Kisah dimulai dari kedatangan Mahsat, seorang laki-laki dari planet yang turun ke bumi. Mahsat turun ke bumi dengan tujuan untuk merasakan kehidupan layaknya manusia, mencari pengalaman berbeda dari kehidupan di Mars. namun kedatangan Mahsat tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri tapi juga takdir seorang gadis bernama Tasya.
Tasya seorang gadis yang pemalu yang hidupnya monoton dan cenderung membosankan. Namun, kedatangan Mahsat ke kehidupannya, semuanya berubah. Kehadiran Mahsat membuat Tasya merasa lebih ceria dan semangat. Sayangnya Mahsat jatuh hati pada Tasya. Meskipun perasaanya tulus, Mahsat tahu bahwa akan kembali ke Mars pada waktunya yang telah di tentukan.
Sementara itu, disisi lain, ada mahluk lain dari bangsa jin yang merupakan teman Mahsat.
Dengan berbagai liku-liku yang ada, Mahsat dan Tasya, Adrian dan Endah memberikan pelajaran bahwa cinta sejati bukanlah tentang memiliki seseorang, tapi tentang memberikan yang terbaik pada orang yang dicintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eka junhata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman7
Begitu judesnya Felicia seolah tidak terkena akan rayuan Mahsat.
" Buaya yang setia pala lu! Yang ada lu setia jadi buaya! Udah ah! Gue mau pulang, Bay!" Gubris Felicia Meranjak akan pergi seakan tidak perduli dengan kata-kata Mahsat
Mahsat pun bermaksud untuk mengantarkan Felicia pulang.
" Biar aku yang nganterin pulang!" Tawaran Mahsat
Namun Felicia menolak tawaran Mahsat, Bukan karena judesnya tapi memang dia ada keperluan lain sebelum pulang.
" O, Nggak! Gue bisa pulang sendiri!" Tolak Felicia spontan sembari menjauh
Mahsat heran dengan sifat Felicia yang judes tersebut seakan-akan di setiap kata-kata Mahsat, Felicia selalu bersikap cuek.
" Hm? Kenapa sih, lu nggak pernah percaya pada gua Fel? Padahal gua kan Mahluk jujur!" Gerutunya dalam hati
" Sudahlah! Suatu saat nanti, Lu pasti percaya sama gua Fel!" Gerutunya lagi
Felicia bersikap cuek pada Mahsat karena dia sudah mengetahui siapa Mahsat sebenarnya, Dan itu membuat Felicia takut akan jatuh hati pada Mahsat, yang tidak akan mungkin bisa menyatu dengan manusia.
Felicia lah orang yang pertama kali mengetahui siapa Mahsat pertama kali setelah Mahsat turun ke Bumi yang kedua kalinya ini.
Felicia bisa mengetahui semuanya karena Mahsat sendirilah yang menceritakan dan membuktikannya pada Felicia.
" Maafin gue Mahsat! Jujur, Gue nggak bermaksud buat cuek ama lu! Gue cuman nggak mau ngerasain sakit ati karena kehilangan lu, saat lu harus kembali ke asal lu!" Ujar Felicia dalam hati sembari berjalan
Karena hal Itulah yang membuat Mahsat sering melamun . Dia ingin hidup abadi bersama manusia yang artinya abadi bersama orang-orang yang di kenalnya saat ini.
Kemudian setelah Felicia menjauh, Mahsat hanya bisa memandang dan menikmati lingkungan sekitar.
Meskipun dalam di perkotaan ramai, Namun dalam hati Mahsat masih terasa kosong. Sembari melamun tiba-tiba datang King pulang dari kencan sebelumnya.
King melihat bahwa Mahsat ngomong sendirian saat membicarakan Felicia sebelumnya.
" Woi! Ngapain lo komat-kamit kek' dukun!" Celetuk King tiba-tiba
" Bisa nggak sih, Lo sekali aja nggak ngagetin
gua?" Tutur Mahsat sedikit terkejut
" Habis! Lo ngomong sendirian kayak orang gila! Ngomongin apa sih!" Ujar King bertanya
" Tadi ada Felicia datang!" Jawab Mahsat
Namun tentunya kedatangan Felicia sang putri pemilik kosan yang sangat cantik tersebut, selalu di nantikan mereka bertiga.
" Wah! Gua jadi nggak sempat liat kinclongnya wajah Feli!" Tutur King
" Ngomong-ngomong! Ngapain Feli kesini?" Tanya King
" Dia habis liatin temen-temennya yang baru ngekos disini!" Jawab Mahsat
Mendengar tentang anak kos baru, King berharap kalau yang ngekos kali ini adalah cewek.
" Ngekos disini? Cowok apa cewek?" Tanya King penasaran
" Cewek!" Jawab Mahsat singkat
Dan mendengar kata cewek tentunya jiwa playboy King pun mulai beraksi.
"Beneran? Gua mau kenalan! Siapa tau itu jodoh gua!" Tutur King sedikit penasaran dengan cewek yang di maksud
Namun Mahsat mengingatkan King untuk tidak berlebihan dengan kata-katanya.
" Jangan macem-macem! Mereka temen-temen baiknya Felicia!" Kata Mahsat
King tidak terlalu menggubris peringatan Mahsat, Tujuannya hanya sekedar ingin berkenalan dengan Sintya dan Leci teman-teman Felicia tersebut.
" Paling cuman semacem!" Tutur King sembari menjauh dan mendekati kamar Sintya dan Leci
Setibanya di pintu kamar.
" Tok, Tok, Tok!" King mengetuk pintu
" Assalamualaikum! Siapa di dalam? aku di luar!" Panggil King
Sementara dari dalam kamar, Leci yang berkepribadian cuek mengira bahwa yang mengetok pintu tersebut adalah Mahsat.
" Pasti cowok tadi! Resek kek' nya ni orang!" Tutur Leci berbicara dengan Sintya
Namun Sintya yang berkepribadian lemah lembut mencoba untuk mengingatkan Leci agar tidak bersikap cuek pada orang.
" Nggak boleh gitu! Buka aja pintunya! Siapa tau ada perlu!" Ujarnya
Karena tidak ada jawaban King pun kembali memanggil
" Assalamualaikum! Ada orang kah?" Tanya King berlagak polos
Kemudian dengan sedikit keberatan Leci membuka pintu " Kreek!" (Suara Pintu)
" Walaikumsalam!" Sahut Leci
Sembari tersenyum seolah penuh harapan " Hai!" King menyapa Leci yang gaya rambut potong sebahu tersebut
Melihat King yang datang, Leci belum mengenalnya dan sedikit heran maksud kedatangannya
" Hai juga! Siapa ya?" Tanya Leci
" Aku King! Penghuni kos disini! Kamu baru ngekos disini ya?" Tutur King seraya bertanya
Tidak ubahnya seperti Felicia, Leci pun menjawab " Hm, Keliatannya?" Dengan judesnya
" Keliatannya sih udah lama! Udah lama aku menantikan ada cewek yang mau ngekos disini maksudnya!" Tutur King mulai mengeluarkan kata-kata gombalnya
Lagi-lagi Leci bersikap cuek dan tidak terlalu perduli dengan kata-kata King
" Maaf! Ada perlu apa ya?" Tanya Leci singkat
" Ada gula nggak?" Tanya King seolah-olah dia kehabisan gula untuk membuat kopi
Mendengar pernyataan King yang meminta sesuatu, Leci menyadari sikapnya yang berlebihan.
"O! Maaf bang! Nggak ada! Baru datang soalnya!" Jawab Leci jujur
Kemudian King meminta lagi sesuatu yang seolah-olah barang dia perlukan habis
" Kalau garam ada nggak?" Tanya King meminta
" Nggak ada juga bang! Kan baru datang!" Jawab Leci lagi sedikit menahan sabar
" Tapi nomor WA adakan!" Tutur King seolah minta nomor Hp/Wa
Leci pun sedikit kesal dengan permintaan King tersebut " Apa sih?" Sahutnya langsung menutup pintu
Karena Leci sudah menutup pintu King lupa menanyakan namanya
" Eh, Adik manis! Namanya siapa?" Tanya King dari luar
" Tanyain tuh temennya! Ih, Gangguin orang aja!" Jawab Leci seolah marah
Melihat Leci yang marah-marah, Sintya pun menanyakan siapa yang datang.
" Siapa Ci?" Tanya Sintya
"Katanya sih, King! Anak kos disini juga!" Jawab Leci masih kesal
" Terus, Kenapa lu ngomel-ngomel?" Tanya Sintya lagi
" Sebel aja! Masak baru kenal udah mau minta nomor WA!" Tutur Leci
Sementara King kembali ke kamarnya.
Singkat kata, Pada malam harinya.
King sedikit berbeda dari malam biasanya, Yang tadinya dia sering mengejek Mahsat yang suka melamun malam ini dia malah ikutan ngelamun berama Mahsat.
Dalam hati King masih memikirkan Kinanti yang masih marah saat kencan sebelumnya.
Sementara Mahsat memikirkan Ria dan Erni yang berkenalan dengan Mahsat sebelumnya.
Dan karena mereka berdua melamun secara bersamaan, Akhirnya mereka berdua mencoba saling menanyakan apa yang di dalam pikiran mereka untuk bertukar pendapat.
" Gua bingung Bro!" Celetuk King tiba-tiba
" Lah, Sama gua juga bingung!" Sahut Mahsat
" Lo bingung kenapa?" Tanya King
" Gua bingung karena lo bingung!" Jawab Mahsat sedikit bercanda
" Gua serius ni!" Tutur King mulai kesal
" Lo bingung kenapa?" Tutur Mahsat kembali bertanya
King pun menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antara dia dan Kinanti tadi siang
" Tadi siang! Ada kesalahpahaman antara gua sama pacar gua!" Terang King sedikit menggerutu
Beralih Ke Tasya...
semuanya kumpul???