Menikah karna ingin balas dendam. Inilah yang Verdiansyah lakukan pada seorang gadis cantik. Ia sengaja menikahi gadis tersebut untuk membalaskan dendam adiknya yang telah meninggal dunia.
Apakah yang akan terjadi? Akan kah Verdi mampu melanjutkan dendamnya? Atau malah jatuh cinta pada gadis yang ia nikahi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon momian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07
Verdi berdiri dari duduknya dan memandang kearah luar jendela. Verdi terus memikirkan ucapan istrinya yang memintanya untuk menanam benih kepada seorang perempuan, agar ia bisa memiliki seorang anak.
"Ada apa? Sepertinya kau terlihat ada masalah?" Tanya Aldo sambil memperhatikan Verdi dari arah belakang.
"Ya, kau benar aku sedang ada masalah." Jawabnya sambil menghembuskan nafas berat.
"Masalah apa? Ayo ceritakan. Sempat saja aku bisa membantumu."
Verdi terdiam lagi, membuar Aldo langsung menebak masalah yang dialami oleh sahabatnya itu. "Istrimu lagi? Kali ini apa lagi yang ia minta?"
"Ya kau benar, istriku meminta hal yang tidak masuk akal."
"Boleh aku mendengar ceritamu?"
Lalu Verdi menceritakan maksud dari Sandra yang menginginkan Verdi untuk memiliki seorang anak dari perempuan lain, yang rahimnya akan mereka sewa.
"Gila" satu kata yang berhasil keluar dari mulut Aldo.
Verdi lalu menoleh ke hadapan Aldo, dan berjalan kemudian menududukkan tubuhnya dikursi. "Aku tidak menyangka dengan permintaan Sandra."
"Sandra itu sayang ngak sib sama kamu? Kok gitu yah? Aneh banget deh, kok ada sih wanita yang rela jika suaminya menduakannya."
"Tentu Sandra sayang sama aku Aldo. Buktinya ia mau mengambil jalan ini."
"Jalan buntu maksud mu? Ini itu bukan jalan terbaik. Coba deh kamu pikir yah, bagaimana perasaan perempuan itu jika ia sudah melahirkan dan harus terpisah dengan anaknya? Lalu bagaimana jika tiba-tiba dalam masa mengandung, kamu langsung jatuh cinta pada wanita itu, ataupun sebaliknya. Terus bagaimana dengan Sandra, pasti bakalan banyak hati yang tersakiti."
"Entahlah Do' yang jelas aku ingin memiliki seorang anak, dan Sandra belum bisa memberikan nya. Itu artinya aku harus menerima tawaran Sandra."
"Ayolah Ver, kamu pikir baik-baik dulu sebelum mengambil keputusan ini."
"Ahh sudahlah, jangan bahas lagi masalahku. Ayo katakan kenapa kau terlihat sangat bahagia sekali?"
Aldo tersenyum sambil mengingat kemarin pertemuannya dengan Melati. Senyum Melati membuat debaran jantung Aldo berdetak tak karuan, pandangan mata Melati membuat hati Aldo yang lama sudah membeku menjadi mencair.
"Hey, kenapa malah melamun. Aku serius nanya loh?" Kesal Verdi karna Aldo malah mencuekin dirinya.
"Aku jatuh cinta." Jawab Aldo
"Wahahahahahahah" Verdi tertawa terbahak-bahak. "Kau jatuh cinta? Aku tidak salah dengarkan? Serius kau ini Aldo?" Verdi melontarkan pertanyaan pada sahabatnya itu, sahabat yang menurutnya sudah mati rasa terhadap perempuan kini tiba-tiba saja berkata jika sedang jatuh cinta.
"Aku Aldo, dan serius aku sedang jatuh cinta." Ucapnya sambil memengang dadanya dan terus tersenyum mengingat wajah canti Melati.
"Wao luar biasa sekali. Akhirnya es balok pun cair. Bdw, siapa wanita itu? Pasti dia canti, dan pasti dia bukan wanita biasa-biasa. Di pasti hebat karna berhasil melelehkan mu"
"Kamu ingat wanita yang aku ceritakan di cafe tempo hari?"
Verdi menganggukan kepalanya.
"Dialah wanita itu."
Lagi-lagi Verdi tertawa. Mendengar ocehan yang sangat lucu dari sahabatnya. "Kau yakin, kau sedang jatuh cinta? Dengan wanita yang baru kau lihat di foto profil wa nya saja. Kau aneh Aldo."
"Aku sudah bertemu dengan nya. Sudah berbicara langsung padanya. Dan aku langsung jatuh cinta."
"Aneh!" Ucap Aldo.
"Aneh kenapa?"
"Yah kau aneh, masa ia langsung jatuh cinta pada wanita yang baru pertama kali kau lihat."
"Bukankah kau juga seperti itu pada Sandra dulu?"
"Iya iya deh. Intinya siapa pun wanita itu, aku percaya dia itu hebat karna bisa meluluhkan es balok seperti dirimu."
Aldo tersenyum.
"Jadi, boleh aku lihat foto wanita itu?" Pinta Verdi
"No!" Tolak Aldo dengan tegasnya.
"Kenapa?"
"Aku takut, nanti saat kau melihatnya kau justru jatuh cinta padanya."
Hahahahahaahah, dan lagi-lagi Verdi tertawa. Karna bagaimana bisa ia jatuh cinta pada orang lain. Jika saat ini cintanya hanya dimiliki oleh satu orang saja, yaitu Sandra, dan Verdi juga sudah menutup rapat-rapat hatinya agar tak memberi cela pada wanita siapapun untuk masuk. Karna cintanya hanya untuk milik Sandra seorang.
smw pada gantung ceritanya