NovelToon NovelToon
THUNDEROUS

THUNDEROUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Horor / Supernatural / Vampir / Manusia Serigala / Epik Petualangan / Persahabatan / Penyeberangan Dunia Lain / Roh Supernatural / Barat
Popularitas:158.3k
Nilai: 5
Nama Author: ittiiiy

Lanjutan Kisah dari Caelvita-119 yang sudah resmi menjabat yakni tokoh utama andalan Felix bersama dengan Pemimpin Alvauden Cain dan juga Tan, Teo dan Tom yang masih belum diketahui bagaimana kabarnya. Di season kedua ini, kita akan bisa melihat bagaimana perubahan Tiga Kembar.

Setelah Perang Besar Pertama Caelvita-119, Viviandem sudah dibangkitkan dan semua aktivitas di Mundebris kembali berjalan normal. Hingga terdapat masalah pertama yang muncul di Penjara Aluias. Disinilah awal mula konflik di season kedua ini dimulai.

Di season dua ini juga akan lebih menunjukkan bagaiamana permusuhan antara Aluias dan Sanguiber. Bagaimana kedua Viviandem dari Kerajaan yang berbeda ini selalu saja tidak pernah sependapat. Tapi Felix sendiri lahir dari Ayah yang seorang Raja Aluias dan Ibu yang seorang Ratu Sanguiber.

Apakah dengan itu, Aluias dan Sanguiber bisa berdamai? atau tetap saja tidak memberi perbedaan besar?!
Silahkan simak kisahnya, selamat membaca!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ittiiiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6 : Kabur Dari Penjara

Cairo yang sebenarnya sangat mengharapkan bantuan dari Camden tapi setelah berbicara dengannya, Cairo merasa ragu apa benar Camden bisa membantunya atau hanya sekedar memberi harapan palsu.

Kesan pertama Cairo pada Camden kelihatan seperti Aluias lain pada umumnya yakni pasti kuat dan sangat bisa diandalkan. Tapi setelah mengobrol, Cairo menurunkan ekspektasinya.

"Sudahlah ... aku hanya perlu berusaha dengan caraku sendiri." kata Cairo dalam hati merasa tidak perlu berhubungan lebih jauh lagi dengan Viviandem eksentrik itu. Lagipula tidak bisa diketahui apa dia berbohong atau tidak. Bisa saja dia sudah dikurung disini bahkan sebelum Felix lahir. Kejahatan yang dilakukannya bisa saja lebih dari yang dibayangkan.

Tidak seperti dipikiran Cairo yang mengira kalau kejahatannya hanya karena mengganggu di istana dengan higiene yang buruk karena malas mencuci rambut. Dapat dilihat rambut dari Camden yang acak-acakan dan begitu panjang untuk seorang laki-laki, yang bahkan bagi Cairo sendiri yang juga laki-laki tidak pernah memikirkan ide untuk memanjangkan rambut sampai berlebihan begitu.

"Aku akan membantumu, tapi kita lakukan itu setelah aku tidur selama satu jam. Kau bisa menunggu kan?!" kata Camden mulai membaringkan dirinya dilantai tanpa kelihatan peduli dengan dinginnya permukaan lantai. Camden kelihatan sangat nyaman seperti sedang tidur diatas kasur hotel berbintang lima.

"Oke ...." Cairo mengikut saja dengan bualan Camden itu. Merasa tidak perlu membuat musuh baru dengan teman sebelah sel yang bisa saja akan membuat masa-masa hukumannya itu lebih buruk lagi. Jadi dia hanya ikut dalam beradaptasi untuk apapun itu walau sangat tidak nyaman.

...****************...

Felix mengira kalau tidak akan bisa tidur karena sudah terlalu lama tidur. Tapi ternyata tidurnya nyenyak sekali, merasa kalau sudah melewatkan banyak waktu selama tidur. Nyatanya memang benar, setelah bangun bagian rumah yang telah dirusaknya sudah diperbaiki. Walau masih butuh pewarnaan untuk menyatukan bagian baru rumah dengan bagian rumah yang lama.

"Pangeran tidur sudah bangun ...." sapa Cain diujung lorong.

"Mulai lagi dia ...." kata Felix dalam hati mencoba untuk sabar saja mendengar ejekan Cain yang sebenarnya tidak ada salahnya itu.

"Aku menjemputmu takut kalau kau menghancurkan rumah lagi ...." kata Cain.

"Tinggalkan pekerjaan yang tersisa untukku ...." kata Felix gengsi.

"Pengecatan memerlukan jiwa seni, tahu apa kau soal itu?! Tidak usah, terimakasih. Biar aku yang lakukan!" kata Cain.

"Diruangan ini yang memiliki warna rambut mencolok sepertinya adalah aku. Bukankah itu sudah membuktikan aku lebih baik darimu." kata Felix menunjuk rambutnya yang seperti lampu neon hijau di dalam kegelapan karena pencahayaan di lorong yang remang-remang.

"Kau mendapatkan itu, bukan mengusahakannya. Perbedaannya sangat jelas, kau tidak mungkin mewarnai rambutmu menjadi hijau kalau bukan Caelvita." kata Cain membuat Felix mengangguk tanpa sadar karena yang dikatakan Cain sangatlah benar.

"Penampilan bukanlah sebuah alasan untuk menilai kehebatan dalam segi seni. Perlu lebih dalam dari itu ... ini mengenai jiwa yang dipenuhi oleh bakat seni." Cain mengucapkan itu seperti sedang membaca puisi.

"Penampilan adalah segalanya! Akan sangat terlihat perbedaan pekerjaan seseorang dari penampilan." kata Felix.

"Hahahaha ....." Cain tertawa keras, "Padahal penampilanmu lebih mirip seperti anggota dari boy band." Cain langsung mengembalikan kalimat bijak Felix dalam keadaan sudah dicemari oleh hinaan.

Orang lain yang mendengar akan mengira itu adalah bentuk pujian. Tapi bukan soal penilaian orang lain melainkan penilaian dari orang yang ditujukan. Cain yang tahu betul kalau itu akan membuat Felix kesal bukannya senang. Karena bagi Cain itu adalah hinaan yang berkedok pujian dan Felix tahu itu.

Memang tidak baik mengomentari hubungan orang lain. Karena kita tidak tahu fakta yang sebenarnya. Bisa saja dimata kita, terlihat seperti pertengkaran. Tapi bagi yang bertengkar itu hanyalah candaan atau proses untuk saling menguatkan sebuah hubungan. Simpan komentarmu untuk seseorang yang kau lihat pantulannya di depan cermin saja.

"Kau sudah ingat kan jalanan disini ... butuh kesabaran memang tapi ini juga bagian dari seni rumah ini. Lorong yang seperti labirin." kata Cain.

"Aku tidak mengerti kenapa harus didesain seperti ini ...." kata Felix.

"Tanyakan itu langsung pada desainernya!" kata Cain.

"Ini rumah orang lain, terserah pemiliknya mau mendesainnnya bagaimana." kata Felix.

"Hahh?! Kau tahu betul soal itu dan tetap mengeluhkannya didepan ... maksudku disamping pemilik baru rumah ini. Lucu sekali!" kata Cain.

"Aku bilang kan hanya tidak mengerti, apa ada kesan buruk dari kalimat itu?!" Felix heran.

"Selalu ada makna dari semua yang kau ucapkan, jangan mencoba menghindar atau membodohiku. Tidak mempan!" kata Cain.

"Ayahmu?!" Felix mencari keberadaan Ayah Cain setelah sampai di ruangan yang sepertinya itu adalah dapur.

"Lihat! Akurat sekali!" kata Cain.

"Terserah!" balas Felix.

Cain mengeluarkan bermacam-macam roti, sejenak Felix mengira kalau Cain sedang melakukan fashion show dengan roti yang berjejer berpose seperti sedang catwalk.

"Kau mau yang mana?! Karena sudah lama kau baru mengonsumsi makanan lagi, jadi harus istimewa. Terlebih lagi ini makanan pertamamu setelah tidak lagi memiliki perut manusia." kata Cain entah ingin merayakan atau sedang membully.

"Aku ingin membuatkan selai buah-buahan untukmu tapi itu karena salahmu juga makanya tidak jadi." Cain terus berceloteh tiada henti padahal Felix belum menjawab apapun.

"Seakan semuanya hanya seperti mimpi saja ... semua hal yang telah terjadi dengan Cain. Menjadi pembantai, menjalani hukuman, mengasingkan diri ... semuanya terasa seperti mimpi saja dengan Cain yang sudah kembali dan berada tepat dihadapanku saat ini, seperti tidak ada hal besar yang pernah terjadi. Pertengkaran kami terlupakan begitu saja ...." kata Felix dalam hati yang perlahan suara Cain yang sedang cerewet itu teredam dan tidak jelas terdengar. Hanya terlihat ekspresi Cain saja yang sedang sibuk berbicara sendiri.

"Aku sedang berbicara sendiri kan?!" Cain menyadari dari ekspresi Felix yang tidak memperhatikan.

"Sayangnya begitu." kata Felix yang jujur langsung mendapat hantaman panci dari Cain.

...****************...

"Sabar ... karena sedang berada di penjara kau harus merasakan pengalaman secara penuh. Kau harus merasakan makanan penjara, baru kau bisa dikatakan sebagai tahanan sejati." kata Camden setelah bangun tapi langsung ditatap oleh Cairo.

Makanan dan minuman tiba, Cairo dan Camden makan makanan yang sama hanya saja di sel yang berbeda.

"Bagaimana kau sudah merasakannya?!" tanya Camden.

"Merasakan apa?!" Cairo bingung apa yang dimaksud Camden, "Kalau yang kau maksud soal makanan, aku belum bisa menilai dengan benar karena belum terbiasa dengan makanan disini. Penilaianku hanya bersifat relatif saja karena belum mengenal dan beradaptasi dengan makanan disini." menurut Cairo tidak baik menghakimi makanan atau minuman hanya karena baru dikonsumsi beberapa kali. Pengecap rasa bisa beradaptasi tapi kalimat penghakiman yang kita ucapkan bisa saja menjadi bumerang suatu saat nanti.

"Tidak ... tidak ... maksudku bagaimana?! Apa kau sudah merasakan jiwa sebagai seorang tahanan sejati?!" kata Camden membuat Cairo tercengang karena apa yang dipikirkannya ternyata sangat berbeda jauh.

"Tidak, aku harus keluar dari sini sekarang apapun yang terjadi." kata Cairo dalam hati, mengganti prioritasnya dari menemui Felix menjadi terbebas dan jauh-jauh dari Camden.

"Panggil senjatamu!" kata Camden mulai membenarkan pakaiannya dan mengikat rambutnya.

Cairo heran dengan perubahan tiba-tiba Camden yang menjadi serius.

"Dalam hitungan ketiga!" kata Camden memberi arahan.

"Apa?! Tunggu dulu ... kau benar-benar akan melakukan sesuatu?! Beritahu aku dulu soal rencananya kalau begitu!" kata Cairo tidak tahu kalau akan mengatakan itu pada Camden yang tidak dipercayainya itu.

"Bagian dari kabur penjara adalah ... jangan membuat rencana!" kata Camden dengan senjata seperti palu besar datang menghantam dan menghancurkan dinding penjara kemudian sampai dengan mulus ditangan Camden.

"Inilah kenapa tidak baik menilai seseorang dari penampilan atau tanpa mengenalnya lebih baik." Cairo menggigit jarinya sehingga darahnya menetes dan senjatanya yang ada di kamar juga terbang menuju Cairo berada saat ini.

...-BERSAMBUNG-...

1
R⃟•D•I👏OFF
kapan lanjut kk
R⃟•D•I👏OFF
bagus banget
Vazdlia
kangen FCT3 kemana kah ini?? udh lama gak up 🥲🥺
Restia Nia
rindu FCT3 kak.....
Vazdlia
yaa ampun sampe lupa ini nyampe mana ceritanya, terakhir ini ngapain mereka aku sampe lupa 😭😭
With_maysa
semangat kaaaak😇💪🔥🔥🔥
Vazdlia
masih menunggu 🙂🙂
Restia Nia
masih menungguuu😊😊😊
🍉SEMONGKO
tuyulku tampil/Facepalm//Facepalm//Facepalm/,,
Restia Nia
selamat tahun baru 2024 juga buat kk author,, semoga apa yg di cita²kan akan terijabah ditahun ini, semoga semakin semangaaatt,,,💪💪💪💪
ittiiiy: Aamiin/Pray/ semoga sehat selalu juga dan apa yg diinginkan tahun ini perlahan" smuanya tercapai/Smile/
total 1 replies
Andi Hasni
sehat selalu thor
Suya
asik 🙈
Andi Hasni
/Drool//Drool/
Restia Nia
selamat berjuan Tan.. semoga sukses..
doaku menyertaimu...🤲🤲🤲😁😁😁
ikut deg²an yaaaahhh🤭
ittiiiy: Kasian operasi sendirian/Facepalm/
total 1 replies
🌸 Sunshine 🌸
keren ceritanya. 👍👍👍
Nikodemus Yudho Sulistyo
'Lini Masa' mampir nih.
༄༅⃟𝐐QueenCy
mampir kk
WiraBP
+1 vote! semangat 🔥🤭
WiraBP: bener🤭😆
total 4 replies
Andi Hasni
sehatki selalu thor
Taki
Semangat 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!