NovelToon NovelToon
Pergilah Mas

Pergilah Mas

Status: tamat
Genre:Poligami / Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:167.1k
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayuk Noy

Aku tidak akan memaksamu untuk tetap tinggal bersamaku, jika di hatimu sudah tidak ada lagi aku. Aku tidak akan pernah memintamu kembali jika kamu sudah memilih untuk pergi.
Mungkin itulah gambaran yang cocok untuk menggambarkan sesosok wanita. Yang mana suaminya lebih memilih wanita lain dibandingkan tetap bertahan disisinya.
Lebih memilih menjadi ayah orang lain, daripada menjadi ayah untuk anaknya sendiri.
Siti seorang wanita biasa, yang tidak bekerja karena, lebih memilih menjadi ibu rumah tangga.
Apa yang sebenarnya terjadi ?
jangan lupa ikuti terus kisahnya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuk Noy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Siti sampai di rumah orang tuanya malam hari. Suasana di sekitar rumah orang tuanya sudah sepi. Orang tua Siti tinggal di kota sebelah, jarak tempuhnya sekitar 10 jam dari tempat tinggal Arya. Karena setelah menikah dengan Arya, Siti pun ikut pindah ke kota asal Arya dan tinggal di sana.

Siti jarang pulang jarang pulang ke rumah orang tuanya, mengingat jarak tempuh dan kesibukan Arya mengurus restoran. Mereka hanya pulang jika ada saudara yang akan menikah atau pun meninggal, bahkan terkadang mereka hanya pulang saat lebaran saja.

"Siti alhamdulillah akhirnya kamu sampai juga nak, ibu cemas sama kamu" ucap sang ibu yang bernama Samsiah sambil memeluk anaknya yang baru saja turun dari mobil.

"Alhamdulillah Siti baik-baik aja bu."

"Buk, kok malah ngobrol di luar, ajak anaknya masuk dulu! ucap sang bapak.

"hehehe... ibu lupa pak. sekarang kita masuk dulu, Hanan biar bapakmu yang bawa masuk, ingat pak gendong cucunya jangan sampai dia bangun!" ujar sang ibuk.

Siti masuk ke dalam rumah bersama sang ibu di susul bapaknya yang sedang menggendong anaknya.

"Pak langsung gendong ke kamar aja, kamar Siti sudah ibu bersihkan."

Bapak pun berlalu menuju kamar Siti untuk membaringkan sang cucu. Sementara Siti duduk di ruang keluarga bersama ibunya.

"Siti kok bisa sih Arya berbuat begitu sama kamu, dia peduli sama orang lain tapi tidak peduli dengan perasaan istri dan anaknya. gak habis pikir ibu sama Arya."

"Buk, biarkan Siti istirahat dulu! besok baru kita bicara lagi. Dia sekarang pasti capek." ujar pak Ali mengingatkan istrinya.

"Baiklah, sekarang kamu istirahat dulu besok kita bicara lagi." Siti hanya mengangguk dan kemudian berdiri berjalan menuju kamarnya yang sudah lama ia tinggal. Jujur saja badannya saat ini pegal-pegal semua, apalagi di mobil dia terus memangku sang anak yang sedang tertidur.

Bapak dan ibuk Siti keluar rumah membantu pak sopir mengangkat barang-barang yang di bawa Siti masuk ke dalam rumah.

Setelah selesai sang sopir pun pamit untuk langsung pulang ke rumahnya.

...----------------...

Pagi harinya Siti sudah sibuk membantu ibunya menyiapkan sarapan. Ibu Samsiah menyiapkan begitu banyak makanan, katanya untuk menyambut anak dan cucunya.

"Bu, makanan sebanyak siapa yang menghabiskannya? tanya Siti.

"Ya, kamu sama anak mu lah! ibu kan, senang melihat kalian pulang dalam keadaan selamat" ujar ibu Samsiah sambil terkekeh.

"Oh ya buk, kok aku dari tadi malam gak liat Ari ya? ke mana dia buk?

Siti menanyakan keberadaan adik satu-satunya karena dia hanya memiliki satu saudara laki-laki saja.

"Adik kamu bentar lagi pulang, kemaren katanya mau nginap di kost-an temannya" jelas ibu Samsiah.

Baru sebentar ibu Samsiah mengatakan anak laki-lakinya akan pulang, sekarang Ari sudah ada di dapur.

"Hai mbak Siti, apa kabar? lama kita tidak berjumpa, dulu kalo gak salah kita ketemu mbak masih punya suami kan? kok sekarang sudah jadi janda aja? Ilmu pelet mbak udah habis ya ? ujar sang adik sambil menggoda kakak satu-satunya. Bahkan dagu sang kakak tidak lupa di colek olehnya.

Memang, seperti ini lah Ari, terkadang otaknya lebih sering bergeser dari tempat yang seharusnya. Jika otaknya sudah bergeser maka akan timbul sifat absurd nya, yang sering membuat orang rumahnya merasa jengkel.

Pletok..

Suara kepala Ari yang di pukul sang ibu menggunakan centong nasi.

"Kamu itu ya, baru juga pulang udah godain kakak aja. Harusnya kamu itu beri semangat untuk kakak dan juga keponakanmu, paham! ujar ibu samsiah dengan suara yang tinggi.

Siti hanya tertawa melihat adiknya di pukul oleh ibunya, memang seperti inilah keadaan mereka, selalu saja di buat kesal oleh Ari. Bahkan Hanan pun tertawa terbahak-bahak melihat Om-nya di pukul sang nenek.

Pak Ali hanya menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah mereka.

"Baik lah, aku akan memberi ucapan semangat untuk mbak Siti dan juga keponakan ku tersayang" ucap Ari dengan wajah yang di buat seserius mungkin.

"Baik lah mbak akan mendengar ucapan semangat dari kamu, sekarang mulai lah! ucap Siti yang mulai mengikuti drama yang di buat sang adik.

"Wahai mbak ku yang cantik jelita meskipun sudah menjadi janda, tahan buk, jangan marah dulu aku belum selesai. nanti kalo sudah selesai terserah ibu mau lanjut marah atau gak! Ari berkata begitu karena melihat sang ibu yang sudah siap-siap ingin memukulnya.

"Baik lah sekarang aku lanjutkan. Wahai mbak ku yang cantik jelita meskipun sudah menjadi janda. Ingat menjadi janda bukanlah sebuah aib, tapi... menjadi janda adalah kesempatan emas untuk mencari suami yang lebih KAYA" setelah mengatakan itu Ari pun berlari meninggalkan dapur langsung masuk ke kamarnya dan tidak lupa mengunci pintu karena, ia tau sang ibu saat ini sedang marah kepadanya.

Benar saja, ibu Samsiah yang melihat Ari berlari langsung menggedor-gedor kamarnya.

"Ari awas kamu ya! gak akan ibu beri uang jajan! berani sekali kamu mengatakan itu kepada mbak mu, awas saja kamu nanti" ucap ibu Samsiah dengan marah, karena merasa kesal pintu kamar Ari tidak di buka-buka akhirnya ibu Samsiah meninggalkan kamar Ari.

Sementara di dalam kamar Ari tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.

Begitu juga yang terjadi di dapur, Siti dan pak Ali tertawa terbahak-bahak.

"Benar yang di ucapkan oleh adik mu itu, ti. Menjadi janda bukanlah aib, jadi kamu tidak perlu merasa malu." ucap sang bapak setelah berhenti tertawa. Siti hanya mengangguk.

Sekembalinya ibu Samsiah dari mengejar Ari mereka langsung menyantap makanan yang telah tersedia di atas meja tanpa kehadiran Ari karena, Ari masih takut keluar dari kamarnya. Ia takut jika keluar maka sapu akan melayang di tubuhnya.

1
Dewi 1234
nama nya sitin atau tiara..baru mulai ydh salah
Titik Martiyah
serakah banget lilis..juga gila hormat...
Yati Syahira
rasain arya,lakor dibuang juga akhirnya
Yati Syahira
btar juga hartanya ikut sitibpergi arya bodoh demi batu kali dan pecahan kata ,tinggal ancurnya
Yati Syahira
laki ama temen bejat
Surati
bagus
white lily
rian🤣
Sri Watigustami
makan tu kasian,demi janda sampai merelakan mnjadakan istrinya. dasar laki2 otak udang.
Dwi Fadilah
Luar biasa
Lynda Rahman
pengajaran sudah terlepas kata tiada kata undur
Vivi Bidadari
Jadi galau nih aku mau nya rujuk sama Siti kasihan Hanannya, tapi apa Siti mau rujuk lagi🤔

Akhirnya Aurhor juga yg putuskan semuanya ... jadi bisa aku 😅
Vivi Bidadari
Pelajaran yg teramat mahal Arya menyesal pun tdk ada ada gunanya keluarga mu hancur krn kecerobohan mu Siti sdh pernah mengingatkan tapi kamu abaikan atas nama kasihan nah sekarang kasihan pada dirimu sendiri
Vivi Bidadari
Beda kelas kamu Lilis janda murahan minim akhlak sementara Siti janda terdepan ... 😅😅😅

Nikmati Arya akibat perbuatan mu memungut janda tapi membuat istri jdi janda krn ulah janda murahan
Vivi Bidadari
Biarkan Arya menyesal dari arti kata kasihan
Vivi Bidadari
Janda yg tau diri sdh dikasihani malah melunjak
Elnayana Adima Tanone
Kecewa
Friska Oktaviana
buat ajah jablay lilis kecelakaan trus lumpuh dan buta biar dia insyaf
Ayuk Noy
hihihi🤭🤭🤭
Ayuk Noy
🤭🤭🤭
Dewi Purwanti
waaah bakalan terjadi cinta segiempat nieh🙈🙈🙈
Ayuk Noy: terima kasih sudah mampir dan mau baca cerita aku kak🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!