NovelToon NovelToon
Introvert Melankolis

Introvert Melankolis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern
Popularitas:275.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: yanstagram143v

Introvert Melankolis menceritakan tentang seorang gadis remaja yang tomboy, jorok, jago silat, galak, cuek dan bar-bar yang bernama Gladish.

Galdish sangat mengagumi sosok Arga, karena Arga merupakan sosok pria yang tampan dan pintar, akan tetapi Arga mempunyai sifat dingin, perasa dan penyendiri.

Karena suatu keadaan, Gladish dan Arga harus tinggal bersama dalam satu atap yang sama. Apakah yang akan terjadi selanjutnya, Apakah cinta Gladish kepada Arga akan terbalaskan?

Apa perasaan Gladish masih sama, jika mengetahui pria yang dikaguminya selama ini merupakan seseorang Introvert, yang sangat Melankolis?

Jangan lupakan juga kisah Arya, kakak Arga, yang merupakan mahasiswa kedokteran yang memiliki sifat Ekstrovert Ambisius yang sangat suka mempermainkan perasaan wanita atau biasa dijuluki Pria Playboy dan akhirnya takdir pun mempermainkannya, saat Ia bertemu dengan mantannya, yang pernah sangat dicintainya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yanstagram143v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7 : Apakah kita harus jadian?

#Author pov

Di sebuah ruang yang terdapat banyak buku-buku pelajaran maupun buku cerita.

Yap…

Di ruang perpustakaan.

Ada seorang pria yang sedang sibuk membaca buku, di meja bagian sudut ruang-tepatnya disamping jendela.

Dengan memandikan cahaya matahari, pria tersebut sangat serius membaca buku sains-nya, sambil sesekali mencatat hal-hal penting dari buku tersebut ke dalam buku catatannya.

“Hei…” Sapa seseorang gadis cantik menghampirinya.

Akan tetapi pria itu hanya diam-tak merespon, sibuk dengan dunianya sendiri.

“Hei, namamu Arga yah?” Sapa gadis itu kembali-pantang menyerah.

Arga pun lalu mengadahkan wajahnya. Melihat gadis itu sekilas…

Yang di lihat oleh mata Arga merupakan sosok gadis yang berparas sangat cantik, dengan aksen wajah oriental (kechina-chinaan), tubuh yang tinggi kurus bak model, dan dengan rambut panjang yang bergelombang-gelombang cantik (gelombang dengan cetakan rol tentunya).

Dan Arga pun menjawabnya dengan anggukan…

“Hei, boleh aku duduk sini?” Tanya gadis itu. Menunjuk bangku yang ada di depan meja Arga.

Arga pun melihat sekeliling, sebenarnya masih banyak meja kosong di ruang itu, akan tetapi kenapa gadis itu lebih memilih duduk bersamanya?

“Boleh.” Jawab Arga mengiyakan, meski pun Ia tidak terlalu nyaman belajar di dekat orang lain, apalagi di dekat seorang gadis. Tapi tak mungkin kan dia mengusir seorang gadis, di tempat umum seperti ini?

Gadis itu lalu segera mendudukan posisinya tepat di hadapan Arga. “Oia, kenalin namaku Maya.” Gadis itu pun mengulurkan tangan kanannya, untuk mengajak Arga bersalaman.

Tuh kan gadis itu mengganggu lagi.

“Arga.” Jawab pria itu singkat, tanpa mengulurkan tangannya.

“Kamu biasa begini yah?” Keluh gadis itu, memasang ekspresi cemberut. “Tak sopan!” Umpatnya lagi.

Arga pun melirik gadis itu kembali, gadis itu masih mengulurkan tangan, kepadanya.

Seperti biasa Arga yang tak suka keributan atau sesuatu yang rumit, terpaksa mengulurkan tangan kanannya juga dan menjabat tangan gadis itu.

“Senang berkenalan denganmu. Arga.” Gumam gadis itu girang, karena berhasil menyentuh tangan Arga. Murid baru dari kelas sebelah yang saat ini popular karena ketampanannya. Btw Maya merupakan anak kelas 2 IPA 5, sekaligus Ketua OSIS, karena keaktifannya.

Arga pun langsung melepaskan tangannya, dan kembali melanjutkan dunianya, yakni membaca buku.

“Kamu baca buku apa sih, Arga?” Tanya gadis itu lagi.

Tapi Arga hanya diam, tak menjawab…

Tanpa permisi gadis itu langsung merampas buku yang dipegang Arga. Untuk melihat judul di cover buku yang saat ini dipegang oleh Arga tersebut.

“Gadis ini benar-benar pengganggu.” Gumam Arga dalam hati.

Author : Pepet terus Maya, Arga nya… jangan kasih kendor!!! ^_^

 

₩₩₩₩₩

Di belakang tembok sekolah, terdapat sebuah warung tersembunyi, yang biasa tempat beberapa anak laki-laki berkumpul… untuk menyantap gorengan, nasi campur, mie rebus dan berbagai macam minuman dari yang anget hingga yang dingin.

Biasanya untuk bisa kesana, beberapa anak laki-laki itu harus berani bekorban-maksudnya mereka butuh skill memanjat tembok khusus, karena warung kesayangan mereka itu berada tepat di belakang tembok sekolah.

Bukan karena warung itu rasa masakannya luar biasa enak, menandingin rasa masakan Bibi-Bibi dan Pakle-Pakle di kantin, bukan…

Akan tetapi…

 

Maklum mereka males untuk mengantri di kantin dan tidak leluasa untuk men-Ghibah dengan santuy, karena situasi kantin sekolah yang selalu ramai.

“Eh Rafi, Arga mana, kenapa dia nggak diajak kesini?” Tanya Bambang, sambil menghisap santuy ujung batang rokoknya. Nah ini salah satu keunggulan warung tersebut. Bisa bebas merokok tanpa ketahuan guru-guru lain, terutama guru BK (Bimbingan Konserling).

“Dia sudah kuajak, tapi dia-nya nggak mau, katanya dia mau belajar di Perpus saja.” Jelas Rafi, Sang Kutu Buku.

“Kadang kesel sih, kitanya yang mau berbaur, tapi dianya yang menjauh!” Desis Niko kesal, sambil mengigit sangar paha ayam goreng di tangannya.

“Yah, wajar sih dia anak baru, mungkin dia mau mengejar ketertinggalan materi pelajaran, di sekolah kita.” Bela Rafi, untuk Arga.

Sebenarnya Rafi nggak suka berkumpul dengan mereka karena Ia benci asap rokok yang selalu keluar dari mulut Bambang sang Ketua Kelas.

Kalau bisa, dia ingin juga istirahat ini belajar bersama Arga di perpus, atau makan di kantin dengan hiruk pikuk keramaian.

Cuma ya itu, Bambang yang selalu terlihat alim (tapi teryata nggak) dan Niko yang selalu terlihat bodoh (tapi ternyata memang iya). Merupakan sahabat terbaiknya, baik suka dan duka. Ia pun lebih memilih berkumpul bersama Bambang dan Niko di banding teman-teman yang lain.

Dulu Rafi pernah di Bully… Karena kepintarannya, segelintir orang pernah memanfaatkannya, hanya Bambang dan Niko yang pernah membelanya dari Pem'Bullyan tersebut, dan hanya Bambang dan Niko lah yang mau berteman tulus dengannya tanpa ingin memanfaatkan kepintarannya.

“Eh Gaes, kemarin, masa aku lihat Gladish mau mencium Arga di UKS, ketika Arga pingsan,” Ujar Niko, memulai bahan Gibahannya, “Gila tuh anak, cewek kok agresif banget… iiiyuuuhhh!” Cerocos Niko-yang dimata Bambang dan Rafi, Niko bagaikan emak-emak yang memulai gossip kepada ibu-ibu lain di tukang sayur keliling.

“Huuuuuuuuuufftt,” Bambang pun mengenduskan nafasnya dalam-dalam, sambil menekan-nekan ujung rokoknya yang beasap, ke arah asbak rokok, yang telah disediakan oleh warung tersembunyi tersebut. “Kamu naksir Gladish yah, Ko?” Tanya Bambang akhirnya-entah mengapa dia selalu ingin menanyakan ini ke Niko, Cuma dia lebih menghargai perasaan Niko, takut sahabatnya ini tersinggung.

“WHAAAATTT!! NAKSIR SAMA B*ABI GILA ITU?” Kaget Niko mendengar tuduhan Bambang.

“Yah buktinya, hampir tiap hari, yang Elu ceritain pasti Gladish mulu, yang Elu ganggu pasti Gladish mulu!” Seru Bambang.

“Betul! Betul!” Gumam Rafi meng’IYA’kan, sambil memperbaiki letak kacamatanya yang miring.

“Hei gua tuh cowok normal, ngapain gua naksir sama cewek kecowok-cowokan kayak preman pasar gitu?” Bela Niko, sambil memutar bola matanya. “Seragam putihnya aja suka kekuning-kuningan, jalannya mengkangkang, duduknya juga mengkangkang sembarangan, ngupil sembarangan, rambutnya suka nggak disisir, nggak ada tanda-tanda bedak di pipinya, bibirnya pun ungu kayak terong hampir busuk, baunya? Iyuuuhh, bau asyeem, bau keringat karena nggak ada sentuhan-sentuhan parfumnya, dan…”

Rafi pun ikut memutar otaknya. “Kok Niko tahu banget segitunya sih tentang Gladish?” Tanyanya dalam hati.

“Tapi hari ini dia cantik.” Puji Bambang, mengingat-ingat perubahan cewek yang sekarang ini, sedang Niko Gibahin.

“Iya, cantik banget.” Sahut Niko, tanpa sadar. Langsung saja, Ia segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Menyadari kedua temannya yang sedang duduk di hadapannya…

Kini sedang memelototinnya dengan senyuman ter-awkward mereka…

 

₩₩₩₩₩

Di Perpus...

Banyak siswa dan siswi berbisik-bisik ketika melihat Arga dan Maya duduk di satu meja yang sama.

“Mereka pacaran yah?” Bisik seorang siswi kepada teman ceweknya.

“Duh serasi banget sih, yang satunya Terlalu Tampan, dan yang satunya Terlalu Cantik.” Gumam temannya tersebut.

“Iri deh sama Arga, bisa satu bangku dengan Maya.” Gumam seorang cowok kepada pacarnya.

“Justru yang beruntung itu Maya, bisa satu bangku dengan Arga.” Bela pacarnya.

Mendengar bisikan-bisikan tersebut, Maya pun tersenyum simpul…

Sementara Arga hanya diam-masih dengan dunianya sendiri, yakni dengan bukunya… tak peduli…

“Hei Ga.” Tegur Maya.

“Iya.” Gumam Arga.

“Mau tahu sebuah rahasia?” Tanya Maya, kepada Arga.

Arga pun akhirnya melepaskan pandangan matanya dari arah bukunya, dan kini menatap Maya. “Apa?” Tanyanya dengan ekspresi sedatar mungkin, padahal aslinya penasaran.

“Sebenarnya, di SMA Tunas Bangsa ini, banyak yang bilang aku merupakan siswi yang paling cantik di sekolah ini…” Jawab Maya dengan memasang ekspresi malu-malu, sambil tangannya menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya, padahal aslinya percaya diri banget.

“What?!” Pekik Arga dalam hati, sambil memutar bola matanya.

Tangan kanan Maya pun langsung memegang tangan kanan Arga yang sedang setia memegang buku, dan mengambil tangan itu kearahnya…

“Bruuukkk~” Buku yang di pegang Arga pun terjatuh dari singgasananya, yakni terjatuh ke lantai.

“Arga…” Gumam Maya, sambil mengelus-elus tangan Arga. “… Sepertinya kita cocok…”Jelas Maya, Maya pun langsung memain-mainkan jari-jemari Arga yang kini berada di tangannya. “…Apakah yang harus kita lakukan?” Tanya Maya, dengan memasang tampang sepolos mungkin.

Arga pun mengerutkan keningnya tak mengerti dengan maksud dari kata-kata Maya.

Maya yang pintar membaca mimik Arga pun, kini menambahkan kalimatnya lagi. “…Apakah …Apakah kita harus jadian?” Tawarnya, sambil mengangkat satu alisnya ke arah atas.

#To Be Continued

1
Lhia
udah 1 thn nggk up🥺
Your name
Hai Thor... mampir nih
Zaxx_
semangat thorr nulisnya☺🙌
Zaxx_
Gladish sama Arga aja gk jadi sama Niko,,soalnya pas Niko dicium sama Prisil bukanny nolak malah nikmatin tu ciuman,,berasa Niko jadi playboy gtu
ciber ara
kebiasaan cewk kalau ad siswa baru apalagi cowok nanyain banyak hal

salam dri shadow of princess 2 ✌
ciber ara
biasanya nama gladish itu cewek nya kalem thor ini kok kayak kebalik 🤔
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat lanjut Thor, mari saling dukung🙂
ifo
kak kpn up lfi😭
Lisa
smngat Up nya yah kak..
yuk mampir kekaryaku..udah Up loh
Mari saling support
Radin Zakiyah Musbich
crazy up thor....

ijin promo ya 🙏🙏🙏


jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍔🍔🍔

kisah cinta beda agama 🥰

jgn lupa tinggalkan jejak ya 🙏☺️
Desiree Van
Semangat kak, aku like semua bab yang tertinggal ya, aku pasti baca walaupun masih nyicil 😁
Lia Bhawell
knp lama thor up nya
baesalis
lanjut baca Thor cemungut always nulisnya 🎡
Andhyni Yulie Taher
lanjutan x mana thorr udah lama nunggu og g up sihh
AAH♥️
yuhuuuu AINUN mampir thorr 🤗
Akira ✨
like 🤩
dwtsrrr💫💫
kok belum up
W.Willyandarin
next up kak
W.Willyandarin
seru kak ceritanya
W.Willyandarin
aku mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!