Menikah dengan orang yang di cintai adalah impian setiap insan, lantas bagaimana jadinya jika sebuah pernikahan terjadi karena rasa kemanusiaan semata?
Kaka beradik, sama-sama menikahi wanita yang tidak mereka cintai, lantas setelah pernikahan itu terjadi bisakah mereka mengemban tanggung jawab masing-masing sebagai seorang Suami, sedangkan pernikahan itu terjadi begitu saja tanpa adanya persiapan bahkan perasaan??
Cerita ini adalah kisah lanjutkan dari kisah takdir , jadi di sarankan membaca 'Takdir' sebelumnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana
Danish
Dareen
Usai mandi Dareen segera menjelaskan tentang bagaimana mereka nantinya mewujudkan rencana yang sudah di susunnya, seperti seorang murid yang mendengarkan penjelasan guru, Danish benar-benar menyimak apa yang Dareen terangkan untuk nya.
" Apa itu tidak terlalu beresiko??" tanya Danish mendengar rencana Dareen yang sedikit ekstrem
Dareen mengangkat bahunya
" Belum tau jika belum di coba!!" jawab nya ringan.
" Anggaran yang besar jelas membutuhkan infestor Reen!! "
Dareen terseyum devil " sudah ku dapatkan !!"
" Secepat itu??" tanya Danish tak percaya.
" Emmm... dari teman, anak Om Adnan, yang kemarin sempat meeting bersama di kantor!!" terang nya. "hanya saja Kakanya ternyata seorang wanita resek, mendengar rencana yang ku bicarakan dengan adiknya dia turut buka suara dan mencetuskan ide yang sayangnya konsepnya lebih baik dari ide ku!!"
" Om Adnan punya anak perempuan??".
" Memangnya gak punya ya?? bukanya menjawab pertanyaan Danish, Dareen malah balik nanya.
" Azka itu kayaknya Kaka kelas ku Reen!!, bukankah itu anak pertama om Adnan sebelum Luthfa dan Luthfi??"
" Iyakah?? baguslah kalo begitu!!" jawab Dareen pada akhirnya.
" Ahh aku ingat, apakah namanya Khanza??" tanya Danish tiba-tiba.
Dareen mengeleng acuh " gak tau sich, tapi yang jelas dia memang manggil si Azka dek, itu berarti lebih tua dari kita juga"
" Cantik??" tanya Danish
" Gak tau!!"
" Lha gimana sih Reen??"
" Cantik relatif kak, number one , yang terpenting cerdas!!"
" Katanya Type-type kayak Bunda?? Bunda kan cantik banget Reen??"
" IYa sih!! kayak Kaka.. imut bikin gemes!!" jawab Dareen menoel dagu Danish.
" Najis!!" denggus Danish dan membuat Dareen terbahak.
" Lagian Reen!!, kenapa laptop kamu banyak banget sich?? kenapa tidak di rangkum dalam Flashdisk beberapa gitu?? mengapa justru laptop mu yang banyak??"
" Fungsi dan kegunaan mereka lain-lain, setiap orang memiliki trik kerja masing-masing kak, mereka sudah seperti bagian-bagian pemikiran ku yang terbelah dan akan di rangkum di satu laptop paling besar, garis besarnya bagian-bagian dari ide dan rancangan ku aku bagi ke mereka, mereka itu seperti bawahan ku, kemudian setelah data tersimpan nanti aku yang akan menggabungkan pemikiran mereka, ya lebih seperti mereka itu para asisten pribadi ku gitu!! ide yang smart kan kadang lupa jadi mereka itu para penyimpan idenya".
" Kenapa ngak milih mempekerjakan orang saja sich??"
" Manusia bisa berkhianat kak, dan mereka juga memiliki jam kerja, sedangkan ide-ide ku kadang muncul di jam dan waktu yang tak tentu, ya kali aku telepon asisten ku tentang ideku dini hari atau tengah malam?? mereka kan ada jam kerja nya".
Lama mereka bercengkrama, hingga tak terasa Danish sudah terlelap dengan posisi telungkup
Dareen tersenyum seraya melanjutkan pekerjaan nya, sekilas mengamati sang Kaka yang tampak kelelahan.
" Aku akan lebih mementingkan diri mu dari pada wanita manapun kak, aku janji!! dan jika di izinkan oleh takdir aku yang ingin mencarikan pasangan untuk mu, aku tak akan membiarkan dirimu sedih, melihat gurat lelah mu aku seperti melihat bunda yang sedang letih!!" Dareen tersenyum di sela gunamannya
Tak lama berselang. Dareen turut serta membaringkan tubuhnya di samping tubuh Danish, kemudian keduanya tertidur lelap.
Pemandangan yang sangat membahagiakan untuk kedua orang yang tengah memerhatikan mereka dari daun pintu.
Keduanya baru saja pulang dari luar kota, melihat mobil putranya terparkir tetapi karena sepi mereka mencari di kamar, saat membuka pintu kamar putra pertamanya kosong. Kemudian mereka membuka pintu kamar si bungsu dan siapa sangka pemandangan yang sudah tak di saksikan oleh mereka semenjak Para putranya masuk di sekolah menengah pertama kini dapat mereka saksikan lagi
Masih ingat di mana dulu , si sulung yang selalu mengeluh karena terjatuh dari tempat tidur karena ulah si bungsu yang menguasai tempat tidur dan pemandangan langka ini kembali mereka saksikan saat para putra nya sudah tumbuh menjadi Pria yang cukup dewasa Danish 21th dan Dareen 20th waktu begitu cepat berlalu, kini putra- putra kecilnya sudah tumbuh dewasa.
" Kita pergi sayang!!" bisik laki-laki yang tidak lain adalah Papa dua putra yang tengah tertidur kepada istrinya
Istrinya terseyum
" Kita bikin lagi yang seperti mereka versi kecil!!" lanjut sang pria mengoda wanitanya.
" Siapa takut!!" jawab si wanita dengan menangkup pipi suaminya.
Mereka berdua sama-sama tertawa kecil dan menutup daun pintu kamar Dareen. meninggalkan kedua putranya yang tertidur pulas.
" Mas, ING rasa Dan itu kalah lo sama Dareen!! Dareen sifatnya sebelas dua belas sama mas, kalo ada maunya!!"
" Jelas bibit unggul akan meniru idolanya!!" pongah Damar.
" Semoga anak-anak selalu akur!! ING takut banget mas, kalo nasib anak-anak kita seperti anak Yoga, mereka rela saling menjatuhkan karena merebut wanita yang mereka berdua cintai, melihat Uda sampai mengirim Angga ke Malaysia ING jadi kepikiran Dan dan Dareen.
" Mereka berbeda Sayang, putra-putra mas terlahir dari wanita penyayang dan lembut, meskipun Dareen tampak gahar, garang dan jutek di hatinya juga memiliki sisi lembut, kita dukung yang baik, kita bisa tegur yang buruk, mereka dekat dengan kita, jangan terlalu khawatir oke??"
Bunda D tampak mengangguk.
" Yaudah kita bersiap untuk sholat dulu, mungkin si D udah pada sholat!!" ajak Damar pada istrinya yang masih tampak begitu muda di usianya yang sudah kepala empat, membuat cintanya bertambah setiap hari nya.
Wanitanya, cinta pertamanya, Bunda dari kedua anaknya dan Damar yakin Bening adalah cinta terakhir nya.
"Ayo !!" keduanya berjalan memasuki kamar mereka , hanya meninggalkan aroma bunga Citra yang semerbak di ruangan nan mewah itu, bunga cinta yang mewanggi dari hari ke hari. Usia tak menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang, orang bisa berkata tak serasi tetapi kalau itu memang jodoh sejati kita ?? kita bisa apa?? toh cinta tanpa tapi itu indah!.
________
Author mohon maaf jika visual Dareen dan Danish kurang sesuai di pandangan pembaca. gambar author ambil dari Google, semoga kalian semua happy reading ❤️❤️❤️ salam sayang untuk pembaca dari author....