis." jawab Felicia.
"Sama donk aku juga di suruh pulang, ikutan pelukan donk kayak teletubies." pinta Fransiska.
bukan nya Lima ya
di koreksi lagi Thor
semangat berkarya 💪🙏