NovelToon NovelToon
My Ghost Friends

My Ghost Friends

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Dunia Lain / Matabatin / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Horor / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Sekar empat belas tahun ditakuti semua temannya. Gadis pendiam dengan rambut panjang terurai, terlebih Sekar begitu pendiam.

Sekar termasuk gadis cerdas di kelasnya. Ia juga cantik dan berkulit putih pucat. Namun, ada satu yang membuat ia ditakuti seluruh teman-temannya. Sekar suka bicara sendiri.

Sekar pernah dibawa ke psikiater oleh majikannya yang baik. Tapi dokter mengatakan Sekar baik-baik saja. Diobati ke orang pintar hingga melakukan ruqyah. Sekar sama sekali tidak bereaksi.

Petualangan Sekar dimulai saat ada kasus bunuh diri di toilet anak perempuan di sekolahnya. Bagaimana kelanjutannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAKIN BANYAK

Sekar kembali sekolah, gadis ini tetap membawa bekal dari ibunya. Ia juga tak mau mengecewakan sang ibu.

"Sekar!" panggil Danar.

Gadis itu hanya menoleh sekilas dan terus melangkah ke kelas. Sekar duduk dengan tenang.

"Sekar," Danar duduk di sisinya.

"Bisa jauhan nggak? Kamu nggak lagi suka sama aku kan?" tanya Sekar menyindir Danar.

Danar terdiam, ia mengingat perkataannya kemarin. Ternyata, perkataan itu menyakiti gadis di sebelahnya.

"Maaf," cicit Danar tulus.

"Menjauh lah Danar!" tekan Sekar dengan sorot mata tajam.

Danar menggeser kursinya. Sikap dingin Sekar di awal gadis itu masuk kembali ia rasakan. Tak lama semua anak masuk kelas satu persatu. Ahmad masuk dan membuat semua teman astral Sekar menyingkir. Hal itu dirasakan oleh Sekar.

"Kalau aku keluar dari kelas tentu akan membuat semua orang heboh," gumamnya dalam hati.

"Berdiri!" titah ketua kelas.

"Sebelum kita mulai pelajaran mari kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing! Berdoa mulai!" semua menunduk dalam doa.

"Berdoa selesai! Beri salam!"

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Selamat pagi Pak Guru!" seru semua anak kompak.

"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh!" balas Pak Ahmad.

"Hari ini kita ada bacaan ayat di depan kelas ya!" titah guru itu.

"Sekar ... keluar Sekar!" pinta para makhluk astral.

Sekar terganggu, ia begitu gelisah. Beberapa makhluk tak kasat mata mulai berlarian keluar. Beberapa teman beragama Nasrani memilih tetap duduk, mereka tak mau keluar kelas.

"Kok Antonius nggak keluar?" tanya Pak Ahmad lembut.

"Malas Pak, biar kita di sini dengerin aja ya," jawab Antonius yang disertai anggukan Weda yang beragama Hindu.

"Baik kalau begitu. Kita mulai dari Aldi!"

Satu persatu murid membaca surah yang ia hapal. Bahkan ada beberapa di antaranya membaca surah Yasin sebanyak delapan ayat hingga dilanjutkan oleh murid-murid yang lain hingga selesai.

"Sekar!" panggil Ahmad.

"Saya haid Pak!" aku Sekar bohong.

"Kalau begitu kau berdzikir Nak!" suruh Ahmad. "Tidak ada larangan untuk berdzikir bagi wanita haid!"

Sekar mau tak mau akhirnya maju, Danar sudah lebih dulu maju dan membaca sebuah ayat Qur'an dengan baik. Entah kenapa langkah Sekar sedikit berat kali ini.

"Jika bisa kau berdzikir Subhanallah wa bihamdihi yang berarti Maha Suci Allah dengan segala puji kepada-Nya!" suruh pria itu lagi.

Sekar mengusap keringat dingin. Gadis itu perlahan mulai berdzikir, Ahmad mendengar dengan baik bacaan gadis itu. Segumpal asap tipis keluar dari tubuh Sekar. Ahmad mengucap hamdalah dalam hatinya.

Lama kelamaan wajah pucat Sekar menjadi memerah. Gadis itu selesai berdzikir, ia pun duduk kembali ke tempatnya.

"Ih ... suara Sekar merdu juga ya berdzikir?" puji Bambang.

Semua anak sudah maju ke depan menyetor hafalan mereka. Kelas menjadi tenang dan sejuk. Pelajaran berlangsung hingga bel istirahat pertama berbunyi.

Semua menghambur keluar kelas. Danar memilih duduk bersama Sekar. Remaja itu meraih bekal yang dibawa teman semejanya itu, ia menukar dengan bekal miliknya.

'Cobalah ... itu juga buatan ibuku," ujarnya.

Sekar mengangguk, gadis itu membuka kotak bekal milik Danar. Menyuap nasi goreng sosis. Sedang milik Sekar adalah nasi kuning beserta isiannya.

"Wah ... asik banget yang pacaran!" keduanya menoleh.

"Siapa yang pacaran?" tanya Sekar tak suka.

"Itu duduk dua-duaan, terus kalian suap-suapan!" tuduhnya berbohong.

"Siapa yang suap-suapan. Aku menyuap mulutku sendiri!" teriak Sekar marah.

"Ih ... ngegas amat. Santuy aja, kalo nggak salah itu harusnya santuy. Ketauan banget salah!" Della terus menyudutkan Sekar.

Della memang tidak menyukai keberadaan Sekar, terlebih gadis itu menyukai Danar, tapi remaja itu sepertinya tertarik dengan murid baru yang datang dari kampung.

"Emangnya kenapa sih kalo kita berdua pacaran?" sahut Danar bingung dengan Della.

"Kamu nggak punya hak buat melarang aku dekat dengan siapa kan?" lanjutnya begitu tegas pada Della.

Sekar terdiam, ia melihat Danar tengah membelanya.

"Aku aduin sama Bu guru kalo kalian melakukan tindakan asusila di dalam kelas!" ancam Della.

"Silahkan!" sahut Danar berani.

"Di sini ada banyak kamera pengintai. Jadi semua kelakuan murid sudah dipantau. Jika kami berlaku asusila, dari tadi pak guru sudah menggiring kami ke ruang BK!" sahut Danar lagi menantang Della.

"Aarrggh!" pekik gadis itu marah luar biasa.

Della keluar kelas, gadis itu membawa serta tasnya dan pulang. Ia alpa di pelajaran berikutnya.

Bel pulang berbunyi, semua keluar kelas. Danar selalu ada di sisi Sekar bahkan ketika menunggu angkutan umum.

"Sekar!" gadis itu menoleh.

Gadis itu membelalak. Entah berapa banyak makhluk astral berdiri menunggunya.

"Kami kembali!"

Sekar tak bisa berbuat banyak, gadis itu akhirnya menerima semua teman barunya.

Esok pagi, gadis itu sudah bersiap, ia akan menggunakan angkutan umum karena hari ini nona mudanya tidak ada kuliah. Gadis kaya itu bangun sedikit siang dan mau hangout.

Sampai depan jalan menuju sekolah, gadis itu setengah berlari. Jarak yang lumayan membuat ia sedikit terengah-engah. Sekar langsung duduk di kursinya dengan napas yang menderu. Sudah lama ia tak berlarian.

"Astaga ... kakiku sakit semua!' keluhnya.

"Apa perlu aku pijat Sekar?" tanya makhluk astral berjalan merayap seperti ular.

Makhluk itu menggelung kaki gadis itu dan memijatnya pelan. Sekar begitu menikmati. Ia memang sengaja berangkat pagi karena nona mudanya tak berangkat kuliah pagi ini.

"Sekar, wangimu enak sekali!' desis makhluk itu.

Suasana kelas mendadak sepi, Sekar merasa ada di sebuah bukit yang tinggi, udara sangat tipis di sana, dadanya sesak. Tetapi keindahan tempat itu membuat ia tak beranjak.

"Sekar!' sosok yang begitu tampan tersenyum padanya.

Sekar adalah seorang gadis normal, tentu ia terpesona melihat ketampanan pria itu. Terlebih, sang pria mengecup buku tangannya mesra. Lalu kecupan itu menjalar perlahan hingga ke dagu.

Sekar menggelinjang, baru kali ini ia merasakan sensasi berbeda yang membuat darahnya berdesir, bulu romanya ikut berdiri merasakan cumbuan. Hingga ketika bibir sosok itu sampai di bibir Sekar.

'Sekar!" gadis itu tersentak kaget.

Danar menatap teman sebangkunya yang tengah memejamkan mata dan seperti melamun.

"Kamu kenapa?' tanyanya bingung.

Sekar cepat menggeleng, ia merasa basah di bawahnya. Gadis itu berdiri dan mengambil satu plastik hitam.

'Aku ke kamar mandi dulu," ujarnya.

Sekar kembali melangkah, kali ini tubuhnya lagi-lagi seakan melayang di udara. Gadis itu selesai dengan urusannya dan kembali dalam kelas.

Danar memperhatikan kelakuan Sekar hari ini. Gadis itu sering meraba bibirnya, dan tersenyum sendiri. Hingga bel istirahat pertama berbunyi. Sekar memilih pergi dan duduk di bawah pohon rindang.

Di sana sosok tampan merentangkan tangannya, Sekar seakan terhipnotis, ia sudah berada di pelukan sosok tampan itu.

"Sekar ... kau mau aku cium kan?" tanya sosok itu.

Sekar tertegun lama, lalu ia mengangguk. Perlahan kepala sosok tampan itu turun, Sekar memejamkan matanya.

"Sekar jangan!" teriak Ahmad.

Sayang teriakan itu hanya angin lalu. Sekar dicium mahkluk tinggi besar yang begitu menyeramkan.

"Jiwanya kukendalilan!"

"Tidak ada yang mengendalikan jiwa kecuali Allah!" tekan Ahmad.

Bersambung.

Next?

1
Hilmiya Kasinji
ustadz nya kalah ilmu dari pak Ahmad
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
Nur Bahagia
jangan dikasih visual nya Thor 😱
Nur Bahagia
kenapa semua hantu pada menyingkir kalo ada Danar 🤔
Nur Bahagia
wuahhh buanyakkk amatt 😱
Nur Bahagia
huahh baru aja aku tadi memujimu baik Brenda.. aku cabut lagi ah pujian nya
Nur Bahagia
anak majikannya bak banget.. Brenda 🤗
Nur Bahagia
kejadian apa? 🤔
suci ika rachmawati
Novel ini...terlalu eman2 kalau ditinggalkan...critanya enteng, enak buat dibaca
Laila Zayn
haduuuuuh ga tau harus bilang apa deh....!!! pokoknya ceritanya best banget...... 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰
sukses terus untuk author dalam berkarya yaaa...... ☺😘😘😘😘😘
Laila Zayn
permisi...... saya mau mampir ya, thor ☺
Madreyol Com
what!!!sudah tamat!¡! padahal aku masih penasaran...tapi good job ,..sangat menarik
Madreyol Com
deg degan aku...boleh nanya,apa semua cerita ini berdasarkan kisah nyata... sepertinya author pernah mengalami sendiri..bener ga...
Madreyol Com
Luar biasa
Aquarius26
kyknya bagus ceritanya,,,salam kenal kak
Siti patma
cerita bagus dan tak ribet dibaca isukses terus thor/Good//Good//Good//Good//Good/
Yuni Martopo
Luar biasa
Suharnani
Harusnya kamu ambil Beasiswa mu Danar
Suharnani
Guru yg baik dan sabar
Suharnani
Aduh duh Raymond
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!