Rey saat ini seorang presdir sebuah perusahaan besar yang dulunya hangat namun setelah lulus kuliah dia berubah menjadi dingin, semua ini sebab Ayahnya yang memaksa dia memasuki dunia mafia, hal ini sangat mempengaruhi mentalnya dan dia berubah drastic dari dirinya yang dulu. Rey sekarang berada pada fase senja dimana gelap akan segera datang namun terang masih belum ingin pergi. Dan Aya seorang gadis humoris, baik hati namun manja yang bertemu dengan Rey
Akankah kehidupan mereka berdua setelah bertemu akan berjalan seperti biasa atau mungkin keduanya akan berada jauh dari Zona Nyaman mereka ?
Let’s Reading…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ralia Imutz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 7_Terdampar_
"Dor,, Dor,,, dor…” Suara tembakan dilontarkan kearah kapal mereka
“Ada apa ini kapten “Tanya Alaric segera menuju keruang kendali
“Ada yang menembaki kapal kita Mr. saya tidak tau itu siapa ? sekarang kita sedang berada ditengah perjalanan dan ini sudah diluar batas pengawasan Tuan Sanjaya “ sahut sang Kapten menjelaskan
“Bagaimana ini Dad, apa yang terjadi ?“ Tanya Rita panik, Aya hanya mengekor Mommy dibelakang, dirinya juga ketakutan dengan situasi ini
“Kapal kita sedang ditembaki Mom, tidak tau siapa pelakunya… Mommy dan Aya tenang, semoga tidak ada tembahan selanjutnya” ucap Alaric berusaha menenangkan
“Boommm!!!!” Suara ledakan terdengar dari belakang kapal yang menghancurkan kapal bagian belakang.
Kapalpun oleng hampir tenggelam dan tanpa ada jeda beberapa detik kemudian ledakan kembali terjadi kini tepat berada didekat ruang kendali dan itu membuat kedua orang tua Aya dan Aya sendiri serta sang Kapten terhempas dan terjatuh ke laut.
Deburan gelombang dilaut membuat tubuh mereka terpisah satu sama lain, semakin lama merka berada dilaut semakin jauh tubuh mereka terpisah. Mereka berusaha menyelamatkan diri namun efek dari ledakan tadi sangat kuat dan beberapa pecahan kapal ada yang menghantam mereka, termasuk Aya.
“Akhh,,, kepalaku...” gumam Aya sambil berusaha berenang agar tidak tenggelam
Dia merasakan bahwa ada sesuatu yang mengalir dari dahinya, namun tidak dipedulikan dan terus berusaha mencari pegangan agar bisa beristirahat, walau dia bisa berenang namun dalam kondisi syok seperti ini dan ada ditengah lautan dia tidak sanggup untuk berenang sampai ketepian.
Dilihatnya ada sesuatu yang mengambang, dia berusaha berenang menuju kesitu berharap sesuatu itu dapat membuatnya mengambang dan benar itu adalah pecahan kapal yang syukurnya bisa menahan berat badannya untuk tidak tenggelam, Aya sekuat tenaga menggenggam pegangannya.
“Mom, Dad dimana kalian ?” ucap Aya lirih, memikirkan bagaimana kondisi kedua orang tuanya saat ini.
Tubuhnya juga semakin jauh terombang-ambing menjauh dari kapal. Dia hanya berharap pada Tuhan semoga Mom and Daddynya selamat seperti dia menemukan sesuatu yang bisa membawa mereka ketepian dan mereka masih bisa berkumpul bersama.
Tubuh Aya terus teriring ombak dilautan, kepalanya mulai pusing dan dia sudah tidak kuat lagi.
“Apapun yang terjadi kau harus tetap sadar Aya ! jika kau pingsan sekarang kau tidak akan selamat” tekadnya dalam hati.
Kemudian ombak besarpun datang dan menghempaskan tubuh Aya, Aya sudah tidak kuat dan diapun tak sadarkan diri. Beruntung kini tubuhnya sudah terdampar di ujung bibir pantai disalah satu pulau. Sepertinya dia akan selamat jika dia bisa bertahan hidup dipulau itu.
***
Ditempat lain, kediaman tuan Sanjaya…
“Lapor tuan, terjadi sebuah ledakan pada kapal milik calon nyonya muda saat perjalanan pulang sekitar 1 jam yang lalu ” Lapor sekretaris Sam pada tuannya
“Segera kirim penjaga kesana dan cari mereka” Ujar Rey segera
“Ck... Jangan salahkan aku Aya, aku sudah memberikan peringatan padamu” Batin Rey yang kesal karna musuh cepat sekali bertindak
“Baik tuan muda, sepertinya musuh tuan muda tahu bahwa disana diluar batas pengawasan kita tuan” terang sekretaris Sam
“Tingkatkan seluruh pengamanan disekitar pulau dan juga sampai ketempat pelabuhan besar, jangan sampai hal ini terjadi lagi” ujar Rey tegas
“Baik Tuan “ sekretaris Sam pun keluar ruangan
“Heh,,, sepertinya mereka sedang tertawa puas saat menemukan kelengahan ku, Ba****n seharusnya aku tidak melakukan kelalaian seperti ini “ Ujar Rey sambil geram.
“Rey ku dengar terjadi kecelakaan, bagaimana kondisi mereka?” tanya Tuan Sanjaya segera masuk kedalam ruangan kerja Rey
“Ayah, Rey sudah bilang bukan ini berbahaya untuk keluarga mereka!” ucap Rey pada sang Ayah yang kini tengah khawatir
“Tapi aku ingin melihat kau berkeluarga Nak, aku memikirkan masa depanmu” ucap sang Sanjaya
“Apa itu keluarga Yah? Kita gak akan bisa memiliki keluarga yang tenang dan utuh jika masih berada dalam dunia ini. Tidak akan ada kehidupan keluarga yang damai seperti Ayah dan ibu” ucap Rey kesal dengan keputusan sang Ayah
“Rey itu kesalahan Ayah yang tidak bisa menjaga ibumu. Kau jangan menyalahkan diri sendiri. Semua itu kelalaian ayah bukan kamu yang tidak bisa melindungi keluarga kita” ucap Sang Ayah menenangkan sang anak dari rasa bersalahnya
“Sudahlah yah, kondisi mereka belum ditemukan. Akan aku kabari jika ada perkembangan. Aku sibuk, Ayah bisa keluar dari ruangan ini!” ucap Rey menyudahi perdebatannya
“Baiklah. Jangan berlarut menyalahkan diri nak” ucap Sanjaya kemudian keluar dari ruangn itu
Sebenarnya Rey tidak khawatir pada Aya dan keluarganya, yang dia khawatirkan adalah harga dirinya di diunia Mafia. Dia bisa membayangkan para musuhnya yang menertawakannya, karena masih saja lemah dan tidak bisa melindungi apa yang akan menjadi miliknya. Dalam dunia gelap ini tidak akan kawan, yang ada hanya lawan dan kawan berkedok lawan. Mereka semua akan saling menjatuhkan untuk bisa menjadi yang terunggul. Dunia ini sudah dirasakan Rey saat dirinya baru saja lulus kuliah, semua ini dia lakukan demi sang Ayah.
“Di dunia manapun aku berada, aku akan selalu membuat Ayah bangga. Aku tidak ingin pengalaman pahit dulu terulang lagi!” Ujar Rey dalam hati bertekad
***
Deburan ombak lembut menyapu bibir pantai, membuat tubuh seorang gadis yang lemah tersadar merasakan dingin dan butiran pasir kian melengket pada tubuhnya.
“Di,,, dimana ini???” ucap Aya lirih saat tersadar dari pingsannya
Aya berusaha bangkit sambil memegangi kepalanya yang pusing, berusaha menyeimbangkan tubuhnya agar duduk dengan stabil
“Apa ini sebuah pulau ? apa aku selamat ? syukurlah…” Gumam Aya sambil memandangi sekitarnya
“Huumfff…” Aya menarik nafas berusaha untuk berdiri
“Shhtt... ini menyakitkan” rintih Aya merasakan sakit di dahinya
“Apa yang harus kulakukan ?” tanya Aya pada diri sendiri berusaha menghiraukan rasa sakit yang dirasa tubuhnya
“Sepertinya ini adalah pulau tak berpenghuni, hari sudah hampir gelap begini aku harus segera membuat api unggun,,, Ayo Aya semangat ! “ ucapnya menyemangati diri sendiri
Aya pun berjalan kedalam pulau mencari beberapa dahan pohon untuk api unggun dan disana sepertinya hanya ada pohon kelapa, jadi dia menarik dahan pohon kelapa yang sudah kering untuk bahan api unggunnya. Dia memandang sekeliling untuk mencari batu agar bisa menghidupkan api, walaupun tidak pernah menghidupkan api denan cara tradisional begitu namun dia pernah melihat hal terebut dari film, kali ini dia akan mempraktekkannya.
“Crkk,,crkk…” begitulah kira-kira suara batu yang sedang saling beradu untuk menghasilkan percikan api
“Kenapa susah sekali sih ferguso, kenapa tidak semudah yang aku lihat di film itu,,,” ucap Aya kesal sambil terus berusaha
“Huumff,,, akhirnya berhasil juga…” ucap Aya dengan beberapa lecet ditangannya akibat berusaha keras menghidupkan api agar bisa menghangatkan diri didekat api unggun.
“Selanjutnya apa yang harus aku lakukan ya?” lagi-lagi Aya bertanya pada diri sendiri
to be continue 😉