NovelToon NovelToon
True Love

True Love

Status: tamat
Genre:Poligami / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:88.8k
Nilai: 5
Nama Author: Kak UPe

Cinta yang tak kunjung menemukan tempat berlabuh kian lama kian meredup dan menyerah pada sang takdir.


Hati yang kini diantara ingin menyerah dan kalah semakin terpuruk karena segala prasangka yang datang. Akan kah Indira akan tetap diam menerima segala takdir yang di berikan pada nya? Atau dia akan mulai mencari jalan takdir nya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

"Hemm... aku mimpi bercinta denganmu, Ra."

"Apa..?!!" teriak Indira kaget. Dia tidak menyangka Dikta akan terperangkap sampai segitu nya.

"Iya, benar. Rasanya seperti sungguhan. Aku bahagia sekali walaupun itu cuma mimpi. Tapi maafin aku ya kalau ini gak membuatmu nyaman?" ungkap Dikta terdengar menyesal.

Indira tersenyum malu sendiri.Bagaimana pun dia bisa tidak nyaman karena mendengar hal tersebut. Dia malah sangat senang hanya saja tidak bisa dia selebrasikan/

"Gak papa kok DIk! Lagian itu kan hanya mimpi. Mimpi kan gak akan pernah jadi kenyaataan.." Pancing Indira lewat kata-  kata nya.

"Kalau suatu saat hal itu benar terjadi bagaiamana, Ra?" Tanya DIkta dengan suara yang sangat pelan.

"Itu tidak akan terjadi karena kamu tidak akan berani untuk bercinta dengan ku. Waktu itu saja kamu melepaskan tangan ku dan memberikan nya pada bang Anggara. Jadi biar lah sesuatu yang ada di dalam mimpi tetap di dalam mimpi DIkta." Indira melemparkan kembali umpan untuk Dikta makan.

Meski Indira masih sangat mencinta Dikta tapi dia tetap harus memberi pelajaran pada Dikta.

****

Hari pun berganti...

Indira bergegas mengambil telepon genggamnya di atas meja rias kamarnya uang sedari tadi terus berbunyi. Dan begitu dia lihat ada ada nama Bang Ridwan tertera di sana.

“Halo, Bang..?” sapa Indira.

"Ya, hallo. Ndira apa kamu sendirian di rumah?"

"Gk bang. Kenapa, Bang?."jawab Indira heran dengan pertanyaan bang  Ridwan.

"Jadi bang Anggara ada di rumah?"Kejar bang Ridwan cepat.

"Tidak bang! Bang Anggara lagi keluar kota dua hari yang lalu. Loh, emang Bang Ridwan gak tahu kalau bang Anggara ke Surabaya?"

"Hemmm... aku baru kembali dari kampung Ipeh."

Bang Ridwan terdiam. Dicobanya menebak ke mana Bang Anggara pergi.

Heran, tidak biasanya Bang Anggara seperti ini. Pergi diam-diam tanpa memberitahukan siapa pun. Tahu- tahu mengirimkan sebuah pesan pada nya untuk menjaga Indira.

"Hallo, Bang Ridwan masih di sana?" tanya Indira yang sedari tadi tak mendengar suara Bang Ridwan.

"Ya, Ra. Aku masih di sini. Maaf, aku tadi berpikir ke mana Bang Anggara pergi. Gak biasanya Bang Anggara seperti ini. Pergi tanpa memberitahuku." ujar bohong.

Sreeeeeeet Indira menengok ke arah pintu kamarnya yang terbuka. Dari sana ia bisa melihat wajah Mbak Silvia menyembul dari balik pintu.

Mood Indira pun langsung berubah.

"Aku kan sudah bilang sama Mbak Silvia, kalau masuk ketuk pintu dulu?!" teriak Indira pada Mbak Silvia dengan nada tidak suka.

Terdengar sekali dia geram pada mbak Silvia yang main masuk ke kamar nya.

Indira meletakkan telepon di meja masih dalam keadaan tersambung di atas meja hias.

"Maaf. Tadi aku sudah memberi salam tapi tidak ada yang menyahut. Makanya aku langsung membuka pintu kamarmu." balas mbak Silvia.

"Tapi tetap bisa kan ketuk pintu dulu, kan?" Teriak Indira jutek

"Aku kan sudah minta Ra!  Kok kamu malah marah- marah? Atau kamu marah- marah karena kepergok oleh aku kamu telponan sama seseorang?" tebak Mbak Silvia penuh curiga.

Indira menatap Mbak Silvia dengan sorot mata yang geram. Tarikan napasnya terdengar jelas.

"Bukan urusan Mbak Silvia aku mau telepon dengan siapa!! Sekarang silakan Mbak Silvia keluar dari kamarku. Oya, sekali lagi Mbak Silvia berbuat seperti ini, akan kuadukan pada Bang Anggara!" Uris Indira.

"Apa barusan kau baru saja mengusir ku hah Indira?!" Segah mbak SIlvia.

"Yang mbak dengar gimana? Mbak gak tuli kan?!" Balas Indira semakin nyelekit.

Mbak Silvia akhir nya keluar sambil ,menghempas pintu kamar dengan sangat kuatt.

Indira menarik napas lega. Untung saja Mbak Silvia tidak mengetahui dengan siapa dia bicara dia telponan.

"Halo, Ra?" panggil Bang Ridwan.

"Ya, Bang," sahut Indira.

"Apa tadi mbak Silvia? Apa dia sudah keluar dari kamarmu?" tanya bang Ridwan cemas meski bang Anggara sendiiri yang telah meminta nya untuk menjaga Indra.

"Ya, Bang, Dia sudah keluar, Bang Ridwan dengar kan tadi?

"Bang sudah dulu ya! Aku harus menyusul mbak Silvia ke bawah! Atau nanti dia akan kembali ke kamar ku lagi." ujar Indira yang memang mau mengakhiri telpon nya dengan bang Ridwan.

"Ya~! Gak papa. Nanti kita telponan lagi." Ujar Bang Ridwan dan sambungan itu pun berarakhir.

Indira keluar dari kamar nya. Dia yakin madu nya itu masih ada di dalam rumah nya.

"Ada keperluan apa Mbak Silvia datang kemari?" tanya Indira tanpa basa-basi.

"Aku hanya ingin melihat keadaanmu dan janin mu." jawab mbak Silvia santai.

"Aku baik-baik aja. Janin ku juga baik- baik saja. Aku bisa menjaga diri kami dengan baik. Mbak Silvia gak perlu mengkhawatirkan aku atau pun janin ku." balas Indira ketus.

"Aku kan hanya ingin tahu Ra! Lagi pula aku juga adalah istri nya bang Anggara. Aku juga-."

"Juga berhak atas anak ini? Jangan mimpi mbak! Ini anak ku dan akan tetap menjadi anak ku!!." jawab Indira ketus.

"Kau ini.." Emosi mbak Silvia kembali naik.

"Apa?! Mba Silvia mau bilang kalau kalian sudah membeliku dan berhak atas bayiku?" jawab Indira dengan mata yang melotot pada Mbak Silvia. "Aku tidak peduli mbak! Uang lima ratus juta itu dari suami ku! Jadi itu adalh uang ku!" sambungn Indira yang sangat tahu kalau apa yang dia katakan barusan terdengar sangat tidak tahu diri. Tapi mau gimana lagi! Nama nya juga sedang adu mulut! jadi pilihan yang ya harus pedas, super pedas atau level neraka jahanam.

Mbak Silvia benar-benar geram mendengar ucapan Indira. Kalau ia tak ingat pesan Bang Anggara agar bersabar menghadapi madunya itu, sudah di tamparnya wajah Indira untuk yang ketiga kali, Mbak Silvia mengatur napasnya berusaha menahan emosi yang sudah sampai di ujung lidahnya.

Indira terus menatap Mbak Silvia, Matanya tak lepas dari gerak-gerik Mbak Silvia yang amat menyebalkan hatinya.

Dimainkannya ujung rambut nya yang terjurai di dadanya. Hatinya terus mengutuk dan mengumpat agar Mbak Silvia segera pergi dari rumah ini.

****

Dikta tersenyum sendiri dalam ruangan kamarnya. Dipandanginya foto Indira yang masih tersimpan dalam dompetnya. Ada rindu yang tertawan di hatinya. Rindu yang seharusnya tetap menjadi miliknya. Tapi kini terkoyak oleh tangan yang tak pantas memiliki Indira.

Berulang kali di tepisnya rasa rindu itu. Mencoba membenamkan nama Indira agar tak terukir lagi dalam hatinya.

Dikta menghela napas panjang. Separuh hatinya berontak, menolak untuk menambatkan kembali nama Indira di hatinya. Tapi aneh nya kian hari Indira kian dekat di hati nya.

Kriiing... kriiing... suara telepon Dikta membuyarkan lamunannya. Dikta bangun dari tidurnya untuk meraih telepon yang terus berdering. AY??? Ada apa Indira meneleponnya?

"Hallo, Indira. Tumben nih telepon?" tanya Dikta gembira bak orang yang sedang kasmaran.

"Dik, bisa gak kamu menemuiku di taman tempat kita bertemu dulu"

"Ada apa, Ra?" tanya Dikta heran.

"Bisa gak???" suara Indira meninggi seperti sedang menahan sakit yang tidak terkatakan.

"Ya, aku bisa. Sekarang aku berangkat."

Indira duduk di bangku taman tempat Dikta menjemput nya dahulu.  Wajahnya kelihatan pucat. Sesekali melihat ke arah luar taman, menanti  kedatangan Dikta.

Keringat dingin mulai mengucur dari tubuhnya. Dikta begitu lama datang. Dan kecemasan itu makin jelas berkumpul di wajah Indira.

1
Fay
luar biasa
mur:ciyuah
kak upe...knpa ceritanya pendek amuattttttt....mana banyak bawngnya..bikin mewek....huaaaaaa...kak upe juahuatttttt amuat...ending nya melowwwŵw
tenny
enak banget jadi Dikta, udah bawa kabur tunangan orang, stlh bikin masalah hilang ingatan. Eeh skrg saingannya metong /Facepalm//Facepalm/
Minthil She Judhezt
Q GK mau koment Author jahat tingkat dewa ,bikin readers pada mewek berjamaah
Syaraz
sedihnya dijadikan mesin pencetak anak
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
sampe tamat pun masih merasakan sedih tanggung jawab kak upe 🤣🤣🤣🤣🤣
kak UPe: muaaach...
total 5 replies
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ku menangis 😭😭😭😭 mana tisue tisuee
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
indira takdir nya emang sama dikta kali ya
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
pasti bakalan sedih nih pas buka kado
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
kenapa ga jujur az sih anggara gemes saya🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
indira lempar sana sono,🤭🤭🤭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
mengandung bawang trs thor😭😭😭😭
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
kenapa ga jujur mungkin indira lagi hamil takut kenapa2
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
apa yang akan terjadi selanjutnya🤔🤔🤔
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ridwan malah memperkeruh keadaan karna cemburu ya🤣
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
anggara baru sadar kamu jatuh cinta sama indira
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
ap anggara akan meninggal🤔🤔🤔
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
kasih bintang 5 semangat kak upe luar biasa 👍👍👍
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ: sama sama
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
aku ikut menangis
❤️⃟Wᵃf🤎𝐀⃝🥀MIˢ⍣⃟ₛ ☘𝓡𝓳🏡⃟ªʸ
d cintai ridwan dan dikta ap anggra mulai jatuh cinta sama indira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!