Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7
"Mau aku siapin air panas mas?"tanya Kanya pada Adit yang tengah berbaring diatas kasur sambil menutup matanya.
"Boleh deh sayang"ujar Adit.
Kanya pun pergi ke kamar mandi untuk menyiapkan Adit air panas, sedangkan Adit, entah kenapa pikirannya menuju pada wajah Aura yang menggunakan hijab, Adit pun langsung mengucapkan istighfar banyak kali dalam hatinya.
"Mas, air panasnya udah siap"ujar Kanya sedikit mengejutkan Adit.
"Ehk, iya"ujar Adit sambil memijat pelipisnya.
"Mas sakit kepala yah?, mau aku pijitin dulu"ujar Kanya dan diangguki oleh Adit.
Kanya pun langsung duduk didekat Adit berbaring, dan Adit langsung menaruh kepalanya dipaha Kanya, Kanya pun dengan cepat memijit kepala Adit yang pusing.
Tanpa Kanya sadari, Adit terus memandang wajah Kanya sambil berucap dihatinya jika istrinya itulah yang paling cantik dan tidak ada yang bisa menandinginya, Adit melakukan itu untuk menghapus pikirannya dari Aura, dia tak ingin memikirkan wanita lain selain mama, istri, dan keluarganya.
Esok pun tiba.
Kanya bangun lebih awal dari biasanya, dia bergegas kekamar Nizam untuk memandang wajah tidur anaknya itu.
Sesampainya disana, Nizam terlihat tidur sangat nyenyak, Kanya tersenyum melihatnya, dia mengelus lembut rambut Nizam sambil air matanya terjatuh dari mata indahnya itu, tanpa Kanya sadari, dia lupa menutup kembali pintu kamar Nizam saat dia masuk tadi.
"Bunda sayang Nizam"ujar Kanya lalu mencium kening Nizam lama.
Kanya tidak sanggup jika harus meninggal saat usia anaknya masih terbilang sangat kecil, anaknya itu masih sangat membutuhkan sosok seorang ibu.
"Mba Kanya"ujar Aura dengan suara sedikit berbisik agar tidak mengganggu Nizam yang tertidur, Kanya yang melihat aura sudah berada di depan pintu kamar Nizam pun langsung menghapus air matanya, walau Kanya yakin jika Aura sudah melihat air matanya itu.
Kanya pun langsung menarik Aura menuju ruang tamu.
"Mba Kanya kenapa?"tanya Aura sedikit khawatir karena tadi Aura yakin jika Kanya tengah menangis, tapi yang membuat Aura pusing adalah, bukankah Kanya sangat bahagia dengan keluarga kecilnya saat ini, lantas apa yang membuatnya bersedih.
"Saya tidak apa-apa Ra"ujar Kanya berbohong, saat Aura hendak berbicara lagi, tiba-tiba suara Adit menghentikan obrolan mereka.
"Sayang, aku cariin kamu dikamar ternyata kamu disini"ujar Adit menghampiri Kanya.
"Iya mas, ada yang perlu aku siapin?"ujar Kanya saat suaminya sudah sampai didepannya.
"temenin aku makan yuk"ujar Adit.
"Yaudah ayok"ujar Kanya.
"Nizam mana?"ujar Adit.
"Biar saya yang bangunin Nizam mas, mas Adit sama mba Kanya langsung kemeja makan aja"ujar Aura dan diangguki oleh Kanya dan Adit.
"Siapa yang masak sayang?"ujar Adit saat sudah sampai dimeja makan.
"Bi Retno mas"ujar Kanya.
"Selamat pagi bunda, ayah"ujar Nizam lalu mencium pipi Kanya dan Adit bergantian.
"Pagi sayang"ujar Kanya dan Adit bersama lalu mencium pipi kanan dan kiri Nizam.
Mereka bertiga pun makan dalam diam, setelah itu Nizam dan Adit pun berangkat, setelah kepergian Nizam dan Adit, Kanya pun pergi menuju rumah sakit.
"Jadi apa yang harus saya lakukan untuk menyembuhkan penyakit saya Dok?"ujar Kanya.
"Saat ini yang bisa mba Kanya lakukan hanya kemoterapi setiap Minggu nya"ujar Dokter.
"Berapa biaya kemoterapi itu Dok?"ujar Kanya.
"lebih dari lima ratus ribu, tapi tidak sampai satu juta, mungkin hanya sekitar delapan ratusan sekali kemoterapi"ujar Dokter.
"Terima kasih Dok"ujar Kanya lalu pergi menebus obat yang Dokter sarankan untuk dia minum dan menjemput Nizam disekolahnya.
Bagaimana aku mendapatkan uang setiap kali kemo?, kalau dari mas Adit, aku takutnya mas Adit akan tanya uang itu untuk apa, lalu aku harus menjawab apa?, batin Kanya.
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.