Mencintai secara sepihak dalam rumah tangga tidak akan membuat pernikahan mu bahagia. Seperti yang dirasakan Tiara Aulia.
Masih banyak kesalahan dalam penulisan, saya mohon maaf akan saya perbaiki nanti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yoshiputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Pagi sudah datang. Manusia kembali pada rutinitas nya masing-masing. Begitu juga dengan Tiara, saat ini dia sedang sarapan dan akan berangkat kerja. Dia sarapan sambil menonton tv.
Berita dalam negeri. Pemilik perusahaan terbesar di negeri ini mengeluarkan produk baru mereka. Kali ini mereka mengeluarkan merek laptop terbaru mereka yang memiliki banyak keunggulan bla...bla ucap reporter tv saat membawakan acaranya.
"wah pasti pemilik Atmaja group sangat kaya" Atmaja group mendominasi acara-acara TV dengan berbagai prestasi mereka.
Atmaja group merupakan perusahaan terbesar dinegeri ini. Atmaja group telah beroperasi sejak dulu, bisa dibilang Atmaja group merupakan perusahaan turun temurun. Atmaja group memiliki banyak cabang, dan Atmaja group sudah menguasai segala jenis bidang di negara ini seperti bidang teknologi, hiburan, fashion dan masih banyak lagi. Artis jebolan Atmaja group juga sangat terkenal Produk Atmaja group juga sudah menembus pasar internasional. Banyak produk Atmaja group yang brand ambassador nya artis-artis ternama.
Perusahaan ini juga terkenal karena pemiliknya yang sangat tampan dan masih muda.
" Aku penasaran setampan apa pemiliknya. Hidupnya benar-benar sempurna" . ucap Tiara sambil memakai sepatu nya.
Tiara mematikan tv mengunci rumah lalu berangkat kerja.
" Selamat pagi Sarah, Intan"
Senyum manis Tiara saat menyapa mereka.
" Selamat pagi kak" balas mereka sambil tersenyum balik.
" Ini aku bawa makanan sama kalian" Tiara menyerahkan 2 kantong plastik yang dipegangnya.
" Wah makasih kak, tau aja kita belum sarapan"
" Kalian gak boleh lupa sarapan, nanti kalian sakit. Apa lagi kalian masih muda kalian gak mau kan kena mag" omel Tiara kepada dua orang yang sudah dianggap adik kandungnya.
" Iya kak, kakak ngomong kayak orang tua padahal kita cuma beda 3 tahun" Sarah tertawa mengatakan nya. Mereka memang beda tiga tahun tapi Sarah dan Intan seringkali berpikir kalau Tiara mengomel seperti orang tua.
" Oh iya kak, tadi ada pelanggan yang nelpon. Katanya dia mau bikin baju. Dia pengen pemiliknya langsung yang mengukur ukurannya" Sebelum Tiara datang ada pelanggan yang ingin dibuat baju spesial untuknya, yang membuat mereka heran pelanggan ini mau nya Tiara yang datang langsung.
" Ya sudah tidak apa-apa. Dimana alamatnya? Biar aku pergi"
" Itu kak" Tunjuk intan diatas meja sebua h kertas berukuran kecil.
" Baiklah kakak pergi dulu ya"
" Iya kak" jawab mereka serempak.
Tiara melajukan mobilnya ketempat yang dituju, cukup lama dia mengemudi hingga akhirnya dia sampai pada tempat yang dituju.
" Wah pelanggan ini pasti sangat kaya. Tapi kenapa dia memesan baju di butik kami"
Bukannya apa-apa, tentu saja Tiara heran rumah didepannya ini bak istana, sangat mewah dan luas. Kalau untuk ukuran orang kaya seperti ini pasti dia memakai merek-merek terkenal tapi kenapa dia malah memesan baju di butik Tiara yang tidak seberapa.
" Maaf nona anda siapa ya" ucap penjaga gerbang kepada Tiara.
" Perkenalkan saya Tiara dari inspirasi butik, saya disini karena disuruh oleh nyonya anda untuk datang langsung untuk mengukur ukuran baju yang akan saya buat" Penjaga gerbang tersebut tampak mengangguk dan berkata
" Tunggu sebentar ya nona. Linda sini" Teriak penjaga gerbang pada perempuan yang lewat
" Ada apa?" jawab Linda
" Tolong pandu nona ini untuk bertemu nyonya" Linda memperhatikan Tiara dengan seksama dari atas kebawah.
Sampai akhirnya dia berkata
" Baiklah ayo nona" Tanpa banyak tanya Linda langsung melaksanakan tugasnya.
Tiara masuk ke rumah mewah tersebut.
Ya ampun tanaman nya sangat luas dan bagus, air mancurnya juga benar-benar indah wah apa itu patung ya ampun patung yang mewah. Pasti pekerja disini sangat banyak, aku yakin gajinya juga bukan main-main.
" Huh aku harus fokus pada tujuan ku" Tiara menatap ke depan berusaha untuk bersikap se profesional mungkin walaupun jiwa miskinnya meronta-ronta.
Sepanjang perjalanan Tiara
dibuat terpukau oleh pemandangan yang dilewatinya. Karena terlalu menikmati pemandangan Tiara tidak sadar sudah sampai didepan rumah mewah tersebut.
" Ayo masuk nona" Linda membuka pintu dan masuk bersama Tiara.
Tiara tidak henti-hentinya takjub.
" Sina Dimana nyonya?" tanya Linda pada wanita yang sedang bersih-bersih.
" Nyonya ada di ruang baca" jawab Sina.
" Tunggu sebentar nona, saya akan memanggil nyonya" Tiara mengangguk dan mulai memandang kagum lagi rumah tersebut. Setelah lama menunggu terdengar suara dari atas.
" Maaf merepotkan ya sayang" Tiara menoleh keatas dan betapa terkejutnya dia