Hana dijodohkan dengan Rendra, kakaknya. Hana pikir dia akan baik - baik saja namun ternyata dia salah. Satu per satu kejadian datang dan menggoreskan luka di hatinya. Dia juga merasa menyesal karena sudah memutuskan Andra, pacarnya. Apakah Hana bisa mempertahankan pernikahannya? Atau dia akan kembali pada Andra yang dia anggap sebagai jodohnya?
Ingin tahu kelanjutannya? Baca cerita ini ya. Semoga menghibur!!!
Cover by Pinterest
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febri Siregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps. 7
"Kak Ren!" teriak Hana dari dapur membuat Rendra segera menghampirinya.
"Ada apa?" tanya nya panik.
"Lihat ini!" Hana menunjuk dapur yang sudah seperti kapal pecah. Piring kotor berserakan, bungkus bekas snack ada dimana - mana.
"Tadi malam Hana sudah bilang supaya piring bekas makannya di cuci, kenapa gak di turutin?" katanya dengan kesal.
"Ah. Maaf - maaf! Biar kakak bereskan sekarang ya." Rendra bergegas memungut bungkus snack dan memasukkannya ke dalam tong sampah.
"Pacar kakak mana?"
"Masih tidur."
"Tidur? Sekarang sudah jam berapa kak?" teriak Hana.
"Hana! Sopan lah dengannya. Dia itu calon kapan iparmu!" Rendra menghentikan aktivitasnya dan menatap Hana.
"Oke, terserah kakak saja. Yang penting selama dia disini kakak harus membereskan semua kekacauan yang kalian lakukan." Hana berteriak lalu pergi ke kamarnya.
Setelah sampai di kamarnya Hana bergegas mengganti pakaian, memakai ransel kecilnya dan memakai sepatu lalu pergi keluar. Dia pergi tanpa pamit pada Rendra. Setelah menghidupkan mesin motornya dia melaju menuju salah satu mall yang ada di kotanya.
"Adem." gumamnya begitu sampai di dalam mall. Setidaknya suasana di mall bisa menenangkan perasaannya yang sedang kesal. Dia berjalan menuju salah satu toko buku untuk membeli beberapa buku dan perlengkapan yang akan dia gunakan saat masuk kuliah bulan depan.
Tangan Hana sibuk mengambil beberapa perlengkapan yang di perlukannya lalu memasukkannya ke dalam keranjang.
"Hana!"
Hana menghentikan aktivitasnya menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.
"Andra!"
"Kamu sedang apa?" tanya Andra dan mendekati Hana.
"Beli beberapa perlengkapan buat S2 nanti." Hana menunjukkan keranjang nya.
"Kamu jadi ambil S2?"
Hana mengangguk. "Mulai bulan depan aku akan jadi mahasiswi pascasarjana loh."
"Bagus deh. Kebetulan aku juga lanjut S2. Emm, kamu sendirian?" tanya Andra karena tak melihat ada orang yang menemani Hana.
Hana mengangguk pelan.
"Suamimu?"
"Ah, dia lagi sibuk. Biasa banyak kerjaan dari kantor." Hana berbohong. Tidak mungkin dia mengatakan bahwa suaminya sedang bermesraan dengan kekasihnya di rumah mereka. Bisa - bisa Andra menghajar Rendra dan melaporkannya pada orang tua nya. Tapi sepertinya itu hanya khayalan Hana saja mengingat mereka juga sudah putus dan Hana adalah orang yang memutuskan hubungan mereka.
"Mau aku temanin?"
Hana menatap Andra dengan bingung.
"Eh, i...itu walaupun kita sudah putus tapi kita masih teman kan? Kalau suamimu mengizinkan."
Entah kenapa Hana merasa senang dan mulutnya langsung berucap, "Ayo temani aku."
Hana kemudian berkeliling mall dan makan siang bersama Andra.
Sementara di rumah.....
"Sayang aku lapar." Ella merengek pada Rendra yang masih berkutat dengan masakannya.
"Sebentar ya sayang."
"Kenapa tidak delivery saja?"
"Aku juga mau sekali - sekali masakin makanan buat kamu."
"Tapi sudah 1 jam kamu belum selesai masak. Perut aku sudah gak bisa di kendalikan lagi."
"Oke oke. Ini sudah siap kok. Aku taruh di piring dulu ya." Rendra mengambil piring di lemari dan meletakkan makanan yang dia masak di atasnya.
"Ini dia. Ayam goreng special ala chef Rendra." Rendra meletakkan piring berisi ayam goreng di atas meja. Bentuknya memang agak berantakan tapi mungkin rasanya enak atau tidak.
Ella mencicipi ayam goreng buatan kekasihnya, sesaat kemudian dia berlari ke wastafel dan mengeluarkan apa yang sudah dia makan. Rendra bingung namun dia tetap menunggu jawaban Ella.
"Sangat tidak enak!" tegas Ella yang sudah duduk kembali di kursi.
"Tidak enak?" Rendra tidak percaya dan mencicipi ayam goreng buatannya. Beberapa detik kemudian dia pun melakukan hal yang sama seperti Ella.
"Kamu delivery saja deh. Ayam gorengnya biar aku buang." Rendra mengambilnya lalu membuangnya ke tempat sampah yang ada di dapur.
"Dari tadi aku sudah bilang agar kita delivery saja. Kamu sih bandel." Ella langsung memesan makanan melalui aplikasi online.
#bersambung
ada ekstra part nya kah?
Semangat thor, ceritanya bagus.
Sekalian mau izin promosi thor. Yuk mampir ke cerita aku..
-Kebahagiaan Dari Negeri Gingseng
-Hidup Kembali Menjadi Gadis SMA.
Ditunggu ya....
happy ever after yaa💖
Krna suka Bgt sa ceritax, tetap mnjadi pembaca setia dong... 😍😍