Dendam dan Cinta gila yang membuatnya buta.
Arya Bimo Lee, seorang CEO blasteran Indonesia-Korea, kembali dari perjalanan bisnisnya dan menemukan calon istrinya sudah menikah dengan pria lain.
Ia tidak terima dan berniat merebut kembali perempuan yang sudah bersuami itu.
Memutuskan menikahi Miyu Kara Santana, adik perempuan dari pria yang telah memperistri kekasihnya. Niatnya tak lain dan tak bukan adalah untuk bisa lebih dekat dengan sang mantan dan merebutnya.
Akankah usahanya berhasil membuat pernikahannya sendiri dan kakak iparnya hancur?
Dan bagaimana reaksi Miyu Kara Santana ketika tahu bahwa pernikahannya hanyalah pernikahan dusta?
Mampukah ia bertahan atau malah meninggalkan hubungan yang tidak sehat itu?
Pantengin kisahnya hanya di Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bhebz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Kesedihan Miyu
Hari berganti hari. Minggu berganti Minggu. Miyu benar-benar merasa hubungan dengan suaminya tidak ada kemajuan yang berarti.
Mereka berdua satu kamar dan bahkan seranjang bersama tetapi tak pernah sedikitpun suaminya melihatnya.
Sungguh Gadis itu merasakan sakit yang teramat sangat. Ia merasa digantung dalam pernikahan yang tak jelas ini.
Ia seperti sebuah pajangan saja untuk melengkapi status dari pria itu. Ia samasekali tak memiliki arti dihati pria itu.
Arya, sang suami selalu cepat pulang kerja setiap hari dan juga betah tinggal di rumah tetapi tak pernah sekalipun menemaninya mengobrol atau berlaku manis seperti umumnya pasangan suami istri lainnya.
Suaminya bahkan lebih perhatian kepada Mbak Sherina Majid, kakak iparnya. Apapun yang dibutuhkan istri dari kakaknya itu selalu dipenuhinya dengan wajah senang.
Seperti tadi siang, saat mereka semua sedang piknik di sebuah taman. Sherina butuh tissue dan juga perlengkapan lainnya maka Arya dengan senang hati menggantikan Miko kakaknya untuk memenuhi kebutuhan perempuan cantik itu.
Dan giliran ia mendapatkan kesusahan, ia diabaikan dan tidak dianggap. Ingin ia menangis dan mengadu pada sang ayah. Tetapi ia sungguh tidak ingin membuat keluarganya sedih.
Ia hanya bisa menangis dalam diam. Sakit hatinya berusaha ia sembunyikan dengan lebih sering berada di kampus seharian.
Ia malas untuk pulang jika pada akhirnya hanya akan bertemu dengan suaminya yang selalu dingin padanya.
"Kamu gak ada masalah 'kan di rumah?" tanya Kemal Sanjaya sang sahabat yang pernah menyatakan cinta padanya.
"Gak. Aku baik-baik saja kok." jawab Miyu seraya mengumpulkan diktatnya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Gadis itu bersiap untuk berdiri dan meninggalkan Kemal.
"Kamu jangan bohong padaku. Aku tahu siapa Miyu yang dulu. Ia tidak pernah menekuk wajahnya seperti ini." ujar Kemal tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis itu.
Miyu memandang Kemal seraya tersenyum kemudian berucap,
"Aku masih Miyu yang dulu Kemal. Dan aku baik-baik saja. Kamu tidak perlu khawatir."
"Aku tidak percaya. Dimana senyum ceriamu? setelah menikah bukannya kamu bahagia malah jadi seperti ini." ujar Kemal dengan wajah kesal. Ia tidak suka melihat gadis itu yang nampak tak bersemangat setiap harinya.
"Aku baik Kemal. Aku bahagia. Jadi tidak perlu mengurusi hidupku lagi!" teriak gadis itu dengan mata berkaca-kaca. Rupanya apa yang dikatakannya tidak sama dengan yang dirasakannya. Dan akhirnya pecah juga tangisnya di depan sahabatnya itu.
"Katakan! Apa pria itu yang menyakitimu?" tanya Kemal dengan perasaan yang sangat marah. Ia sekarang semakin yakin kalau Miyu sedang tidak baik-baik saja.
Miyu Kara Santana hanya diam. Gadis itu tidak ingin menjawab pertanyaan pria itu padanya. Ia harus menyimpan rasa sakit ini sendiri saja.
"Baiklah. Aku antar kamu pulang." ujar Kemal seraya meraih tangan gadis itu kemudian membawanya ke mobilnya. Miyu tidak menolak. Ia mengikut saja meskipun ia sedang tidak ingin pulang ke rumahnya. Suaminya pasti sudah pulang saat ini.
Mereka berdua tidak ada yang bicara selama perjalanan pulang itu. Kemal sudah tidak mau bertanya dan Miyu pun tidak ingin menjawab.
Ciiiiiit
Kemal mengerem mendadak mobilnya karena hampir saja saling bertabrakan dengan mobil lainnya yang sedang akan masuk ke dalam gerbang rumah Miyu dari arah yang berlawanan.
"Oh sh*It!" umpatnya kemudian memundurkan mobilnya agar mobil mewah itu bisa masuk terlebih dahulu barulah ia masuk setelahnya.
"Aku tidak ingin melihatmu sedih seperti ini lagi Miyu." ujar Kemal saat ia membuka pintu untuk gadis itu yang sepertinya sedang tidak ingin untuk turun.
Arya Bimo Lee yang baru turun dari mobilnya sempat melihat bagaimana istrinya sangat diperhatikan oleh seorang pria yang tidak ia kenal.
Pria itu hanya melirik sedikit kemudian segera masuk ke Rumah mertuanya tanpa berbasa-basi sedikitpun pada istrinya dan pria itu.
Saat ini hatinya sedang sangat kacau karena masalah di Perusahaannya. Tender proyek yang sudah lama ia idam-idamkan ternyata kalah oleh Perusahaan Miko sang kakak Ipar.
Mungkin dengan melihat Sherina yang cantik ia yakin hatinya bisa kembali membaik. Tetapi ternyata rencana itu tinggallah rencana. Kekasih hatinya itu sedang tidak ada di dalam rumah seperti biasa.
Pria itu pun masuk ke kamarnya dengan perasaan yang sangat kesal. Ia melonggarkan ikatan dasinya kemudian melempar setelan jasnya ke sembarang arah. Ia benar-benar sangat kacau saat ini.
Miyu masuk ke kamar itu dengan perasaan yang sama kacaunya. Sifat dingin suaminya tadi di depan rumah semakin membuat Kemal menuntutnya untuk menjelaskan apa yang terjadi.
Dan sekarang gadis cantik itu jadi mempunyai nyali untuk menanyakan nasib pernikahannya dengan CEO itu. Ia melangkah menghampiri pria itu untuk mengeluarkan unek-uneknya selama ini.
Kemal betul sekali, ia sudah kehilangan sifatnya yang berani hanya karena menikah dengan pria ini.
"Selama ini Aku hanya diam Mas dengan apa yang kamu lakukan padaku. Tapi tolong jangan tunjukkan sifat dinginmu itu di depan orang lain!" ujar Miyu pada pria yang sedang duduk terpekur di bibir ranjang di dalam kamar itu.
Arya Bimo Lee mengangkat wajahnya dan menatap wajah istrinya dengan tatapan tajam lalu berucap dengan nada sarkas.
"Memangnya kenapa kalau Aku dingin padamu hah?"
"Aku tidak suka Mas. Kamu pikir aku ini apa? yang mau dinikahi untuk diperlakukan seperti ini." balas Miyu dengan nada suara meninggi. Hari ini ia ingin tahu apa alasan pria itu memperlakukannya dengan buruk.
"Aku ini gadis bahagia sebelum kamu masuk ke dalam hidupku. Dan aku tidak menyangka kebahagiaanku aku gadaikan dengan menikah denganmu." lanjut Miyu masih dengan emosi diwajahnya.
"Bukan pernikahan seperti ini yang aku inginkan!" teriak Miyu dengan airmata yang sudah merembes keluar dari pelupuk matanya. Arya Bimo Lee tersenyum mencibir kemudian berdiri dari duduknya.
"Lalu pernikahan apa yang kamu inginkan Nona Miyu?" tanyanya kemudian menarik tubuh istrinya itu dengan keras dan melemparnya ke atas ranjang.
Miyu tidak menjawab. Ia terlalu kaget karena pria itu melemparnya sangat keras dan kasar.
"Seperti ini?" tanya pria itu seraya menindih tubuh istrinya di atas ranjang itu. Tangannya meremas dua aset istrinya dengan seringai diwajahnya. Miyu menutup matanya.
Ini pertama kalinya suaminya menyentuhnya dengan sangat intim. Dadanya berdebar kencang tak karuan. Marahnya kini berubah menjadi dessahan pelan.
"Atau ini?" tanya Arya seraya memainkan jarinya dibagian bawah istrinya dengan sangat lembut hingga membuatnya merasakan sensasi yang sangat nikmat.
Gelenyar aneh tiba-tiba saling berkejaran di dalam urat syarafnya. Ia terbuai tetapi kemudian suaminya meninggalkannya dengan tersenyum miring.
"Itu yang kamu inginkan? jangan mimpi! Aku tidak pernah punya hasrat sedikit pun padamu. Jadi buang jauh-jauh pikiran mesummu itu!"
Deg
Miyu merasakan dadanya sesak. Tak terasa airmatanya meleleh karena malu dan marah. Ia tidak menyangka akan terpancing oleh perilaku pria itu padanya.
🍀
*Bersambung.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading 😍
dia,