NovelToon NovelToon
Tiba - Tiba Dijodohkan

Tiba - Tiba Dijodohkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Arkya

"Kenapa semua orang bertanya, kapan nikah... kapan nikah. Nanti jika sudah saatnya aku akan menikah juga." rutuk Zahira kesal.

Seorang gadis yang sudah berusia 25 tahun. Belum menikah sehingga kedua orang tuanya mencarikan jodoh untuknya.

Gadis itu bernama Zahira Banafsha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arkya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membeli Martabak

Setelah kepergian Zahira dan kawan-kawannya, Adam dan Andi belum beranjak dari tempat duduk itu. Mereka masih asyik berbincang sejenak.

"Nggak nyangka kalo hari ini kita makan siang dengan Zahira juga." Andi terkekeh senang.

"Kalau aku biasa saja." Jawab Adam acuh.

"Kamu ini Dam, selalu saja seperti ini bila bertemu Zahira." Keluh Andi dengan sikap datarnya Adam. Kapan sahabatnya ini bisa ramah dengan Zahira.

"Terus aku harus gimana? Aku terlalu malas bicara dengannya." Sahut Adam.

Andi menghela nafas, dia kesal dengan sikap Adam.

"Sudah, ayo kita balik. Waktunya kita kerja lagi." Ajak Adam sambil berdiri lalu berjalan ke kasir untuk membayar tagihannya dan Andi juga.

Mereka pun berjalan keluar meninggalkan warung bakso, kembali ke tempat kerja. Yang jaraknya tidak terlalu jauh.

***

Hari sudah sore. Zahira dan kawan-kawannya beranjak pulang menuju ke rumah masing-masing.

"Aku duluan ya Ra.." Pamit Dini pada Zahira di area parkir.

Zahira mengangguk mengiyakan. Memasang helm dan mulai mengemudikan motor maticnya. Sampai di lampu merah Zahira berhenti, namun siapa sangka ternyata dia berhenti di samping Adam.

Zahira tidak tahu jika Adam di sisi kirinya. Zahira hanya fokus ke depan tidak menoleh ke kanan atau ke kiri. Adam yang mengetahui jika Zahira di sampingnya hanya menoleh saja. Lampu hijau sudah menyala semua kendaraan berjalan kembali. Adam mengendarai motornya di belakang Zahira tanpa berniat untuk menyalip.

"Hmm, beli Martabak dulu deh. Mumpung belum antri." Gumam Zahira melihat penjual Martabak sudah mangkal.

"Mas, beli Martabak manis rasa coklat ya." Ucap Zahira.

"Beli berapa bungkus Mbak?" Tanya si penjual Martabak itu dengan ramah.

"Satu bungkus aja Mas." Jawab Zahira. Dan di angguki oleh si penjualnya. Zahira duduk di kursi plastik yang sudah di sediakan.

Entah di sengaja atau tidak. Adam juga berhenti, turut membeli Martabak. Adam memesan dan di suruh menunggu juga oleh si penjual.

Zahira sibuk memainkan ponselnya belum menyadari jika Adam berdiri tegak di depannya. Karna ada pembeli lain yang juga ikut mengantri.

Saat Zahira memasukkan ponsel ke dalam tas, ia baru tahu jika ada Adam sudah berdiri di hadapannya. Membuatnya kaget dan salah tingkah.

"Eh, Kak Adam sudah dari tadi ya?" Tanya Zahira dengan sedikit gugup.

"Hmmm." Jawab Adam hanya dengan deheman.

"Ini Mbak pesanannya." Ucap si penjual mengulurkan Martabak kepada Zahira.

"Ah iya Mas, ini uangnya. Terima kasih ya Mas." Ucap Zahira.

"Sama-sama Mbak." Jawab si penjual senang.

"Kak Adam, aku duluan ya." Pamit Zahira mendahului Adam untuk pulang.

Adam tidak menjawab ucapan Zahira, bersikap acuh seolah tidak mendengar.

"Nyesel aku mencoba bertanya padanya." Batin Zahira kesal dengan sikap Adam.

Zahira sendiri tidak tahu, kenapa Adam seperti membenci dirinya. Apa karena Zahira yang tidak terlalu cantik atau apa. Karena setiap kali bertemu dengannya, Adam akan bersifat dingin dan hanya pada dirinya saja.

"Hufftt... sudah lah terserah dia saja mau bersikap apa padaku, aku nggak mau repot." Gumam Zahira menyemangati dirinya sendiri atas sikap dingin Adam.

Sampai di rumah, Zahira mengucapkan salam dan menyalami kedua orang tuanya, lalu memberikan Martabak yang dia beli.

"Wah, Martabak.. Mbak tahu aja kalau aku lagi laper!" Seru Akmal senang karena di belikan Martabak oleh kakaknya.

"Kalau laper ya makan Mal.. kayak nggak di masakin Emak aja kamu." Zahira geleng-geleng kepala dengan kelakuan Akmal.

"Kamu seperti nggak tahu adik kamu saja Nduk.." Jawab Ibu Zahira sambil meletakkan Martabak di meja, lalu memberikan kepada Akmal.

Zahira masuk ke dalam kamar untuk mandi, karena sudah gerah seharian bekerja. Untuk Sholat Ashar dia sudah melaksanakan kewajibannya itu di Musholla tempat kerjanya. Jadi dia tidak perlu terburu-buru untuk pulang ke rumah.

.

.

.

Bersambung...

1
Shifa Burhan
novel menunjukan bertapa munafiknya wanita
kemunafikan dalam novel ini yang di benarkan oleh wanita2
*pelakor dilaknat tapi pebinor dibela
*pelakor suka pada suami orang dianggap menjijikan sedangkan pebinor suka pada istri orang hal biasa
*pelakor diperlakukan sangat2 kasar tapi pebinor dibela
*suami cemburu dibilang cemburu buta dan salah suami tapi istri cemburu dibilang dibilang normal dan tetap salah suami
*istri boleh cemburu sedangkan suami tidak boleh
*istri boleh baik pada lelaki lain tapi suami tidak boleh
*istri boleh lembut pada lelaki tapi tapi suami tidak boleh
*istri boleh membela pria lai tapi suami tidak boleh
*suami membela pria lain dinggap keslahan fatal tapi istri membela pria lain adalah hal biasa


Thor novel mu hanya menunjukkan keegoisan mu dan kemuna..kan mu dalam berkatya

contoh pria munafik adalah
melaknat pebinor tapi lembut pada pelakor
contoh wanita munafik adalah melaknat pelakor tapi lembut pada pebinor

dan dari novel kelihatan jelas cara kau memperlakukan pelakor dam pebinor

sekian dan Terima kasih
Shifa Burhan
kalau posisi dibalik ada wanita lain yang begitu dan adam malah beraksi kayak Zahira pasti reader2 wanita udah pasti ngamuk semua pada adam, katain adam tidak tegas dan tidak menghargai perasaan istri lah

tapi saat posisi pemeran utama wanita yang tidak tegas pada pebinor, semua reader wanita bungkam dan anggap itu bukan masalah besar
Astrianingsih
pinisirin
Han Lifa
Luar biasa
Shifa Burhan
pelakor diperlakukan kasar

ini pebinor diperlakukan lembut

ini kehebatan wanita kalau buat novel
Shifa Burhan
kalau pelakor yang berulah
otomatis semua reader langsung ngegas, menghujat dan melaknat habis habisan

tapi kalau pebinor yang berulah
para reader tenang2 aja kayak tidak ada masalah
Arkya: iya ya Mams.
total 1 replies
Devi Sihotang Sihotang
lanjut thor
Devi Sihotang Sihotang
semoga adam dan zahira bahagia...
Rhenii RA
Salad bukan salat
Wulandari Wahyuni
sama suami mksdnya kakk kan?
Arkya: Apa Kak?
total 1 replies
Inara Rizky Haky
sebenarnya adam kenpa si ma zahira
Vany Olla
bgus certanya
Kartinahkaton Love Nowfal
baik
Nafik Yuliyan
😀😀😀😀😀😀😀😀😍😍
Yanny Tjadu Hina
ceritanya keren👍👍
Nafik Yuliyan
so sweet 😍😍
Nafik Yuliyan
gemes deh
Nafik Yuliyan
ahay kak adam 😍😍
Nafik Yuliyan
😍😍😍😍😍😍😍😍
Licha Yati
sempurna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!