Demi menghindari rentenir kejam yang hampir melecehkannya, Raisa terpaksa meninggalkan kekasihnya Yudha dan memilih merantau ke Kota metropolitan.
Raisa mengikuti jejak temannya bekerja di kelab malam, tanpa diduga Raisa bertemu dengan seorang pengusaha muda angkuh dan berwatak dingin yaitu Dava. Pertemuan itu membawa mereka pada kontrak pernikahan.
Bagaimana rumah tangga Raisa dan Dava yang diawali tanpa ada cinta?
Pada siapa akhirnya cinta Raisa akan berlabuh? Dava atau Yudha?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Raisa
7
"Kau akan tau akibatnya kalau kau berani kabur, aku tidak akan mengampuni orang yang berani membantahku!" seru Dava sambil menatap tajam mata Raisa.
Glek!
Tenggorokan Raisa mendadak kering, ternyata pria yang ada disampingnya ini memang gila. Semua yang di ucapkan seperti tidak main main bahkan tatapannya saja seperti orang pendendam. Apa dendam yang mendalam? Bagaimana mungkin? Ini saja pertemuan yang pertama.
"Tuan ini minumannya." Seorang pria membuka pintu bagian supir dia memberikan sebotol minuman bersoda untuk Dava.
"Berikan." Dava mengulurkan tangannya.
Raisa mengambil kessmpatan melarikan diri. Ia membuka pintu mobil.
Ceklek.....
"Hei tunggu!" Dava geram dibuatnya.
"Untung saja pria gila itu lengah, aku harus terus menjauh, aku harus terus berlari." Raisa terus berlari ia tidak menghiraukan Dava.
Akhirnya ia sampai di kontrakan Giska. Raisa bersembunyi di balik pintu.
"Kota ini benar benar mengerikan, aku harap aku tidak bertemu dengan pria gila itu lagi," gumam Raisa dengan nafas yang masih memburu.
Sementara di luar sana Dava masih mencari Raisa, kalau saja handpone-nya tidak berdering dan mengganggu, ia pasti sudah menangkap gadis kecil itu.
"Ini semua karenamu, kalau kau tidak datang tadi, gadis itu tidak akan kabur !" sentak Dava sambil menuding bahu Deni yang tadi memberikan minuman bersoda untuknya.
"Sudahlah, kita cari gadis lain saja untuk kau jadikan istri, lagi pula kita tidak mengenal gadis itu kan? Di mana kita bisa mencarinya?"
"Aku tidak mau tau, gadis kecil itu sudah berani menantangku, dia berani bermain-main denganku beraninya dia melarikan diri!"
"Ini bukan salah gadis itu, kau yang salah karena baru bertemu dengannya tapi kau sudah mengajaknya menikah, siapapun pasti akan takut dengan cara seperti ini!"
"Aku tidak punya cara lain, aku harus membalas penghianatan dari kedua orang itu, mereka harus merasakan sakit yang aku rasakan."
"Baiklah, ayo kita cari cara lain, kau punya banyak teman wanita, kau bisa mengajukan pernikahan kontrak dengan salah satu dari mereka, kau bayar saja dia, pasti tidak ada yang menolakmu!"
"Itu ide yang gila, kau sendiri juga tau, semua teman wanitaku mengenal wanita penghianat itu dengan baik, bagaimana mungkin aku menikah kontrak dengan temannya juga? Kakek akan tau kalau aku hanya menikah pura-pura."
"Jadi sekarang apa yang mau kau lakukan? waktumu sudah hampir habis, kalau dalam waktu dekat ini kau belum juga menikah, maka perusahaan itu akan jatuh sepenuhnya ke tangan kakakmu itu!"
"Tutup mulutmu! Dia bukan kakakku, dia itu hanya seorang penghianat, dia cuma berani menusukku dari belakang."
"Baiklah, apa kau masih mau tetap mencari gadis yang tadi? Bahkan kau juga tidak tau siapa namanya , kemana kita harus mencarinya?"
"Kedalam lubang semut sekali pun, aku akan tetap mencarinya."
"Ayolah Dava, kau jangan gila seperti ini. Apakah gadis itu sudah mencuri perhatianmu pada pandangan pertama?"
"Wajahnya, dia terlihat sangat polos, tidak seperti para wanita yang aku kenal selama ini."
"Kau jangan tertipu lagi."
"Tidak, aku yakin gadis itu bisa membantuku, dia tidak akan memanfaatkan aku seperti wanita pengkhianat itu, ya gadis tadi, aku bersumpah akan menjadikan dia istriku secepatnya."
"Sudahlah, kita pulang sekarang ini sudah terlalu malam percuma saja kita mencarinya mungkin dia sudah tidur lelap dalam rumahnya."
"Aku akan membiarkan dia tidur lelap untuk malam ini, sampai aku berhasil menemukannya lagi," ucap Dava sambil berjalan kembali ke dalam mobilnya.
Dava Mahendra.
Pemuda tampan ini seakan diciptakan untuk menikmati segala kemewahan, sedari kecil hidupnya sudah bergelimang harta. Sampai saat ini usia Dava sudah memasuki kepala tiga , Dava menjelma menjadi seorang pengusaha sukses yang usianya masih tergolong muda yaitu 30 Tahun.
Dava Mahendra, anak pertama dari Sanjaya yang juga pengusaha besar, keluarga ini hidup dengan harmonis Dava dipenuhi dengan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.
2 Tahun lalu hidup Dava berubah, setelah kematian sang papa seorang wanita paruh baya datang dan mengaku sebagai istri sah dan menjadi simpanan papanya.
Sialnya lagi tes DNA Dava dan pemuda yang mengaku sebagai anak kandung papanya juga menunjukan adanya kecocokan.
Mengetahui hal ini, Mahendra kakek dari Dava membawa mereka ke dalam rumah besar yang selama ini ditempati mamanya. Di dalam rumah besar itu, hidup dua orang istri dari suami yang sama. Suami yang telah meninggal dunia.
Dava dan mamanya sudah berencana ke luar rumah. Tapi, Mahendra mengancam akan mencoret nama mereka dari daftar ahli warisan bila mereka tetap pindah rumah.
Mahendra sendiri tidak mempermasalahkan hal ini, baginya kedua wanita itu adalah menantu, baginya anak menantunya adalah cucu untuknya. Di umur Mahendra yang sudah sangat tua ini, dia sangat ingin melihat cucunya menikah dan memiliki anak.
Tapi Dava belum punya niat untuk menikah, sehingga Dava tidak pernah melamar kekasihnya . Mahendra membuat keputusan, siapa diantara kedua cucunya yang menikah terlebih dulu, maka Mahendra akan mewariskan perusahaan untuknya.
Dua bulan kemudian ternyata kakak Dava yang menikah terlebih dulu, sialnya Mela yang selama ini menjadi kekasih Dava malah berkhianat. Mela menikahi kakaknya.
Dua orang ini mengkhianatinya yang satu mengejar perusahaan yang satu mengejar harta. Pengkhianatan ini membuat Dava berubah menjadi seorang pria yang dingin.
***
Dava berjalan malas memasuki rumah yang sudah seperti neraka. Kakak laki laki yang baru ia kenal tinggal di dalam rumah ini bersama istrinya.
Istrinya sendiri tidak lain adalah mantan kekasih yang sudah mengkhianatinya, belum lagi mama tirinya juga sudah besar kepala merasa begitu berkuasa di dalam rumah ini. Sedangkan mama kandung Dava lebih banyak mengurung diri di dalam kamar.
"Lihatlah anak anak kebanggaan ini selau pulang tengah malam," ucap Wella mama tiri yang menyambutnya di ruang tamu.
Dava tidak memperdulikannya, ia berlalu begitu saja melewati Wella yang masih menatapnya. Dava menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
Wella mengepalkan tangan, ia geram karena Dava tidak tersulut emosi dan tidak membuat rusuh.
"Tunggu saja, aku pasti bisa menguasai rumah ini," gumam Wella.
lanjut kakakakk...
💖💖💖💖
Raisa beda loh mas Dava dr cewe2 yg lain 😁