WARNING NOVEL INI BIKIN NGAKAK!!!!
JIKA KALIAN MENEMUKAN KOMENTAR BERBEDA DI SETIAP BAB-NYA MAAF YAH, DIKARENAKAN NOVEL INI SUDAH DIROMBAK JADI SISA-SISA KOMENTAR LAMA MASIH TETAP ADA.
Hanya Sefruit Kisah Lanjutan Dari Novel [I Love You Pak Arman] Melanjutkan Kisah Pernikahan Absurd Sasa dan Andra yang dituntut harus memberikan cucu untuk orang tua mereka.
Bagaimanakah keabsurdan kisah pernikahan antara guru dan murid ini, dan juga jangan lupa kekocakan Genk Gesrek Ria, Rizky, Nino yang siap mengocok perut para pembaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 07: Tempe Gosong Krispi
TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTAR TERBAIK KALIAN!
Andra dan Sasa kini berada disebuah pasar untuk membeli bahan membuat Tempe Crispy yang Sasa ingin buat.
Sebenarnya Andra tengah sibuk menyaksikan pertandingan Bola Favoritnya tapi karena dia sudah terlanjur berjanji pada istrinya itu membuat dia mau tidak mau harus mengantar Sasa ke pasar.
"Nah udah sampai, turun cepat," ujar Andra melepas belt mobil dari tubuhnya sedangkan Sasa hanya diam tidak bergerak sedikitpun.
"Temenin," pinta Sasa yang membuat Andra menghembuskan napas berat kemudian turun dari mobil disusul oleh Sasa.
Andra dan Sasa segera berjalan memasuki area pasar dimana disana Andra menjadi pusat perhatian karena wajahnya yang maskulin membuat beberapa kaum hawa dan kaum Adam yang belok, mencuri pandang dengannya.
Sasa yang mengetahui hal itu segera menggandeng tangan Suaminya erat sehingga membuat beberapa tatapan sinis mengarah kepadanya.
"Bodo amat! Mau sinis kek, yang penting Pak Andra suami gue!" batin Sasa.
Setelah cukup lama berjalan, Sasa dan Andra akhirnya mendapatkan bahan yang ingin mereka beli yaitu Tempe dan Tepung Bumbu, terlalu dinamis kalau hanya membeli dua bahan dan mereka harus jauh-jauh ke Pasar, tapi bukan Sasa namanya kalau tidak merepotkan.
Disaat mereka berdua ingin pulang, Andra melihat penjual bakpao, dan segera membeli bakpao tersebut untuknya dan Sasa, tapi sebelum memakannya Andra menempelkannya ke pipi Sasa dan mencoba membandingkannya.
"Pipi kamu, beneran kayak BakPao, gimana kalau panggilan sayang saya ke kamu itu Pao-Pao?" tanya Andra pada Sasa.
"Apaansih, gak bagus," tolak Sasa berjalan meninggalkan Andra.
"Lucu, Sa, Pao-Pao yah?" ujar Andra memohon.
"Okey, tapi aku bakal panggil Bapak itu Mr. Rudal, gimana?" Sasa memberikan kesepakatan kepada Andra.
"Deal," Andra menjulurkan tangannya yang disambut oleh Sasa.
Setelah selesai berdebat pasal panggilan sayang mereka berdua kembali ke mobil dan berangkat pulang ke rumah, Andra menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Pao? Saya mau Futsal nanti malam bareng temen-temen guru," izin Andra Fokus menyetir mobil.
"Aku ikut," jawab Sasa menghadap kepada Andra.
"Ngapain disana cowok semua," tolak Andra yang membuat Sasa melipat kedua tangannya.
Sasa memajukan bibirnya setengah senti kemudian kembali tegak kedepan. "Kalau aku gak ikut, Pak Andra gak dapat jatah,"
Andra meneguk ludahnya dengan ancaman Sasa yang membuat ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Yaudah kamu boleh ikut,"
Sasa tersenyum lebar sebelum mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah, dirumah Andra segera melanjutkan aktivitasnya menonton acara bola favoritnya sementara Sasa beranjak kedapur untuk membuat Tempe Crispy yang dia maksud.
Mamel, Maksyi, Papa Bobby dan Papa Dirga tidak ada hari itu karena sedang ada acara reuni dengan teman-teman mereka semasa Paud dulu.
Dengan bermodalkan google dan tekad, Sasa mulai membuat Tempe Crispy yang sebenarnya hanya dua bahan dan sangat simple untuk dilakukan.
Tapi bukan Sasa namanya, kalau gak ribet, Sasa menggoreng tempe tersebut sembari membuka sosial media nya yang membuat ia tidak memperhatikan masakannya, dan alhasil Tempe goreng tersebut menjadi gosong semua yang membuat Sasa panik setengah mati.
Sasa mengangkat tempe yang sudah berwarna coklat kehitaman itu dari wajan dan menyajikannya dipiring, ia tidak tahu harus dia apakan, Sasa membawa Tempe Crispy itu ke ruang tamu yang ternyata sudah ada Nino disana.
"Apaan tuh Sa?" tanya Nino menghampiri Sasa.
"Ini-" Belum sempat Sasa menjawab Nino sudah merebut piring dari tangan Sasa dengan wajah berbinar ia mulai memakan Tempe tersebut.
"Ini apaan? Pahit-pahit gini? Lo masak pake paracetamol?" teriak Nino menarik piring tersebut dimeja ruang tamu.
Nino segera berlari kedapur untuk mencari air minum, sedangkan Sasa hanya berdiri kikuk atas hasil masakannya didepan Andra yang sudah paham akan situasi yang tengah terjadi.
- TBC