NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. Semua Hanya Butuh Waktu Yang Tepat Untuk Melalui Proses.

Mobil Selvi sudah berhenti disebuah ruko tiga pintu berlantai dua tempat perusahaan berada. Zinnia segera turun dari mobil sementara Selvi tetap berada di dalamnya.

“Makasih, Kak.” Ujar Zinnia sambil menutup pintu mobil. Selvi hanya mengangguk saja kemudian kembali melajukan mobilnya pergi meninggalkan kantor Joham.

Zinnia mengetuk pintu kaca sebelum masuk ke dalam kantor Joham. Para karyawan yang memang sudah mengenalinya langsung menyapanya dengan raman.

“Hai, Zinnia!” Ujar Marko. Kepala tim desain di sana.

“Hai juga Aa Marko. Joo ada?”

Marko mengangguk. “Ada di atas. Naik aja.”

Zinnia melemparkan senyum kepada Marko sebelum naik ke lantai dua. Ia terus berjalan dan masuk ke dalam sebuah ruangan bersekat kaca. Ia bisa melihat Joham yang sedang tertidur dengan tangan terlipat di atas meja. Pria itu tidak menyadari kedatangannya.

Zinnia mendekatkan wajahnya untuk melihat apakah Joham benar-benar tertidur atau hanya pura-pura saja. Dan ternyata Joham benar-benar tertidur lelap sekali.

Sebuah ide konyol muncul di benak Zinnia. Ia meraih spidol  permanen dari dalam gelas yang berubah fungsi menjadi wadah alat tulis. Ia menggambar seekor gajah di dahi pria itu, lengkap dengan poopnya. Serta empat buah gambar butiran air mata di bawah kedua matanya.

Dan maha karya Zinnia yang berasal dari spidol biru itupun sudah selesai.

Rupanya Joham benar-benar sangat lelap tidurnya. Zinnia mentuil-tuil pipi pria itu dengan spidol namun ia tak juga bangun.

“Jooo...” Bisik Zinnia mengganggu. Dan Joham tetap tidak berkutik.

“Eh, Navya? Kok kamu bisa ada disini?”

Brakkk.. Brukk..

Joham gelagapan karna dipaksa sadar oleh pendengarannya. Ia berdiri lantas mengedarkan pandangannya keseluruh tempat dan mencari sosok bidadari pujaannya. Namun ia tidak menemukannya dimanapun.

Sementara di sampingnya, Zinnia sedang tertawa terbahak-bahak sampai memegangi perutnya. Melihat konyol kepada Joham.

“Sialan kamu. Dasar Jin.” Dengus Joham yang merasa tertipu.

“Hadehhh. Kasihan banget yang lagi berjuang jadi calon adek iparku ini.” Ujar Zinnia menghempaskan bokongnya di kursi.

“Ngapain kesini siang-siang?” Tanya Joham membenarkan berkas yang berserak di atas meja.

“Ya main, lah. Kan aku gak ada kerjaan. Aku ini pengangguran paling bahagia di dunia. Kamu ngapain siang-siang tidur? Kayak udah gak ada malem aja.”

“Semalem aku lembur, Jin. Kerjaanku baru selesai tadi subuh. Ngantuk banget.”

“Ngeluh. Aku tanya, siapa yang nyuruh kamu lembur?”

“Ya gak ada, lah.”

“Terus kenapa kamu lembur?”

“Ya karna aku pengen aja. Mumpung moodnya lagi bagus buat ngerjainnya.”

“Lha terus kenapa ngeluh? Kamu lembur atas kemauan sendiri.”

Joham mencibir. Ia berjalan ke arah kursi dengan menenteng dua gelas kopi untuknya dan Zinnia.

Zinnia menerima gelas kopi dan langsung meniupi minumannya dan menyeruputnya walaupun asap masih mengepul dari sana.

“Jin. Kamu harus coba kerja deh. Biar ngerti penderitaanku. Kan selama ini cuma aku aja yang ngertiin penderitaanmu. Gantian dong biar adil.” Gerutu Joham.

Kini ganti Zinnia yang mencibiri pria itu.

“Tumben rapi bener, dari mana kamu?”

“Dari ketemu sama orang yang kucopet kemarin.”

“Sama Kak Selvi? Jadi kamu beneran di tuntut?”

Zinnia mengangguk. Ia kembali menyeruput kopinya.

“Mampus, kan? Terus gimana?”

“Udah selesai, kok. Kami udah damai. Dan orang itu juga udah narik gugatannya. Ini makanya aku sama kak Selvi dari sana buat minta maaf.”

“Minta maaf? Kamu? Kamu minta maaf? Serius?” Joham seperti tidak percaya kalau seorang Zinnia mau meminta maaf. Hal aneh yang baru pertama kali ini terjadi.

“Gak usah ngejek.”

“Wah. Kamu abis makan apa, Jin?”

“Semalem abis ngemilin toa masjid deket rumah. Jadi maklum kalau silap.”

“Buahahahahahahaha. Ada Jin minta maaf. Hahahahahaha”

Plak. Sebungkus tisu berhasil mengenai wajah Joham.

“Joo. Gak ada lowongan apa disini buat aku?” Tanya Zinnia meletakkan gelas ke atas meja di depannya.

Setelah mendapati kalau ia hanyalah beban, kini ia berencana untuk mencari pekerjaan. Karna memang selama ini semua kebutuhannya masih diberikan oleh ayah dan ibunya.

“Ada. Desain grafis.”

Zinnia kembali mencibiri Joham. “Iisshh! Yang kira-kira aku bisa, gitu? Desain grafis. Makanan apa lagi itu.”

“Hahahaha. Ya emang aku lagi butuh itu. Kamu ngarepin nepotisme disini? Gak bakalan ada.” Pamer Joham.

“Katanya aku beban...” Suara Zinnia berubah pelan dan dalam. Membuat Joham langsung menaruh gelasnya ke atas meja. Senyum dan wajah cerianya juga seketika menghilang entah kemana. “Kata Mama....”

“Karna itu kamu cari kerjaan?” Tanya Joham yang berubah ke mode serius.

Zinnia mengangguk. “Aku mau membuktikan, kalau aku juga bisa cari uang sendiri.”

“Tapi disni bener-bener gak ada lowongan, Jin. Maaf aku gak bisa bantu” sesal Joham.

“Gak apa-apa. Kalau gak ada, ya mau gimana lagi. Berarti bukan rejekiku jadi karyawanmu. Mungkin rejekiku jadi kakak iparmu nanti, siapa yang tau?” Seloroh Zinnia mengembalikan suasana yang sempat mencekam tadi.

“Amin.. Amin.. Amin..” Tulus Joham seraya menengadahkan kedua tangannya. “Nanti aku coba tanya-tanya ke temen-temen yang lain. Siapa tau mereka ada.”

“Oke. Makasih bakal calon adik ipar.” Zinnia tersenyum senang mendengarnya.

Luka.

Orang-orang yang terluka dan mempunyai rasa sakit yang dalam di hatinya, cenderung menutupi dengan keceriaan. Mereka tidak suka dikasihani atas luka itu.

Ibarat rumah, di luar di hias dan di cat sebegitu rupa hingga membuat orang-orang kagum melihatnya. Tapi itu hanya kamuflase saja. Di dalam, tembok itu rapuh dan berlumut. Bahkan sudah siap roboh kapan saja. Yang terlihat kuat, tak selalu seperti itu.

Joham sudah kembali ke mejanya untuk melanjutkan pekerjaannya. Membiarkan Zinnia yang tiduran di kursi sambil bermain ponsel.

Zinnia sedang melihat-lihat aplikasi berbagi video di ponselnya. Ia tertarik pada salah satu video yang lewat di berandanya yang menampilkan ulat yang berubah menjadi kupu-kupu yang sangat cantik dengan proses yang sangat panjang.

Ia tidak pernah nelihatnya secara langsung. Namun ketika melihat video itu, ia merasa takjub luar biasa. Sontak ia langsung bangun dan berlari kecil mengampiri meja Joham. Ia menunjukkan video itu kepada temannya itu.

“Joo. Lihat ini. Bukankah mereka indah?” Zinnia menunjukkan video kepada Joham.

“Itu namanya metamorfosis.”

“Aku juga tau itu.” Dengus Zinnia kesal. Padahal ia hanya ingin menunjukkan keindahan kupu-kupu itu kepada Joham. Bukan malah minta digurui. Ia kembali ke tempat duduknya dan kembali menonton video yang sama berulang kali.

Ternyata untuk menjadi ‘indah’ dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Juga proses yang tidak mudah. Ulat harus rela berada dalam kantung yang sesak selama berhari-hari yang di sebut kepompong. Dan setelah keluar dari kepompongpun, sayapnya tak langsung bisa di kepakkan begitu saja. Ia harus menunggunya lagi sebelum sayapnya itu bisa mengepak di waktu yang tepat. Dan keindahan itu akan terlihat saat sayapnya sudah mengembang dengan sempurna.

Dan mereka hanya butuh ‘waktu yang tepat’ untuk semua proses itu. Waktu yang sudah dipersiapkan oleh takdir untuk masing-masing prosesnya.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!