Warning! (18+)
Berawal dari Pertengkaran hingga pada akhirnya tumbuh benih-benih cinta diantara mereka,tetapi ketika cinta mulai tumbuh muncul seorang wanita dimasa lalu.
Belum lagi bocah kecil yang bernama Rio yang selalu buat ulah.
"Sekarang aku memiliki Bunda"
"What"
Gimanakah kisah cinta mereka,akankah mereka bersatu selamanya? ketika Lily berpaling dengan pria lain.
Sakit...?
Itulah yang dirasakan Varrel.
Yuk mampir gaes kekaryaku,jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😄
Follow ig.yutriatel
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutriaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memperjuangkan
Yuk mampir gaes kekaryaku jangan lupa tinggalkan jejak biar otor semangat dan mohon dukungannya😅
Tekan tanda ❤️,beri tanda jempol 👍🏻,jangan lupa di Koment dan Votenya🤗.
Selamat membaca...
Semenjak kejadian waktu itu hubungan Lily dan Varrel makin akrab saja apalagi ditengah- tengah mereka ada bocah Rio yang banyak ulah dan yang mempererat hubungan mereka bahkan Rio bocah jenius itu ingin sekali Pamanya melepas masa jomblo predikat setelah mendengar dari Omma dan Oppanya apa itu jomblo bahkan pengasuh yang bernama Surti menambah wawasana pada Rio sampai menyuruh Rio menyatuakan Lily dan Pamanya,yang bagai tom and jerry.Valen sudah ditemukan dan sekarang kakak ipar sedang mengandung tentu saja mereka sangat senang semua apa lagi itu adalah cucu pertama.
kemarin malam Varrel mengajak Lily dinner serta sekalain mengukapkan persaannya tentu saja mereka sudah akur meskipun sesekali Lily akan berdebat kecil,sekarang mereka sudah sah pacaran dan lagi bucin-bucinnya.
Lily pun selalu diantar supir atau Varrel ke butik,meskipun Lily anak holang kaya tapi dia tetap mandiri dan memiliku usaha dan disinilah mereka di mobil dengan Kevin yang menyetir.
"Honey nanti makan siang kujemput ya" ucap Varrel mengelus rambut Lily yang sedang bergelayut manja di lenganya.
"Tidak usah Be,nanti aku akan datang kekantor mu sekalian jemput Rio juga".
"Baiklah Honey" mereka pun romantisan sepanjang perjalanan tak peduli Kevin yang orang nya kaku lagi menyetir,melihat pemandangan itu juga jiwa jomblonya meronta ronta.
Setelah mengantar Lily kebutik tak lupa Varrel mengecup kening kekasihnya dan mereka pun menuju perusahaan W Group.
•••
Makan siang pun tiba Lily yang baru saja mendesain model baju segera keluar dan menyuruh mis Tina asistennya menghandel semuanya.
"Tin,saya keluar dulu nanti atur saja"
"Oke Bos,siap"
Lily pun segera keluar dari butik di antar sang supir menuju sekolah Rio yang elit.Setibanya mereka Lily keluar dari mobil dan melihat anak-anak yang berhamburan keluar.Sekarang ia dan juga Rio sudah akrab.Rio yang baru saja keluar berbinar saat. melihat Lily menjemputnya tentu saja ia senang apalagi Lily dan dia sama sama doyan makan.
"Kak Lily"
"Hay Boy"
Mereka berpelukkan dan segera masuk mobil menuju perusahaan W Group .
Setibanya, mereka turun dan bergandeng tangan masuk kedalam menuju lift khusus Ceo di lantai atas,banyak karyawan yang memuji serta iri akan kecantikan nan manis pacar tuan mereka.Karena kemarin Varrel mengumumkan kepada seluruh karyawan nya bahwa Lily adalah kekasihnya sangking bucinnya.
Ting...
Pintu lift terbuka Rio sudah berlari menuju ruangan Pamannya.
Dubrak...
Pintu dibuka kasar dari luar ternyata Rio yang sudah duluan jangan tanyakan dia seperti angin.Varrel dan kevin terkejut bukan main untung mereka tidak memiliki riwayat penyakit jantung.
"Boy"
"Paman,Om Kevin" kata Rio menyapa.
"Hus...Hus,Rio kamu cepat sekali" Keluh Lily saat sudah sampai didepan pintu memgatur nafas nya yang naik turun.
"Honey" ucap Varrel berdiri dan memeluk Lily.
"Ayo duduk kau pasti capek mengejar anak nakal ini"
"Heuh...Tentu saja,Be aku lapar..." rengek Lily
"Baiklah kita pesan makan atau makan diluar?"
Lily dan Rio saling pandang mereka tersenyum penuh arti.
"Makan diluar"
"Baiklah kita makan diluar"
Kevin pun segera keluar menuju ruangan nya.
Varel dan Rio serta Lily segera menuju restoran yang mereka mau.Varrel hanya pasrah melihat kedua nya sangat kompak dalam hal makan.mereka sampai di restoran cepat saji dan memesan banyak makanan.Makan bersama dengan lahap sambil diiringin tawa.
"Hey pelan-pelan"
"Hmm"
"Cih kalian ini rakus apa doyan" gerutu Varrel membuat Lily dan Rio tertawa.Setelah selesai makan mereka pun kembali keperusahaan.
🍀🍀🍀
"Rel ,Mama dan Papa sudah tua sudah saatnya kamu menikah nak supaya Papa dan Mama punya cucu serta punya adek buat Rio" ucap Mama Mita kepada Varrel saat ini mereka sedang berada diruang tamu dengan Rio yang bergelayut manja dengan Tuan Wiyono.
"Ma,bersabarlah suatu saat Varrel akan
menikah."
"Bukannya paman sama kak Lily pacaran" ucap Rio yang membuat Omma dan Oppanya terkejut.
Sedangkan Varrel hanya gelagapan dan garuk kepala.
"Benarkah...?"
"Iya Omma bahkan kak Lily sering kekantor Paman dan Paman akan memeluk kak Lily tiap datang" kata Rio tanpa dosa.
"Son jangan kau racunin mata suci cucuku"
Varrel hanya melotot kesal pada Rio.
"Wah kayak sebentar lagi kita dapat menantu nih Pa,Lily juga anak manis dan baik Mama setuju kalau kalian berjodoh" ucap Mama Mita antusias.
"Ma ,kami baru saja pacaran dan memulai pendekatan doakan saja"
"Cih berhenti main wanita dan serius jangan sampai terulang lagi dan kamu berakhir menyedihkan" ucap Mama Mita sewot serta memberi petuah-petuah pada anaknya
"Kali ini aku akan berjuang"
"Baiklah Papa dan Mama tunggu"
Varrel memang bertekad akan Memperjuangkan Lily dia tidak mau cinta nya gagal lagi seperti dulu tapi ia tidak tahu jika sebentar lagi akan ada perempuan malam nya yang mengakui hamil anaknya.
•••
Hari ini Lily datang keperusahaan Varrel tentu saja mereka akan bergantian kalau bukan Varrel yang datang ke butik maka Lily lah ya g akan datang ke perusahaan.Berjalan dengan anggun masuk kedalam perusahaan menyapa para karyawan yang menunduk hormat kepadanya jangan lupakan panggilan kunyuk masih tetap karna Lily bilang itu adalah panggilan kesukaan.
Varrel yang dari dulu tidak suka dipanggilan itu tiap kali Lily memangilnya kunyuk akan kesal tapi sekarang tidak dia malah senang,memang ya kalau cinta sudah melekat tai kambing pun di bilang coklat dasar bucin.
Mengetuk pintu dari luar dan Varrel memyuruh masuk,Lily pun segera masuk.Varrel tersenyum bahagia merentangkan tangan nya agar Lily masuk kedalam pelukan dan benar saja Lily yang tipenya manja segera masuk dalam pelukan Varrel berpelukan bersama dan Varrel mencium pipi Lily.
"Be,apakah aku mengganggu" ucap Lily.
"Tidak Honey" kata Varrel mendudukan Lily dipangkuan nya dan menghirup aroma wangi ditubuh Lily.
"Hmm baiklah, besok aku akan pergi paris ada acaran fansion"
"Apa,kenapa cepat sekali"
"hey...Kunyuk bukankah kemarin aku sudah bilang juga"
"Iya juga sih kalau begitu aku ikut"
"Ha...Aku tidak lama hanya dua hari saja"
"Cih bagiku itu lama Honey"
"Aku pergi ngak lama Be sama Papa dan Mama" ucap Lily mengelus pipi Varrel.
Varrel menutup mata merasakan usapan tangan Lily yang halus diwajahnya,bahkan dibawah sana sudah mengeras dan sesak.
"Honey" ucap Varrel dengan suara parau.
"Hmm..." kata Lily yang sudah tau itu.
"Akh, ini menyiksa" kata Varrel memeluk erat pinggang Lily bahkan mengelamkan wajahnya di dada milik kekasihnya.
"Biarkan seperti ini dulu Honey" kata Varrel saat Lily hendak turun karena dibawah sana ada sesuatu yang menganjal.
Lily pun membiarkan,Varrel masih tetap memeluk pinggang Lily ia memejamkan matanya tidak mau lepas kendali dan melahap Lily sekarag kerena bagaimana pun Lily adalah kekasihnya yang harus ia jaga sebelum mereka sah nanti.
"Honey,pulang dari paris kita harus membicarakan pernikahan kita ya"
"Kenapa cepat sekali" kata Lily melotot.
"Tentu saja aku tidak mau kejadian dulu ter ulang lagi dalam hidupku di saat seeorang yang aku cintai telah dimiliki oleh org lain" ucap Varrel sendu.
Lily yang sudah tahu semuanya tentang Varrel bahkan tanpa dia tanya pun Varrel sudah bercerita dan Lily menerima itu asal Varrel harus berubah dan sekarang Varrel sudah berubah dan tunduk kepada Lily.
"Baiklah,Be aku tunggu lamaran romantismu" ucap Lily mengoda Varrel dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Honey apa kau mengodaku hm" kata Varrel hendak menncium bibir Lily tapi Lily sudah beranjak duluan.
"Tidak..."
"Baiklah Be, aku lapar pengen makan makanan yang lezat ucap Lily membayangakan makanan itu.
Varrel hanya mengeleng melihat tingkah kekasihnya."Kau akan mendapatkan itu manis"
Varrel pun menelpon Kevin untuk memesan makanan dan tak lupa dia menyuruh Kevin memesan burger ter enak dan lezat untuk kekasihya.
Mereka duduk disofa sambil Lily memeluk pinggang Varrel dengan manja tentu saja Varrel sangat suka itu bahkan berapa kali ia mengecup ubun ubun Lily.
Kevin mengetuk pintu dan segera masuk membawa pesanan Tuan dan Nana nya.
"Tuan,Nona saya mengantar pesanan"
"Terimakasih Kevin" ucap Lily tersenyum manis
"Sama-sama Nona" kata Kevin pamit undur diri.
"Honey jangan terlalu tersenyum,senyummu hanya untukku" kata Varrel cemburu.
"Ck,kau ini,terimakasih kunyukku" ucap Lily mencium pipi Varrel dengan tersenyum manis.
"Sama-sama Honey".
Mereka pun makan bersama,Lily menemani Varrel kerja karena selama dua hari kedepan mereka tidak ketemu tentu saja Varrel sangat senang apalagi Lily yang manja dan selalu bergelayut dilengan bahkan dileher Varrel.
"Jangan seperti ini dengan pria lain kecuali aku" ucap Varrel saat Lily sedang bergelayut manja di lengan kirinya dan sesekali mencium pipi Varrel.
"Tentu asal kau tidak berpaling"
"tidak akan honey kau akan jadi milikku selamanya"
Lily pun tertawa dan berbahak.
"Dasar kunyuk"
"Dasar manja"
Tak terasa sore sudah tiba Lily sudah tertidur disofa tepat disamping Varrel padahal tadi Varrel bilang masuk kamar pribadi saja tapi Lily kekeh ingin tidur disofa saja.Varrel pun pasrah tak lupa dia mengambil selimut di kamar pribadinya menyelimuti Lily serta kaki mulus Lily diletakkanya dia pangkuan nya sambil sesekali mengelusnya.
Asisten kevin masuk membawa berkas tapi matanya tertuju pada Lily yang sedang tertidur manis.Varrel yang melihat itu tak suka.
"Vin jaga mata mu" ucap Varrel tegas
"Ha,ma-maaf Tuan" ucap kevin mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Nona manis bangat Tuan" guman kevin dalam hati dia pun segera keluar dari ruangan Tuan nya.
Varrel mematikan laptop lalu merapihkan berkas dan mengelus kaki jar- jari kaki Lily yang membuatnya gemes.
"Gimana aku tidak jatuh cinta jika cara tidurmu saja sangat manis honey" ucap Varrel berdiri dan berjongkok dihadapan Lily menyikirkan helaian rambut Lily yang menutupi wajah cantik nan manisnya.Mencium kening dan pipi Lily serta mengelusnya rasanya dia ingin sekali melahap Lily sekarang juga tapi ia tahan.
"Honey bangun"
"hmmm,Lily mengeliat,adek masih ngatuk Ma" ucap Lily mengingau.
Varrel terhenyak dan tertawa kecil Lily pikir yang membangunkan nya Mamanya.
"Honey wake up "
"Honey i love you"
lily pun membuka matanya dan meregangkan otot otot nya.
"Be...?apakah aku lama ketiduran"
"Tidak honey dan ini sudah sore ayo kita pulang"
"Baiklah" kata Lily bangun dan merapihkan penampilannya.
Mereka pun keluar dari perusahaan tak lupa singgah untkk makan dulu,Varrel mengantar Lily sampai kemansion.
"Terimakasih Be, jaga dirimu baik baik"
"Sama-sama Honey cepatlah pulang jangan lama-lama diparis" ucap Varrel memeluk kekasihnya.
"Siap Bos"
"Apakah besak mau aku antar dibandara Honey?
"Tidak usah Be"
"Baiklah"
Mereka pun kembali berpelukkan bersama dan Lily turun dari mobil sedangkan Varrel kembali ke apartemennya.
Lily masuk dalam masion dengan memangil orang tua nya.
"Cie anak Mama sudah punya doi nih sekarang" goda Nyonya Maria
"Mama,iii adek malu"
"Hahahaha...."
Nyonya Maria sudah tahu jika anaknya lagi dekat dengan Varrel tentu saja tak masalah baginya yang penting anak baik-baik saja dan tidak melewati batas,ia selalu mendukung asal anak-anaknya bahagia.
"Ada apa ini kenapa saling berpelukkan apakah papa tidak dipeluk" ucap Tuan Lucas yang baru saja datag
"Papa...Lily kangen"
"Oh princes Papa" ucap sang Papa mendekap anaknya memberi ciuman dipucuk kepala Lily dan duduk bersama disofa sambil berbincang sebentar.
Segera lah mandi dan makan malam besak kita akan berangkat keParis.Lily pun mengangguk naik ke atas dan segera mandi.
🍀🍀🍀
Keesokkan hari nya Lily sedang berada diparis dengan orang tuanya menghadiri acara fansion,tapi tidak dengan Varrel yang sedang menahan rindu sudah satu hari.Entah mengapa rasanya ia ingin marah terus bahkan setiap malam juga sebelum tidurr mereka akan video call meskipun hanya sesaat dan disinilah Varrel di perusahaan lagi memerahin karyawan yang tidak becus kerja padahal itu berkas cuman salah dikit tapi Varrel marah.Asisten Kevin hanya mengusap dada pasrah dia ingin semoga Nona Lily cepat-cepat pulang meskipun baru satu hari Nona dam Tuan nya tidak bertemu tapi tidak dengan Varrel yang menganggap sudah berminggu bahkan berlama lama.
"Apakah kalian mau saya pecat kerja saja tidak becu" teriak Varrel marah
Kedua karyawan hanya menunduk dan gemetar ketakutan.
Drtt...Drttt....
Bunyi handpone Varrel memecah keheningan diruangan nya.ia pun meraih handpone tanpa membaca siapa yg menelpon.
"Hallo" ucap Varrel dengan nada tinggi
"Be kamu kenapa ini aku" kata Lily cemberut
padahal dia sana Video call, tapi Varrel malah kasih ditelinga.
Varrel pun tersadar lalu tersenyum.
"Honey maafkan aku kukira tadi siapa,kamu lagi dimana hm" kata Varrel duduk dikursinya.
"Apakah kau sedang marah Be,jangan marah- marah nanti kau cepat tua"
"Kau ini ya"
"Hahaha...Aku lagi dihotel baru saja balik dari acara,aku kangen sama mu kunyukku" kata Lily dengan gemesnya.
Tinggalkan jejas gaiss,bersambung...
Lanjut❤️semangat up ya kak💪🥰😊
semangat 💪🥰💪
sdah dfavorit..
mampir jg ktmpatq y
slaam kenal yaa