Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07 - Kekasih Vano
Saat jam makan siang.
Kinanti makan di belakang kantor dengan bekal yang di berikan oleh Ibu nya bersama dengan Sofi mereka menikmati makan siang sembari menikmati udara segar dibelakang kantor yang masih hijau dan terawat.
"Ibu mu rajin ya Kin,buatkan sarapan untuk kamu."Ucap Sofi.
"Iya."Balas Kinanti tersenyum.
Di lantai 3,dari balik dinding kaca Vano yang tadi nya berdiri untuk melihat pemandangan kantor ayah itu melihat Kinanti bersama Sofi sedang menikmati makan siang mereka sembari tertawa.
Vano yang awal datang ke kantor bertemu Kinanti beberapa kali,membuat Vano mengenal sosok wanita,karena sudah masuk dalam daftar ingatan nya.
Vano menghela nafas saat melihat wanita itu. "Vano,ayo makan siang?." Ajak Livi menghampiri Vano,membuat pria itu terbangun dari lamunan nya.
"Iya,ayo."Balas Vano.
"Bagaimana Vano,kau senang tidak bekerja di perusahaan Om Luis."Tanya Livi
"Ya tidak begitu menyenangkan."Jawab Vano ,karena sebenarnya ia sangat ingin menjadi fotografer,tapi ia terpaksa mengambil ahli perusahaan Ayah nya yang kini sudah lanjut usia dan memutuskan untuk Pensiun. Bahkan setiap Akan berangkat ke kantor Vano selalu bersunggut sunggut di dalam hati nya,meski tak Dikatakan oleh putra nya,Pak Luis dan Bu Kania ibu nya Vano bisa melihat ketidak inginan putra nya untuk pergi ke kantor.
"Tapi kau harus melakukan nya,karena Om Luis kan."Kata Livi.
"Iya begitu lah." Balas Vano.
"Nanti juga kau akan terbiasa."Kata Livi dan Vano membalas dengan tersenyum tipis.
Livi adalah teman Vano dari masa SMP hingga Kini,mereka sudah berteman baik dan saling mengenal satu sama lain.
Saat sedang menikmati makan siang mereka di kantin,Vano di samperi seorang wanita yang adalah kekasih nya.
"Sayang,aku mencari mu,ternyata kau disini."Ucap Fira.
"Hai Fira."Sapa Livi.
"Hai Livi,kau ada disini."sapa Balik Fira.
"Iya,ayo duduk makan bersama."Ajak Livi.
"Iya."Balas Fira dan duduk di samping Vano.
"Kau sedang apa disini?." Tanya Vano pada Fira.
"Aku kangen sama kamu Vano,memang nya kau tak merindukan ku,lagian aku akan ingin melihat pacar tercinta ku mulai mengantor."Balas Fira.
Vano yang mendengar alasan Fira pun hanya tersenyum saja sembari kembali menikmati makan siang nya. "Sibuk apa sekarang Fir?"Tanya Livi.
"Sibuk ngurusin perusahaan papa ku,sama kayak Papa Vano,Papa ku juga udah mau pensiun."Balas Fira.
"Aku sudah selesai Livi,aku duluan ya."Ucap Vano dan Livi mengangguk.
"Aku ikut sayang,duluan ya Livi."Ucap Fira dan Livi tersenyum mengangguk.
Fira mengandeng tangan Vano menuju ke ruangan pria itu.
Senyum Livi menghilang,berubahi jadi raut wajah kekecewaan saat Vano dan Fira berlalu pergi,Livi sebenarnya menyukai Vano,tapi Vano hanya menganggap nya sebagai sahabat kecil.
Kinanti dan Sofi yang kebetulan lewat melihat Perubahan raut wajah Livi. "yang tadi sama pak Vano siapa ya?." Tanya Kinanti.
"Mana ku tahu,tapi seperti nya pacar nya."Balas Sofi.
"Kayak nya Mbak Livi suka dech sama pak Vano,wajah nya seketika berubah saat pak Vano pergi dengan wanita itu."Ujar Kinanti merasa kasihan dengan Livi.
"Iya sih kayak nya."Balas Sofi.
"Udah yuk,kita masih ada kerjaan di lantai 4."Ajak Sofi dan Kinanti mengangguk.
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek