NovelToon NovelToon
Istri Untuk Suamiku

Istri Untuk Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Poligami / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:178.7k
Nilai: 5
Nama Author: Freya Alana

Kayla Wiranata dan Fatin Azahra adalah dua orang sahabat. Mereka bersahabat sejak belia ketika orang tua mereka bertugas sebagai diplomat di Prancis. Perpisahan mereka karena mengikuti tugas orang tua sebagai diplomat tidak lantas membuat persahabatan mereka putus.

Mereka masih menjadi sahabat dekat hingga keduanya menikah dengan pasangan masing-masing. Ketika Kayla menyadari usianya tak panjang lagi, ia memohon Fatin untuk menikah dengan suaminya, Rayyan Rajendra.

Apakah Fatin bersedia menikahi suami sahabatnya sendiri?

***

Hallo! Ini novel pertamaku, Freya Alana, semoga suka yaaa….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Freya Alana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Eva

“Assalamualaykum, Pak Santosa. Nanti kita jadi ketemu dengan pemilik lahan?” Rayyan berbicara pada wakilnya melalui telepon.

“Waalaykumussalam, jadi, Pak. Beliau sudah on the way. Kita ketemu di coffee shop bawah in syaa Allah.”

Rayyan bersama Pak Santosa sedang berada di daerah tepi pantai di Sulawesi Selatan. Mereka ingin meninjau sebuah lahan yang ingin mereka beli untuk membangun resor baru.

Resor ini nantinya tidak saja menyediakan hotel tepi pantai, namun juga mini waterboom. Rayyan juga ingin menyediakan wisata bawah laut untuk para pencinta selam karena laut di kawasan ini sangat indah.

Namun terlebih dahulu ia harus menanyakan beberapa hal mengenai lahan ini. Menurut anak buahnya yang telah lebih dahulu melakukan survey, lahan ini dimiliki oleh kakakberadik yang tergabung dalam PT Kiara Sejahtera.

Rayyan melihat jam kemudian bergegas turun. Ia berharap dapat menyelesaikan urusannya siang ini sehingga besok bisa pulang.

Rayyan keluar dari lift. Pak Santosa sudah menunggunya. Mereka bercakap ringan sambil menuju coffee shop.

Tidak berapa lama menunggu, seorang wanita yang sangat memesona datang menghampiri mereka. Rayyan memperhatikan beberapa tamu coffee shop menoleh dan berbisik setelah melihat wanita yang berjalan ke arahnya.

“Selamat siang, Pak Rayyan, Pak Santosa. Saya Eva, pemilik lahan Teluk Indah. Maaf terlambat saya harus jemput anak saya dulu.” Eva mengulurkan tangan kepada Rayyan.

Rayan menangkupkan tangan ke dada sambil mengangguk. “Selamat siang Bu Eva, silakan duduk, terima kasih sudah bersedia menemui kami.”

Eva merasa canggung karena Rayyan tidak membalas jabat tangannya. Ia mengangguk lalu duduk di kursi yang masih kosong.

Setelah bercakap-cakap ringan, mereka menyantap makanan, sekaligus Rayyan memaparkan rencananya membuka resor. Eva menyimak dengan seksama. Sesekali memberikan masukan mengenai kelebihan dari lahan yang ia miliki.

Berkali-kali Eva melirik Rayyan. Ia kagum dengan pandangan-pandangan Rayyan dan bagaimana ia menjelaskan semuanya dengan sistematis.

“Rayyan, saya langsung panggil nama aja ya, kita kan seumur nih kayaknya. Rencana kamu sangat impresif, apakah sudah ada rencana pembiayaan?”

Rayyan menjawab Eva masih dengan nada formal, “Begini, Bu Eva, kami sudah dapat beberapa investor yang standby untuk masuk ke proyek ini. Maka kami berharap untuk bisa membuat kesepakatan.”

Eva mengerut keningnya sekilas lalu tersenyum. Setelah meneguk minumannya ia berkata, “Kalau begitu saya akan berikan tanggapan secepatnya, apakah saya ingin menjual lahan saya ke kamu. Let’s keep in touch.” Ia pun berdiri dan mohon pamit.

Pak Santosa melirik bosnya. Rayan mengangguk dan mengucapkan salam pada Eva.

“Pak, kayaknya jual mahal ya, Bu Eva.” Pak Santosa mengutarakan pendapatnya setelah Eva hilang dari pandangan.

Rayyan yang sudah kembali menyantap makanannya membalas, “Pak, kalau rejeki dan Allah izinkan kita akan dapatkan lahan itu. Kita tadi sudah paparkan rencana dengan baik, kok.”

Pak Santosa mengangguk dan berkata, “In syaa Allah.” Mereka berdua menikmati hidangan seafood yang memang terkenal dari daerah itu.

***

Eva memperhatikan Rayyan dari jauh. Ia berharap Rayyan mencarinya setidaknya dengan pandangan. Namun pria itu malah asik menikmati lobster.

“Udah lama gue nggak punya rasa kayak gini.” Eva menghela napas lalu sekali lagi memandang pria yang sedang asik makan itu lalu beranjak pergi.

***

Pukul delapan malam, Rayyan bersiap menelepon Kayla. Baru semalam berjauhan ia sudah sangat merindukan istrinya. Inilah sebabnya sedapat mungkin tidak perlu ke luar kota jika tidak mendesak.

Tiba-tiba hapenya bergetar. Nomor tak dikenal.

“Assalamualaykum.”

“Waalaykumussalam, Rayyan, ini Eva. Bisa kita bertemu untuk membicarakan rencana tadi. Saya ada beberapa usulan bagus.”

“Selamat malam, Bu Eva. Wah luar biasa. Sebaiknya kita teruskan setelah saya sampai di ibukota. Saya akan set video call bersama tim kantor.”

“Loh, kenapa nggak sekarang aja sih, Yan. Saya sudah di lobby.”

“Maaf, Bu, ini sudah malam. Kira-kira pukul 2 siang in syaa Allah saya sudah di kantor. Apakah Ibu available?”

Eva berusaha menutupi kekecewaannya. Sedapat mungkin suaranya dibuat datar walau ia tidak mau begitu saja melepaskan Rayyan. “Baik kalau begitu. Besok jam 2 siang saya akan stand by. Jadi bener nih, Yan nggak mau turun?”

“Terima kasih, Bu. Saya tidak akan turun. Besok kita ketemu di video call jam 2 siang. Selamat malam, assalamualaykum.”

Eva menggigit bibirnya lalu membalas, “Waalaykumussalam.”

***

“Astaghfirullahaladzim. Astaghfirullahaladzim. Ya Allah, lindungi hamba dari perbuatan-perbuatan yang Kau murkai. Izinkan hamba menjaga hati dan diri hamba hanya untuk istri hamba,” mohon Rayan dalam hati.

Rayyan bukannya tidak sadar terhadap perilaku Eva. Ia sering diledek oleh teman-temannya sesama pebisnis. Tidak sedikit dari mereka yang walaupun sudah berkeluarga tetap tebar pesona. Bahkan hingga benerapa dari mereka menjalin hubungan terlarang.

Rayyan menjaga dirinya dari hal-hal seperti itu. Maka ia berusaha selalu menundukkan pandangan kepada wanita yang bukan jadi mahramnya.

Rayyan meraih hapenya lagi lalu tersenyum saat menghubungi sebuah nomor. Sambil menunggu pemilik nomor mengangkat, ia menikmati foto wanita yang menjadi ibu anak-anaknya.

“Assalamualaykum, Kayla cantik, lagi apa?”

***

1
Dysha♡💕
jahat bangat si Rayan,dosa besar dia
pipi gemoy
vote Thor ✌️
freya alana: Makasi kakanyaaaa… sehat dan bahagia selalu yaa
total 1 replies
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼🙏🏼☕
kopi Thor 👏🏼
freya alana: Makasi kakanyaaa 💕💕
total 1 replies
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂👻👻👻👻👻👻
pipi gemoy
Emre menyaksikan secara langsung kematian Daddy aunty n sepupu
pantas dia punya 2 kepribadian
Emre adalah korban 🙄
freya alana: Betul, trauma yang bagai gunung es.
total 1 replies
pipi gemoy
hedeh si Ray ini plin plan kebangetan waktu sama bunga lupa dosa👻
pipi gemoy
si Ray ini dari awal karakter nya botol bin bahlul😅
pipi gemoy
nga penasaran sama bunga Thor
si Ray buang ke laut aje😂
pipi gemoy
entah lah harga sebuah ginjal
egois juga suami istri ini👻😅
pipi gemoy
luar biasa karakter Fatin👏🏼👍🏼
buat Fatin☕
pipi gemoy
Abi noh👍🏼👍👍👍👍👍🌹
pipi gemoy
hedeh telat mikir si Ray👎🏼👎🏼🤬
imbas nya udah sampai ke ortu Fatin malah
pipi gemoy
hedeh sudah nolongin anaknya si emak ngak tau diri 😡😤
gemes gue....
udah Fatin tinggalin saja 😂
pipi gemoy
betul Ray kesian Fatin 👻
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂👻
bingung yg nga tau
pipi gemoy
😂😂😂😂😂😂😂😂 kocak Fatin
pipi gemoy
🤧🌹
pipi gemoy
gugur nih Ale
pipi gemoy
mampir Thor
setelah baca tak utuh😅
freya alana: Makasi kaka 😍
total 1 replies
Keynan Milky
maaf y thor aku suka sbnrnya dgn ceritanya tp berkali" aku bilang teerkadang aku emosi sendiri krna Thor selalu nyematkan bahasa asing yg g ku mengerti jdi gemes aku liat kmu Thor
freya alana: Hihihi, iya maap ya. Makasi banget udah mampir. Laaaf banyak banget buat kakak 💞💞💞
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!