NovelToon NovelToon
Semestaku

Semestaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Supernatural / Patahhati / Sci-Fi / Balas Dendam / Selingkuh
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Janesalen

"Kau pernah mengatakan bahwa aku adalah duniamu, maka sekarang kau sedang tidak aman, Duniamu sedang tidak baik-baik saja"

-Sebuah Kisah di luar nalar-

Sekeras apapun Agnes menolak, berlari pergi. Dia akan tetap kembali kepada semestanya, Keyno Irawan.

Dan sekuat apapun Keyno menghindar, menyanggah, memungkiri kisahnya, dia tetap akan kembali.
Jennifer Agnes adalah dunianya, pemberhentiannya tempat ia hidup dan menetap.

-Love Hate Relationship
-Psikologi
-Mengandung 🔞

ttd 02022022

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Janesalen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Peringatan

"Nes, look at me!" Keyno memangku kepala Agnes, wajah wanita itu seperti tidak makan seminggu, pucat, seperti mayat. Begitu pun dengan Keyno. Sumpah, Keyno sangat panik bahkan jantungnya bekerja 10x lipat dari biasanya. Tidak. Keyno tidak mau terjadi sesuatu pada Agnes. Ia kemudian meraih ponsel yang sempat terjatuh dilantai. Mendial kembali nomor telepon dr. Kim dan seorang yang lain. Jika boleh jujur, mata Keyno sudah berembun sekarang. Genangan airmata itu jatuh tak terarah saat wanitanya sedang kesakitan.

Tubuh Agnes melemas, dia tak bergerak lagi, Matanya terpejam dan Keyno turut lemah, tangan besarnya meraba wajah pucat Agnes dengan sayang seakan tak ingin ditinggalkan terpejam walau hanya sebentar.

15 menit kemudian

"Apa yang terjadi?"

"A..aku tidak tahu" Keyno berusaha bangkit menjarak tubuhnya dari Agnes yang kini telah ia pakaikan baju rumahan. Selama menunggu ia tak pernah melepas pelukan pada Agnes, memastikan suhu tubuh wanitanya tetap hangat dengan menggosok tangannya.

dr. Kim menggelengkan kepala saat melihat wajah Keyno yang tak terarah, pria itu sangat lemah bahkan terkesan bodoh jika menyangkut Agnes.

"Tak ada yang salah dengan tubuhnya, semua normal" Ucap sang dokter setelah melakukan pemeriksaan "Ku rasa, kita perlu menunggu Professor Hitoma. Kau menghubunginya juga bukan?"

"Sebentar lagi akan tiba"

Keyno memindahkan tubuh pingsan Agnes, menggendongnya dan membaringkannya di ranjang agar lebih leluasa, lalu ia mengambil tempat dan duduk disebelah Agnes meraih jari-jemari lentik wanitanya dan menangkup dengan kedua tangannya, mengusap dan menciumnya "Sayang, kau kenapa?" lirihnya. Keyno tak hentinya memandangi wajah terpejam Agnes. Pikirannya semakin liar jika membayangkan Agnes takkan pernah bangun lagi. Tidak, Keyno mengerjapkan mata berusaha menepis pikirannya.

"Key, Apa kau sering menggunakan tombol itu?" Suara seorang pria mendominasi ruangan, membuyarkan lamunan Keyno.

Keyno menggeleng, belakangan ia jarang sekali membuat Agnes pingsan. Ia membiarkan Agnes lebih leluasa bahkan pergi dengan Mario ia izinkan, padahal jika mau, ia bisa membuat Agnes pingsan seketika

"Kita harus melakukan operasi, chip itu harus diperbaiki"

"Kenapa perutnya yang sakit?"

"Ku rasa ada hal lain yang terjadi padanya. Chip Itu tak berpengaruh pada perutnya"

"Lakukan yang terbaik. Bangunkan Agnesku!"

"Tidak sekarang. Kita harus menunggunya bangun dan kau harus membawanya ke rumahku"

"Kenapa? Buatlah Agnes sadar secepatnya apapun caranya!"

"Keyno, kau sepertinya lupa bahwa aku takkan bertindak sebelum persetujuan pemilik tubuh. Tenanglah, dia akan baik-baik saja selagi jantungnya berdetag dan darahnya mengalir" professor menepuk pundak Keyno, Ia kemudian menjelaskan banyak hal mengenai chip yang tertanam di tubuh Agnes.

Setelah selesai berbincang dan menenangkan Keyno sang professor pamit pergi, ada urusan lain yang harus ia kerjakan. Begitu pun dengan dr Kim, setelah memberikan beberapa vitamin dan obat ia pamit pulang. Memang sulit dipahami apa yang terjadi pada Agnes saat ini.

20 Menit kemudian

Agnes terbangun, matanya sayu seakan menanggung lelah teramat dalam "Key.." panggilnya.

Keyno mengangkat wajahnya menatap Agnes, sedari tadi pria itu berbaring disampingnya dan memeluk Agnes seperti tak ingin terlepas, dan ya Keyno seperti orang linglung namun, wajahnya berseri seketika mendapati Agnes menyerukan namanya.

"Nes, gimana? apa yang kau rasakan, katakan!"

Keyno menangkup wajah Agnes dan meraba perut wanita itu memastikan bahwa disana tidak sakit lagi.

"Aku merasa lebih baik" Agnes berusaha duduk, meminta segelas air putih yang memang sudah Keyno sediakan di nakas.

"Aku takut" Keyno berucap lirih. Pandangannya tak terlepas dari tatapan khawatir dan takut kehilangan pada Agnesnya.

"Aku lupa memberitahumu, Bahwa pertengahan tahun aku akan selalu seperti ini" Agnes berucap tenang menatap pada Keyno yang juga menatapnya. Mencoba menjelaskan apa yang sebelumnya tak pernah ia ceritakan.

"Itu adalah sakit yang harus ku tanggung" Agnes menjeda ucapannya, meraih tangan Keyno dan menggenggamnya "Karena aku bukan manusia seutuhnya, hal itu semacam peringatan akan terus terjadi secara berulang sampai nanti, sampai selamanya. Kecuali kau menjadikan aku manusia sepenuhnya" Keyno menutup mulut Agnes dengan telunjuknya, memintanya berhenti dengan mata kembali berembun. Keyno takkan mau kehilangan Agnes, Hanya itu satu keyakinan yang berputar di otak Keyno.

"Kita cari cara menyembuhkannya, kurasa ada hubungan dengan chip ditubuhmu, professor akan memperbaikinya" Agnes menggeleng lalu memeluk tubuh Keyno "I am Fine" Mengeratkan pelukan dan merasakan hangat tubuh Keyno yang terbalut baju tipisnya "Sakitnya sudah berlalu" Agnes memperhatikan jam dinding yang terus berdetak sedari tadi seakan turut berbincang bersama mereka. Jam 11, sudah menjelang tengah malam.

"Tidurlah"

Agnes menurut ia berbaring kembali dan Keyno terus memeluknya "Apa yang harus kulakukan jika kau sakit lagi?"

"Peluk saja aku" Agnes memejamkan matanya di dada Keyno. Mencurahkan semua kasih sayang yang ia punya. Ia bisa merasakan bagaimana seorang Keyno jika tanpanya bagaikan tubuh tanpa jiwa. Begitu pun Agnes, Ah lelaki ini membuatnya gila dan bodoh. Baginya, tidak apa-apa selagi Keyno mencintainya dia bisa menanggung segala beban, Ia yakin semua akan berakhir baik-baik saja.

"Seperti ini?" Keyno mengeratkan pelukan. Agnes mengangguk. Keyno mencium puncak kepala Agnes lalu berbisik ditelinganya "Good night babe"

Mereka tertidur bersamaan, melepaskan semua kekhawatiran dan kekalutan yang tadi mengharu biru.

...-------...

Lanjutnya ga nih?

1
auliasiamatir
keyno ternyata bucin tingkat dewa yah
auliasiamatir
huf... aku bingung sama mereka berdua.
auliasiamatir
udah jelas agnes cemburu lah key...🙄🙄🙄
auliasiamatir
hummmm, kalau cinta jangan lagi bermain dengan wanita lain keyno
auliasiamatir
aslinya kyeno amat amat romantis yah
auliasiamatir
ammpiuuunn percaya diri yang tinggi yah kiano 🤣
auliasiamatir
demi kamu nes, 😔
auliasiamatir
iya saling sayang, saling cinta, tapi kalian saling menyakiti 😞
auliasiamatir
aku bingung dengan mereka 🙄
auliasiamatir
tetap aja , udah ngasih liat bang nya ke orang lain nes...


aneh kalian ini
auliasiamatir
wanitanya pun sama,
ahhh cinta yang goblok
auliasiamatir
ahhh Lanang suka celap celup,
auliasiamatir
cinta kalian sangat besar dan sangat unik.
auliasiamatir
aku suka banget alur cerita nya,
💞Amie🍂🍃
Omg, Fanasss🤣
auliasiamatir
makin seru nih
💞Amie🍂🍃
Harus siap mental punya suami publik figure
💞Amie🍂🍃
Udah rindu aja, Agnes- Agnes pesonamu sungguh luar biasa
💞Amie🍂🍃
Agnes cuek banget bikin greget
💞Amie🍂🍃
udah aku fav ya kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!