Demi harta warisan, Gadhiata rela menikahi gadis cupu pilihan sang kakek. Pernikahan sandiwara yang akan mereka jalani apakah berjalan sesuai rencana? Apa Hanum sang calon istri akan diam saja saat mengetahui dia hanya dipakai sebagai alat? Bagaimana jika Hanum marah, apakah gadis cupu itu akan menjadi suhu? Hanya untuk membalas dendam pada perlakuan Arrogant Gadhiata selama ini padanya yang memandang sebelah mata.
Baca juga novel Sept yang lain :
Rahim Bayaran
Suami Satu Malam
Dinikahi Milyader
Suamiku Pria Tulen
Dea I love you
My boss my Husband
Pernikahan Tanpa rasa
Menikahi pria dewasa
Cinta yang terbelah
Wanita Pilihan CEO
The Lost Mafia Boy
Dokter Asha and KOMPOL Bimasena
KANINA yang Ternoda
IG Sept_September2020
Fb Sept September
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sakit Hati
Crazy Rich Bagian 7
Oleh Sept
Dahi sekretaris Jo seketika mengerut saat mendengar perintah dari sang bos yang kedengarannya setengah hati tersebut. Dan tanpa menunggu perintah kedua, sekretaris tersebut kemudian kembali melajukan mobilnya dan berhenti tepat di depan mobil Bagas, atasan Hanum.
Chittt ...
Suara mobil yang direm mendadak, membuat Hanum dan Bagas menatap ke sumber suara. Apalagi, seorang pria berpakaian rapi keluar dan langsung melangkah menuju mereka.
'Kenapa dia ada di sini?' batin Hanum yang masih ingat wajah Gadhi. Paria yang kata kakek akan menjadi suaminya. Pria kaya raya tapi kelihatan sangat sombong dan dingin. Bahkan dari cara Gadhi berjalan sudah memperlihatkan bagaimana karakter pria tersebut.
Ditambah lagi pria itu wajahnya selalu terangkat ke atas, tidak pernah melihat ke bawah seperti dirinya. Maka kesan pertama yang Hanum tangkap adalah sosok tersebut sangat angkuh.
"Siapa kalian?" tanya Bagas ketika sekretaris Jo juga ikut turun.
"Masuk mobilku!" titah Gadhi tanpa menjawab pertanyaan dari Bagas. Ia seolah menganggap kehadiran Bagas seperti patung yang tidak bernyawa.
Sedangkan Hanum, gadis itu terlihat bingung. Kenapa dua orang pria itu sama-sama memintanya masuk dalam mobil?
"Terima kasih, tapi saya sedang sibuk."
Hanum menundukkan kepalanya sebentar, menatap mata Gadhi sekilas. Kemudian ia berjalan meninggalkan mereka. Lagian kantor juga sudah tidak jauh. Dan lagi, Hanum sedikit tidak suka dengan Gadhi. Ia masih ingat bagaimana Gadhi dan mamanya menilai rendah Hanum. Ya, Hanum ini meskipun tidak banyak bicara, tapi ia memiliki jiwa pendendam.
"Hey!" Gadhi mendesis kesal. Mau menolong tapi yang ditolong malah terlihat acuh.
Sementara itu, Bagas langsung masuk dalam mobil. Enggan juga meladeni orang asing yang sempat menghalangi jalannya.
"Bisa minggir sebentar?" teriak Bagas dari balik kemudi saat melihat Gadhi berdiri di depan mobil miliknya.
Hati Gadhi semakin dongkol. Kenapa jadi begini, ia kemudian menatap tajam pada sekretarisnya. Ini semua karena sekretaris Jo. Kalau dia tidak memintanya ikut campur, pasti hasilnya tidak membuatnya BT seperti ini.
Alhasil, dengan gusar Gadhi pun masuk ke dalam mobilnya sendiri. Sambil memasang muka galak, ia meminta sekretaris Jo langsung putar balik ke perusahaan.
Sementara itu, sang sekretaris terlihat hanya diam. Dia tahu kalau sang atasan sedang mode galak.
'Mana saya tahu kalau nona itu bahkan tidak tertarik saat seorang pria kaya raya memintanya naik mobil yang sama. Hemm ... sepertinya kakek Mahindra tidak salah orang. Nona itu bahkan terlihat tidak peduli pada tuan Gadhi. Sepertinya kedepannya akan jauh lebih menarik!' batin sekretaris Jo sambil tetap fokus pada kemudi.
Sudut bibirnya tertarik ke atas, membuat sebuah senyum terlihat jelas. Sepertinya ia akan punya partner untuk mengurus tuan Gadhi yang kadang semena-mena tersebut. Setidaknya kakek Mahindra akan mengirim pawang yang akan membuat sekretaris Jo bisa bernapas lega.
"Aku potong gajimu bulan depan!" cetus Gadhi sesaat setelah mobil mulai melaju.
'Ish ... sialll!' gerutu sekretaris Jo dalam hati.
"Kau dengar?" ulang Gadhi. Pewaris global Tourshine Groups itu kelihatan masih gusar atas kejadian barusan.
"Dengar, Tuan."
"Bagus! Aku potong 25%!" ucapnya sekali lagi.
"Iya, Tuan."
"Jangan menjawab kalau aku sedang bicara!"
'Astaga, kalau aku diam saja nanti katanya tidak sopan,' batin sekretaris Jo lagi. Ia hanya bisa menelan ludah.
"Satu lagi! Cari informasi tentang pria tadi!"
....
"Jo! Kau tidak dengar aku ajak bicara?"
"Iya, Tuan."
Seperti wanita yang sedang kena palang merah, Gadhi menjadi marah-marah tidak jelas. Mungkin ia kesal pada sikap Hanum. Selama ini mana ada wanita yang cuek padanya. Ia tatap saja maka gadis-gadis di luar sana langsung mendekat dan merayunya dengan manja. Lah si Hanum, sudah jelek, cupu dan belagu. Jujur, hati kecilnya merasa direndahkan oleh sikap gadis tersebut.
'Tunggu saja, sebulan lagi ...!' batin Gadhi penuh aura dendam yang menyelimuti wajahnya. BERSAMBUNG
IG Sept_September2020
eh, konspirasi..
.....
si sulung aku umur 8 th baru punya adek.
aku menyaksikan sendiri,walau bukan aku yg mengalami.ada keluarga yg boleh dikata mampu dan berkecukupan tapi masih juga resahndan ingin menguasai harta saudaranya yg lain.padahal sdh dibagi rata oleh orangtua mereka dulunya.sampai memutuskan tali silaturahmi dg saudara2nya yg lain.