“Temani kesepianku, maka uangku adalah uangmu!"
Demi kesembuhan sang ibu, Ermi Azrina rela menjadi Fake Affair yang berarti ia hanya perlu menjalankan misi agar Nesya Key (istri sah) sakit hati hingga menuntut perceraian.
Mampukah Ermi menyelesaikan misinya dengan baik? Apakah mungkin Key yang sangat mencintai suaminya mau bercerai hanya karena kehadiran orang ketiga? Apa motif di balik Fake Affair yang Varon Mero lakukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 07 ~ 200 Juta
"Bawa pergi ja lang itu, Kak!" bentak Key murka.
Mendengar bentakan Key sang istri sah, Varon langsung bangkit dengan ekspresi wajah murkanya. Key menatap Varon dengan wajah pilunya, ia berharap Varon akan pergi membawa selingkuhnya.
Namun, Key salah. Bukannya pergi membawa Ermi, Varon justru menyeret dan membawa Ermi menuju kamarnya. Melihat hal itu, Key pun berlari menyusul. Kemudian membentangkan kedua tangannya, melarang Varon membawa masuk Ermi ke dalam kamarnya.
"Minggir!" bentak Varon dengan suara baritone nya yang menggelegar.
"Aku mohon bawa ja lang itu pergi, Kak! Terserah kakak mau bawa dia ke mana, terserah kakak mau melakukan apa pun dengannya. Tapi, tolong jangan di rumah ini apalagi di kamar kita. Kakak boleh menghinaku, tapi aku mohon jangan permalukan aku, Kak. Aku masih punya harga diri, apa yang akan aku katakan pada orang-orang? Apa yang akan aku jelaskan kepada Mommy?" tutur Key memohon agar Varon membawa pergi selingkuhannya.
Mendengar ungkapan Key, Varon tersenyum smirk, lalu berkata, "Aku tidak peduli padamu. Ingat satu hal, ini adalah rumahku, mau siapa yang aku bawa, itu adalah urusanku. Minggir!" tegas Varon, lalu menyingkirkan Key dengan kasar.
Beruntung Key masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya, hingga ia tak berakhir jatuh ke lantai yang pastinya akan membahayakan nyawanya juga nyawa calon bayinya.
Masuk ke dalam kamar nan luas dengan nuansa serba abu-abu, Ermi duduk di pinggir ranjang. Ia mematung di sana, air mata tiba-tiba menetes kala tak kuasa menahan rasa iba pada Key.
Ermi tak tahu harus berbuat apa? Ia benar-benar bingung. Di satu sisi ia membutuhkan uang untuk biaya pengobatan ibunya yang tidak sedikit. Di sisi lain ia merasa kasihan pada Key, belum lagi rasa bersalahnya yang amat dalam.
Haruskah ia menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Key dan Varon? Haruskah ia merenggut kebahagiaan wanita lain? Haruskah ia menghancurkan rumah tangga wanita baik-baik seperti Key?
Ermi benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Varon. Jelas Key bukanlah istri yang jahat apalagi licik. Key terlihat adalah sosok wanita baik yang sangat mencintai dan bertanggung jawab pada suaminya.
Tak hanya itu saja, Key juga adalah sosok wanita berhati lembut, sabar dan bahkan tetap keukeuh mempertahankan rumah tangganya. Meski sang suami berperilaku kasar, kejam, dan sama sekali tak menganggap keberadaannya.
"Kemarilah," panggil Varon meminta Ermi untuk duduk di sebelahnya. Ermi menyeka cepat air matanya, kemudian membalikkan badan, mulai melangkah menuju sofa di mana Varon duduk di sana.
Ermi duduk di samping Varon. Seperti biasa ia mengambil jarak sambil menundukkan wajahnya dalam.
"Kau menangis?" tanya Varon dengan nada suara yang terdengar tak suka. Ermi tak merespon, tapi ia menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Aku tidak suka wanita cengeng. Jadi, jangan sampai aku melihatmu menangis lagi di hadapan," tekan Varon membuat Ermi berusaha menahan air matanya.
"Mendekatlah," titah Varon lagi, tapi Ermi masih betah di posisi semula.
"Apa tidak dengar!?"
Ermi langsung beringsut mendekat. Varon langsung memeluk Ermi dengan erat, ia benar-benar kecanduan akan sensasi empuk, kenyal, hangat dan sensasi menenangkan dari wangi alami tubuh Ermi. Sementara Ermi kembali mematung, ia dibuat gugup akan perlakuan Varon.
"Berapa uang yang kau inginkan?' tanya Varon sambil mengelus lembut rambut Ermi. Mendengar pertanyaan Varon, Ermi langsung menengadah menatap Varon dengan mata berbinar pilu.
"Dua ratu juta, Tuan," jawab Ermi berharap Varon mau memberikannya uang sebanyak itu.
Varon terdiam, ia terpesona kala melihat bibir ranum Ermi yang tebal di bagian bawah dan tipis di bagian atas. Benar-benar menggoda, hasrat Varon dibuat menggebu-gebu. Hanya dengan melihat benda pink alami, kenyal, nan indah itu mampu membuat Varon terus tergoda.
Berada di dekat Ermi membuat Varon tak bisa mengontrol diri, insting kelelakiannya memberi perintah untuk mendekat dan terus mendekat mengikis jarak.
Melihat Varon yang seakan ingin melahapnya hidup-hidup, Ermi yang takut langsung mengalihkan pandangannya. Namun, Varon mengangkat wajahnya dengan kedua lengan kekar itu.
"Kau ingin dua ratu juta, bukan?" tanya Varon menatap Ermi dengan pandangan mata berkabut nafsu.
Mendengar tawaran Varon, Ermi segera menganggukkan kepalanya cepat. Ya, ia memang membutuhkan uang itu sekarang juga.
Varon semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Ermi, kemudian berkata, "Kalau begitu .....
.
.
.
tapi kok dikit banget kak.. 😁😁😁
gpp deh, yg penting masih bisa terus menikmati karyamu..
oke deh lanjut karya berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat berkarya.. 😘🥰🤩😍
udh mampir di karya baru mu mak..
makasih othor 😘