NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:400k
Nilai: 4.9
Nama Author: Tiara05

"Cukup! Jadi bagaimana?"

"Jadi apanya? Jadi bagaimana bikin kamu bunting? Itu simple aja sih, kamu cukup buka pakaian, terus baring di atas kasur, terus saya naik ke atas tubuh kamu, menyentuh setiap inci tubuh kamu tanpa tersisa sedikit pun, setelah itu saya masukkan kejantanan saya yang gedenya minta ampun, terus nyut punya saya ketelan dalam goa kamu. Itu sakitnya minta ampun, tapi setelah saya goyang dengan hebat, kamu malah bilang Eh main lagi dong Mas! Eh jangan dong, janda sebelah nggak kebagian tuh."

"Setelah kita main, kita ulang aja setiap hari, seharinya 100 kali aja, nggak usah banyak-banyak. Habis itu tunggu selama sembilan tahun, dan akhirnya kita punya baby yang cantik dan sholehah seperti Nathan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara05, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tamu Special?

Setelah turun dari mobil Nathan, Dara langsung bergegas masuk ke dalam rumahnya. Sepanjang perjalanan, ia terus mendengar Nathan yang berteriak tidak jelas.

"Cih ... emang gila tuh orang kayaknya! Yakali aja minta cium, emang gue cewek apaan coba," gerutu Dara.

"Lagian dia kenapa sih tiba-tiba berubah menjadi mesum? Perasaan dulu dia masih waras aja, deh. Nathan yang dulu gue kenal perasaan polos, kok sekarang malah mesum? Huh, mungkin efek karena diputusin sama wanita pembohong, mana nggak setia lagi," ucap Dara dengan menirukan suara dan kata-kata Nathan.

Dara lalu masuk ke dalam rumah. "Assalamualaikum," ucap Dara.

"Wa'alaikumsalam," sahut Vira, ibu dari Dara.

"Eh, kamu udah pulang sayang. Tapi kenapa Mama nggak dengar suara mobil kamu?" tanya Vira heran.

"Huh ... tadi mobil Dara habis bensin di jalan, Ma," jawab Dara.

"Lho, terus kamu pulang diantar sama siapa?" tanya Vira lagi.

"Eum ... sama tem— sama orang gila."

"Hah? Gimana ceritanya kamu diantar sama orang gila?" Vira menjadi heran mendengar ucapan putri semata wayangnya itu.

"He-he nggak ada kok Ma. Udah nggak usah dipikirin," ucap Dara lembut sambil tersenyum.

Cupp

Dara mencium pipi wanita yang sudah melahirkan dan merawatnya selama ini dengan kasih sayang.

Dara adalah wanita yang lemah lembut di mata orang tuanya, bahkan wanita itu murah tersenyum. Sementara di perusahaan, Dara adalah sosok yang kasar dan pemarah, ia tidak segan-segan memarahi, bahkan memecat orang yang tidak kompeten di perusahaannya.

Vira tersenyum menatap putrinya. Tapi, entah kenapa Dara justru merasa aneh dengan senyuman itu. Menurut Dara senyuman mama-nya sedikit berbeda dari biasanya.

"Ada apa, Ma? Kenapa Mama ngeliat Dara kayak gitu?" tanya Dara sambil menautkan alisnya.

"Enggak kok. Enggak ada apa-apa sayang. Oh, iya bentar!" Vira sedikit berlari ke arah sofa yang tadi ia duduki, kemudian mengambil paper bag yang berisi dress yang dia beli di Mall tadi siang. "Jadi nanti malam rencananya kita akan kedatangan tamu special. Jadi Mama udah beli dress untuk kamu, sekalian kamu pakai make up juga, ya. Karena nanti kita bakalan sekaligus makan malam." Vira menyerahkan paper bag itu pada putrinya dengan senyum yang tidak luntur di wajahnya.

Kening Dara mengerut, pertanda dia sedang bingung. Tapi meski demikian, dia tetap menerima paper bag yang diberi mama-nya.

"Tamu special ? Tumben banget ada tamu, tapi Dara harus dandan cantik-cantik, Ma? Biasanya kalau ada tamu, penampilan Dara biasa-biasa aja, bahkan Dara kadang nggak gabung bareng kalian?" celetuk Dara.

"Aduh, kamu cerewet banget sih sayang. Udah kamu siap-siap sana! Pokoknya ini kejutan buat kamu." Vira berkata sambil tersenyum tidak jelas.

'Hah? Kejutan? Perasaan ulang tahun gue masih lama deh, tapi tumben banget Mama main rahasia-rahasiaan' batin Dara.

"Udah, jangan malah bengong! mending kamu mandi, terus perawatan, karena ini udah jam lima. Tamunya nanti bakal datang jam tujuh malam. Lagian kamu tuh bau, Ra!"

"Ckk ... Mama apaan sih bilang Dara bau! Gini-gini Dara anak Mama, lho," sahut Dara dengan sedikit ketus.

"Enggak! Mama nggak punya anak bau, lho. Anak Mama harum semua," ucap Vira mengejek.

"Iya deh Mama yang paliiiing harum sejagat raya. Ini Dara bakal mandi kok, biar wangi kaya Mama-nya," ucap Dara dengan malas.

Dara lalu berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Vira yang sedang terkekeh. Tapi, baru saja beberapa langkah, Dara menghentikan langkahnya, kemudian berbalik menatap mama-nya.

"Oh iya, Ma. Adek mana? Udah pulang, 'kan?" tanya Dara. Bukan apa-apa, adik satu-satunya yang bernama Daffa Stephanoe Anderson itu agak sedikit bandel. Dia bahkan selalu keluyuran sepanjang hari tanpa ingat waktu. Dara sendiri sering mendapati adiknya itu balap-balapan di jalanan. Tapi meskipun demikian, Daffa adalah anak yang baik, dan juga penyayang menurut Dara. Tapi sama seperti dirinya, Daffa lebih suka menunjukkan sisi buruknya pada semua orang.

"Iya, Adek kamu udah pulang, kok. Mama sengaja minta supaya dia cepat pulang hari ini. Dia ada di kamar," jawab Vira menyunggingkan senyumnya.

Dara mengangguk paham, kemudian berjalan menuju kamar adiknya.

Ceklek ....

Dara hanya mampu mengeleng-gelengkan kepala melihat adiknya yang sibuk bermain game di handphonenya.

Dara berjalan mendekati adik kesayangannya itu, kemudian duduk di sampingnya.

Cuppp

Dara mencium pipi kiri adiknya dengan penuh kelembutan. "Tumben kamu pulangnya cepat banget?" tanya Dara sambil mengelus pucuk kepala adiknya.

"Tadi Mama yang minta, soalnya hari ini ada tamu special buat Kakak," jawab Daffa yang masih fokus dengan game-nya.

"Emangnya siapa sih? Kenapa tamu specialnya untuk Kakak?" tanya Dara yang masih penasaran, berharap dia bisa mengorek informasi dari adiknya.

"Itu rahasia, Kak. Entar Kakak bakalan tau, kok. Udah sana Kakak mandi, Kakak bau," ucap Daffa.

Dara kembali berdecak kesal mendengar ucapan adiknya. "Ckk ... enggak Ibu, enggak Adek, sama aja!" gerutu Dara, lalu segera keluar dari dalam kamar adiknya dengan sedikit menghentak-hentakkan kakinya.

Sementara Daffa terkekeh di dalam kamar melihat kalakuan kakaknya.

"Entah ini akan menjadi berita bahagia atau berita terburuk buat lo, Kak?" gumam Daffa sambil terkekeh.

Dara masuk ke dalam kamarnya, kemudian segera membersihkan diri. Tak perlu waktu lama, tiga puluh menit dia sudah selesai membersihkan badannya.

"Seger banget, sumpah!" gumam Dara.

Dara berjalan menuju meja riasnya, kemudian mengambil paper bag yang baru saja diberikan oleh mama-nya.

"Se special apa sih tamunya, sampai Mama beli baju sebagus ini? Biasanya juga gue pakai baju apa pun nggak dipermasalahin," gumam Dara.

"Tapi, jujur gue ngerasa ada yang aneh deh. Kayaknya setelah ini akan ada bencana yang datang." Dara hanya mampu membuang napas dengan kasar. Ada banyak tebakkan-tebakkan di kepalanya.

"Enggak mungkin 'kan perjodohan?" tanya Dara pada dirinya sendiri. "Kayanya enggak deh. Nggak mungkin orang tua gue pengen ngejodohin anaknya. Lagian ini kan udah zaman modern, mana ada yang namanya perjodohan!" Dara menyangkal apa yang sedang ia pikirkan.

******

Saat ini seluruh keluarga Anderson sedang duduk di meja makan. Mereka sedang menunggu kedatangkan tamu yang katanya sangat special.

"Sebenarnya siapa sih Pa tamu undangan special itu? Kok Dara sampai dandan segala? Biasanya juga enggak," tanya Dara menatap papa-nya, berharap papa-nya mau memberitahukan pada Dara.

"Aduh Kak, lo jangan banyak omong deh! Entar lo liat aja! Tamu undangan kali ini special banget, dan mungkin bakal buat lo speechles," sahut Daffa sambil sedikit terkekeh.

Vira dan Damar sontak ikut terkekeh. "Udah kamu yang sabar ya sayang. Sebentar lagi mereka bakal datang kok," jawab Damar, yang memiliki nama lengkap Damar Elfredo Anderson, papa dari Dara dan Daffa.

"Enggak bisa kasih bocoran dikit gitu?" tawar Dara dengan wajah imutnya.

"Enggak!" jawab Vira tegas, sehingga membuat Dara hanya mampu mendengus kesal.

Tok ... tok ...

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu rumah. Sepertinya tamu yang sedang mereka tunggu sudah datang.

"Ah, kayaknya keluarga Prasetya sudah datang. Biar Papa aja yang menyambut mereka, kalian tunggu di sini," ucap Damar, lalu bangkit berdiri untuk menyambut tamu tersebut.

Sementara Dara, tubuhnya sontak membeku mendengar kata Prasetya. Dia tahu betul siapa keluarga Prasetya itu. Tidak mungkin, 'kan?

"Tunggu ... jangan bilang ...." Dara mengantungkan ucapannya, kemudian matanya menatap tamu yang datang tersebut. Mata Dara sontak melotot melihat orang-orang yang ia kenali membawa beberapa bingkisan. Tapi, yang membuatnya benar-benar terkejut adalah melihat wajah laki-laki yang menurut dia paling gila se dunia.

TBC

.

.

.

.

1
Zyuhri
woi mn lanjutany
💞mom'snya devadhamian💞
/Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse//Curse/
💞mom'snya devadhamian💞
astaghfirullah pasangan kocak/sedeng dasar/Curse//Curse//Curse/
𝓓𝓲𝓪𝓷 𝓒𝓪𝓲𝓷𝓮..💘
Nathan:hemat yank/Facepalm/
test terts
Luar biasa
Eka Yuni
hhhhh . anu kamu dan anu aku . jadi anu anu ? 😂😂😂
𝓓𝓲𝓪𝓷 𝓒𝓪𝓲𝓷𝓮..💘: iya bengek aku😭😅🤣
total 1 replies
Yulleanz Yuniie
mana kelanjutan nya
Titin Sumarni
kenapa belum update lagi???
Mili magaya: sebelah mana?
total 2 replies
Titin Sumarni
aduh baca novel ini ketawa sendiri sakit perut lucu banget 😂😂😂😂
Nur Adam
lnjjt
Devy Anjar Puspitasari
lanjut dongh
Putri Lubiis
.
kuy kuy
ga lanjut nich?
sella surya amanda
lanjut
Danu Yadi mia
ruuuunntaaaaaaahhh🖕🖕👎👎👎👎
Danu Yadi mia
out sana lah🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄😏😏😏😏
Umy Harapan Hampa
kelamaan
Danu Yadi mia
mau lanjut gc nich
Danu Yadi mia
lanjut Thor jangan lama"...bosen nunqqu terus🙄🙄🙄🙄
Nia Ventriana Pratama
jadi bingung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!