Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 07
“Rey ada ap…! Wowww… siapa gadis ini? Sangat cantik!” ucap Alex merasa sedikit terkejut yang baru saja masuk kedalam kamar Rey.
“Ouh kamu sudah datang! Coba kamu periksa keadaan dia!” perintah Rey yang baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk dipinggangnya saja.
“Rey apa yang kau lakukan pada gadis ini? Apa kau menidurinya sampai dia pingsan seperti ini?” tanya Alex menatap tajam pada Rey tidak percaya.
“Sialan kau!” Melempar handuk kecil yang tadi Rey pakai tadi untuk mengeringkan rambutnya yang basah.
“Kau kira aku ini gigolo atau apa … Hahh ?” Rey sedikit berteriak.
“Aku tidak tau dia siapa?” jelas Rey yang mendengus kesal pada Alex.
“Lalu bagaimana dia ada dikasurmu? Dan dengan keadaan seperti ini lagi?” tanya Alex lagi yang bingung dengan situasinya, lebih tepatnya salah paham yang ada di otaknya barusan.
“Entahlah! Sepertinya gadis ini sedang dalam masalah. Aku melihat dia sedang dikejar oleh beberapa orang. Lalu aku membiarkannya masuk dan sedikit menakutinya…Eeehh malah dia pingsan!” jelas Rey dengan santainya.
“Apa kau tahu siapa yang mengejarnya?” tanya Alex lagi yang semakin penasaran dibuatnya.
“Sepertinya anak buah Rentenir!” ujar Rey asal menebaknya saja.
“Kenapa mereka mengejar gadis ini?” tanya Alex lagi yang membuat Rey kembali merasa kesal, karena Alex terlalu ingin tahu.
“Mana aku tahu! Itu bukan urusanku!” sahut Rey dengan wajah kesalnya.
“Kau coba periksa dia saja! Kenapa tidak sadar-sadar dari tadi!” perintah Rey lagi yang sudah mulai kesal dengan pertanyaan Alex yang seperti tiada hentinya.
“Baiklah, Tuan muda Reyhans.” ucap Alex, lalu mulai memeriksa keadaan Vanny dengan serius.
“Bagaimana?” tanya Rey penasaran, ketika melihat Alex sudah selesai memeriksanya.
“Dia pingsan karena shock dan ketakutan yang berlebihan. Takutnya ketika dia sadar nanti, dia akan mengalami trauma dan lebih seriusnya akan mengalami depresi, Rey!” jelas Alex menjelaskan hasil pemeriksaannya mengenai kondisi Vanny.
“Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang?” tanya Rey yang menjadi bingung, karena dia tidak pernah dan tidak suka bermain-main dengan mahluk yang bernama wanita itu.
“Lebih baik antarkan saja pada keluarganya! Biar keluarganya yang mengurusnya!” ucap Alex mencoba memberi saran yang baik untuk Rey.
“Baiklah, akan ku antar dia kalau sudah sadar!” ujar Rey yang setuju dengan saran dari Alex.
”Lalu kenapa kau masih disini? Cepat pergi sana!”
Melihat Alex yang masih berdiam diri, Rey pun langsung mengusir sahabatnya itu untuk pergi dari kamarnya. Karena dia juga harus beristirahat, sebab dia besok harus berangkat bekerja.
“Dasar kau bocah sialan! Giliran sudah tidak butuh bantuanku langsung mengusirku dengan kejamnya!” ucap Alex dengan memasang wajah imutnya yang membuat Rey menjadi marah saat melihatnya.
“Haishh… pergi sana!” ucap Rey lagi sambil melempar bantal sofa kewajah Alex.
“Baiklah aku pergi!” ujar Alex yang berjalan menuju pintu keluar.
“Karena kau kejam padaku! Jangan salahkan kalau aku memberitahu Omah kalau kau sedang menyembunyikan seorang gaids dihotel! Hahahaha!” lanjut Alex sebelum keluar sambil tertawa senang karena berhasil menggoda temannya itu dan membalaskan perlakuan kejam Rey padanya.
“Dasar berandal sialan!” umpat Rey pada Alex yang sudah menghilang dibalik pintu kamarnya.
Setelah Alex pergi, Rey menghampiri Vanny yang sedang terbaring diranjangnya. Rey memandang lekat pada wajah cantik Vanny untuk waktu yang cukup lama.
Entah kenapa perasaan tenang tiba-tiba saja muncul dihatinya saat memandangi wajah Vanny. Setelah itu Rey kembali menuju sofa dan membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan akhirnya ia pun tertidur.
...****************...
Sementara itu Yatno yang mengetahui bahwa Vanny berhasil kabur merasa panik. Yatno mengajak istrinya untuk bersembunyi ke tempat yang aman agar tidak bisa ditemukan oleh para Rentenir itu.
Apalagi ia tahu Rentenir itu terluka cukup parah karena dipukul berkali-kali dengan tongkat dibagian kepalanya oleh Vanny yang menyebabkan pendarahan dikepala yang cukup serius.
“Sayang, kenapa kau baru pulang?” tanya istrinya yang melihat Yatno memasuki kamar mereka dengan raut wajah panikdan ketakutan.
“Kita harus segera mengemasi barang-barang kita dan segera pergi dari sini!” ujar Yatno sambil tergesa-gesa mengemasi barangnya.
“Memang ada apa? Katakan padaku apa yang terjadi?” tanya istrinya yang mulai khawatir saat melihat reaksi ketakutan suaminya.
“Vanny! Dia berhasil kabur, bahkan dia mencelakai Rentenir itu cukup parah,” jelas Yatno yang sejenak menghentikan aktivitasnya untuk menatap istrinya lekat serta memberitahu alasan mereka harus segera pergi.
“Bagaimana gadis bodoh itu bisa kabur?” ucap istrinya yang tidak percaya pada perkataan suaminya itu. Karena setahu dia, Vanny hanya gadis yang lemah dan mudah ditindas oleh siapapun termasuk dirinya dan Yatno.
“Terserah kau saja, mau percaya atau tidak! Tapi memang itulah yang terjadi. Jika kau ingin dijadikan pelacur oleh Rentenir itu, silahkan saja! Aku akan tetap pergi dari sini sampai keadaan aman!” ujar Yatno sambil melanjutkan mengemasi barangnya lagi.
“Tidak, aku akan ikut denganmu!” ucap istrinya yang sekarang juga mulai mengemasi barang-barangnya.
Setelah itu, sepasang suami istri itu pergi tanpa sedikitpun jejak. Sebelum mereka pergi, mereka sempat mengambil barang-barang berharga yang berada dirumah Vanny tanpa sisa sedikitpun untuk menghidupi pelarian mereka yang entah sampai kapan.
sekali lagi maaf ya. 🤭