Perkenalkan nama saya Fu Lin, saya berasal dari bumi, ketika saya sedang berjalan-jalan ditaman kota saya melihat anak kecil sedang menyebrang jalan .
Saya melihat ada sebuah mobil yang jalan menuju arah anak kecil itu dengan sangat laju.
Saya yang melihat hal tersebut langsung berlari untuk menyelamatkan anak kecil tersebut.
"Awassssssss!!"
Fu Lin bertriak mengingatkan anak kecil tersebut, lalu anak kecil itu menoleh ke arah samping, dia melihat mobil melaju kencang ke arahnya, lalu diapun berteriak.
"Aaaaakkhhhhhhhh."
Fu Lin yang melihat itu langsung mendorong anak kecil tersebut ke samping, dan Fu Lin Terpental jauh karena tertabrak mobil tersebut.
Tubuh Fu Lin lemas banyak darah berceceran.
"Apakah ini akhir hidupku didunia ini?"
Fu Lin pun yang mulai lemas perlahan memejamkan matanya."
"Dimana aku?"
(Ding, Selamat datang tuan didunia kulivator.)
#Ini karya pertama author mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinta nurnaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jinny
Selesai makan Fu Lin meminta pengawal bayangannya masuk kedalam bayangannya, sedangkan Fu Lin berjalan-jalan dipasar melihat-lihat pasar tradisional.
Bruukkkk...
"Awhhhhh,,," rintihan seorang gadis cantik berdarah dingin..
"Maaf nona saya tidak sengaja."
Fu Lin meminta maaf kepada gadis itu karena Fu Lin tidak melihat jalan didepan, karena saking asyiknya melihat-lihat.
"Hmmm." Ucap gadis dingin itu.
"Dingin sekali."
Gadis itu pun melotot mendengar apa yang diucapkan Fu Lin.
"Jangan melotot nona nanti matanya keluar."
Gadis itu pun pergi meninggalkan Fu Lin sendiri karena gadis itu sangat kesal ,sebelum gadis itu pergi Fu Lin memeriksa status gadis tersebut.
"System analis status gadis itu."
Nama : Jinny 16 Tahun
Level : Ranah Kaisar 8
Elemen : - Api
- Air
- Angin
Job : - Assasin
- Alkemis
Skil : - Badai Hujan
- Angin Topan
- Cakar Harimau
- Pukulan petir
Fu Lin pun tersenyum melihat status Jinny, dia bertwkat untuk meluluhkan hati seorang Jinny.
Fu Lin pun mencari rumah yang mau dijual, karena Fu Lin mau membeli rumah di dekat pasar supaya bisa membuka bisnis di dekat pasar, Fu Lin juga berencana membuat Klannya sendiri.
Akhirnya Fu Lin menemukan rumah yang mau dijual.
"Maaf, mau tanya apakah rumah ini dijual?"
Fu Lin bertanya kepada pemilik rumah itu.
"Iya tuan dijual seharga 100 koin emas tuan ,apakah tuan mau membeli rumah ini"
"Ya saya mau membeli rumah ini, ini uangnya 100 koin emas."
Fu Lin pun memasuki rumahnya dan mulai membersihkan seluruh rumah, karena kamar ada banyak sedangkan Fu Lin hanya sendiri Fu Lin meminta bawahannya untuk keluar dan memilih kamar mereka masing-masing.
Setelah semua sudah beres Fu Lin merebahkan tubuhnya ke kasur, lalu memejamkan mata memasuki mimpi indahnya.
Pagi pun datang, sinar mentari memasuki celah-celah jendela kamar Fu Lin, Fu Lin pun segera bangun dari tidur nya dan segera mandi.
Selesai mandi Fu Lin sarapan bersama ke2 bawahannya, tadinya bawahannya tidak mau sarapan baren Fu Lin karena mereka merasa tak pantas, tapi karena paksaan Fu Lin akhirnya mereka mau.
Setelah sarapan Fu Lin mengajak anak buahnya membeli budak dipasar budak.
Setelah sampai pasar budak Fu Lin pun masuk.
"Permisi saya mau membeli budak."
"Ada berapa budak disini?"
"Ada 1000 budak, perempuan 400 , laki-laki 500 sisanya anak-anak tuan"
Ucap penjual budak.
"Saya beli semuanya." Fu Lin membeli semuanya karena Fu Lin berencana membuat klan sendiri.
"Serius tuan mau membeli semua budak yang ada disini." Ucap penjual budak dengan nada bahagia.
"Yaaaa, benar."
"Baiklah tuan saya siapkan semua budaknya." penjual itupun pergi melepaskan semua budak didalam penjara dan melepaskan segel budak tersebut.
Fu Lin pun mengatakan kalau dia berencana membuat klannya sendiri, dan bertanya apakah mereka mau menjadi anggota klannya.
"Saya membeli kalian semua karena saya berencana membuat klan saya sendiri, kalian tidak usah khawatir semua biaya hidup kalian tanggung jawab saya."
"Satu lagi, saya akan melatih kalian untuk menjadi kuat agar klan kita menjadi klan besar, berjaya dan ditakuti semua orang, apakah kalian mau mengikuti saya atau mau bebas."
"Silahkan ambil keputusan kalian, karena itu semua hak kalian, terserah mau mengikuti saya atau tidak saya tidak akan memaksakan kehendak kalian." Ucap Fu Lin menegaskan ke para budak agar mereka menimbangkan pemikiran Mereka.
"Saya mau mengikuti tuan." Ucap para budak serempak
"Baiklah, Azaril, Judan kalian keluarlah sembuhkan mereka yang sakit dan juga bawa mereka ke rumah ! aku mau berkeliling sebentar"
Fu Lin pun berkeliling dan dia melihat seorang gadis sedang duduk manis dibawah pohon, rambutnya berkibar-kibar indah.
Fu Lin terpesona akan kecantikan gadis itu, gadis itu tak lain adalah Jinny gadis yang mampu membuat jantung Fu Lin berdetak kencang seperti irama gitar sepanyol.
Fu Lin pun mulai mendekati Jinny dan duduk disebelahnya.
"Ehemm,,," Fu Lin berdehem sehingga membuat Jinny menghadap ke samping , karena saking dekatnya wajah Fu Lin Jinny yang menoleh ke samping pun mencium bibir Fu Lin dengan tak sengaja.
Fu Lin tercengang melihat hal tersebut, pipi Fu Lin pun merona seperti kepiting rebus.
Sedangkan Jinny jantungnya maraton melihat apa yang dia lakukan, walaupun tak sengaja tapi itu sukses membuat jantung Jinny dangdutan.
Mereka terdiam beberapa saat, setelah sadar bibir mereka masih bersentuhan Jinny pun mendorong Fu Lin agar menjauh darinya.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja." Jinny minta maaf karena telah mencium Fu Lin walau tak sengaja.
"Maniss,,"
Ucapan Fu Lin sukses membuat Jinny merona.
"Ehemmmm,, kita udah ketemu 2x tapi aku belum tau siapa namamu." Fu Lin pun bertanya menghilangkan rasa canggung diantara keduanya.
"Emmm,,, namaku Jinny"
Jinny pun memperkenalkan dirinya kepada Fu Lin.
"Gimana kalau kita kerestoran makan-makan biar aku yang traktir." Fu Lin pun mengajak Jinny ke restoran untuk makan.
"Boleh."
Mereka berdua pun pergi ke restoran,mereka jalan berdampingan seperti sepasang kekasih, banyak pasang mata memperhatikan mereka karena menurut orang-orang mereka seperti dewa dewi yang turun dari langit.
"Kenapa mereka melihat kita seperti itu?" Kata Jinny dengan kebingungan karena mereka melihat nya seperti itu.
"Itu karna kamu cantik Jinny makannya mereka melihat seperti itu."
Ucap Fu Lin membuat Jinny memerah , sesampainya direstoran Fu Lin memesan makanan termewah ,terenak yang ada direstoran itu.
"Jinny." Fu Lin dengan gugup memanggil Jinny
"Ya, kenapa?"
"Gakpapa, ga jadi"
"Aneh." Ucap Jinny
Selesai makan mereka pun pergi dari restoran.
"Jinny,sekarang kamu mau kemana?"
"Entah, aku dirumah seperti tak dianggap karena yang mereka tau aku itu lemah dan tak berguna."
Ucap Jinny dengan nada sedih.
"Padahal aku hanya menyembunyikan kekuatanku supaya aku tau mana yang bener-bener terima aku apa adanya."
Fu Lin pun langsung memeluk Jinny, diapun langsung menangis tersedu-sedu karna tak dianggap oleh keluarganya, dan posisi putri mahkota diserahkan ke anak selir ayahnya , ya Jinny putri mahkota dari kekasiaran Zonk.
"Sudah jangan menangis lagi, entah kenapa aku melihatmu menangis hatiku rasanya sakit sekali."
"Gimana kamu tinggal denganku saja disana juga banyak orang karena aku berencana membuat klanku sendiri?" Fu Lin menawarkan Jinny untuk tinggal bersamanya.
"Iya aku mau" Ucap Jinny sambil tersenyum.
Jinny pun pergi mengikuti Fu Lin ke rumah Fu Lin, Jinny melihat banyak sekali budak-budak disana.
"Mereka semua budak Lin?" Tanya Jinny.
"Ya mereka budak yang aku beli tadi dipasar budak, aku berencana melatih mereka menjadi kuat untuk menjadi anggota klan yang akan ku bangun nanti, suapaya klannya nanti menjadi klan yang paling ditakuti."
"Aku akan membantumu melatih mereka."
"Terimakasih Jinny"
"Selamat datang kembali tuan."
"Dimana Judan?"
"Azaril tolong kumpulkan semua orang sekarang!"
"Siap tuan"
Setelah semua orang berkumpul Fu Lin menyampaikan sesuatu kepada mereka bahwa pembangunan klan akan dilaksanakan minggu depan, sekaligus Fu Lin memperkenalkan Jinny kepada semua orang.
"Maaf menganggu aktifitas kalian semua, saya akan memperkenalkan teman saya, namanya Jinny dia juga akan membantu untuk melatih kalian."
"Salam kenal nona Jinny" Ucap mereka serempak.
"System, apakah dishop menjual rumah-rumah mewah?"
(Ding,dishop banyak menjual berbagai rumah dari yang kecil hingga terbesar tuan.)
"Beli 5 rumah terbesar system!"
(Ding,membeli rumah terbesar seharga 100000 koin emas.)
(System bagaimana cara meletakkan rumah ini?"
(Tuan tinggal membayangkan rumah yang akan tuan letakkan ke tanah.)
Fuin pun meletakkan semua bangunan tersebut ke tanah, lalu Fu Lin tak lupa juga membeli gerbang untuk klan dan juga tempat untuk para anggota klan berlatih yaitu menara kultivasi.
"Semuanya berkumpul." Fu Lin berteriak menggunakan QI agar terdengar ke semua orang.
"Kalian bebas memilih kamar yang mana karna semua sudah tersedia, perlengkapan senjata, kebutuhan sehari-hari sudah tersedia."
"Di sebelah barat ada menara kultivasi semua boleh bergiliran latihan disana."
"Latihanlah dengan keras,jangan mengecewakan saya."
"Satu Lagi klan ini saya beri nama Klan Lin."
Setelah berpidato panjang lebar Fu Lin memutuskan beristirahat karena terlalu lelah, sedangkan Jinny sudah istirahat dari tadi.
#Maaf banyak typo ya teman, maaf karya saya tak sebagus karya yang lain.
#maaf kalau membosankan ceritanya 😊
Salam kenal dari author 😇😇