NovelToon NovelToon
Pesona Sekretaris

Pesona Sekretaris

Status: tamat
Genre:Single Mom / Chicklit / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: annin

Menjadi seorang single parent tak membuat Alleyah berkecil hati. Ia justru semangat dalam usahanya untuk mendapatkan kebahagiaan bagi dirinya dan juga putrinya yang masih berumur enam tahun.

Pekerjaan menjadi seorang sekretaris dari bos yang arogan tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja. Ia bahkan semakin rajin demi rupiah yang ia harapkan untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan juga anaknya.

Namun, perjuangannya menjadi single parent tak semudah bayangannya sebelumnya. Ditengah isu yang merebak di kantornya dan juga imej seorang janda memaksanya menjadi wanita yang lebih kuat.
Belum lagi ujian yang datang dari mantan suaminya, yang kembali muncul dan mengusik hidupnya.

Mampukah, Alleyah bertahan dan mampu memperjuangkan kebahagiaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.7 Mulai Ada Gosip

Hari ini fokus Alle tak sebaik biasanya. Beberapa kali ia salah menyiapkan dokumen untuk Aksa. Pikirannya masih pada kejadian semalam, saat Mbak Imas menyapanya dalam ketakutan. Kemudian mengadu tentang sikap suaminya yang berubah seratus delapan puluh derajat.

Pengasuh Chilla tersebut mengatakan pada Alle jika akhir-akhir ini Mas Dito—suami Mbak Imas—sering minum-minuman keras, juga sering berlaku kasar pada istrinya. Hal yang kemarin membuat Mbak Imas pergi dari rumah dan memilih menginap di rumah Alle karena perlakuan pria itu sudah tidak bisa ditolerir lagi. Dito berlaku kasar di depan Chilla, pria yang sekarang merupakan pengangguran itu berani menampar Imas di depan putri kecil Alle yang berusia belum genap enam tahun. Semua karena hal sepele, hanya karena Mbak Imas lupa menambahkan gula pada kopi buatannya.

Pria itu mendadak naik pitam dan berteriak murka di depan Chilla. Tak sampai di situ, ketika Mbak Imas menanggapi kemarahan suaminya, pria itu justru semakin tersulut emosi dan menuduh Mbak Imas sudah berani melawan suami. Lalu, satu tamparan melayang ke pipi pengasuh Chilla tersebut.

Hal tak pantas itu disaksikan Chilla yang kala itu sedang bermain di ruang tamu milik Mbak Imas. Karena tidak ingin membuat Chilla menyaksikan kejadian tak pantas itu lagi, Mbak Imas membawa Chilla pulang dan mengunci pintu rumah Alle. Tak ingin bertemu dengan suaminya untuk sementara ini.

Dito juga menuduh jika pekerjaan istrinya itulah penyebab berubahnya sikap Mbak Imas. Terlalu sibuk dengan Chilla hingga lupa pada kewajibannya melayani suami.

Alle sendiri jadi tidak enak hati. Bahkan semalam ia menawarkan pada Mbak Imas agar berhenti saja dari menjaga Chilla. Supaya Mbak Imas bisa fokus pada sang suami dan keinginan mereka untuk memiliki keturunan, jika memang kesibukannya menjaga Chilla justru memperkeruh masalah rumah tangganya.

"Jangan Al, kalau aku nggak kerja jaga Chilla aku malah akan susah sendiri. Nanti siapa yang akan biayai hidup kami. Belanja, bayar listrik, belum lagi rokok Mas Dito. Siapa yang mau bayarin itu semua kalau aku nggak jagain Chilla, sementara Mas Dito sendiri nganggur." Begitu jawab Mbak Imas semalam saat Alle meminta Mbak Imas berhenti kerja.

Sebagai orang terdekat Mbak Imas saat ini, Alle menawarkan kalau sekedar buat makan Alle masih bisa membantu. Bagaimanapun Alle tidak akan lupa pada jasa Mbak Imas selama ini. Berkat wanita itu, Alle bisa tenang bekerja dan bisa menghidupi diri sendiri juga Chilla dari uang hasil jerih payahnya.

Tak apa jika harus berbagi rejeki dengan Mbak Imas. Ia bisa mencari pengasuh yang bisa tidur di rumah kecilnya dan sebagai gantinya ia bisa ambil kerjaan lembur agar memiliki uang tambahan untuk gaji pengasuh baru Chilla. Namun, Mbak imas menolak. Wanita itu tetap ingin menjaga Chilla, ia tak mau diberi uang cuma-cuma tanpa bekerja.

Hal itu membuat Alle berada dalam dilema. Di satu sisi ia tidak ingin rumah tangga Mbak Imas yang sudah ia anggap seperti saudara itu hancur seperti rumah tangganya, yang disebabkan karena kesibukan Mbak Imas menjaga Chila. Di sisi lain ia juga ingin membantu Mbak Imas secara ekonomi.

"Hei!"

Alle terlonjak kaget saat melihat Aksa tengah berdiri di depannya sembari menggebrak meja. Menyadarkan Alle dari segala lamunan tentang kejadian semalam.

"I-iya, Pak," jawab Alle terbata sebab gugup.

"Kamu tidak dengar bunyi interkom?" Nada marah terdengar dari pertanyaan Aksa.

"Maaf Pak, saya tidak dengar," jawab Alle jujur.

Aksa mendelik tajam. Memasang raut murka pada apa yang baru saja sekretarisnya katakan. Bisa-bisanya pegawainya itu tidak mendengar panggilannya.

"Sekarang kamu bereskan barang-barang kamu!" titah Aksa.

"Maksud, Bapak, apa? saya, dipecat?" tanya Alle heran.

"Jangan banyak tanya, bereskan barang-barang kamu sekarang juga!" titahnya sekali lagi.

"Tapi, Pak, saya bisa memperbaiki kesalahan saya. Tidak perlu bapak sampai memecat saya."

Aksa semakin geram karena sekretarisnya terus membantah. "Bereskan barang-barang kamu dan segera ke dokter THT. Kamu butuh periksa!" ujarnya dengan murka, lalu kembali masuk ke ruangannya sendiri dengan membanting pintu.

Spontan, Alle memegangi dadanya sebab kaget. Kemudian buru-buru menyusul bosnya tersebut masuk ke dalam. Berkali-kali Alle meminta maaf atas kecerobohannya hari ini. Tidak seharusnya ia melamun dan mengabaikan tugas di kantor.

"Maaf Pak, saya janji saya tidak akan lagi mengulangi semua ini," mohon Alle. Namun tak digubris oleh atasannya.

"Sekarang tolong katakan apa yang Bapak inginkan, saya akan segera lakukan."

Aksa menatap tajam skeretarisnya. "Keluar kamu sekarang!"

"Pak, jangan begitu. Saya akan bekerja dengan baik," Alle semakin memohon.

"Keluar!" Bentak Aksa.

Saking takutnya dengan raut sang bos, Alle segera keluar sesuai perintah. Dalam hatinya ia terus berdoa semoga Aksa tidak memecatnya.

Tak ada yang bisa Alle lakukan untuk meluluhkan hati bosnya saat ini. Ia hanya bisa menunggu sampai pria itu sendiri yang akan memanggilnya.

Alle semakin bingung ketika waktu terus berjalan tapi tidak ada panggilan dari Aksa untuk dirinya. Pria itu benar-benar mengabaikannya. Sementara Alle sendiri tidak berani untuk masuk dan mengajak atasannya berbicara.

Bukannya menjadi fokus dalam bekerja, pikiran Alle semakin berkelana. Masih tentang Mbak Imas dan Chilla, sekarang ditambah lagi nasib akan pekerjaannya.

Jam pulang kantor sudah tiba dan Alle tak berani meminta ijin pulang. Pria itu pun tak kunjung keluar dari ruangannya.

Jadilah ia kembali menunggu pria itu. Sebab mau menghubungi saja Alle teramat sungkan.

Beberapa teman yang melewati meja kerja Alle pun menegur. "Kamu nggak pulang, Al?" tanya Dewi.

"Enggak, nanti aja bareng sama Pak Aksa. Beliau belum pulang soalnya. Masih ada kerjaan," kilah Alle.

"Oh ...."

Bukan hanya Dewi, Bu Silvi pun menegur Alle kenapa belum pulang dan Alle menjawab hal yang sama seperti apa yang ia katakan pada Dewi sebelumnya.

Selama ini, Alle selalu pulang setelah mendapat ijin dari Aksa. Tidak jarang pria itu meminta Alle untuk lembur demi menyelesaikan pekerjaan.

Tak disangka jika hal tersebut menimbulkan gonjang-ganjing pada teman-teman sekantornya. Bahkan muncul rumor kedekatan antara Alle dan bos mereka.

Seperti Dewi dan Lili saat ini. "Eh, lo percaya nggak kalau Alle beneran lembur. Gue denger dari satpam mereka sering pulang bareng, kadang sampe malam banget. Terus pulangnya Alle diantar sama Pak Aksa pakai mobil pribadinya gitu. Ada juga yang pernah lihat kalau Alle diajak ke apartemen Si bos. Pulang hampir tengah malam, yakin gak kalau itu lembur," ujar Lili.

"Yakinlah."

Lili kaget mendengarnya.

Lalu Dewi segera menyusuli omongannya. "Yakin kalau mereka lemburnya di kasur." Tawa mereka berdua langsung meledak.

"Ya, iya lah, siapa juga yang mau nolak cowok kayak Pak Aksa, dan lagi si Alle itu kan janda pasti dia kesepian juga dan butuh belaian." Lili menambahi. Kemudian mereka semakin tertawa. Makin asik mereka menggunjing Alle di belakang.

Sementara itu, Alle yang masih setia di meja kerjanya dikagetkan oleh sosok yang berdiri angkuh di depannya. Jarinya mengetuk meja agar Alle menyadari kehadirannya. Ketika pandangan mereka bersirobok, Alle terkesiap.

Tak bisa berkata-kata.

1
Yani Kustiti
Luar biasa
Muna Junaidi
💪🏻💪🏻💪🏻
scarlet
good 👍
annin: Tengkyu Kak, udah pindah ke sini. Masih ada 6 lagi lho novel tamatku, hehehehe
total 1 replies
mawar0509
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Mawar0509 atas supportnya. Sehat selalu untuk kakak dan keluarga.❤️

Lanjut baca karya baruku, Kak. judulnya DIABAIKAN SETELAH MALAM PERTAMA. Klik profil aku biar lebih mudah. Tengkyu, Kak mawar.
total 1 replies
Nur Fajrina Qisthina
love
Ran Aulia
Luar biasa
nyit nyit
bagus cerita nya
nyit nyit: aamiinn ya Rabb,,semangat berkarya thorrrr ...q yakin u bisa membuat karya yg buanyakkkk n bagus2
total 2 replies
Rat Miyati
Luar biasa
annin: Terima kasih supportnya kak Rat Miyati, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
padahal harta dan jabatan nggak selamanya digenggam an tangan.
harta juga nggak jadi penolong Fadil diakhir hidup nya.
Olive Ova Ambitan
keren jg ceritanya, tapi lbh keren kalau si fadil dibuat menderita dan mnyesal bgt
annin: Aku sengaja nggak memberi cerita lanjutan untuk kisahnya Fadil, takut dibilang kek sinetron Azab. Hehehe ....
total 1 replies
Uba Muhammad Al-varo
awal ceritanya menyesakkan dada 🤧 tentang kisah hidupnya seorang istri yang dikhianati suami.
Herna Hidayat
Luar biasa
Mom's Smile
keren 👍👍👍
Sastri Dalila
👍👍👍
annin: Terima kasih kak Sastri Dalila atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Ymir
Fadil oh Fadil
annin: xixixi🤭
total 1 replies
Meita Margaretha
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Meita Margaretha untuk supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Meita Margaretha
Lumayan
Noorjamilah Sulaiman
not bad
annin: Terima kasih Kak Noorjamilah Sulaiman atas supportnya. Sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
Elsye Nurhayati
Luar biasa
annin: Terima kasih Kak Elsye Nurhayati atas supportnya, sehat selalu buat kaka dan keluarga❤️❤️❤️🥰
total 1 replies
made astiti
lanjut dong ceritanya 👍👍🙏🙇
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!